Wiranto : Presiden berikutnya ?

| | Comments (2)

** Keduluan Enda nich....

Seperti sudah diprediksi oleh beberapa pengamat, akhirnya Wiranto memenangkan Konvensi Partai Golkar. Mengalahkan Akbar Tandjung di pemilihan putaran kedua, Wiranto resmi menjadi Calon Presiden dari partai beringin.

Menariknya, Kompas pagi ini langsung membuat headline menarik, Wiranto-Yudhoyono Berebut Kursi Presiden. Menarik karena judul ini 'seolah' menafikan peluang calon dari partai lain.

Hal menarik lain dari fenomena ini adalah, bertarungnya dua kandidat dari satu kubu yang sama. Tentara !. Satu institusi yang dihujat jaman reformasi delapan tahun lalu. Namun, kemenangan Wiranto dan meningkatnya perolehan suara Partai Demokrat yang mengusung SBY sebagai calon Presiden mungkin bolehlah dikatakan sebagai kerinduan rakyat Indonesia akan figur militer untuk memimpin negara. Sebagaimana diketahui sejak lengsernya Pak Harto, tiga Presiden berikutnya berasal dari warga sipil.

Nah, soal militer ini layak menjadi pertanyaan lagi. Apakah SBY akan 'mengalah' dari Wiranto ? Mengingat SBY dari angkatan 1973 sementara Wiranto dari angkatan 1967. Sudah menjadi semacam tradisi, dalam beberapa kesempatan di tubuh TNI [dahulu ABRI] soal senioritas ini menjadi pertimbangan. Selain itu, apakah SBY akan 'mengalah' karena Pada saat Wiranto menjadi Panglima ABRI, beliau 'hanya' menjadi Kepala Staff Teritorial di Mabes ABRI ?

Namun diluar soal senioritas di atas, satu hal lagi yang mungkin bisa jadi obrolan kecil adalah [soal ini bolehlah percaya gak percaya] apa yang pernah populer di jaman Pak Harto dulu. Merujuk kepada ramalan Joyoboyo soal negara Indonesia. Konon katanya Indonesia akan sejahtara apabila pemimpinnya memenuhi syarat noto negoro. Menurut yang empunya cerita, kata ini merupakan suku kata terakhir dari nama-nama pemimpin Indonesia. Jadi, setelah Sukarno, Suharto, mungkinkah sekarang giliran Yudhoyono ? he...he...he....

2 Comments

enda said:

hekehke, tapi keren kok bang, pake link ke sitenya wiranto :) dan gue rasa sih mana mau SBY ngalah, tapi jadi kepikiran, udah tau pasangan capres dan cawapres yg pasti menang? SBY + Wiranto! :)

dion said:

Sebenci-bencinya saya dengan golkar, tapi terus terang salut dengan terobosan konvensinya.

Harusnya langkah konvensi golkar diikuti oleh partai2 lain. Pencalonan presiden memang jangan jadi monopoli DPD dan petinggi2 lingkaran dalam partai.

About this Entry

This page contains a single entry by published on April 21, 2004 12:10 PM.

Wiranto Calon Presiden Golkar was the previous entry in this blog.

Lagi tentang IT dan Pemilu is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01