Warta TNP: Onno W Purbo vs Roy Suryo

| | Comments (26)

Onno W PurboKarena ga pernah mampir ke ruang TNP Pemilu 2004 di Hotel Borobudur yang tutup kemarin, maka gue ga akan pernah tau kalo ga dikasih tau bawah TNP (Tabulasi Nasional Pemilu) memiliki semacam Newsletter yang tersedia setiap hari dan dibagikan gratis oleh TNP pada media.

Untuk yang tertarik untuk lihat, ini ada versi file-nya, edisi terakhir Warta TNP 14 Juli 2004 (PDF file 380KB)

Salah satu yang menarik di edisi terakhir ini adalah artikel pertamanya yang meliput dengar pendapat tentang sistem TI KPU, dengan pembicara Onno W. Purbo, Chusnul Mariyah (KPU), Basuki Suhardiman (KPU), Rahmat Zikri (KPU), Mahmur Suriadiredja (Telkom), dengan moderator Erwin Ramedhan (Kantor Menko Ekuin).

Artikel berjudul Temu Dengar TI KPU: Onno W Purbo Pun Geram ini memuat bantahan dan serangan balik Onno Purbo pada so called pakar IT Roy Suryo.

Roy Suryo seperti dikutip oleh media massa mengatakan ada sejumlah kejanggalan dalam tampilan data IT KPU. Bahkan, menurut dia, ada sejumlah data misterius yang nyelonong masuk ke komputer KPU.

Onno W Purbo:

Sori Roy, metodologimu itu salah dan datamu lemah. Roy Suryo sudah salah di tingkat metodologi. Roy mempersoalkan perubahan, padahal justru perubahan adalah esensi data komputer KPU.

Mengawali komentarnya, Onno mengatakan pernyataan Roy Suryo tidak pada tempatnya. Roy membidik sasaran tembak yang salah. Data KPU adalah data yang terus berubah. Karena itu perubahan justru harus selalu terjadi. Kalau Roy mau mempersoalkan TI KPU, bandingkan data yang ada di komputer itu dengan data di setiap TPS.

Ketika Roy Suryo mempertanyakan Kang Onno, yang malam ini tampil tidak seperti Kang Onno yang dia kenal (tampaknya Roy heran mengapa Onno membela KPU) maka dengan suara menggelegar menggelegar Onno menjawab:

Saya berdiri di sini untuk membela 17 ribu anak anak saya. Saya telah mendidik mereka, dan mereka bekerja keras untuk pemilu ini. Saya tidak rela hasil kerja keras mereka dilecehkan.

Yang dibela Onno adalah para petugas data entry yang tersebar di sebagian besar kecamatan di negeri ini. Harus memasukkan data hasil pemilu ke dalam sistem komputer KPU, mereka adalah para siswa SMK, guru, mahasiswa. Mereka telah bekerja keras selama ini meng-input hasil pemilu dari setiap TPS di seluruh Indonesia. Sampai pagi ini, para petugas itu telah menginput lebih dari 103 juta suara dalam proses pemilihan presiden (Pilpres) putaran pertama ini.

Untuk yang tertarik membaca lengkap artikelnya, sekali lagi Warta TNP 14 Juli 2004 bisa di dowload disini (PDF file 380KB)

Artikel lain di newsletter diatas adalah SWARA: Pasang Surut Hubungan Presiden-Parlemen dan PROFIL: Fakhrurrozi Asnawi Tamu Tetap TNP

Oya, tentang Roy Suryo, ini ada profil dari Majalah Pantau dengan judul Roy Suryo, Sang Jagoan.

Profil lengkap tentang Roy Suryo termasuk di mata orang-orang terdekatnya.

Artikel dengan subtitle Dosen multimedia yang dibesarkan media ini, saat itu (saat artikel keluar) digambarkan sebagai lulusan Jurusan Komunikasi di FISIP UGM yang sekarang adalah pengajar mata kuliah fotografi (???) di UGM dan Institut Seni Indonesia yang disukai mahasiswa.

26 Comments

goklas said:

Ini orang dua dari dulu ndak pernah aku...kalo di Medan dulu ada istilah : bak rel kereta api, yang seiring sejalan tapi tak pernah ketemu :-D

avianto said:

seiring sejalan? yang satu bikin pinter rakyat dan yang satu lagi memanipulasi rakyat kok seiring sejalan?

Fajar Siswandaru said:

Yah begitulah Nda, orang Indonesia ini 'keblinger'. Pakar multimedia koq disamakan dengan pakar IT. Itu sama saja menyamakan pakar "Project Management" dengan pakar "Hidraulik".

Mengenai 'pembelaan' Onno W Purbo mungkin benar beliau ini objektif, namun kecurigaan 'subjektivitas' juga tidak terelakkan. Yang megang proyek IT KPU kan Basuki Suhadirman, dosen elektro ITB yang masih 'konconya' Onno Purbo.

Mungkin juga Roy Suryo 'anti' dengan TI KPU, karena ybs 'kalah tender'. Namun itu baru dugaan, isi hati orang kan siapa yang tahu?

Terlepas dari perselisihan mereka, memang ada data - data yang 'aneh', terutama data yang nylonong jam 11 itu.

Secara objektif, harus diakui ketidak adaan sistem 'credential / digital signing' untuk data yang dikirimkan dari kecamatan sangat memungkinkan data yang terkirim untuk diubah, baik di sisi pendirim, penerima maupun ketika dalam transmisi.

KPU lagi-lagi aneh, Basuki Suhadirman dan Onno Purbo kan pakar 'networking and communication' dan bukan pakar 'Software Development', 'IT Auditing' ataupun 'digital security', koq mereka yang disuruh bikin software / sistem IT KPU?

Sistem security untuk 'data reliability' dan 'auditing' di IT perbankan (BCA, Mandiri, BRI dll) sangat jauh lebih bagus daripada sistem IT nya KPU yang ber milyar-milyar itu.

Ribut masalah IT dalam pemilu bukan masalah aneh koq. Di AS juga begitu, saya jadi ingat hasil audit sistem IT untuk pemilu di AS thn 2000 lalu dimana sang auditor beropini "Menjamin keamanan, keabsahan dan kepastian data sistem IT dan komputer hingga tingkat yang mendekati 100% adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan oleh mesin. Sedangkan hasil Pemilu adalah hal yang terlalu penting bagi kehidupan manusia untuk menyerahkan tanggung jawab keabsahannya kepada mesin".

BTW Salam untuk bu nita

ona said:

onno purbo vs. roy suryo? kayaknya ngga level deh... setuju ama komennya avianto tuh....kalo mamiek slamet vs. roy suryo baruu....selevel :)spt kata mas-nya si roy:"bagi si roy, sing penting mlebu koran..." hehehe..thx for infonya nda!

enda said:

skrg ada yang lucu lagi buat jadi sumber http://www.roysuryowatch.org heheheheh

dedy said:

saat ini roy keliatan cuma nyari-nyari publikasi aja, emang dasarnya udah gitu sih. terlepas dari benar tidaknya data misterius di kpu, roy terlalu arogan dalam mengemukakan pendapat.

goklas said:

he...he...avianto, kalo aku gak ngeliat dari situ. cuma dari sisi pandang orang biasa karena kduanya 'terlanjur' dianggap pakar sama media. padahal kang Onno-nya sendiri lebih suka disebut orang biasa. orang biasa vs selebriti mana bisa juga seiring sejalan :-D. tengkiu eniwey

Joko Suprio said:

Lho ya ndak apa-apa ada yang mendebat Sistem TI KPU yang supercanggih itu, wong sudah siap menerima tender raksasa kok, ya habis tarik urat leher, sampai di rumah lihat buku tabungan, dah!!! Lupa semuanya.....

avianto said:

joko: sudah se apatis itukah bangsa Indonesia... well, *shrug*, rasanya sedih aja kalo emang semua udah apatis seperti itu... *nasib*

Joko Suprio said:

Shrugging with no doubt. Nggat apatis sih, ngomong jujur aja kok. Kalau memang benar sedemikian besar dananya yg terdistribusi, ya kecapekan&kelelahan petugas entry data itu bisa diatasi dengan mengganti personal setiap beberapa jam, entry data is simple job but we can not say the precision is not necessary. Kenapa tidak pakai: Sosialisasi Excel-Email-KPU-Cetak-Sewa Gelora BungKarno-Hire 10 Prof.Manager-VoluntMobilize-Sterilisasi-Data Entry-400bio?-Sufficient Guys-TNP. Memang ngomong mudah ya.... but I am sure.

dadang said:

This is a forwarded message
From: Pataka ID
To: technomedia@yahoogroups.com
Date: Friday, July 16, 2004, 4:42:46 PM
Subject: [IndoWLI] Re: [GENETIK@] Re: Onno W Purbo pun Geram

===8 Inti dari tulisan pertama menurut saya adalah:
SSK> - Onno W. Purbo membela peran sekian banyak guru dan siswa yang
SSK> menjadi operator dan petugas TI KPU di seluruh Indonesia
SSK> - KPU menunjukkan pertentangan antara Onno WP dan Roy Suryo
SSK> - KPU secara tidak langsung ikut memfasilitasi perjuangan Onno WP
SSK> untuk masalah penggunaan frekwensi 2.4GHz untuk internet.

makin lama kok isunya melebar dan nggak nyambung. yang sekarang jadi
inti keributan, justru bukan masalah perhitungan ti, tapi tuduhan bu
chusnul terhadap roy suryo. well, itu urusan mereka berdua, pribadi2.
bukan lagi urusan komunitas it nasional. silahkan aja saling tuntut.

saya sebenernya sudah males komentar, prihatin, bila makin banyak yg
omong, situasi makin runyam. sementara, diapain juga nggak bakalan ada
perubahan dalam sistem sekarang. seorang profesor bilang ke saya, 'ini
adalah sistem yang sudah terlanjur'. jadi terima saja.

karena dikaitkan dengan masalah 2.4, saya terpaksa komentar. yg jelas,
owp datang ke kpu bukan untuk urusan 2.4 ghz. jadi, nggak relevan sama
sekali isu ini dibawa2. di artikel kedua, saya sedih, kenapa isinya
jadi semacam kronologis perjuangan owp ? padahal ini kasusnya kan it
kpu ? mengapa kpu menggunakan seorang guru bangsa semacam owp sebagai
bemper ? apakah tidak cukup bu chusnul dkk. menjelaskan duduk perkara
lagipula itu memang kewajiban mereka ?

bahwa basuki cs dan ribuan sukarelawan entry data adalah anak2 owp,
itu jelas, semua paham. bahwa onno berniat mulia menjernihkan anak2
tsb dari pelecehan sistematis dari komunitasnya sendiri (it nasional)
itu juga sangat2 manusiawi. sebagai bapak, owp pasti tidak akan bisa
mendiamkan kerja keras anak2nya yang tidak dihargai.

tapi menjadi persoalan besar apabila kpu menggunakan onno sebagai
dalih, bemper untuk menjustifikasi kelemahan2 pelaksanaan pemilu,
khususnya it kpu. apalagi dalam forum itu, terpaksa owp harus juga
berhadapan dengan roy. dimana keduanya, dalam sisi yang berbeda.
lepas dari like or dislike, adalah icon it nasional yang berperan
besar dalam mendorong komunitas ini. keduanya adalah asset.

saya jadi syak wasangka, apakah ada kesengajaan kpu untuk menciptakan
friksi dan perpecahan dikalangan komunitas it nasional ? agaknya, itu
justru lebih patut kita waspadai ketimbang masalah2 teknis it kpu.

saya yakin bahwa it kpu sebenarnya sudah berada di rel yang benar.
mengintegrasikan sistem yang efektif untuk pesta demokrasi di negara
demokrasi terbesar ketiga di dunia jelas bukan pekerjaan mudah. kita
adalah negara multietnis dengan keragaman budaya, kendala geografis,
keterbatasan infrastruktur ti yang tidak pernah berani dibayangkan
oleh pakar it dari seluruh penjuru dunia.

dan basuki cs berhasil mengatasi itu dan mewujudkannya.

saya berpendapat, ketimbang menghakimi teknis tim it kpu, inilah saat
yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban pemilu, yaitu kpu. kisruh
perubahan data, syak wasangka validitas data, masalah entry yang masuk
terlalu awal dsb. sebenarnya hanyalah akibat dari kebrengsekan kpu di
dalam penyelenggaraan pemilu.

apabila tak ada masalah2 logistik, sosialisasi yang kurang, radiogram
mensahkan coblosan kertas suara yang terlipat (yang baru di terima tps
setelah perhitungan selesai, setelah semua saksi pulang) & konon
mencapai angka 40 juta suara. saya yakin, isu terhadap it kpu tak akan
setajam ini.

semua ini telah memicu ekskalasi opini dan keraguan banyak kalangan.
maka sangat dipahami bila kemudian it kpu menjadi sorotan, karena it
kpu lah yang menampilakan 'hasil dari kebrengsekan pengelolaan pemilu
oleh kpu'. kalau kita mau arif, sekaranglah saatnya mengembalikan isu
pada proporsi yang benar. tidak ada yang salah dengan it kpu, garbage
in garbage out. siapa yang memasukkan sampah ? KPU - tanyakan ini pd
mereka, bukan ke basuki cs apalagi menyerang sukarelawan di daerah.

sehingga onno, roy, maswig atau siapapun juga icon ti nasional tidak
perlu lagi terjepit di tengah dua gajah. akan lebih baik lagi apabila
it kpu, bu chusnul, basuki dkk. bersedia mengungkapkan 'politeknik'
(politisasi masalah2 teknis) di dalam it kpu kepada publik.

supaya jelas, bahwa penanggung jawab pemilu pada akhirnya adalah kpu
bukan it kpu. pendapat saya bisa saja salah, tapi jelas tidak layak,
terlalu berharga bila komunitas it nasional terpecah belah hanya krn
kinerja kpu yang amburadul.

--
Best regards,
Pataka mailto:pataka@lintaslangit.net

ndik said:

iya juga yak, pokoke setuju aja deh sama semuanya. Jadi pakar IT harus memperhatikan kepentingan orang lain juga...betul gak??

doelah said:

Roy Suryo ASuuuuuuu !!!!!!!
ngaca dong .........kau itu nggak ada apa apanya !!!!!!
Hidup Pak Ono u are the best

h rahman said:

Untuk Doelah....
Saya yakin, Anda itu tak lebih baik dari apa yang Anda katakan kepada Roy Suryo. Masak orang Indonesia dipenuhi orang-orang seperti Anda, kasiahan dech bangsa ini.

diko said:

kalo ngomong2 soal roy suryo, kayanya lu salah bidang deh lebih cocok jadi selebritis kayak roy marteen euy

Hidup kang ono Oeyyy memang kalo udah terlalu banyak orang indonesia ngerasa pada paling jago soal IT hal seperfect apapun design IT dari segi keamanan dan lain lain pasti terus dicari kelemahannya dan kemudian dijadikan komoditas untuk saling menjatuhkan coba yg jago2 itu urun rembuk dibicarakan ke pihak IT KPU dan jangan koar di media bikin bingung rakyat saja.... emang sih KPU terlalu ceroboh untuk putaran pertama Design Tabulasinya terlalu jorok gampang banget diobok2 hanya dengan SQL injection dan pandai2nya kita menghapus jejak semua perolehan suara bisa kita ubah tapi saya salut dengan kang Basuki Mamapu menyelenggarakan sebuah jaringan IT untuk Pemilu hanya dengan persiapan 10 bulan dengan jumlah serangan yg sangat minim kecuali si Dhani yang gak pinter ngapus jejak jejaknya nyangkut di Google...

Hello. I just wanted to give a quick greeting and tell you I enjoyed reading your material.

Giochi d'Azzard

Hello. I just wanted to give a quick greeting and tell you I enjoyed reading your material.

Giochi d'Azzard

hanamichi_luthfiagi said:

Semuanya punya kepentingan Coy, sudah ga ada idealisme lagi di hati para rakyat indonesia. cukuplah kita diam dan melihat pertunjukan dagelan mereka

budi kurnia said:

waktu terus berlalu jangan cari perdebatan baru,... kang ono gimana kabarnya sehtakan saya siswamu lo...

echo said:

kita sebagai orang TI jangan saling menjatuhkan, lebih baik saling membangun demi majunya bangsa kita ini. OK !?

izoel21 said:

Udah Roy Bego, Media Lebih Bego Lagi Mau Nerima Roy Sebagai Nara Sumber. CETEK !

batosai said:

Saya lebih setuju kalau kita membangun dan mengembangkan bangsa ini untuk lebih maju dari pada saling hujat dan saling benci.

pupung said:

# sebagai pakar IT dan sebagai orangtua saya berharap anda 2 dapat berbuat yg bijaksana untuk kami 2 pecinta informatika yeh....

sande said:

Lho..lo..lo...., sama-sama pakar IT kok saling nyerang sih ^_^ ya..kita tau ini masalah ego kan?

Tapi aku setuju banget ama Pak Onno, suer//...yg namanya Tabulasi itu harus selalu berubah donk, dan itu bukan suatu kejangalan...yo..Pak Onno..kan Daninya udah ketangkep malah sekarang udah bebas, ...ndak jadi persoalan lagi to!
ato anenya aja yang udah ketinggalan berita hi..hi..hi...,,,,-

arcon said:

wah bikin kaget seindonesia yg diungkapkan oleh mas onno purbo soal net dan tlp grati.....
klo boleh tau gmn cara mendapatkan alatnya dan brp harganya,tolong infonya dong....

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 16, 2004 11:27 AM.

KPU menghentikan perhitungan suara karena tekanan pakar IT dan masyarakat! was the previous entry in this blog.

Koalisi, siapa sudi ? is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01