Teknologi Informasi dalam Pemilu

| | Comments (6)

KPU masih saja mendapat sorotan tajam setelah hari pencoblosan lewat. Keluhan terutama ditujukan pada lambannya performa perhitungan suara yang katanya didukung oleh sistem teknologi informasi (TI) yang baik.

Pertama, masyarakat sempat kecewa karena susahnya akses ke website KPU. Kemudian hasil perhitungan yang ditampilkan terasa sangat lambat. Sampai hari ketiga ini suara yang masuk baru sekitar 30 juta.

Belum lagi berita mengenai sistem TI KPU yang sempat down beberapa kali pada tanggal 6 April 2004 kemarin.

Semua masalah ini tidak bisa ditimpakan kepada ketidaksiapan sistem TI KPU saja. Permasalahan ini adalah akumulasi dari berbagai ketidaksiapan lainnya dalam pelaksanaan pemilu kali ini.

Klise bila dikatakan "kesalahan bukan pada teknologi, melainkan manusia". Tetapi itulah yang terjadi. Suatu sistim teknologi informasi bukan hanya bergantung pada kehandalan infrastruktur. Melainkan perpaduan antara manusia, teknologi, dan proses.

Pada kasus ini, kita mungkin tidak tahu bagaimana kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, ataupun proses yang terjadi di berbagai daerah perhitungan untuk dapat sampai ke pusat.

Kita juga bisa memaklumi bahwa proses yang terjadi di berbagai daerah pemilihan belum "IT-minded", atau bisa dikatakan lebih condong manual.

Jadi untuk sementara, kita saksikan saja bersama-sama dengan kritis dan sabar keseluruhan proses pemilu ini. Bagaimanapun kita semua sedang dalam proses belajar yang masih sangat panjang.

6 Comments

enda said:

hmm skrg gue jadi rada bete sih sama tim IT-nya KPU, harusnya kalo emang ngerti banyak variable kegagalan jangan janji2x surga dalam 9 jam hasil pemilu sudah beres ya hmm

lok ang said:

kenapa mega datang ke kpu maka no 18 meroket ?

enda said:

meroket gimene, emengnya gelker heres meneng teres?

soca said:

duit yang sekian ratus milyar buat install sistem vote counting itu dipake buat apa ya sama kpu? emang sih kalo yang IT system cuma buat public service, yang valid teteup yang manual. cuma ...

Soekoen said:

jangan salahin software dan kurangnya dana dalam sistem audit suara hasil pemilu. Yang kurang itu adalah KURANGNYA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM KPU ITU SENDIRI!!!

Soekoen said:

Kerjaan KPU nggak bener? waktu pendaftaran calon KPU aja, banyak yang malsu ijasah. Makanya dalam kerjaannya pasti juga banyak kepalsuan. Jangan saling tunjuk kesalahan, cba koreksi diri sendiri!

About this Entry

This page contains a single entry by published on April 8, 2004 3:08 PM.

Akses Site KPU tidak lagi lamban was the previous entry in this blog.

Presiden Friendster is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01