Quick Count Pemilu LP3ES

| | Comments (43)

Dari Detik.com

Diberitakan bahwa hasil analisa quick count (perhitungan cepat) LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) memastikan bahwa pasangan SBY-Kalla akan masuk ke putaran II (dua) pemilihan presiden sedang Amien Rais dan Hamzah kemungkinan besar tersingkir.

Quick count LP3ES yang dipublikasikan kemarin, Senin (5/7/2004) pukul 23.00 ini berdasarkan suara dari 2500 TPS di seluruh Indonesia dimana hasilnya adalah:

  1. SBY 33.90%
  2. Megawati 24,90%
  3. Wiranto 23,80%
  4. Amien Rais 14,60%
  5. Hamzah Haz 2,80%
... Meski quick count ini hanya mengambil suara dari 2500 TPS, namun banyak kalangan menyakini hasil itu tak akan jauh meleset dari hasil akhir perhitungan suara resmi yang dilakukan KPU nanti. Dalam Pemilu legislatif lalu, hasil quick count LP3ES juga mampu mencerminkan hasil akhir perhitungan KPU. Itulah sebabnya, quick count LP3ES menjadikan rujukan publik untuk memperkirakan kandidat mana yang bakal melenggang ke putaran kedua pada September mendatang. ...
... Siapa yang akan bertarung melawan SBY di putaran kedua? "Peluang yang sama dimiliki oleh pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dan Wiranto-Salahuddin Wahid," tutur Andi Malarangeng. Perolehan kedua kandidat berselisih tipis, 1,10%. Mega memperoleh 24,90%, sedangkan Wiranto 23,80%. ...

Nah, pertanyaan menarik nih, suara pemilih Amien Rais dan PKS akan diberikan ke siapa pada putaran ke 2 nanti? :)

43 Comments

Akhsan Muhammad said:

Yang paling baik pilih SBY-MJK!!!

Kemungkinan aye Golput... karena keadaan ;)

yadin said:

SBY vs MEGA !!!, golput aja dech..!, buang-buang energi aja ke TPS!!!

yadin said:

The final is SBY vs MEGA!
wuaahhh bingung...!!, gak ada pilihan..., ikut zulfikar aja dech..., yo siapa yang mo ngikut...!!

Rifka said:

SBY vs Mega?
Wah yang pasti saya tetap konsisten pilih no 3. Atau nurutin cara pendukung gus dur dengan nempelin foto amien dan siswono di surat suara lalu coblos.....

tania said:

Ayoo.... ESBEYE Kamu BISA !!! saya ingin mengucapkan trima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TK. trima kasih karena berkat kerja sama yang baik dari TK, SBY bisa mencalonkan Presiden, dan penghargaan setinggi-tingginya karena berkat dedikasi dan loyalitas dari TK, ESBEYE BISA masuk putaran ke II menjadi RI satoe.

basuki said:

dulu katanya pengen demokratis.. udah demokratis... ealah kok banyak yang nggak bisa nerima hasilnya.... ya.. golput mah anak tk juga bisa... ( kalo nerima kekalahan aja nggak bisa, apa yo mampu nerima tanggung jawab kalo menang?? apa yo mampu?? untung ae kalah... )

firman said:

sebaiknya pendukung wiranto memberikan suaranya untuk SBY-JK pd putaran 2 nanti

darmawan said:

Golput itu sikap Bung, dan anak TK tentu tak bisa. Mikir dong kalau mo nulis!

Arum said:

Siapa yang bisa menjamin bahwa Demokrasi akan menghasilkan Pemimpin terbaik? Toh jargon "demokrasi" sendiri ciptaan manusia...dan seperti kita ketahui bersama bahwa ciptaan manusia itu tidak ada yang sempurna,artinya "demokrasi" itu sendiri pasti memiliki cacat...Seperti halnya sekarang ini, "demokrasi" menjadi cacat ketika Amien Rais tidak mampu melaju ke putaran kedua...Apapun hasilnya insyaallah Pak Amien dan Pak Sis dapat pahala.

risna said:

seperti zulfikar saya juga golput untuk putaran ke-2,

buat basuki : golput juga termasuk pilihan lho, pilihan untuk ga memilih, bila memang tidak ada yang sesuai dengan hati nurani kita, setuju ga?

basuki said:

saya setuju kalo golput adalah pilihan/ sikap...
tapi dari komentar yang ada di atasnya.. yang terlihat adalah golput karena terpaksa.. karena pelarian karena takut besok dimintai pertanggungjawaban, dan bagi saya, sekali lagi bagi saya, itu adalah pengecut, benar2 pengecut. Yang saya yakin adalah, jika harus memilih diantara yang jelek-jelek, maka pilihlah yang lebih sedikit jeleknya, bukan tidak memilih (walaupun atas dasar hati nurani!! siapa yg bisa menjamin hati nurani anda benar??). buat Arum : memang tidak ada yang bisa menjamin bahwa demokrasi akan menghasilkan pemimpin yang terbaik, apalagi demokrasi versi anda yang kebenarannya tergantung ada tidaknya pak amien rais. apa anda ikut pemilu kemaren?? lha pendirian anda apa?? kalo putaran satu ikut trus putaran dua nggak ikut.. hanya karena ada/tidak adanya pak amien rais. dan kalo anda nggak yakin sistem ini menghasilkan pemimpin yang baik, golput harusnya jadi pilihan sejak saat itu, yaitu menolak pemilu president, menolak pemilu legislatif, menolak pemilu, menolak demokrasi sejak awal!! bukan saaat ini saat semuanya sudah ada di tengah perjalanannya, saat harapan anda pada pak amien rais tidak terwujud. itulah golput.. itulah sikap... itulah pilihan.

Mulyono said:

Menurutku sekaligus harapanku pada PAN & PKS, sebaiknya semuanya diserahkan kepada konstituen. PAN dan PKS sebaiknya tidak mendukung siapa pun, karena platformnya jelas berbeda. Jadi Oposan yang manis saja, tentu konstituen akan lebih simpati. Ini erat kaitannya dengan perjalanan 5 th ke depan. sebab, jika mendukung salah satu pihak dan ternyata amburadul, konstituen akan tidak percaya lagi dan kabur. Pak Amien, Pak Hidayat, jadilah oposan atau pemimpin oposisi yang bisa mewadahi suara rakyat yang kritis. Itu akan lebih terhormat drpd menjadi oportunis spt bos PBB, Yusril.

Hendra said:

emang golput itu pilihan tapi itu tidak mencerminkan suatu sikap yang bertanggungjawab. kalo pilihan anda nggak masuk 2 besar maka dengan berbesar hati anda harus bisa menerima bahwa mereka "kurang" didukung rakyat dan yang dua besar itu lebih didukung rakyat. Nah, setelah itu tiba pilihan untuk memilih satu diantara dua pasangan tersebut maka sebagai warga yang bertanggungjawab maka kita harus memilih sallah satu dari mrk untuk memimpin negara ini.Jangan karena pilihan kita nggak masuk maka semua golput ini berarti bahwa kita ini nggak siap kalah.itu pengecut namanya. Tul nggak

HLO said:

... setuju kalau GOLPUT itu sikap politik !
Tapi bila menggunakan bahasa seniman (baca : pengamen/ anak jalanan) "lebih baik kita memilih dari antara mereka yang sedikit buruknya dari pada tidak memilih sama sekali. Bila kita GOLPUT itu berarti memberikan kesempatan kepada mereka-mereka untuk terus berkuasa di negara ini"

John said:

Lho, kok hasilnya sperti itu??? Coba liat di http://amien.totalindo.co.id/
..Mang Amin menang lho, dan bertarung ama SBY di putaran II. Bagaimana kalau KPU kita bubarin, orang2nya kita gantung diatas Monas??? Sudah ngabisin duit rakyat, lambat dan tulalit!!!
Bubarkan KPU!!!

enda said:

wah asik nih pak john, nanti tiap kandidat bikin itungan sendiri2x aja, pasti hasilnya dia yg menang hehe

lea said:

suara pks hendaknya diberikan kepada yang sesuai dengan visi dan misi dari pks.jangan pks salah memberikan sura.
kemana perginya suara pks?apakah ada politik uang!oh jangan

arman said:

yah...pada ribut aja...yang jelas sekarang kita pilih yang terbaik dari yang baik karena saya yakin semua pasangan capres dan cawapres semua baik dan kredibel...saya terlalu takut untuk berperasangka buruk apalagi coba nilai-nilai orang padahal yang kita nilai jauh lebih baik dari kita...yang jelas semua dah di atur sama yang diatas klo asumsi negara kita dicintai allah swt maka mungkin ini yang terbaik jalani and let it flow a like water jangan gegabah menilai orang....

arman said:

saya ga pro kemana-mana buat saya yang jelas saya percaya semua mampu dulu saya suka sekali dengan amien tapi pada saat terjadi 'kekosongan' pemerintahan tahun 98 (reformasi) kenapa pak amien ga mau naik jadi presiden bahkan saya dengar ada isu pertemuan tokoh negara yang membahas siapa yang mau memimpin ternyata tidak ada yang mau akhirnya di 'jebloskanlah' gusdur yang secara jelas adalah hasil konspirasi. pada saat itu gusdur tidak mau tapi pak amin dan tokoh yang lain membujuk sesepuh pasuruan akhirnya krn perintah 'kiai' gusdur memimpin bangsa tapi ya begitulah.....?makanya saya mau tanya knapa pak amin pada saat itu tidak mau menjadi presiden? saya cuma dengar selentingan sedikit tenteng berita itu klo salah yaa maaf...

MarineLiner said:

17. | 20:53 on 11 July 2004 | by enda
wah asik nih pak john, nanti tiap kandidat bikin itungan sendiri2x aja, pasti hasilnya dia yg menang hehe
= = = = = = = = = = = = = = = =
Trims Mr.John. Memang Sudah ngabisin duit rakyat, lambat dan tulalit!!!
Ganyang KPU!!! eh PKI !!!
lalu tiap kandidat bikin itungan sendiri2x aja, sebagai cross-check, hayooo, mana yg.benar hitungannya. allahu a'lam wa bishshowab.

cewe'manado said:

orang yg bakal golput pada pemilu presiden putaran ke-2 adalah orang2 yg ngga' mendukung hasil dari demokrasi itu sendiri. capres favorit kita menang atau kalah, kita hrs tetap mendukung hasil dari pilihan rakyat. so guys, jadilah warga negara yang Wise...bukan yang egoisss...

MarineLiner said:

22. | 10:49 on 19 July 2004 | by cewe'manado
orang yg bakal golput pada pemilu presiden putaran ke-2 adalah orang2 yg ngga' mendukung hasil dari demokrasi itu sendiri.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Maksudnya bukan tidak mendukung, tapi dari kedua pilihan yang ada, tidak satupun yg.cukup cerdas dan jujur untuk dipilih. Apakah demokrasi itu artinya: asal pilih saja ???

Susilo said:

RCTI dan Metro TV Terima Ancaman Tim Sukses SBY-Kalla
Tanggal: Wednesday, 04 August 2004
04 Agustus 2004 - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menerima laporan adanya tim sukses calon presiden tertentu yang mengintimidasi media penyiaran. RCTI dan Metro TV mengaku diancam tim sukses SBY-Kalla

Anggota KPI Bimo Nugroho usai bertemu Presiden Megawati di Istana Negara, Rabu (4/8) siang ini menyatakan, dua media penyiaran, yakni RCTI dan Metro TV melaporkan adanya ancaman dari tim sukses capres tertentu berkaitan dengan isi siaran. Metro TV, menurut Bimo, diancam oleh tim sukses dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, agar menghentikan tayangan calon presiden PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Jjika tidak dihentikan, maka pemilik Metro TV Surya Paloh akan ditegur.

Tidak hanya media penyiaran, tim sukses juga mengancam pekerja media cetak seperti yang dialami wartawan Kompas Budiarto Samaji, dimana akibat tulisannya tentang Megawati teguran datang dari tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono Jusuf Kalla. Berkaitan dengan ancaman tersebut, KPI, terang Bimo, telah melaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum agar menindak lanjutinya sebagai bentuk pelanggaran pemilu.

Selain itu, KPU harus menegur calon presiden yang tim suksesnya menyebarkan ancaman. Lebih lanjut Bimo menambahkan, pada masa kampanye pemilihan presiden putaran kedua yang hanya berlangsung tiga hari, KPU diminta membuat aturan yang tegas, sehingga tidak ada persekongkolan antara media dan calon presiden yang akan bertarung. (Sumber: KBR 68H)

Harjo said:

Media Indonesia tidak berimbang dalam pemberitaan.


Simak dua koran dibawah ini ada hal yang menarik:
Media Indonesia :
Tim Sukses: Manullang Perlu Buktikan Pernyatannya Soal SBY

JAKARTA--MIOL: Pengamat politik Dr AC Manullang perlu membuktikan segala pernyataannya soal capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak spekulatif dan membingungkan masyarakat, kata anggota tim sukses SBY-Kalla.

"Silakan buktikan, jangan hanya ngomong," kata Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi Tim Sukses SBY-Kalla, Robbik Mukav, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu, tentang pernyataan Manullang.

Manullang yang juga mantan seorang Direktur Bakin (Badan Koordinasi Intelejen Negara, sekarang Badan Intelejen Negara) di Jakarta, Senin (16/8), menyatakan pihaknya diminta oleh orang-orang dekat SBY untuk tidak berkomentar soal SBY setelah pernyataannya dinilai merugikan SBY.

Sebelumnya Manullang menyatakan bahwa SBY didukung AS karena figur militernya mampu menjalankan strategi global dalam memberantas terorisme dan disebutkan pula adanya dukungan dana dari AS untuk SBY.

Robbik yang juga mantan Kadispen Mabes TNI-AD menegaskan, Manullang perlu membuktikan dengan dokumen atau gambar yang bisa menunjukkan berbagai hal yang dinyatakan itu.

"Sebutkan purnawirawan yang minta dia tidak berkomentar. Tolong tunjukkan purnawirawan yang mana," katanya.

Meskipun demikian, Robbik mengakui bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mengklaim diri sebagai orang dekat SBY yang bicara ke mana-mana dengan mengatasnamakan SBY, padahal itu merupakan upaya pembusukan dan tindakan yang tak bertanggung jawab.

Mengenai dukungan dana dari AS untuk SBY, Robbik menegaskan bahwa dirinya lebih percaya pada pernyataan SBY yang menyatakan tidak ada satu sen dolar pun yang diterimanya.

"Kalau SBY bohong, saya orang pertama yang akan meninggalkannya. Saya percaya SBY tidak bohong, bahkan dia telah bersumpah tidak pernah menerima satu sen dolar pun dan SBY bukan boneka AS," kata Robbik. (Ant/O-1)


Berita ini ditulis sama oleh Republika lihat :http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169872&kat_id=23

Dari artikel diatas kita mendapatkan bahwa kedua artikel itu ditulis dengan redaksi yang sama tanpa perbedaan sama sekali. Hal ini membuktikan artikel diatas ditulis oleh seseorang atau satu badan dan dimuat apa adanya oleh media masa. Pemberitaan model ini bisa terjadi jelas diarahkan oleh kekuatan yang sangat besar dan pers sudah tidak jujur dan adil dalam pemberitaan.

Media TV juga sangat jelas dan parah dalam keberpihakan. Metro TV dengan tiga srikandinya Nazwa Shihab, Sandrina Malakiano dan Desi Anwar jelas menunjukkan keberpihakannya. Sebagai pekerja pers mereka harus netral dan harus tidak berpihak kalua mau berpihak jadi saja tim kampanye.
Bayu Sutiono dari SCTV jelas mencoreng insan pers dalam Wawancara dengan Megawati. Bayu menytakan dia punya bukti atas pernyataan Megawati tetapi tidak dapat meembuktikannya jelas di berbohong. Apalagi Ira Kusno yang pingin kelihatan sebagai pemandu acara yang hebat malah jadi seperti tentara dan otoriter.

Harjo said:

Media Indonesia tidak berimbang dalam pemberitaan.


Simak dua koran dibawah ini ada hal yang menarik:
Media Indonesia :
Tim Sukses: Manullang Perlu Buktikan Pernyatannya Soal SBY

JAKARTA--MIOL: Pengamat politik Dr AC Manullang perlu membuktikan segala pernyataannya soal capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak spekulatif dan membingungkan masyarakat, kata anggota tim sukses SBY-Kalla.

"Silakan buktikan, jangan hanya ngomong," kata Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi Tim Sukses SBY-Kalla, Robbik Mukav, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu, tentang pernyataan Manullang.

Manullang yang juga mantan seorang Direktur Bakin (Badan Koordinasi Intelejen Negara, sekarang Badan Intelejen Negara) di Jakarta, Senin (16/8), menyatakan pihaknya diminta oleh orang-orang dekat SBY untuk tidak berkomentar soal SBY setelah pernyataannya dinilai merugikan SBY.

Sebelumnya Manullang menyatakan bahwa SBY didukung AS karena figur militernya mampu menjalankan strategi global dalam memberantas terorisme dan disebutkan pula adanya dukungan dana dari AS untuk SBY.

Robbik yang juga mantan Kadispen Mabes TNI-AD menegaskan, Manullang perlu membuktikan dengan dokumen atau gambar yang bisa menunjukkan berbagai hal yang dinyatakan itu.

"Sebutkan purnawirawan yang minta dia tidak berkomentar. Tolong tunjukkan purnawirawan yang mana," katanya.

Meskipun demikian, Robbik mengakui bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mengklaim diri sebagai orang dekat SBY yang bicara ke mana-mana dengan mengatasnamakan SBY, padahal itu merupakan upaya pembusukan dan tindakan yang tak bertanggung jawab.

Mengenai dukungan dana dari AS untuk SBY, Robbik menegaskan bahwa dirinya lebih percaya pada pernyataan SBY yang menyatakan tidak ada satu sen dolar pun yang diterimanya.

"Kalau SBY bohong, saya orang pertama yang akan meninggalkannya. Saya percaya SBY tidak bohong, bahkan dia telah bersumpah tidak pernah menerima satu sen dolar pun dan SBY bukan boneka AS," kata Robbik. (Ant/O-1)


Berita ini ditulis sama oleh Republika lihat :http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169872&kat_id=23

Dari artikel diatas kita mendapatkan bahwa kedua artikel itu ditulis dengan redaksi yang sama tanpa perbedaan sama sekali. Hal ini membuktikan artikel diatas ditulis oleh seseorang atau satu badan dan dimuat apa adanya oleh media masa. Pemberitaan model ini bisa terjadi jelas diarahkan oleh kekuatan yang sangat besar dan pers sudah tidak jujur dan adil dalam pemberitaan.

Media TV juga sangat jelas dan parah dalam keberpihakan. Metro TV dengan tiga srikandinya Nazwa Shihab, Sandrina Malakiano dan Desi Anwar jelas menunjukkan keberpihakannya. Sebagai pekerja pers mereka harus netral dan harus tidak berpihak kalua mau berpihak jadi saja tim kampanye.
Bayu Sutiono dari SCTV jelas mencoreng insan pers dalam Wawancara dengan Megawati. Bayu menytakan dia punya bukti atas pernyataan Megawati tetapi tidak dapat meembuktikannya jelas di berbohong. Apalagi Ira Kusno yang pingin kelihatan sebagai pemandu acara yang hebat malah jadi seperti tentara dan otoriter.

Harjo said:

Media Indonesia tidak berimbang dalam pemberitaan.


Simak dua koran dibawah ini ada hal yang menarik:
Media Indonesia :
Tim Sukses: Manullang Perlu Buktikan Pernyatannya Soal SBY

JAKARTA--MIOL: Pengamat politik Dr AC Manullang perlu membuktikan segala pernyataannya soal capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak spekulatif dan membingungkan masyarakat, kata anggota tim sukses SBY-Kalla.

"Silakan buktikan, jangan hanya ngomong," kata Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi Tim Sukses SBY-Kalla, Robbik Mukav, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu, tentang pernyataan Manullang.

Manullang yang juga mantan seorang Direktur Bakin (Badan Koordinasi Intelejen Negara, sekarang Badan Intelejen Negara) di Jakarta, Senin (16/8), menyatakan pihaknya diminta oleh orang-orang dekat SBY untuk tidak berkomentar soal SBY setelah pernyataannya dinilai merugikan SBY.

Sebelumnya Manullang menyatakan bahwa SBY didukung AS karena figur militernya mampu menjalankan strategi global dalam memberantas terorisme dan disebutkan pula adanya dukungan dana dari AS untuk SBY.

Robbik yang juga mantan Kadispen Mabes TNI-AD menegaskan, Manullang perlu membuktikan dengan dokumen atau gambar yang bisa menunjukkan berbagai hal yang dinyatakan itu.

"Sebutkan purnawirawan yang minta dia tidak berkomentar. Tolong tunjukkan purnawirawan yang mana," katanya.

Meskipun demikian, Robbik mengakui bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mengklaim diri sebagai orang dekat SBY yang bicara ke mana-mana dengan mengatasnamakan SBY, padahal itu merupakan upaya pembusukan dan tindakan yang tak bertanggung jawab.

Mengenai dukungan dana dari AS untuk SBY, Robbik menegaskan bahwa dirinya lebih percaya pada pernyataan SBY yang menyatakan tidak ada satu sen dolar pun yang diterimanya.

"Kalau SBY bohong, saya orang pertama yang akan meninggalkannya. Saya percaya SBY tidak bohong, bahkan dia telah bersumpah tidak pernah menerima satu sen dolar pun dan SBY bukan boneka AS," kata Robbik. (Ant/O-1)


Berita ini ditulis sama oleh Republika lihat :http://www.republika.co.id/ASP/online_detail.asp?id=169838&kat_id=23
Dari artikel diatas kita mendapatkan bahwa kedua artikel itu ditulis dengan redaksi yang sama tanpa perbedaan sama sekali. Hal ini membuktikan artikel diatas ditulis oleh seseorang atau satu badan dan dimuat apa adanya oleh media masa. Pemberitaan model ini bisa terjadi jelas diarahkan oleh kekuatan yang sangat besar dan pers sudah tidak jujur dan adil dalam pemberitaan.

Media TV juga sangat jelas dan parah dalam keberpihakan. Metro TV dengan tiga srikandinya Nazwa Shihab, Sandrina Malakiano dan Desi Anwar jelas menunjukkan keberpihakannya. Sebagai pekerja pers mereka harus netral dan harus tidak berpihak kalua mau berpihak jadi saja tim kampanye.
Bayu Sutiono dari SCTV jelas mencoreng insan pers dalam Wawancara dengan Megawati. Bayu menytakan dia punya bukti atas pernyataan Megawati tetapi tidak dapat meembuktikannya jelas di berbohong. Apalagi Ira Kusno yang pingin kelihatan sebagai pemandu acara yang hebat malah jadi seperti tentara dan otoriter.

rudi said:

PALING ENAK MEMANG GOLPUT, HAPIS DUA-DUANYA GAK MASUK KRITERIAKU (HE2). AYOO GOLPUT SAJA....

Udin said:

Golput itu kagak menarik, mending lu pade ngumpet di got biar jangan keluhatan putih.

mulyaman said:

Ane pilih yang menang aja.... pilih yang punye resistensi rendah dan tidak menyalahi syariah....

yanto said:

kedua calon presiden terlalu 'bagus', gue bingung di te pe es, akhirnye ku coblos aje busa putih...

joko maryanto said:

dalam duel ini aku pasti dukung SBY-JK pasti menang mudah mudahan dapat memberi harapan baru bagi bangsa Indonesia dimasa depan semoga apa yang penah dijanjikan akan menjadkan suatu kenyataan amin......
semoga

joko maryanto said:

SBY AKAN MENANG TELAK DALAM DUEL INI
DAN MEGA KO DIRONDE KEDUA
PERKIRAAN PERBANDINGAN
65 VS 35 UNTUK SBY

joko maryanto said:

Bagi yang golput adalah pengikut yang tidak mau punya pemimpin
masalahnya !!!!!!
mereka tidak dapat melihat mana yang cantik dan mana yang gagah. He...he...
apa mereka ingin seperti ..... ?
sebagai warga negara yang baik seharusnya sadar bahwa hidup disuatu negara harus ada suatu pemimpin yaitu presiden.
seandainya dalam keluarga .... diadakan pemilihan kepala keluarga dan anaknya tidak memilihnya/ GOLPUT bagaimana apakah mau dibegituin. Masya Allah diakan seorang Kyai yang luas pengetahun (Masalah cara pandang aku nggak tahu)harus memberi contohlah kepada warganya yang pernah dipimpin itu ya toh ???

agak gila said:

HIDUP SBY-MJK !!!!

biasa said:

Selamat Pa SBY-MJK Presiden & Wakil Presiden RI hasil PilPres 2004. BERKUMPUL BERSAMA adalah PERMULAAN, TETAP BERSAMA adalah KEMAJUAN, BEKERJA SAMA adalah KEBERHASILAN. BRAVO.

biasa said:

Selamat Pa SBY-MJK Presiden & Wakil Presiden RI hasil PilPres 2004. BERKUMPUL BERSAMA adalah PERMULAAN, TETAP BERSAMA adalah KEMAJUAN, BEKERJA SAMA adalah KEBERHASILAN. BRAVO.

BENI said:

bagi presiden terpilih masalah pendidikan perlu sekali kiranya ditinjau, hal ini saya kemukakan karena biaya pendidikan dasar, menengah maupun perguruan tinggi sangatlah mahal,
terutama gol ekonomi menengan kebawah, mudah-mudahan-pengangguran tidak bertambah

bege said:

wah....dulunya sih gw dukung bang amien.. tp sekarang lebih baik gw sby aja... yg pasti janji mah jangan janji doang.. ati2 ma janji..ntar malah lengser lg.. ya ga?.. hidup bang AMIEN RAIS!!!!

gigih said:

wah....dulunya sih gw dukung bang amien.. tp sekarang lebih baik gw sby aja... yg pasti janji mah jangan janji doang.. ati2 ma janji..ntar malah lengser lg.. ya ga?.. hidup bang AMIEN RAIS!!!!

Jaka_tingkir said:

sepertinya zaman sekarang sudah tidak ada pemimpin yang very capable, yach ! it's suck isn't?

asrofatin said:

Saya sebenarnya tidak seberapa percaya dengan personel politik di Indonesia, karena biasanya mereka mengumbar janji pada awalnya tapi kalau mereka sudah jadi pemimpin mereka biasanya lupa siapa yang sudah menjadikan mereka di atas dan menang. Mereka hanya berfikir untuk mencari keuntungan dan kepentingan mereka sendiri.

riksa said:

bahasanya asyik asyik tapi bisa sedikit bermakna g?(PR Kiata semua)

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 6, 2004 8:05 AM.

Hasil Perhitungan Suara Pemilu Presiden (pemilihan capres) Indonesia 5 Juli 2004 was the previous entry in this blog.

Mencoblos dalam lipatan is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01