Recently in Wawancara Category

Oh, yes, of course. But for me it's not a matter of fun but of responsibility. A challenge, a mission and, of course, an education. There are so many fundamental issues that I have to face.
Ah tentunya, emang enak jadi Presiden Indonesia sekarang-sekarang ini? Dengan begitu banyak permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi. Dan seperti jawaban SBY bilang, responsibility, tanggung jawab jadi orang no 1 di Indonesia.
Kutipan lainnya (diterjemahkan sebisanya):
Indonesia mendapatkan peringkat sebagai salah satu negara paling korup dan salah satu tempat paling sulit melakukan bisnis. Bagaimana Anda akan menghadapi masalah ini?
SBY:Saya meminta langkah yang sama untuk dilakukan disetiap tingkat pemerintahan provinsi. Saya juga telah meminta Jaksa Agung untuk mengambil tindakan hukum pada setiap bank yang tidak sehat, atau memiliki indikasi korupsi, siapapun yang berada di belakang mereka.
Negri ini akan hancur jika kita tidak menghentikan tumbuhnya korupsi. Kita membutuhkan SHOCK THERAPY agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintahan ini serius terhadap korupsi.
Kita ingin memperbaiki iklim investasi, dimulai dengan stabilitas politik, perbaikan keamanan, kebijakan perpajakan dan ekonomi yang tepat, dan kepastian hukum serta kontrak, serta semua sistem penyelesaian sengketa dilakukan dengan adil...Kita tunggu aja SHOCK THERAPY-nya SBY.
Dibawah ini copy-an lengkap (mohon maap ye TIME) wawancara TIME dengan SBY minggu lalu yang diwawancari oleh Simon Elegant dan Jason Tedjasukmana dengan judul WE NEED SHOCK THERAPY. Original artikel bisa ditemukan disini
Interview Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Newsweek edisi 21 Juni.
Bisa dibaca disini Interview: I Will Never Give Up
I think they want a leader who can talk to them, that can listen to them. I've visited many parts of Indonesia, and I've spent hours just listening. They probably know that I'm really concerned with the problems they face, and I'll offer solutions.
Untuk copy selengkapnya wawancara, ikuti link dibawah ini:
