Rumor Caleg Non-Muslim

| | Comments (8)

Koran Republika Senin (28 Juni 2004) kemarin menurunkan berita dengan judul Menghentikan Rumor Caleg Non-Muslim

Dengan tujuan mengetahui dengan pasti kebenaran sinyalemen bahwa SBY dan Partai Demokrat dijadikan kendaraan politisi non-Muslim dalam meraih kursi legislatif.

... Isu menerpa sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mesin politiknya, Partai Demokrat (PD). Di antaranya, SBY dan PD disinyalir menjadi kendaraan para politisi non-Muslim untuk meraih kursi legislatif. Benarkah sinyalemen itu?

Hasil penelisikan Republika dirangkum dalam angka-angka dibawah ini:

DPR periode 2004-2009

  • Muslim: 457 (83%)
  • Non-Muslim Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha: 93 (17%)
  • Total 550 kursi

DPR periode 1999

  • Muslim: 406 (81.2%)
  • Non-Muslim Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha: 94 (18.8%)
  • Total 500 kursi

+ Muslim bertambah 51 orang
- non-Muslim kehilangan satu kursi

Dari angka dibawah ini, Republika menunjukkan bahwa sinyalemen tersebut tidak benar, kalaupun ada yang mau dikatakan kendaraan politik politisi Non Muslim, maka itu lebih tepat diberikan pada PDIP.

...Legislator non-Muslim di PDIP tetap yang terbanyak...
... Partai Demokrat meraih 55 kursi, 15 kursi di antaranya (27,3%) diduduki non-Muslim.%tasenya lebih kecil dibandingkan rumor yang beredar, walaupun jumlah ini tetap merupakan angka yang relatif besar.

PDIP
Pemilu 1999, legislator non-Muslim 56 orang atau 36,6% dari 153 kursi
Pemilu 2004, legislator non-Muslim 44 orang atau 40,4% dari 109 kursi

PARTAI DEMOKRAT
Pemilu 2004, legislator non-Muslim 15 orang atau 27,3% dari 55 kursi

PARTAI DAMAI SEJAHTERA (PDS)
Pemilu 2004, legislator non-Muslim (Protestan) 13 orang (100%), dari 13 kursi

Legislator non Muslim juga naik lewat parpol lain.

  • Partai Golkar: 13 kursi (10,1%)
  • Partai Amanat Nasional (PAN) 1 kursi Katolik (1,88%), Alvin Lie
  • Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1 kursi Protestan (1,92%), Tony Wardoyo
  • Partai PDI 1 kursi
  • PKPI 1 kursi
  • Partai Pelopor 3 kursi

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari berita Republika diatas?

  1. Orang mau menyebarkan RUMOR apa saja untuk menjatuhkan lawannya.
  2. Bawa-bawa dan jualan AGAMA dalam masalah POLITIK itu BASI.

8 Comments

goklas said:

Bukan sekedar basi. Bawa-bawa agama itu udah ada belatung !

mbah sholeh said:

Ya syukur lah..Komposisinya masih sesuai dengan penduduk indonesia, yang 80% muslim.
Untuk stabilitas dan pemerataan perlu. Jangan sampai Kristen 0%. Ato sebaliknya Kristen 60%.
Gimana dg. DPD?

Buat Goklas : get real ..deh.

aduh said:

hehehe agama emang paling enak buat bikin gak enak...

apalagi sih yang bisa ngadu domba bangsa Indonesia, selain aduin agamanya...??
masing2 merasa sebagai pencipta agama.. bagi mereka agama itu sama dengan 'geng'... geng muslim, geng non muslim... yaa mirip seperti di terminal lah...

Sementara Sang Pencipta aslinya nonton aja dari Arsy.

KataNya " ck..ck..ck...wahai hamba-hambaKU, kalian tidak perlu memperebutkan korsi untuk sebuah agama.. karena agama itu urusanKU!!"

Malu gak tuh sama Allah??!

bonnie said:

Gue setuju banget sama si Aduh...menurut gw orang yg ada di legislatif harusnya orq2 yg peduli sama isu2 yg emang penting di kehidupan rakyat jelata. By the way speaking yg namanya kemiskinan, korupsi, edukasi rendah dan pelbagai masalah itu tidak mengenal agama loh!!! So mas/mbak aduh...setuju banget dengan opini anda. Mbah Sholeh: Please deh!!

Abdullah Bakrie said:

Istighfarlah wahai muslim yang
masih
menyebarluaskan fitnah bahwa anggota legislatif Partai Demokrat
didominasi
oleh non-muslim. Fakta jelas menunjukkan (Sumber KPU dan mudah sekali
diverifikasi) bahwa 73% adalah muslim. Proporsi ini bahkan lebih besar
daripada anggota legislatif muslim dari PDI-P yang hanya 59% tapi tidak
pernah diributkan (alangkah tidak fairnya). Lihat juga berita di
Republika
halaman 1 tanggal 28 Juni 2004 tentang hal ini sehingga Anda semua bisa
yakin
bahwa fitnah yang selama ini disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab tersebut memang sengaja dirancang untuk
mendiskreditkan
SBY-JK.

NAMA-NAMA ANGGOTA DPR RI PARTAI DEMOKRAT
1. Prof. Dr. Rusli Ramli, MS, Islam, NAD I
2. Mirwan Amir, Islam, NAD II
3. Ir. H.M Yusuf Pardamean, MST, Islam, SUMUT I
4. Drs. Saidi Butar-butar, Kristen, SUMUT II
5. Maruahal silalahi, Protestan, SUMUT III
6. H. Dasrul Djabar, Islam, SUMBAR
7. Prof. Dr. Mirriam Sjofjan Arief, MEC, PHd., Islam, RIAU
8. Drs. H. Sofyan, Islam, JAMBI
9. Drs. H. Hakim Sorimuda Pohan, SPOJ, Islam, SUMSEL I
10. Sarjan Tahir Sema, Islam, SUMSEL II
11. Drs. H. Sutan Bhatugana MF, Islam, LAMPUNG I
12. Dr. Ir. Atte Sugandi, MM, Islam, LAMPUNG II
13. Prof. Dr. Irsan Tanjung, Kristen, DKI I
14. Chufran Hamal, SH, Islam, DKI II
15. H. Tri Yulianto, SH, Islam, DKI III
16. Ir. H. Husen Abdul Azis, MT, Islam, DKI IV
17. Inria Octavia Muaja, Islam, DKI V
18. H. Daday Hudaya, Islam, JABAR I
19. Ir. H. Rusyanto Wahidi Dirdjo Juwono, MM, Islam, JABAR II
20. Syarifuddin Hasan, SE, Islam, JABAR III
21. Max Sopacua, SE, MSc, Islam, JABAR IV
22. Dr. H. Tata Zainal Muttaqien, MM, Islam, JABAR V
23. Boy M.W Saul, Kristen, JABAR VI
24. Ir. Agus Hermanto, MM, Islam, JABAR VII
25. Drs. Nurul Qomar, Islam, JABAR VIII
26. H. Aziddin, SE, Islam, JABAR IX
27. Fera Vebrianthy, BBA, Islam, JATENG I
28. Shidik Wahab, Islam, JATENG II
29. Mayjend.Purn.Ignatius Muliono, Katolik, JATENG III
30. FX. Soekarno, SH, Katolik, JATENG IV
31. H. Soekarno Hadiwarsito, Islam, JATENG V
32. Angelina Sondak, SE, Protestan, JATENG VI
33. Baharuddin Burmaras, Islam, JATENG VII
34. Suryo Supeno, Kristen, JATENG VIII
35. Ir. Budi Trihandoko, MTP, Islam, YOGYA
36. Markus Silanno, SIP, Protestan, JATIM I
37. Candra Pratomo Samyiadji Mas Said, Islam, JATIM II
38. Ir. H. Azman Natawijaya, Islam, JATIM III
39. H. Sunarto Muntako, Islam,JATIM IV
40. Hasanuddin Said, Ak., Islam, JATIM V
41. Dr. H. Ahmad Fauzi, SH, MM, Islam, JATIM VI
42. Soetadji, SE, SIP, MM, Islam, JATIM VII
43. Drs. H. Guntur Sasono, Islam, JATIM VIII
44. Drs. H. Balkan Kaplale, Islam, JATIM IX
45. H. Zainuddin, Islam, BANTEN I
46. Ir. Deni Sultani Hasan, Ph.D, Islam, BANTEN II
47. I Wayan Gunastra, Hindu, Bali
48. Drs. I Wayan Sugiana, MM, Hindu, NTB
49. Anita Yakoba Gha, Protestan, NTT
50. Albert Yakuba, Budha, KALBAR
51. Drs. Barnstein Samuel Tundang, Protestan, KALTENG
52. Drs. Taufiq Effendi, MBA, Islam, KALSEL
53. Dr. (HC) H. Adji Parida Padmo, Islam, KALTIM
54. Efert Erenst Mangindaan, SE, SIP, Protestan, SULUT
55. Junus Effendi Habibie, Islam, SULSEL I

Jangan halangi dukungan rakyat dengan praktik-praktik fitnah yang keji.
Ingatlah orang muslim yang suka memburuk-burukkan orang lain bagaikan
ia
memakan bangkai saudaranya sendiri. Insyaflah wahai orang-orang yang
suka
menebar fitnah tentang SBY.

Terima kasih atas perhatiannya

Abdullah Bakrie

Halil said:

Yo, emangnya presiden dan wakilnya serta legislatif, rakyat pilih utnuk ngurusin agama. Tugas mereka kan untuk ngurusan negara dan rakyat supaya adil dan makmur. Urusan agama itu cukup deh dilakukan oleh para kiayai, pendeta dan pemangku agama lainnya.
Aku setuju dengan aduh. Bakrie tak perlu buktikan SBY tok-tok muslim, itu urusan SBY sama yang maha kuasa. Siapapun jadi presiden yang penting kiprahnya sama negara dan rakyatnya deh!

nona said:

Saya baru sadar bahwa dari dulu anggota legislaip itu mayoritas beragama Islam. Tapi saya belum pernah dengar bahwa mereka bersatu-padu memperjuangkan Umat Islam dan atau agama Islam. Jadi anda2 tidak perlu ribut soal mayoritas2-an. Yang penting ajaklah anggota legislatip itu untuk bersatu dalam memperjuangkan agamanya dan umatnya. Pasti Islam akan menang. Tapi meskipun jumlah anggota legislatip itu sejuta persen beragama Islam, tentu tidak ada gunanya kalau mereka tidak bersatu alias hanya memperjuangkan dirinya sendiri atau golongannya.

Hendra said:

wah semua warga negara Indonesia khan juga berhak untuk bisa memimpin negara ini bukan hanya kaum mayoritas saja. Itu membuktikan kalo kita bisa berpikir dewasa dan menerima orang lain walaupun mereka datang dari kaum yang berbeda dengan kita. Kalau nggak begini ya hapus aja semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kalau maunya cuma untuk satu golongan saja ya lihatlah kehancuran Indonesia segera akan datang.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on June 29, 2004 3:09 PM.

Pemilu Presiden Indonesia di TIME was the previous entry in this blog.

Debat Calon : Pengertian Keliru ? is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01