Susunan Tim Kampanye Pemilu Capres-Cawapres

| | Comments (7)

Sumber berita dari site KPU

Ternyata salah satu syarat (selain yang udah umum) untuk mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres adalah menyertakan daftar TIM KAMPANYE dari pasangan tersebut.

Masing-masing pasangan punya tim dengan struktur yang berbeda sesuai dengan strategi dan kebutuhan kampanye masing-masing dengan karakter dan komposisi yang bervariasi.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendaftaran Presiden-Wakil Presiden KPU, Anas Urbaningrum, berkomentar tentang struktur dan susunan tim kampanye ini, "Ada yang sederhana, ada yang kompleks dan cukup banyak".

Mau tahu struktur dari masing-masing kampanye seperti dibawah ini dan siapa saja yang duduk dalam tim kampanye masing-masing pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden?

Dibawah ini daftarnya:

TIM KAMPANYE YUDHOYONO-JUSUF KALLA

  • Dewan Pengarah: Prof. S. Budhisantoso (Ketua Umum Partai Demokrat), Edi Sudrajat, Rachmat Witoelar, Yusron (Yusril kali ya maksudnya, wooi KPU, typo tuh) Ihza Mahendra.
  • Dewan Pakar: Irzan Tanjung, Musa Ashari, John Palinggi, MS Kaban, Samuel Semson.
  • Ketua Tim Kampanye Nasional: Mohammad Makruf
  • Wakil Ketua: Akdari, Soekarno, Sahar L. Hassan, dan Tato Rajamenggala.

TIM KAMPANYE AMIEN RAIS - SISWONO YUDO HUSODO

  • Dewan Pertimbangan: Syafi’i Ma’arif, Abdul Munir Mulkan, Watik Pratiknya, Dawam Rahardjo, wartawan senior Goenawan Mohamad, Rahardjo Tjakraningrat, Yahya Muhaimin, dan Sukmawati Soekarnoputri.
  • Direktur Kampanye: Bambang Sudibyo (Mantan Menkeu)
  • Ketua Dewan Strategi dan Kebijakan: Rizal Sukma
  • Anggota Dewan Strategi dan Kebijakan: Abdillah Toha, Alihardi Kiaidemak, Amien Aziz, AM Fatwa, Didik Rachbini, Meilono Soewondo, Miranty Abidin, dan Jeffrey Geovanni.
  • Koordinator ORPOL (organisasi politik): Hatta Radjasa
  • Koordinator ORMAS (organisasi kemasyarakatan): Din Syamsuddin
  • Koordinator ORKAR (organisasi karya): Agustin Pulungan.
  • Kepala Staf Kampanye: Eddy Soeparno.

TIM KAMPANYE WIRANTO-SALAHUDDIN WAHID

  • Penanggung Jawab Tim: Golkar Akbar Tandjung dan Wiranto
  • Pimpinan: Slamet Effendy Yusuf
  • Wakil Ketua I: Fachrul Rozy
  • Wakil Ketua II: Mahfud Md
  • Wakil Ketua III: Mahadi Sinambela
  • Wakil Ketua IV: Budi Harsono
  • Wakil Ketua V: Agung Laksono
  • Wakil Ketua VI: Mohammad Sulaeman Hidayat.
  • Sekretaris: Affandi
  • Koordinator Sumatera: Fahmi Idris
  • Koordinator Jawa: M. Hatta
  • Koordinator Bali/Nusa Tenggara: Sri Redjeki
  • Koordinator Kalimantan: Afifuddin Thaib
  • Koordinator Sulawesi bagian selatan: Marwah Daud Ibrahim [(*BUKANNYA JADI PASANGAN CAWAPRESNYA GUS DUR??*])
  • Koordinator Serta Sulawesi bagian utara: Abdul Gafur
  • Koordinator Papua: Freddy Latumahina.

TIM KAMPANYE MEGAWATI SOEKARNOPUTRI-HASYIM MUZADI

  • Ketua: Soetjipto (Sekjen PDIP)
  • Anggota: Ahmad Bagdja, Herry Akhmadi, Sonny Keraf, Soetardjo Soerjogoeritno, Said Agil Siradj, Noer Iskandar, Roy BB Janis, Mangara Siahaan, Pramono Anung, Manarul Hidayat, dan Andi Djamaro.

Belum menyerahkan daftar tim kampanye: Abdurrahman Wahid-Marwah Daud Ibrahim dan pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

UPDATE 21 MAY 2004:

Pasangan tim Hamzah Haz-Agum Gumelar telah melengkapi daftar tim kampanyenya pada hari Selasa 18 Mei kemarin seperti dibawah ini (sumber KPU)

TIM KAMPANYE HAMZAH HAZ-AGUM GUMELAR

  • Penasihat: KH Ismail Hasan Metareum (mantan Ketua Umum PPP), Zarkasih Nur, Yunus Yosfiah, dan Tosari Widjaja.
  • Ketua: Hasrul Azwar
  • Wakil Ketua: Abdul Wahab Mokodongan
  • Sekretaris: Chozin Chumaidy

7 Comments

goklas said:

Bro, soal Yusron konon bukan typo. Tapi memang begitu namanya. Bukan Yusril tapi Yusron, adiknya Yusril

rakyat biasa said:

Koq Mayjen (Pur) TB Silalahi yang juga Komisaris Artha Graha Group sekaligus dikenal sebagai Ayah Angkat Tommy Winata lupa disebutkan? tidak sengaja khan? Berikut daftar yg lebih lengkap:

DEWAN PENGARAH
Jend. (Pur) Edi Sudradjat - mantan Menhankam (Ketua PKPI)
Mayjen (Pur) TB Silalahi - mantan Men PAN (Komisaris ArthaGraha Group)
Mayjen (Pur) Herman Musakabe - mantan Dan Seskoad – mantan Gubernur NTT
Letjen TNI (Purn) EE Mangindaan - mantan Gubernur Sulut (Dewan Penasehat Partai Golkar)
Letjen (Purn) Samsir Siregar - mantan Pangdam II/Sriwijaya, - mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA)
Azwar Anas - mantan Menko Kesra/Menhub/DPA dan Gubernur Sumbar
Tanri Abeng - mantan Meneg BUMN (terkait kasus Bank Bali)
Rahmat Witoelar – mantan SekJen Golkar
Suko Sudarso – mantan Wakil Ketua Balitbang DPP PDI-P (terkait kasus BulogGate)
Sofian Djalil – mantan Asisten Bidang Komunikasi Meneg BUMN
Usamah Hisyam –mantan DPR dari PPP (penulis otobiografi Surya Paloh dan SBY)
Max Sopacua - mantan reporter TVRI S.
Budhisantoso – mantan pejabat Depdikbud – (Ketua PD)
Joyo Winoto – mantan pejabat BAPENAS
Hamdan Zoelva - Sekjen PBB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat
Marsekal Pertama (Purn) Suratto Siswodihardjo – Komisaris Bank Bukopin

TIM KAMPANYE NASIONAL
Ketua: Letjen (Pur) Moh Ma'ruf - mantan Kasospol ABRI
Wakil Ketua: Mayjen (Pur) Achdari - mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA) dan mantan Dirjen Sospol Depdagri
Bendahara: Suhaeli Kalla – Pengusaha (adik Y.Kalla) - mantan Pemegang Saham dan Komisaris Bank Intan (BBKU)
Seksi Pamwas Kampanye:
Mayjen (Pur) Djali Jusuf - mantan Pangdam Iskandar Muda
Seksi Pengumpulan Data Dan Komunikasi Dan Media Massa:
Brigjen (Pur) Robik Mukav - mantan Kapuspen ABRI.
Seksi Penggalangan Dan Pengerahan:
Pong Harjatmo - artis
Seksi Kampanye:
Sys NS - artis
Dr Yusron Ihza Mahendra – Praktisi Hukum
MS Ka'ban - Sekjen PBB
Alwi Hamu - Ketua Kadin Sulsel, mantan pengurus PWI Sulsel (tim sukses Yusuf Kalla di konvensi capres Golkar)
Tato Rajamenggala. - tim sukses Yusuf Kalla di konvensi capres Golkar
Sahar Hasan - tim sukses Yusuf Kalla di konvensi capres Golkar
Soekartono - tim sukses Yusuf Kalla di konvensi capres Golkar

DEWAN PAKAR
Prof Dr Irsan Tanjung - Guru besar FISIP UI
John Palinggi - Ketua Umum ARDIN
Drs Toto Tasmara – mantan Sekretaris Perusahaan Grup Humpuss
Astrid Susanto - anggota DPR dari PDKB

SUMBER
Suara Merdeka, 21 Mei 2004
Kompas Cyber, 18 April 2004
Sriwijaya Post, 25 Maret 2004
Suara Merdeka, 14 Maret 2004
Kompas, 31 Mei 2000
Detik.com, 29 Mei 2000
Kompas, 14 Maret 1999
Republika Online, 7 Nopember 1995

tommy said:

ooo jadi TW mendukung SBY, kesimpulannya: siapapun presidennya, bandarnya tetap TW....sayang pendekar mabuk gus dur (satu-satunya yang berani sama TW) gak bisa ikutan...

reformis tulen said:

7 Alasan kenapa Saya tidak memilih SBY

1. Tidak memegang teguh amanat
Seperti diketahui, SBY sudah bersumpah atas nama Tuhan
saat dilantik sebagai Menko Polkam untuk bekerja sebaik-baiknya. Tetapi karena lebih mementingkan ambisi pribadinya, ia mengundurkan diri. Justru disaat negara sedang mempersiapkanhajatan nasional, pemilu legislatif.

2. Tidak dapat mewujudkan keamanan
Sesuai tanggungjawabnya sebagai Menkopolkam, seharusnya beliau bisa menciptakan keamanan di seluruh Indonesia. Tetapi prestasinya tidak seperti yang diharapkan.
Darurat militer di Aceh tidak berhasil menangkap tokoh kunci GAM. Kerusuhan Ambon & Poso, tidak dapat dituntaskan, sehingga sering terjadi insiden2 lanjutan.
Kasus-kasus kejahatan, narkotik, peledakan bom dan terorisme yang marak.

3.Melakukan kebohongan publik
Untuk mendapatkan simpati, Ia mengaku telah dikucilkan dari kabinet. Tetapi simaklah kesaksian Agum Gumelar berikut :
..............................

Dalam kesempatan itu Agum juga membantah isu
pengucilan terhadap bekas Menko
Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebaliknya,
lanjut Agum, SBY adalah
orang kepercayaan Megawati. "Menurut analisis saya,
tidak ada pengucilan terhadap SBY. Saya melihat dia
sebagai orang kepercayaan ibu Megawati. Statemen Pak
Taufiq mengopinikan dia seolah-olah teraniaya. Itu
yang terjadi. Sekarang dia (SBY) sudah menjadi
figur yang populer," ujar Agum.
................................

4. Manfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi
Beberapa saat sebelum pemilu. Ia membuat iklan layanan masyarakat mengenai pemilu. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh seorang Menkopolkam di jaman
Habiebie dan Soeharto. Ini sungguh mengherankan, karena boleh dikata saat pemilu 1999 keadaanya lebih mengkhawatirkan dibanding sekarang.

5.Tidak Jujur
SBY selalu menunjukan seolah-olah tidak berniat menjadi presiden. Dalam suatu kesempatan, dia bersedia jika ada beberapa partai yang mencalonkannya.
Ambisi menjadi presiden beliau berhasil ditutupi dengan sangat rapi. Tetapi simaklah pengakuan S. Budhisantoso, Ketua Umum Partai Demokrat berikut :
...........
SBY akhirnya diajak untuk ikut serta merencanakan dan
mempersiapkan kelahiran parpol tersebut. Kejadinya,
selepas SBY gagal bertarung dalam memperebutkan kursi
wakil presiden yang ditinggalkan Mega pada tahun 2001.
Sidang Istimewa MPR yang menurunkan Gus Dur dan
menaikan Mega itu, memilih Hamzah Haz sebagai wakil
presiden. ''Nah, saat pendirian itu, beliau (SBY, red)
sendiri ikut merencanakan, mempersiapkan partai ini.
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dirancang
oleh beliau.''
..........
(keterangan : SBY kalah dengan Hamzah Haz dalam pemilahan Wapres oleh MPR)

6. Tidak mempunyai konsep jelas dalam mengelola negara
SBY bilang dia bertemu Nurcholis Majid untuk meminjam konsepnya.

7. Mantan ABRI/ TNI
Sebenarnya bukan masalah mantan militernya. Tetapi karena belum adanya penyelesaian yang jelas dari masalah-masalah HAM, penyalahgunaan wewenang dan korupsi yang dilakukan oleh oknum militer semasa Orde Baru sampai sekarang. Penyelewengan tersebut termasuk penguasaan HPH, pengkaplingan laut seperti pengerukan pasir di Batam, pembekingan cukong-cukong kayu, dll.
Saat ini banyak bekas pejabat militer Orde Baru yang menjadi tim kampanyenya. Tentu akan menambah kesungkanan untuk mengusut senior-seniornya di militer.

**********************************************************

suryo said:

hati-hati mereka yang bergerak di jajaran INTELIJEN akan semakin membrangus para Kyai-yang amanah. Siapa dia.... adalah mereka yang berhubungan dekat dan mesra dengan CIA dan kelompok Yahudi Amerika. Jangan salahkan KAPOLRI tapi tengoklah Koordinator keamanan kita itu siapa ???

fdy said:

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO BELI BAJU UNTUK KAMPANYE PILPRES DARI CHINA.
ADA APA INI ?
INI PENGKHIANAT.
BELUM JADI PRESIDEN SUDAH TIDAK MEMIKIRKAN RAKYAT YANG BANYAK MENGANGGUR, DAN MENGHAMBURKAN DEVISA, CONTOH ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI NASIONALISME.
KATANYA TENTARA, MANA SAPTA MARGANYA.

MR.Nababan said:

SBY adalah penikam dari belakang tidak berani dari depan dan tukang tikam teman sendiri jadi intinya omongan SBY tidak usah dipercaya

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on May 19, 2004 12:38 PM.

Bio Agum Gumelar was the previous entry in this blog.

Laporan Blog Pemilu 2004 (Telat) is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01