Siswono ke Mega, Amien Rais ke?

| | Comments (9)

Siswono Yudo HusodoDetik.com menurunkan berita berjudul Siswono Beri Sinyal akan Merapat ke Mega

Di dalamnya diberitakan bahwa Siswono Yudo Husodo, cawapres pasangan Amien Rais memberi sinyal akan mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Dia juga menegaskan sikapnya terdahulu tentang bahwa mantan militer belum pas untuk memimpin Indonesia pada periode 2004-2009.

Perlu diingat bahwa ini baru sinyal yang dalam politik bisa berarti dari coba-coba, tes-tes lapangan hingga beneran mendukung.

Jadi dalam pilihan Mega atau SBY, beliau pilih mana? Ternyata masih ditimbang-timbang. Mungkin masih menunggu analisa dan prediksi mana yang akan menang, walau sinyal sih ke Mega, yang pasti tidak GOLPUT

..Kalau Mega tetap pada style lama, kasihan bangsa. Sedangkan kalau SBY tetap masih berada di bawah bayang-bayang negara lain, juga kasihan negara. Tapi yang jelas saya tidak akan golput..

9 Comments

dodi said:

Amien Rais ampe hari ini masi diem2 aja. Kabarnya sih, emang bakal diem ampe 26 Juli. Nda, artikel "Andai Saya Amien Rais" yang lo tulis, sampe juga ke milis kuliah gw. Katanya yang nulis AR himself. Huhuhuh. Tampak gosip berkembang lebih cepat dari MLM. Hmm, semoga Pak AR ngga golput deh di puteran kedua. Kesian doi ndiri ntar. Beuki wae dipoyok, kitu.

Djahir said:

AMIN RAIS RI-1 TH 2009???

Andai MSP > SBY
Sebagai suatu oraganisasi PDIP telah terbukti gagal dakam kaderisasinya, tidak ada kader yang muncul dan menjadi besar di partai ini selama kepemimpinan Megawati. Megawati centris.

Melalui Amandemen, Undang-undang negara RI menyatakan bahwa jabatan Presiden hanya dijabat selama 2 periode.

Akankah ada seorang Capres dari PDIP di pada tahun 2009?.... saya pikir tidak ada, sehubungan dengan gagalnya kaderisasi dan tidak mungkinnya PDIP mencalonkan kembali Megawati (Ini kalau Mega terpilih kembali pada Pemilu 2004 ini)


Jika SBY > MSP
Sebagai suatu organisasi yang baru berdiri Partai Demokrat dapat memperoleh suara yang besar dan cukup signifikan di Pemilu 2004, ini tidak terlepas dari dukungan dana, dan dukungan militer melalui jaringannya yang sudah terstruktur rapi di berbagi daerah di 32 Propinsi di Indonesia.

Apakah partai demokrat dapat memunculkan kader untuk menggantikan sosok SBY untuk dimanunculkan di th. 2009?. Kecil sekali kemungkinannya, lagipula SBY berhak untuk menjabat di periode berikutnya.

Kemungkinan besar, saat SBY menjadi presiden maka Golkar akan sepenuhnya mendukung SBY untuk menjaga “orang-orang” Golkar yang bermasalah pada masa pemerintahan Soeharto. Tentu saja dengan ditambah melalui dukungan militer, maka posisi SBY di tahun 2009 akan makin kuat.

--------------------------------------------------------------
Jika Mega mendapat dukungan Amin Rais Cs di 2004, akankah kubu Mega balik mendukung Amin Rais di 2009?. Kemungkinan yang lebih memberikan peluang untuk AR.

Jika SBY menang melalui dukungan Amin Rais Cs di 2004, akankah kubu SBY akan mudah memberikan kesempatan untuk Amin Rais sebagai pesaing?. Kemungkinan peluang yang tidak menguntungkan buat Amin, ditambah kemungkinan besar kubu PDIP akan bersikap asal Bukan Amin.

Akankah Golput di 2004 akan menguntungkan Amin di 2009?...

Akankah datang waktunya Amin Rais memimpin negeri?, Akankah datang saatnya terjadi perubahan di Inonesia ini?.....perlu kesabaran…

Mawar said:

Katanya didalam berpolitik tidak ada kawan atawa lawan yang abadi, yang abadi cuma kepentingan.
Mudah-mudahan Pak Amien cuma memikirkan kepentingan Rakyat yang katanya masih kurang memakai rasio, kurang terdidik dan emosional ini.
Tabik.

Laiy said:

Menurut Gua apa yang terjadi pada SBy sama seperti apa yang terjadi pada Megawati saat dia Mencalonkan diri menjadi president..dan itu juga terjadi pada sby pada saat ini dimana posisi SBY..seperti orang yang selalu dirugikan. sehingga hal inilah yang membangkitkan simpati masyarakat dimana masyarakat tanpa dimintapun rela meletakkan harapannya pada pasangan SBY & Kalla, mudah - mudahan kalaupun SBY&kalla terpilih kita tidak mengalami massa pemerintahan coba-coba seperti apa yang kita alami selama lima tahun ini...memilih dan tak memilih kita sudah menentukan arah perjalanan bangsa ini...

hariman said:

Sifat Ragunya Muncul, SBY Obralkan 40% Kursi Kabinetnya

Jenderal Yudhoyono, seorang pemimpin yang tidak tegar, gampang goyah dan maju mundur alias ragu, terbukti kini. Belum memasuki kampanye tahap kedua, melihat banyaknya politisi pada “sowan” ke Megawati, membuat goyah pendiriannya yang selama ini jual mahal untuk berkoalisi. Tak tanggung-tanggung, dia mengobral 40% jatah kursi kabinetnya bila menang jadi RI-1, asalkan para politisi itu mau bergabung.

Padahal, kalau dia (Jenderal Yudhoyono) memang tegar dan tidak peragu, mengapa harus takut dengan Megawati? Toh, menurut “keyakinannya” sebelum ini, jaminan kegagahannya tak memerlukan koalisi besar yang menuju Kabinet Pelangi. Baru berapa hari ucapan itu keluar dari mulutnya , sudah diralat, sebab dengan 40% jatah untuk parpol, itu mah bukan lagi Kabinet Pelangi namanya………. tapi “Kabinet Siapa Takut”.


Sugeng said:

Aahh... itu sih isu murahan..

Stanley Weiss said:

Mau milih SBY? Baca dulu ini:

http://english.aljazeera.net/NR/exeres/27D48C6A-C906-4C90-A62B-5E92187B91EE.htm

http://www.bens.org/sw_ar080803.htm

"I love the United States, with all its faults. I consider it my second country", Susilo Bambang Yudhoyono.

Saryadi said:

Jenderal Yudhoyono lebih menyukai koalisi terbatas karena beliau tidak suka sama partai politik. Koalisi yang dibangun Sang jenderal hanya terbatas pada elit partai saja. Jenderal Yudhoyono tidak menyukai partai karena partai hanya kendaraan politik bukan sesuatu yang subtansial. Partai politik akan banyak mengalami kendala kalau Jenderal ini berkuasa, Partai Demokrat hanyalah kendaraan saja buat sang Jenderal tidak lebih. Kalau tidak percaya pilih SBY.......hidup SBY OK BANGET

Saryadi said:

SBY adalah tokoh Partai Demokrat Cabang Indonesia.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 21, 2004 6:11 PM.

Kampanye Pemilu Presiden Putaran II, 14-16 Sept 2004 was the previous entry in this blog.

Prediksi Pemilu Presiden Putaran II is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01