Wawancara dengan Susilo Bambang Yudhoyono

| | Comments (14)

Sumber dari Kantor berita 68H, artikel original bisa dilihat disini

SAYA DAN JUSUF KALLA SUDAH DEFINITIF

Bursa calon presiden dan wakil presiden memasuki babak baru. Tokoh Golkar Jusuf Kalla menyatakan mundur dari konvensi untuk memilih calon presiden dari partai berlambang pohon beringin itu. Seperti diperkirakan, Kalla menyatakan akan menjadi calon wakil presiden bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak yang menyebut duet ini menjadi kandidat kuat memenangkan pemilihan presiden Juli nanti. Bagaimanakah awal hubungan kedua tokoh ini terjalin? Dan apa rencana keduanya ke depan?

Simak penuturan Susilo Bambang Yudhoyono kepada reporter KBR 68H Alif Imam dan Zaky Amrullah di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Minggu (18/4):

Berdampingnya Pak Susilo dengan Pak Jusuf Kalla ini sebagai inovasi politik yang cukup maju, tapi apa betul dipilihnya Jusuf Kalla ini bertujuan mengaet suara Golkar?

Saya tidak melihat dari aspek itu. Ya untuk berhasil menjadi Presiden terpilih itu syaratnya tentu harus berhasil membentuk kabinet pemerintahan yang tahan selama lima tahun dan kemudian diakhir masa jabatannya kabinet itu harus berhasil. Saya sangat mengenal Pak Jusuf Kalla karena satu kolega di kabinet. Saya mengenal betul kelebihannya, kemampuannya, dan dalam banyak hal kami bekerja sama dengan baik saling mengisi begitu, sehingga kalau saya dapat berpasangan dengan Pak Jusuf Kalla saya sudah membayangkan bahwa kami bisa membangun pemerintahan yang efektif dengan program yang kongkrit, dengan agenda dan prioritas yang jelas dan bagaimana kami bisa masuk ke dalam wilayah masyarakat kita untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat dan mengembangkan kebijakan yang tepat pula. Itu yang terbayang.

Atau jangan-jangan aksioma politik Anda, yang itu loh Jawa luar Jawa

Nah kebetulan Pak Jusuf Kalla yang saya nilai memiliki kapasitas dan integritas yang tepat untuk menjadi wakil presiden untuk berpasangan dengan saya. Kebetulan beliau berasal dari luar Pulau Jawa yang tentunya mungkin ini juga menjadi penguat dari duet yang Insya Allah saya jalankan bersama beliau.

Apa artinya itu meninggalkan tawaran Gus Dur, tawaran Pak Amien dan juga Pak Akbar tentunya?

Tidak ada pembicaraan konklusif, pembicaraan formal, apalagi melibatkan partai-partai politik bahwa saya pasti berpasangan dengan A, B, dan C. Yang ada itu komunikasi politik selama ini. Saya tahu bahwa Gus Dur juga berkomunikasi politik dengan banyak elite, Pak Amien Rais juga demikian, Pak Akbar Tanjung juga demikian. Jadi kalau saya juga berkomunikasi sesuatu yang wajar dan sebagai contoh misalkan pembicaraan saya dengan Pak Amien Rais kita bicara itu beberapa skenario, beberapa opsi. Opsi yang pertama saya katakan tentu siapapun diantara kitakan menginginkan menjadi putra terbaik bangsa. Kita kan tidak boleh munafik, jadi Pak Amien tentu berjuang, saya juga berjuang untuk bisa berhasil membangun negeri ini dan masih ada sejumlah opsi yang mungkin terjadi dalam perjalanan politik ini. Oleh karena itu, biarkan semua opsi itu terbuka karena pada saatnya akan ada jalan mana yang lebih realistik.

Opsi selain Pak Kalla? Artinya apakah Anda sudah menyiapkan opsi lainnya juga selain dengan Pak Kalla?

Saya sudah mengambil keputusan, karena ini pertimbangannya sangat masak, tidak bisa hanya trial and error tidak boleh window shopping terus menerus. Saya sudah mantap dan saya kira kami berdua sudah sepakat apabila ada peluang Insya Allah kami akan maju secara bersama sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Saya harus mengatakan ini pilihan yang sudah definitif.

Kesepakatan untuk komunikasi dengan Pak Kalla sebetulnya persisnya kapan pak?

Kalau komunikasi ini kan terus berlangsung ya.

Untuk RI 1 dan RI 2 nya?

Ya saya tidak ingat mulai kapannya, tetapi setelah selesai Pemilu legislatif inilah. Jadi setelah 5 April lalu kami berkomunikasi secara intens tetapi sebelum-sebelumnya kami kan juga sudah berkomunikasi.

Ketika Anda mundur sebagai menteri, Jusuf Kalla yang pertama kali datang menemui Anda. Apa ini juga menjadi dorongan untuk memilih Jusuf Kalla sebagai cawapres?

Ya saya kira tidak harus dikaitkan, tapi itu bergambarkan bahwa kami dekat memang, saling sapa menyapa, saling memberikan bantuan moril lah apabila salah satu diantara kami mengalami tantangan politik. (Tim 68H)

-Sumber: Susilo Bambang Yudhoyono, Calon Presiden Partai Demokrat

14 Comments

dion said:

Eh,Susilo Bambang Yudhoyono...huruf-huruf dalam namanya bisa disusun ulang jadi : Ugh! Is a bold anonymous boy

dan Akbar Tanjung jadi : Junk 'n' a ratbag

Well, not that it matters :)

trias said:

Saya kira pasangan di atas adalah pasangan yang paling komplit dan solid. Saling mengisi kekurangan dan mengasah kelebihan. Namun jangan berbangga dulu, anda akan terpuruk bila saudara terjebak dengan dikotomi militer-sipil. Buktikan pada rakyat sekarang ini bahwa saudara mampu mereduksi dikotomi sipil militer yang neyesatkan itu. BRAVO. SBY-JK

trias said:

Saya kira pasangan di atas adalah pasangan yang paling komplit dan solid. Saling mengisi kekurangan dan mengasah kelebihan. Namun jangan berbangga dulu, anda akan terpuruk bila saudara terjebak dengan dikotomi militer-sipil. Buktikan pada rakyat sekarang ini bahwa saudara mampu mereduksi dikotomi sipil militer yang neyesatkan itu. BRAVO. SBY-JK

Gus Mik said:

SBY - Kalla memang pasangan yang bagus dan cocok. Tapi untuk membuat trobosan agar Bangsa keluar dari krisis perlu keteladanan dan kepemimpinan yang bersih dan Cerdas. Keduanya ada di Amien Rais dan Siswono. So...AR - Siswono more reasonable. Sorry Pak SBY...!

Webmaster said:

SBY cute abis... Amien baek banget, pilih yang mana ya?

Sini gue pilihin.
Kupilihkan Capresmu

rudysugiarto said:

Bismillah, Pak SBYudhoyono & Pak Jusuf Kalla. Luruskan niat dan jadilah Amir yang sholeh dan tetap tegas menindak yang bathil.
Sukses, Pak !

hymi said:

Saya mempunyai pemikiran dan kecenderungan pada beliau berdua, dewasa ini Indonesia butuh putra terbaik yang bisa menjamin stabilitas Nasional dan menjaga opini positif dari masyarakat luar negeri serta bisa memperbaiki kondisi ekonomi bagaikan pabrik yang jalan seperempat kapasitas mesin ini, jadi duet SBY dan MJK seperti halnya kandidat yang lain adalah hal yang wajar dan layak berkompetisi menjadi RI1 dan RI2

kresentia said:

Yang saya tahu, banyak dukungan untuk SBY for president, baik dri lingkungan kantor atau rumah. BUT, sekarang banyak juga yg mulai berpikir apakah "Syariat Islam yang diterapkan nantinya"?

Koruptor said:

Jaman Soeharto:
militer berkuasa, korupsi meraja lela di tingkat atas, pebisnis hitam bersuka ria.
Jaman SBY-JK :perkawinan milter & pebisnis. Pasti oke...
korupsi gak papa, yg penting bisnis maju.Peduli amat sama rakyat kecil....

anugrah said:

Sekarang ini negara sedang menghadapi berbagai persoalan yang cukup serius,untuk itu kita butuh pemimpin yang memiliki karakter yang kuat dan itu ada pada diri Pak SBY...tidak pada yang lainnya

dwi said:

Yth,
Barangkali ada yg bisa bantu saya unt mendapatkan info "Program Kerja" dari pa SBY-KALLA.
Trims.

pidok said:

Pak SBY tollong lah ya, supaya anak anak kuliah di hargai, ntar kayak pak harto lo, bapak ngak takut yah, hehehe aku sih kemaren pilih buk mega, tapi nyatanya senang juga bapak jadi President, gak tau knapa, mungkin bapak punya barang yang GEDE , wakakakakkaka

Capone said:

Kepada Yth.
Redaksi Majalah Tempo

KPK TERNYATA JUGA TIDAK BEBAS KKN

Tulisan ini saya buat agar masyarakat jangan hanya terus memuji langkah KPK bak dewa yang suci tanpa kesalahan, padahal mereka juga KKN!!!!
Sekarang KIta harap KPK bisa mewujudakn KPK yang bebas Korupsi!!!!!
Pada kenyataannya banyak daerah yang terindikasi korupsi malah tenang tidak tersentuh sama sekali oleh KPK yang notabene Komisi Pemberantasan Korupsi!!!! Karena ada oknum yang terlibat didalamnya!!! Saya bisa membuktikan apa yang saya tulis ini. Sebagai contoh Kabupaten TK II Wonosobo Jawa Tengah KPK kok melempen padahal banyak sekali terjadi korupsi di Pemerintahan Daerah Kasus Buku, Pembangunan Rumah Sakit Umum, Pembangunan Jalan, bahkan sampai di kecamatan sekalipun!!! Saya harap KPK sebagai lembaga yang Independen betul2 bisa dipercaya, karena ada indikasi oknum dari KPK yang telah disuap oleh Pemda Wonosobo makanya kasus korupsi di wonosobo cenderung tidak meledak!! Saya sebagai warga asli wonosobo sangat kecewa dengan tugas KPK!!! Iklan KPK di Televisi justru kebalikan dari yang KPK dengung2kan ternyata KPK juga bisa di suap!!!!! KPK sama bobroknya dengan yang korupsi!!!! Munafik tidak dapat dipercaya!!! Misi Mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi hanya retorika dan pepesan kosong belaka!! Saya sangat tahu ada oknum dari KPK yang menerima suap Rp. 1.5 Milyard hanya untuk tidak mengusut dugaan korupsi Pemda dan Anggota DPRD. Buktikan kalo KPK memang independen dan bersih dari KKN!!!
Perlu saya tegaskan bahwa bukti2 terkait atas terlibatnya aparat penegak hukum, penyelenggara negara tentang aduan saya mengenai dugaan korupsi di Kabupaten Wonosobo jelas sudah terbukti secara fisik, yaitu RSU Kabupaten Wonosobo, Jalan Lingkar Utara, Kasus Buku dan Pasar Wonosobo semua merugikan negara milyaran rupiah!! Adanya indikasi Aparat Penegak Hukum menerima suap!!! Saya berharap KPK bisa segera turun ke Wonosobo untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada penyelenggara negara atau khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo Aparatur Penegak hukum. jika ini dibiarkan akan menjadikan raja2 kecil di Kabupaten Wonosobo yang kebal akan hukum!! Ada indikasi lagi bahwa Pimpnan Daerah akan mengajukan proyek yang notabene akan dijadikan suntikan dana untk mendukung dana kampanye PILKADA. Saya salut dengan KPK yang bisa membuat Republik ini Bebas Korupsi. Mengenai data2 lengkap yang KPK minta secara tertulis jelas tidak dapat saya penuhi. Tetapi secara Fisik jelas markup dana RSU, Pasar, Buku Jalan Lingkar Utara milyaran rupiah yang sangat merugikan Negara terbukti.
Mengenai Indikasi terlibatnya oknum KPK yang menerima suap di Kab. Wonosobo agar kasus ini tidak mencuat saya juga belum bisa menunjukan bukti tertulis yang jelas oknum dari KPK menerima suap uang sejumlah 1.5 Milyard dalam bentuk Cash. Mau jadi apa Republik ini jika lembaga yang sangat dipercaya untuk bisa membongkar Korupsi ternyata juga menerima suap.

Anak Bangsa yang peduli dengan NKRI yang bebas Korupsi

beny said:

I am very appreciate for the comments of Mr. Capone who notifying the corruption case in the government of Wonosobo. I would adding that pursuant to my experience in Wonosobo I saw many things which doesn't make a sense. There are too many civiliants who using violance ("PREMAN") intimidating the peoples and they apparently under the Wonosobo government instruction in order to protect the Bupati and his colleges interest. I am very concern for what happened on there and seems like " NO LAW " on there, hence I recommend to all parties not to attend at Wonosobo. Based on my findings the person who can be a Bupati is the man who supported by "PREMAN". No safely place on there even in the Police office. The Police apparently afraid to take a measure againts the "PREMAN". I challenge Mr. Susilo Bambang Yudhoyono or the Governor Mr. Mardiyanto to attend to the WILD CITY namely WONOSOBO which have no rules / law / regulation to cleaned up the government of Wonosobo especially BUPATI

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 20, 2004 11:20 AM.

Pemerasan was the previous entry in this blog.

Wiranto Calon Presiden Golkar is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01