Recently in Umum Category

Mohon Maaf Lahir dan Batin

| | Comments (5)
Idul Fitri 1425H
ada kata dan makna
yang mungkin salah
kita lupakan saja

Pertama tentu saya mohon maaf atas percobaan menulis haiku idul fitri diatas (hehe), kedua tentunya saya juga mohon dimaafkan secara pribadi dan mewakili teman-teman di Blog Pemilu 2004 ini jika ada kata, kalimat, paragraf, maksud, sindiran, kecaman baik yang sengaja maupun yang diniatkan.

Kedua tentu Blog Pemilu 2004 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1425H. Semoga semuanya kedepan di Indonesia akan selalu bertambah baik.

Mari kita sama-sama percaya bahwa kita semua adalah mahluk yang bukan saja mampu bersyukur dan berterima kasih dengan baik, tapi juga mahluk yang dapat memaafkan dengan baik.

Selamat lebaran semuanya. :)

DOES GOD'S LIGHT GUIDE US OR BLIND US?

Sepertinya sudah cukup sampai disini kita bersimpati (kalo pun masih ada) pada setiap gerakan, setiap kelompok, setiap individu, setiap ide, setiap pemikiran yang DENGAN ALASAN APAPUN menghalalkan dikorbankannya individu lain demi sebuah tujuan, APAPUN TUJUAN tersebut.

Yang MEMAKSAKKAN kehendaknya dan tujuannya dengan KEKERASAN yang TIDAK DAPAT DIBENARKAN.

Kirimkan PESAN pada siapapun, dimanapun, tetangga, teman, keluarga, bahwa untuk masih bersimpati sesedikit APAPUN pada mereka ini adalah hal yang MEMALUKAN, hal yang TIDAK DAPAT DITOLERIR.

Sampaikan bahwa ketika KAMU meledakkan bom, ketika KAMU membunuh sesama, ketika KAMU DENGAN SADAR DAN SENGAJA membiarkan seorang saudara terkapar penuh luka dan darah maka kamu TIDAK! (SEKALI LAGI TIDAK!) BERBICARA dan BERJUANG ATAS NAMAKU, ATAS NAMA KELUARGAKU ATAS NAMA AGAMAKU, ATAS NAMA NEGRIKU.

KAMU disana, sendiri, dan akan segera kami lupakan.

KAMU bukanlah bagian dari KAMI.

Rasanya Baru Kemarin

| | Comments (13)

tujuhbelasagustus.jpg

Puisi Kemerdekaan dari Gus Mus (Mustofa Bisri) budayawan dan penyair NU, versi ke-9 (setiap tahun bertambah). Sumber dari JawaPos.co.id

 
RASANYA BARU KEMARIN (Versi IX)

Rasanya
Baru kemarin

Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia.

Rasanya
Gaung pekik merdeka kita
Masih memantul-mantul tidak hanya
Dari para jurkam PDIP saja.

Rasanya
Baru kemarin.

Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta
Taruna-taruna sudah banyak yang jadi
Petinggi negeri
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.

Rasanya
Baru kemarin

Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.
Menteri-menteri yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi

Rasanya baru kemarin

Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pemerintah yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat

Rasanya baru kemarin

Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh

Kemajuan semu sudah semakin menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya

Daging yang selama ini terus dimanjakan kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya

Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan

Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya
Semakin bertambah besar pengaruhnya
Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda
Kepentingan sendiri dan golongan
sudah semakin melecehkan kebersamaan

Rasanya
Baru kemarin

Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangaraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam,
dan Kura-kura Ninja

Banyak orang pandai sudah semakin linglung
Banyak orang bodoh sudah semakin bingung
Banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
Banyak orang miskin sudah semakin kecurangan

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh angkatan empatlima sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya sudah banyak yang tak jelas maunya

Rasanya
Baru kemarin

(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Sudahkah kalian Benar-benar merdeka?)

Rasanya
Baru kemarin

Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis
Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri

Mereka yang kemarin sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan
Mereka yang kemarin mengecam pelecehan hukum
Kini sudah banyak yang pintar melecehkan hukum

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.

Mahasiswa-mahasiswa pejaga nurani
Sudah dikaburkan oleh massa demo yang tak murni
Para oportunis pun mulai bertampilan
Berebut menjadi pahlawan
Pensiunan-pensiunan politisi
Sudah bangkit kembali
Partai-partai politik sudah bermunculan
Dalam reinkarnasi

Rasanya baru kemarin

Wakil-wakil rakyat yang kemarin hanya tidur
Kini sudah pandai mengatur dan semakin makmur
Insan-insan pers yang kemarin seperti burung onta
Kini sudah pandai menembakkan kata-kata

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun kita
Merdeka.

Para jenderal dan pejabat sudah saling mengadili
Para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
Mereka yang kemarin dijarah
Sudah mulai pandai meniru menjarah
Mereka yang perlu direformasi
Sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
Mereka yang kemarin dipaksa-paksa
Sudah mulai berani mencoba memaksa

Mereka yang selama ini tiarap ketakutan
Sudah banyak yang muncul ke permukaan
Mereka yang kemarin dipojokkan
Sudah mulai belajar memojokkan
Mereka yang kemarin terbelenggu

Sudah mulai lepas kendali melampiaskan nafsu
Mereka yang kemarin giat mengingatkan yang lupa
Sudah mulai banyak yang lupa

Rasanya baru kemarin

Ingin rasanya aku bertanya kepada mereka semua
Tentang makna merdeka

Rasanya baru kemarin

Pakar-pakar dan petualang-petualang negeri
Sudah banyak yang sibuk mengatur nasib bangsa
Seolah-olah Indonesia milik mereka sendiri
Hanya dengan meludahkan kata-kata

Rasanya baru kemarin

Dakwah mengajak kebaikan
Sudah digantikan jihad menumpas kiri-kanan
Dialog dan diskusi
Sudah digantikan peluru dan amunisi

Rasanya baru kemarin

Masyarakat Indonesia yang berketuhanan
Sudah banyak yang kesetanan
Bendera merahputih yang selama ini dibanggakan
Sudah mulai dicabik-cabik oleh dendam dan kedengkian

Rasanya baru kemarin

Legislatif yang lama sekali non aktif
Dan yudikatif yang pasif
Mulai pandai menyaingi eksekutif
Dalam mencari insentif

Rasanya baru kemarin

Para seniman sudah banyak yang senang berpolitik
Para agamawan sudah banyak yang pandai main intrik
Para wartawan sudah banyak yang pintar bikin trik-trik

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
Tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru

Rasanya
Baru kemarin

Orang-orang NU yang sekian lama dipinggirkan
Sudah mulai kebingungan menerima orderan
NU dan Muhammadiyah yang selama ini menjauhi politik praktis
Sudah kerepotan mengendalikan warganya yang bersikap pragmatis

Rasanya
Baru kemarin

Pak Harto yang kemarin kita tuhankan
Sudah menjadi pesakitan yang sakit-sakitan
Bayang-bayangnya sudah berani pergi sendiri
Atau lenyap seperti disembunyikan bumi
Tapi ajaran liciknya sudah mulai dipraktekkan
oleh tokoh-tokoh yang merasa tertekan
Anak dan antek kesayangan Bapak sudah berani tampil lagi
Mendekati rakyat lugu mencoba menarik simpati
Memanfaatkan popularitas dan kesulitan hidup hari ini

Rasanya baru kemarin

Habibie sudah meninggalkan
Negeri menenangkan diri
Gus Dur sudah meninggalkan
Atau ditinggalkan partainya seorang diri

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah limapuluh sembilan tahun lamanya
Megawati yang menghabiskan sisa kekuasaan Abdurrahman
Mengajak Hasyim Muzadi merebut lagi kursi kepresidenan
Membangkitkan nafsu banyak warga NU terhadap kedudukan

Apalagi Wiranto yang mengalahkan Akbar
menggandeng Salahuddin keturunan Rais Akbar
Ikut bersaing merebut kekuasaan melalui Golkar
Dan didukung PKB yang dulu ngotot ingin Golkar bubar

SBY yang mundur dari kabinet Mega juga ikut berlaga
Dengan Jusuf Kalla menyaingi mantan bos mereka
Bahkan dalam putaran pertama paling banyak mengumpulkan suara

Amin Rais yang sudah lama memendam keinginan
Memimpin negeri ini mendapatkan Siswono sebagai rekanan
Sayang perolehan suara mereka tak cukup signifikan

Hamzah Haz yang tak dicawapreskan PDI maupun Golkar
Maju sendiri sebagai capres dengan menggandeng Agum Gumelar
Maju mereka berdua pun dianggap PPP dan lainnya sekedar kelakar

Rasanya baru kemarin

Rakyat yang sekian lama selalu hanya dijadikan
Obyek dan dipilihkan
Kini sudah dimerdekakan Tuhan
Dapat sendiri menentukan pilihan
Meski banyak pemimpin bermental penjajah yang keberatan
Dan ingin terus memperbodohnya dengan berbagai alasan
Rakyat yang kebingungan mencari panutan
Malah mendapatkan kedewasaan dan kekuatan
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
BagaimanA rasanya
Merdeka?)
Rasanya baru kemarin
Orangtuaku sudah lama pergi bertapa
Anak-anakku sudah pergi berkelana
Kakakku dan kawan-kawanku sudah jenuh menjadi politikus
Aku sendiri tetap menjadi tikus

(Hari ini
setelah limapuluh sembilan tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama)
Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah limapuluh sembilan tahun kita
Merdeka

(Ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:
Merdeka!)

 
Rembang, 17 Agustus 2004

 
Walau "kami" ini tidak pernah mengalami "kemarin"-nya Gus Mus tapi Blog Pemilu 2004, pemiliknya, pengisinya dan segenap pengunjungnya turut mengucapkan Dirgahayu Indonesia yang ke-59.

Semoga di tahun yang ke 59 ini juga, lewat Pemilu yang benar-benar Demokratis, kita akan mempunyai Presiden pilihan kita sendiri yang akan memimpin dan membawa bangsa ini ke tempat yang lebih baik.

Demi Bangsa dan untuk Indonesia yang lebih baik. Merdeka!

Laporan Blog Pemilu 2004 (Juli 2004)

|

traffic-agt.jpgLaporan lagi tentang perkembangan yang terjadi di Blog Pemilu 2004 ini sebulan kemarin.

Juli adalah bulan besar buat Blog Pemilu karena apa? Yup karena pada bulan Juli tanggal 5 kemarin pemilihan presiden putaran pertama dilaksanakan.

Pada tanggal 5 Juli tersebut jugalah, Blog Pemilu 2004 menerima pengunjung terbanyak, melampaui record sebelumnya yaitu menyentuh hingga 1041 pengunjung, disusul esok harinya 965 pengunjung.

  • 05 Jul 2004: 1041 pengunjung
  • 06 Jul 2004: 965 pengunjung

Secara keseluruhan, pada bulan Juli, Blog Pemilu 2004 dikunjungi 11783 kali (naik sedikit dari bulan lalunya 9769 kunjungan) dari 4753 unik alamat IP, yang mana bisa kita perkirakan rata-rata pengunjung mengulang kunjungan hingga 2.47 kali.

MonthUnique VisitorsNumber of VisitsPages
Jun 20043678976921984
Jul 200447531178327225

Rata-rata pengunjung perhari bulan Juli adalah 380.10 orang perhari dengan jumlah halaman dilihat sebanyak 878.23 halaman

  • Rata-rata pengunjung perhari: 380.10 orang
  • Rata-rata halaman dilihat perhari: 878.23 halaman
  • Rata-rara jumlah halaman dilihat setiap pengunjung: 2.3 halaman

Sementara ini juga (hingga hari ini) dalam database notifikasi Blog Pemilu 2004 telah terdaftar 270 alamat email untuk dikirimkan notifikasi setiap kali ada posting baru di Blog ini.

Posting paling populer bulan Juli lalu adalah KALAU AKU JADI AMIEN RAIS

Sedang keyword (disusul peringkat blog ini di Google) dibawah ini yang paling banyak mendatangkan pengunjung ke Blog Pemilu 2004 ini:

  • pemilu (3)
  • pemilu 2004 (1)
  • amien rais (9)
  • partai demokrat (4)
  • hasil pemilu 2004 (3)

Dua website resmi CAPRES yang melaku ke putaran kedua (SBY dan Mega) masing-masing melink ke Blog Pemilu 2004 ini. Link ke blog ini bisa ditemukan di:

hmmmm mungkin ini pertanda kalo mau jadi presiden, websitenya harus melink ke blog ini hehehehe

Kinerja Blog Pemilu 2004

| | Comments (2)

traffic.jpgLaporan sedikit kinerja (ciyeh) Blog Pemilu 2004 ini.

Bulan Juni kemarin, unique visitors Blog Pemilu ini melebih recordnya pada bulan April 2004 (3125 unique visitors) yang didorong oleh pengunjung yang mencari hasil pemilu legislatif.

Bulan Juni ini, mungkin karena didorong oleh excitement kampanye dan pemilu presiden 5 Juli, senin nanti, jumlah unique visitors mencapai 3551 pengunjung.

Yang perlu dicatat justru adalah jumlah halaman (page views) yang melonjak hampir dua kali lipat dari Apr (12,554 pages) dimana pada bulan Juni mencapat 21,142 halaman yang dilihat oleh pengunjung.

Begitu juga jumlah kunjungan dari 7,118 kunjungan naik ke 9,422 yang artinya banyak pengunjung yang mengunjungi berulang kali.

Secara rata-rata setiap pengunjung melakukan kunjungan sebanyak 2.65 kali sambil melihat 2.24 halaman.

Rata-rata pengunjung per hari adalah 314 pengunjung

Sedang keywords (kata kunci) yang paling sering digunakan oleh pengunjung ketika menemukan blog ini yaitu selama bulan Juni 2004 adalah:

  • amien rais (196 kali)
  • partai demokrat (189 kali)
  • pemilu 2004 (127 kali)

Pertanyaan ini dilontarkan oleh Rosiana Silalahi kemarin malam dalam acara Kursi Presiden di SCTV. Munculnya pertanyaan ini karena tim kampanye para calon Presiden tidak mampu menjawab pertanyaan bagaimana komitmen para calon Presiden terhadap pelanggar hukum. Jawaban yang diberikan kurang lebih, "Masalah penegakan hukum adalah persoalan kejaksaan dan kepolisian. Calon kami menghormati asas Trias Politika, sehingga tidak mungkin menintervensi pihak kejaksaan". BAH !

Kalau melihat dari sisi ini, ternyata enak kali jadi Presiden itu. Tidak menuntut terlalu banyak tanggung jawab ! Udah gitu, ternyata lebih gampang melamar jadi Presiden daripada melamar pekerjaan di kantor. Kalau di melamar pekerjaan di kantor, satu surat keterangan [sebagai syarat pelengkap] saja tidak ada siap-siaplah untuk tidak dipanggil. Bandingkan dengan mendaftar jadi calon Presiden, jika ada syarat yang belum dipenuhi, masih ada kesempatan seminggu melengkapinya. Waktu ada yang bertanya tanggung jawab moral dari calon Presiden yang kemarin nyelonong di jalur busway, yang disalahkan malah Gubernur DKI.

Hi...hi...hi...Negara apa to, negara kita ini ?

Laporan Blog Pemilu 2004 (Telat)

|

Laporan bulanan telat. Sekarang udah tanggal 20 Mai :), tapi inilah.

Selama bulan April 2004, Blog Pemilu 2004 telah dikunjungi oleh 7118 pengunjung dengan rata-rata 237.27 pengunjung perhari, dimana masing-masing pengunjung rata-rata melihat 1.76 halaman.

Pengunjung paling banyak yaitu pada tanggal 6 dan 7 April 2004, sehari dan lusa setelah pemungutan suara dilakukan.

Tercatat pada hari itu Blog Pemilu 2004 dikunjungi oleh 617 dan 685 pengunjung.

Dari seluruh pengunjung tercatat 37% datang dari search engine (mesin pencari) terutama Google dan Yahoo!.

Keyword utama dimana Blog ini ditemukan adalah:

  • pemilu 2004
  • pemilu
  • hasil pemilu 2004

PKS yang santun

| | Comments (1)

Disaat Partai lain sibuk nyari calon Presiden atau teman berkoalisi [baca : nyari calon Wakil Presiden], Partai Keadilan Sejahtera tetap menampilkan 'permainan cantik'-nya. Sebagai partai pemenang di wilayah Jakarta, partai ini sibuk sendiri menjalankan 'asas' partainya dan memutuskan tidak mengajukan calon Presiden sendiri.

Dua hari lalu mereka mamasang iklan ucapan terima kasih di harian Kompas. Di beberapa sudut jalan Jakarta, mereka juga memasang spanduk dengan ucapan senada. Terima kasih atas dukungan anda. Doakan kami supaya tetap bersih dan peduli !. Sepertinya tidak salah kalau partai ini dijuluki partai kampus. Perilaku yang dijalankan tetap santun. Mereka memang bukan pemenang pemilu legislatif [tapi peningkatan perolehan suara mengejutkan banyak pihak]. Tapi mereka melakukan seperti apa yang disarankan orang bijak dan pemuka agama. Sekecil apapun berkat yang kau terima, tetap ucapkan terima kasih. Hmmm...bole juga....

About this Archive

This page is a archive of recent entries in the Umum category.

Opini is the previous category.

Wawancara is the next category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01