Reminder Foto Pemilu Caleg

| | Comments (5)

Besok Pemilu 2004 I akan dilangsungkan. Reminder ke II jangan lupa foto-foto dan kirimin ke gue. :)

Dibawah dan selanjutnya ini ada informasi singkat tentang ke 24 Partai yang ikut pemilu PERSPEKTIF SINGKAT KE-24 PARTAI PESERTA PEMILU 2004

Sumber dari milis Apakabar, penulis original ga dicantumkan.

PERSPEKTIF SINGKAT KE-24 PARTAI PESERTA PEMILU 2004

1. PNI Marhaenisme (PNIM)
Asas: Marhaenisme Bung Karno
Ketua Umum: Dm. Sukmawati Soekarnoputri
Sekjen: Achmad Marhaen SP. SH
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 24 provinsi

Partai baru ini lahir karena adanya ketidak-cocokkan beberapa keluarga Bung Karno terhadap Megawati. Ada yang mengatakan Partai ini sebenarnya adalah sempalan dari PDIP.



2. Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD)
Asas: Pancasila dan UUD 1945
Ketua Umum: Muchtar Pakpahan
Sekjen: Diah Indriastuti
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 22 provinsi

Sebagai tokoh buruh nasional, Muktar Pakpahan cukup confidence bisa mendapatkan dukungan sekitar 10 juta buruh yang berada dalam lingkup organisasinya.



3. Partai Bulan Bintang (PBB)
Asas: Islam
Ketua Umum: Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra
Sekjen: MS. Ka’ban SH., MSc.
Hasil Verifikasi: Electoral threshold

PBB merupakan salah satu partai yang berusaha keras untuk memperjuangkan diberlakukannya syariat Islam di Indonesia. Didalamnya memang bergabung para kader dari Islam garis keras.

Massanya akan banyak yang berpindah ke PKS. Namun partai ini masih berpeluang masuk 6 besar.

Salah satu partai yang paling 'ditakuti' oleh non muslim.



4. Partai Merdeka
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Adi Sasono
Sekjen: Dharma Setiawan
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 22 Provinsi

Setelah gagal total dengan Partai Daulat Rakyat pada Pemilu 1999, Adi Sasono mencoba lagi dengan Partai Merdeka. Beberapa tokoh ICMI bergabung didalamnya.

Partai ini memiliki dana yang cukup kuat. Namun prospeknya pada Pemilu 2004 masih kurang kuat.



5. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Asas: Islam
Ketua Umum: Hamzah Haz
Sekjen: Yunus Yosfiah
Hasil Verifikasi: Electoral Treshold

PPP merupakan partai lama yang sudah exist sejak rejim Soeharto. Partai dengan lambang Kabah ini memang punya basis massa yang cukup kuat dan militan. Dalam pemilu kali ini, massanya akan sedikit tersedot ke PBR (Partai Bintang Reformasi) milik Zainudin MZ.

Seperti juga PBB, PPP juga memperjuangkan syariat Islam.



6. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (Partai PDK)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Prof. Dr. Ryaas Rasyid
Sekjen: Rivai Pulungan
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 23 Provinsi

Ryaas Rasyid terkenal sebagai pakar otonomi daerah. PDK banyak memperjuangkan otonomi daerah. Perolehan suara dalam Pemilu 2004 tidak akan signifikan.



7. Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB)
Asas: Keadilan, Demokrasi, Kemajemukan, dan Pancasila
Ketua Umum: DR. Syahrir
Sekjen: Drs. Amir Karamoy
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 22 Provinsi

Syahrir dikenal dekat dengan berbagai kalangan. Pandangannya sangat nasionalis dan intelek. Hanya saja, tampaknya PIB belum akan mendapatkan dukungan yang signifikan pada pemilu kali ini.

Untuk bisa 'bermain' lebih banyak, PIB harus berkoalisi dengan partai se-ideologi. PKB, Demokrat, PNBK, adalah kemungkinan mitra koalisinya.



8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK)
Asas: Marhaenisme Ajaran Bung Karno
Ketua Umum: Eros Djarot
Sekjen: Ir. Soehardi Soediro
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Setelah ditendang oleh klan Taufik Kiemas dari PDIP, Eros Djarot langsung membuat partai. Beberapa orang senior PDIP yang masih bersih dan punya idealisme tinggi, seperti Dimyati Hartono dan Sophan Sophiaan mendukung Eros Djarot.

Ada kemungkinan sangat besar, Eros Djarot akan berkoalisi dengan PKB dan Demokrat.



9. Partai Demokrat
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Prof. Dr. S. Budhisantoso
Sekjen: Dr. Ir. Umar Said
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 25 Provinsi

Ketika partai ini diumumkan, tidak banyak orang yang tahu. Partai Demokrat baru mulai bersinar terang ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari kabinet. Mundurnya SBY dari kabinet setelah dikatakan 'kayak anak-anak' oleh 'Mr. President' Taufik Kiemas, membawa angin segar dan keberuntungan buat Partai Demokrat. Dengan profil dan pribadi SBY yang terkenal bersih, intelek, tidak sembrono, berwawasan luas, dan sangat nasionalis, banyak orang menjadi sangat simpati kepada partai ini. Pamor Partai Demokrat menjadi naik tajam.

Banyak kalangan menganalisa, bahwa Partai Demokrat bisa masuk dalam 5 besar pada Pemilu 2004. Bahkan secara nasional, SBY dijagokan bisa menggeser Megawati dari tampuk Presiden RI.

Dan melihat kapabilitas serta pribadi SBY sendiri, tidak mustahil dia akan menjadi Presiden RI yang banyak diharapkan oleh sebagian terbesar rakyat Indonesia.

Komposisi ke-pengurus-an Partai Demokrat terdiri dari kader Muslim dan non-Muslim, sebuah kombinasi yang sangat baik. Kader non-Muslim, terutama berasal dari kalangan Walubi (Budha).

Mengingat Demokrat masih baru, maka massa di grass-root kurang kuat. Untuk itulah, Partai Demokrat dituntut untuk berkoalisi dengan partai lain yang lebih solid. Kemungkinan terbesar mitra koalisi-nya adalah PKB. Sesepuh PKB, Gus Dur, sudah sejak lama berhubungan akrab dg SBY. Dalam beberapa kesempatan, Gus Dur mengatakan bahwa SBY adalah orang yang tepat untuk memimpin bangsa ini.

Selain PKB, ada beberapa partai lain yang mungkin akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Diantaranya adalah PIB (Syahrir), PNBK (Eros Djarot), PKPI (Edi Sudrajat), Partai Pelopor (Rachmawati Soekarnoputri), dan mungkin juga PBSD (Muchtar Pakpahan).



10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Edi Sudrajat
Sekjen: Semuel Samson
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 23 Provinsi

Partai ini sudah mengikuti pemilu tahun 1999. Hanya saja suara yang didapat belum bisa mencapai batas electoral threshold (2%).

PKP (nama sewaktu pemilu 1999), lahir karena ketidakpuasan Edi Sudrajat dan beberapa purnawirawan ABRI kepada Golkar.

Pada Pemilu 2004 ini, tampaknya suara yang didapatkan PKPI tidak akan jauh berbeda dibanding hasil 1999 yang lalu.

Kemungkinan besar, partai ini akan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKB.



11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (Partai PDI)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Dimmy Haryanto
Sekjen: Joseph Williem Lea
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Tidak banyak informasi tentang partai ini.



12. Partai Nahdatul Ummah Indonesia (PNUI)
Asas: Islam
Ketua Umum: KH. Syukron Ma'Mun
Sekjen: KH. Achmad Sjatari
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 22 Provinsi

PNUI adalah sempalan kecil dari NU. Beberapa Kyai memutuskan untuk tidak bergabung dengan PKB. Hal ini karena mereka kurang setuju dengan asas PKB yang Pancasila, dan bukan Islam.

Suaranya tidak akan signifikan. Kemungkinan akan berkoalisi dengan PBB, PKS, dan PPP.



13. Partai Amanat Nasional (PAN)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Prof. Dr. HM. Amien Rais
Sekjen: Hatta Radjasa
Hasil Verifikasi: Electoral Threshold

PAN merupakan salah satu partai yang mungkin akan masuk 6 besar. Basis massanya adalah Muhammadiyah.

Sebenarnya partai ini bisa lebih baik, seandainya Amin Rais tidak terlihat sangat ambisius untuk menjadi presiden.

PAN sebenarnya bercita2 akan membangun koalisi Anti-Mega, dengan Amin Rais sebagai calon presidennya. Hanya saja, keinginan ini tampaknya terjegal dengan munculnya figur SBY yang jauh lebih populer dan lebih diterima rakyat.

PAN masih sulit diraba akan berkoalisi dengan siapa.



14. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: R. Hartono
Sekjen: H. Ary Mardjono
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 23 Provinsi

Partainya 'Antek Soeharto' ini jelas memiliki backup dana yang besar. Hal ini terlihat dari kegiatan partai yang selalu bagi-bagi sembako dalam jumlah besar di seluruh wilayah Indonesia.

Hartono dan Mbak Tutut sangat berharap masih banyak rakyat yang ingin kembali ke era Soeharto.

Tampaknya suaranya tidak akan signifikan.



15. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Alwi Abdurrahman Shihab
Sekjen: Saifullah Yusuf
Hasil Verifikasi: Electoral Threshold

PKB adalah satu dari 3 partai yang memiliki basis massa sangat kuat. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, PKB memiliki massa NU yang jumlahnya sekitar 40 juta orang.

Pada Pemilu 1999, PKB 'dikerjain' PDIP di Jawa Timur. Dimana waktu itu banyak orang PDIP yang mengatakan : 'Nyoblos PKB atau PDIP podo wae (sama saja)'. Sehingga banyak orang NU di grass root yang nyoblos PDIP. Setelah peristiwa 'dikhianatinya' Gus Dur oleh Megawati, tampaknya massa grass root NU yang tadinya ke PDIP akan kembali lagi ke PKB.

PKB merupakan partai berbasis massa Islam yang sangat nasionalis. Hal ini barangkali karena pengaruh dari patron PKB, yakni Gus Dur. Gus Dur dikenal oleh dunia internasional sebagai tokoh luar biasa yang sangat menghormati hak asasi manusia. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kerja Sama Agama-Agama Sedunia. Hubungannya dengan Paus Yohanes Paulus II, dan juga Dalai Lama, sangat akrab. Beberapa sumber supranatural bahkan mengatakan kalau ketiga orang ini, Paus Yohanes Paulus II, Dalai Lama dan Gus Dur, adalah 3 tiang utama yang menyangga kehidupan spiritual umat manusia.

Reputasi Gus Dur yang keturunan Tionghoa ini jelas tidak usah diragukan lagi. Keberaniannya dalam membela kaum minoritas dan kaum tertindas benar-benar diluar jangkauan kemampuan manusia biasa. Banyak pengamat luar negeri yang menjuluki Gus Dur sebagai tokoh terbesar yang pernah dimiliki Indonesia selain Soekarno.

Sangat disayangkan Gus Dur memiliki kelemahan fisik. Kalau beliau sehat, maka duet-nya dengan Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat disegani di dunia. Walaupun demikian, kader-kader PKB dibawah arahan Gus Dur masih memberikan harapan yang baik untuk rakyat Indonesia, terutama untuk golongan minoritas.

Dalam Pemilu 2004 ini, kemungkinan besar PKB akan masuk 6 besar. Juga kemungkinan koalisi dengan Partai Demokrat, PNBK, Pelopor, PIB.



16. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Asas: Islam
Ketua Umum: Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA.
Sekjen: Anis Matta, Lc.
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 23 Provinsi

Selain PBB dan PPP, maka PKS juga memperjuangkan syariat Islam. Hanya bedanya, PKS memiliki kader yang lebih intelektual dan rapi.

Bagi kalangan non-Muslim, maka kiprah PKS cukup menakutkan. Apalagi saat ini dibelakangnya berdiri beberapa tokoh kuat, seperti Habibie dan Setiawan Djodi.

Ada kemungkinan dalam Pemilu 2004 ini, PKS bisa masuk 6 besar.



17. Partai Bintang Reformasi (PBR)
Asas: Islam
Ketua Umum: Zaenuddin MZ.
Sekjen: Dja'far Badjeber
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 23 Provinsi

PBR adalah sempalan dari PPP. Masih belum ketahuan dengan pasti, seberapa besar suara PPP
yang akan lari ke PBR. Namun tampaknya tidak akan terlalu banyak.



18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri
Sekjen: Sutjipto
Hasil Verifikasi: Electoral Threshold

Partai yang besar karena mendapatkan simpati dari rakyat akibat teraniaya oleh rejim Soeharto, saat ini bagaikan banteng yang kehilangan arah. Banyaknya conflict-of-interest di tubuh partai ini, membuatnya memiliki citra yang menjadi kurang baik.

Tokoh-tokoh bersih mereka seperti Eros Djarot, Dimyati Hartono, Sophan Sophiaan, digeser oleh orang-orang yang memiliki aji 'mumpung'. Bahkan tokoh sekaliber Kwik Kian Gie juga dimusuhi.

Blunder 'Mr. President' yang menyerang figur SBY secara membabi-buta, juga menjadi bumerang bagi PDIP sendiri. Banyak rakyat yang menjadi antipati dengan PDIP.

Performance PDIP yang carut-marut ini sedikit banyak akan berpengaruh kepada perolehan suaranya di Pemilu 2004 ini. Walaupun tampaknya masih akan masuk 3 besar.



19. Partai Damai Sejahtera (PDS)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Ruyandi Mustika Hutasoit
Sekjen: Magit Les Denny Tewu
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Partai berbasis massa Kristen ini terkesan sangat optimis. Mengandalkan massa Kristen yang kira-kira sekitar 8%-10%, PDS cukup confident untuk meraih suara signifikan dalam Pemilu 2004.

Hanya saja sangat disayangkan, PDS terlihat cukup militan dan sektarian. Hal ini menjadi mirip dengan PKS dan PBB. PDS = sektarian Kristen PKS, PBB, PPP = sektarian Islam



20. Partai Golkar
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Ir. Akbar Tanjung
Sekjen: Budi Harsono
Hasil Verifikasi: Electoral Threshold

Golkar adalah partai raksasa Orba. Kekuatan manajemen dan pengalaman organisasinya benar2 solid.

Sayang sekali Akbar Tandjung masih ngotot di kursi ketua. Padahal dia masih dalam status yang 'tidak bersih'.

Tampaknya Golkar masih akan masuk 3 besar.



21. Partai Patriot Pancasila
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Yapto Sulistio Soerjosoemarno
Sekjen: Sophar Maru
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Partai ini berbasis massa Pemuda Pancasila (PP). Organisasi kepemudaan dibawah Yapto.

Suaranya tidak akan signifikan.



22. Partai Sarikat Indonesia (PSI)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Rahardjo Tjakraningrat
Sekjen: Muhammad Jumhur Hidayat
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 22 Provinsi

Selain Jumhur Hidayat yang ex-PDR nya Adi Sasono, maka tidak banyak informasi tentang partai ini.



23. Partai Persatuan Daerah (PPD)
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Oesman Sapta
Sekjen: H. Ronggo Soenarso
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Oesman Sapta lebih terkenal sebagai pengusaha. Tidak banyak informasi tentang partai ini.



24. Partai Pelopor
Asas: Pancasila
Ketua Umum: Rachmawati Soekarnoputri
Sekjen: Eko Suryo Santjojo
Hasil Verifikasi: Lulus faktual di 21 Provinsi

Rachmawati Soekarnoputri dikenal berseberangan dengan Megawati. Bahkan Rachmawati Soekarnoputri lebih dekat dengan Gus Dur.

Suara partai ini tidak akan signifikan. Kemungkinan akan berkoalisi dengan PKB, Demokrat, PNBK, PIB.

5 Comments

Wong Iseng said:

Sepertinya penulis berita ini besok akan memilih Partai Demokrat dan PKB.

lubang ni te said:

Sebaiknya tidak ada kekuasaan dalam unsur suatu negara. Cukup tanah dan rakyat saja.... So tidak ada yg tertindas tidak ada penguasa. Cukup pendeta dan alim ulama saja sebagai pemimpin masayarakat. SELESAI URUSAN!!!!! fuck you alll!!!!!!!!!!!!!!

enda said:

lah menurut sejarah, itu pendeta dan alim ulama yg biasanya paling demen berkuasa dan menindas gitu louh

irwan said:

yang demen berkuasa abri dan nasionalis, mereka gemar menyudutkan kaum religius (contohnya Sukarno, Suharto, megawati). Kapan alim ulam menindas, Enda?

Prinsip berpolitik yang Alkitabiah sebuah realita yang patut disyukuri dan di-junjung tinggi siapa saja yang menekuni panggilannya didalam dunia politik praktis. Oleh karena itu, belakangan ini; hati dan pemikiran umat (Tuhan) kristiani mulai terbuka dan menyadari betapa pentingnya keterlibatan dan partisipasi umat kristiani dalam perpolitikan Nasional maupun Lokal untuk memperkuat kelembagaan (Barisan Muda Damai Sejahtera/ BMDS) khususnya; Pemuda sebagai Tulang Punggung suatu Bangsa yang mau Maju dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain, sehingga pada era generasi yang mengalami Demokratisasi dalam berpikir, berpendapat, dan berserikat ini segera disambut dan direspon secara positif untuk digeluti sebagai bidang profesionalisme dan bukan karbitan atau instan-isme.
Cakupan Wilayah : Seluruh wilayah Indonesia; Daerah Provinsi, Kabupaten/ Kota, Kecamatan, Kelurahan/ Desa dan tidak tertutup kemungkinan membuka perwakilan diluar negeri.

Bagi yang mau menjadi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAc), Dewan Pimpinan Ranting (DPRan) dan Perwakilan Luar Negeri/ Pos Luar Negeri dll; di setiap Provinsi diseluruh wilayah Nusantara Indonesia dapat menghubungi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Barisan Muda Nasional (DPN BMDS) HP. 0815 9494 003, email:bmdsnas@yahoo.com
Atas dukungan dan kerjasamanya, kami ucapkan banyak terimakasih.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 4, 2004 1:15 PM.

Sekali-sekali berita positif was the previous entry in this blog.

Hari Pemilu is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01