The name is also effort

| | Comments (3)

Masa kampanye pemilu tahun ini sungguh menyenangkan. Tidak terlalu macet di Jakarta, tidak seperti 1999. Polisi juga luarbiasa, punya kemauan untuk menilang penggembira kampanye yang larut dalam euphoria 15 ribu-25 ribu upah bersepeda motor selama enam jam. Plus kaos dan bendera, tentunya. Bisnis tekstil dan sablon hidup lagi. Horee. Satu lagi hal bagus.

Tapi, tunggu dulu. Temanku selalu berkata bahwa kita harus selalu mengadopsi filsafat Sherina: Lihatlah lebih dekaa...aat.

Jakarta kotor oleh spanduk, stiker dan bendera. Dinas Tramtib DKI memang punya anggaran ekstra untuk membersihkan semua ini seusai masa kampanye. Beberapa partai dan kandidat DPD (legislator non-partai) juga punya dana khusus untuk bersih-bersih. Tapi bukan itu masalahnya.

Salah satu konsekuensi dari pemilu langsung adalah penggunaan segala cara untuk membuat pemilih mengingat nama dan wajah mereka. Apakah perlu pajang foto di atas kain segede Gaban hanya tukang spanduk yang berhak jawab.

Tren membuat calon pemilih merasa berhutang budi dapat nasi kotak, mi instan dan dangdut show di siang hari lama-lama mengganggu juga. Ada sekelompok ibu-ibu pengajian mendapat undangan pengajian bersama di GOR Sunter. Bus AC disediakan oleh orang tak bernama. Pokoknya berangkat pagi-pagi. Sampai, duduk, dibagikan nasi kotak untuk makan siang, sambil mendengarkan pidato calon anggota DPD, istri mantan menteri. "Nggak ngerti," kata satu ibu. "Nasi nya bisa diambil di mana?".

Ada juga sih yang pengen beda untuk ngedapetin satu juta suara. Calon anggota DPD yang juga ketua asosiasi pemilik toilet umum berkampanye dengan turut membersihkan toilet di pasar-pasar. Satu lagi, yang memang politisi, datang door-to-door, memperkenalkan diri, apa itu DPD, kerjaan DPD itu apa, bapak-ibu-kalau-berkenan-saya-bisa-membantu-memperjuangkan-penyelesaian-masalah-yang-kalian-hadapi. Ada komunikasi dua arah.

Hmm. Sherina Wisdom works on the candidates as well. Nice effort.


3 Comments

GReTaN said:

kebanyakan nama calon dpd yg muncul malah pucink...ampe2 banyak yg pasang foto di billboard, bahkan bikin iklan di TV!kuat2an modal ini mah!!:P

enda said:

The name is also effort = Namanya juga usaha. Hehe.. sapa tau ada yg ga ngerti

avianto said:

asal terus aja kayak gini kelar kampanye... biasa lah, kalo lagi butuh dicari-cari.. kalo udah dapet... ahh.. positive thinking aja deh =)

About this Entry

This page contains a single entry by published on March 19, 2004 12:34 PM.

Bukan 15, cuma satu kok was the previous entry in this blog.

Promises, promises, come no other day... is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01