Tentang Presiden, Militer dan Militerisme

| | Comments (6)

Hari ini dari berita di Detik.com (Kober 12 Mei Tolak Capres Militer)dilaporkan bahwa yang menamakan dirinya Komite Bersama (Kober) 12 Mei tengah melakukan demonstrasi di depan Mabes Polri yang isinya menolak capres dari militer dan Orde Baru.

Ok lah buat temen-temen itu kalo memang menolak unsur-unsur ORBA yang susah dibuktikan itu. Kalo memang ngakunya demokratis, mau gimana lagi? Hasil pemilu harus dihormati dong, dan ternyata 21% lebih pemilih telah membuat Golkar jadi pemenang di Pemilu kemaren, walaupun dengan semua kampanye politisi busuk yang ternyata ga mempan.

Skrg tentang CAPRES MILITER. Tentang ini gue setuju berat sama yang pendapatnya Denny JA dari Lembaga Survei Indonesia, yang menyatakan bahwa MILITERISME berbeda dengan MILITER (Isu Militerisme Telah Dipolitisir) terlepas dari masalah siapa mempolitisir siapa.

Denny menegaskan, antara militerisme dengan purnawirawan militer harus dipisahkan. Militerisme itu adalah operasi politik yang dilakukan dengan cara-cara militer. Operasi ini bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang-orang sipil.

Sepakat, seorang militer belum tentu otoriter, seperti juga seorang capres sipil belum tentu seorang demokrat.

Dicontohkan, dalam sejarah yang paling otoriter adalah Hitler dan Stalin yang justru berasal dari sipil. Sementara 2 presiden Amerika Serikat, Harry S Truman dan Eissenhower yang berasal dari purnawirawan militer bisa bertindak demokratis.

Justru jadi tugas masyarakat sekarang lah untuk menilai siapa capres yg punya kecenderungan otoriter dan siapa yang demokratis, tentu aja tanpa melupakan tugas-tugas dan kemampuan presiden lainnya.

6 Comments

ona said:

gw setuju banget mas..eh kang..eh bang enda! pola pikir generalisasi (gebyah uyah) pemimpin sipil [pasti] lebih baik dari militer (atau ex-militer) itu tdk demokratis (and does not make ane sense). Mending liat kualitas orang per orangnya kali...

Spawn said:

Bang Enda...
Apa benar Adolf Hitler sipil? Kalo gak salah pas dia kopral aja udah mimpin pemberontakan....

Truman ini Presiden yg bikin perintah ngebom Hiroshima Nagasaki bukan? Kalo iya, berarti demokratis buat AS, tapi pembunuh paling kejam bagi bangsa lain . Bom itu SATU-SATUnya bom nuklir yg pernah dipake dalam perang.

enda said:

Hitler sipil? iyalah, ga ada Jendral Hitler kan? Ttg truman, mungkin kejam, tapi perangnya selesai kan? Dan.. Indonesia jadi merdeka hehe

hehe said:

kayaknya sih tetep beda deh antara sipil ma militer. gimana mo sama, la wong puluhan taun dididik ala militer. aku pikir pengaruh juga ke pola pikir dan pendekatan penyelesaian masalah.:-)

inge said:

iyah sih beda sipil ama militer, buktinya 32 thn yang lalu kita pernah dipegang militer aman,gak ada teroris,gak ada BOM,tindakan kriminal sedikit.
Coba liat selama dipegang sipil aman gak sih,ratusan orang tewas karna BOM TERORIS,tindakan kriminal merajalela dimana-mana.jalan ditempat umum gak aman sekarang bawaannya was-was.sekarang tergantung orangnya gimana cara menyingkapi masalah ini secara dewasa,gitu aja Bung.......

satria_13 said:

militer strukturnya,fungsionalnya tetap menjadi pengawal demokrasi bukan atasan demokrasi.purnawirawan militer yg jadi presiden seharusnya membuat perubahan RUU militer

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on May 12, 2004 3:46 PM.

Jadwal kegiatan Pemilu Presiden - Wakil Presiden was the previous entry in this blog.

Bio Ir. H. Salahuddin Wahid (Gus Solah) is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01