Prediksi Presiden pada Pilpres 2004

| | Comments (12)

Megawati Hasyim Billboard PicturesSekilas foto disebelah asalnya terasa biasa saja. Cuma ternyata yang motret jago juga, ada nuansa lain ketika kita baca copy -nya "Sudah Terbukti. Sudah Teruji" di kontraskan dengan seorang kuli didepan billboard tersebut yang lagi duduk termangu. Nice huh? :) (Sumber foto: AFP)

Dari artikel yang ditulis oleh Denny JA dari LSI dengan judul "Wiranto versus Megawati" diungkapkan sebuah prediksi yang menarik.

Berdasarkan hasil polling LSI (yang akurat saat memperkirakan pemilu legislatif lalu) dianalisa bahwa pertarungan perebutan suara akan terjadi antara Wiranto dan Megawati untuk merebut tempat ke pemilu putaran ke dua.

SBY berada pada posisi "pasti" untuk maju ke putara kedua dengan kepopuleran diatas 40%, jika tidak melakukan blunder besar, walau tidak akan langsung menang.

Sedang calon lainnnya Amien Rais dan Hamzah Haz berada di belakang, sehingga pertarungan pada kampanye ini adalah untuk menentukan siapa yang maju ke putaran kedua antara Wiranto dan Megawati.

Persaingan ini yang disebut oleh Denny sebagai persaingan klasik antara Golkar vs PDIP.

Bagaimana keakuratan prediksi ini? Siapa yang nantinya maju ke putaran ke 2? Wiranto atau Megawati yang sudah terbukti dan teruji itu?

Apakah SBY memang sepopuler itu? Dan siapa yang nantinya akan menjadi Presiden Republik Indonesia?

Kita tunggu tanggal mainnya.

Pemilu tinggal 2 minggu dan 2 hari lagi...

12 Comments

Fajar S said:

As. Wr. Wb.

Ini true story, tadi waktu jumatan saya mendengar percakapan ini di
antara anak kecil yang kelihatannya sekitar klas 2 atau 3 SD duduk di
belakang saya. Kebetulan juga dalam dakwah jumat nya, khotib menyinggung
mengenai pilpres.

Anak1: Kamu kalo calon presiden suka ama sapah?
Anak2: Amien Rais atuh
A1: Kenapah?
A2: Kalo ibu Mega kan awewe (perempuan)
A2: Wiranto mah suka korupsi.
A1: Kalo SBY?
A2: Sama SBY mah takut, mukanya serem, takut ditangkep.
A2: Kalo Hamzah Haz sok lieur sorangan (Suka bingung sendiri)
A1: Wah sama atuh dengan sayah.
A1: Kalo partai suka ama sapah?
A2: Partai teh apah?
A1: Itu geuning kan ada PKS, PKB, Golkar....
A2: Kalo itu mah PKB
A1: Kenapah?
A2: Nggak tau, da bapa sayah PKB.
A2: Kalau kamu suka ama sapah?
A1; Nggak tau, kalo kata bapa sayah partai mah cuman bisa ngomong doang.

Sepertinya pak Amien Rais memang populer di kalangan anak kecil, mungkin
karena mukanya yang imut ya? Sayang anak-anak kecil yang jujur dan polos
itu belum punya hak pilih.. he..he..

Wass. Wr. Wb.
Fajar S

dodi said:

Setuju sih. Soalnya diantara semua kandidat hanya Mega dan Wiranto yang jaringannya bener2 ampe ke daerah2 (kabupaten2). Amien ama SBY kan populer di kota2 doang, yah tokoh kaum menengah lah. Kalo 2 yang tadi kan tokoh kaum loyalis (Golkar & PDI-P) pleus tokoh kaum atas (pemilik2 modal). Tambah lagi, gak usah berharap terlalu besar Pemilu akan berlangsung bersih! Yang pasti, Mega gak pengen berhadapan dengan Wiranto di putaran pertama, jadi dengan segala daya dan upaya, kalo Mega udah menang di putaran 1, pan bingung semua analis2 yak? Oya, kok gw tidak menyebut Hamzah Haz? Maap deh, Pak, tapi Bapak sebenernya ngapain sehhh?

enda said:

kang fajar ketauan jadinya solat jumatnya dimana, abis anak kecilnya pake "atuh", "geuning" dan "teh" heheheh

q`lla said:

saya pengeeeen deh ikut comment... tapi berhubung semua calon presiden dan semua partai2 yang ada di Indonesia belum ada satu juga yang terbukti okey.. yaaaa.. jadinya kepaksa bilangnya ... terserah deh.. yang penting rakyat jangan dibodohin terus2an... khan rakyat yang sebenernya pemilik negara ini... presiden dan yang lain-lain mah adalah petugas yang dipercaya ngurusin kepentingan rakyat demi kemajuan rumah tangga Indonesia... Pusing ah.. terserah... sama aja semuanya... digaji oleh rakyat... nanti kalow kerjanya jelek.. ya ganti aja lagi presidennya... gituh.., sama seperti ganti pengurus rumah tangga,.. jelek.. ganti.. jelek.. ganti... beres....

mbah gundul said:

denny itu kan orangnya SBY jadi dia yakin betul jagoannya bakal lolos ke ptrn 2. padahal di euro 2004 aja tim-tim favorit bisa terjungkal. jadi jangan takabur dulu lah bung denny. saya brani taruhan, SBY kagak bakal lolos dah. dia kan munafik berat!!!

ully said:

to mbah gundul !
gak ada hub euro 2004 dg pilpres.. gundul ! taruhan mah kerjanya org2 munafik! jd siapa dong yg munafik ? jgn smrng nuduh klo gak ada bukti itu mah fitnah !

Muh Rusli said:

itu mah judi lagi Mbah Gundul!!!
emang pak Amien didukung tukang judi yach?????

asra said:

pada hari ini rakyat udah melakukan pilihnnya, tinggal bagaimana pemimpin yang terpilih nantimenepati janji-janjinya itu. kalau tidak maka konsekwensi yang harus diterima adalah mengundurkan diri atau terjadi revolusi rakyat yang akan meyeret mereka. jadi bersiap-siaplah untuk memobilisir diri dalam revolusi rakyat tersebut, jika dalam jangka waktu 100 hari pemimpin itu tidak memenuhi janjinya. salam revolusi

arka said:

selamt deh bagi pemenangnya, moga janjinya ga tinggal janji.
Awas masyarakat marah kalo hanya dicekok i janji

460E5 said:

Seorang presiden bukan seorang penguasa, mereka adalah alat dari rakyat yang harus selalu memperjuangkan kepentingan rakyat. Kapanpun dan dimanapun, smua tindakannya haruslah berdasarkan pada kebutuhan dan kepentingan rakyat. Bagaimana caranya agar rakyat tetap merasa aman, bagaimana agar rakyat dapat berpikiran maju, bagaimana agar rakyatnya tidak tertinggal dibandingkan bangsa lain, bagaimana agar rakyat dapat bebas berekspresi tanpa meninggalkan kaidah dan norma, bagaimana agar rakyat tetap bisa tersenyum, bagaimana rakyat bisa merasa bahwa dirinya adalah bagian dari bangsa ini sehingga siap melakukan apa saja untuk bangsa ini. Tidak ada kesenjangan, tidak ada pembanding yang mebuat daerah yang satu terkesan inggul dari daerah lain. Tidak ada lagi panggilan dengan sebutan " Hey orang Sumatera!, Hey orang Jawa!, Hey Orang Item!, Hey Orang Papua!, Hey Orang Timur!, etc".
Doa saya untuk presiden semoga selalu mampu menjalankan tugas dengan sebaik mungkin bagi rakyat, karena kamu sudah berjanji untuk itu! Semoga kamu mampu membawa bangsa ini lebih maju lagi. Semoga Allah selalu membimbingmu!!!
Jika ada niat jahatmu semoga Allah segera memberimu peringatan sehingga kamu cepat sadar!!!
"JANGAN ADA LAGI KESALAHAN PEMIMPIN YANG HARUS DITANGGUNG RAKYAT"
GODLUCK Mr.President/ Mrs.President!!!!!!!!!!

gak ngaruh said:

“Kami Menolak Tentara dan Orba Berkuasa Lagi”

Siapa bilang antimiliterisme dan anti-Orba hanya merupakan keprihatinan kelas menengah? Siapa bilang rakyat hanya merindukan rasa aman, beras murah, dan terlalu bodoh untuk menjadi penopang utama perubahan politik? Melalui kerja keras selama bertahun-tahun, kelompok-kelompok yang dipinggirkan selama rezim Orde Baru bangkit melawan ketertindasannya. Gerakan rakyat di Bengkulu membuktikan bahwa rakyat mampu menghimpun diri secara politik untuk merebut kedaulatannya.
--------------------------------------------------------------------------------

Photo oleh William Wegman, 1942
Gerakan reformasi dan tumbangnya kekuasaan Soeharto mengawali masa pencerahan bagi Hadi Sujoko, 56 tahun, petani transmigran asal Banyuwangi, Jawa Timur yang tinggal di kawasan transmigrasi Rena Gajahmati di Bengkulu. Selama kekuasaan Orde Baru, Joko memilih membisu, menyimpan semua pikiran dan suaranya. Saat situasi represif itu lenyap, bakat dan kemampuan retorika petani lulusan SD itu mendadak muncul. Ia begitu fasih berbicara soal penindasan terhadap petani, organisasi rakyat, ajaran Bung Karno, mengutip ayat-ayat suci, sampai menjelaskan militerisme dalam bahasa rakyat.

"Pokoknya semua yang jelek-jelek pada masa Orde Baru adalah militerisme," kata Joko menjawab kebingungan bagaimana menjelaskan militerisme dalam bahasa rakyat.

Selama masa kampanye pemilu legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Joko sangat sibuk. Ia terjun dari desa ke desa, berjalan kaki menembus hutan dan melewati jalan becek berkilo-kilometer, berbicara tentang penindasan petani dan politik di depan lapisan masyarakat yang selama kampanye hampir-hampir tak pernah disentuh para politikus kota. Ia adalah seorang juru kampanye Muspani yang diberi mandat oleh serikat petani, nelayan, dan pedagang Bengkulu untuk merebut kursi Dewan Perwakilan Daerah.

Muspani adalah legenda di kalangan rakyat kecil Bengkulu dalam menghadapi kesewenang-wenangan penguasa, baik semasa Orde Baru maupun sesudahnya. Muspani akhirnya mendapat perolehan suara terbanyak di urutan kedua dan berhasil lolos menjadi anggota DPD.

Joko tidak sendirian. Ada sederet petani, nelayan, dan pedagang kecil di Bengkulu yang kini memiliki keahlian berorganisasi, menyampaikan pendapat di depan umum, dan tidak takut lagi berhadapan dengan pejabat pemerintah. Sebagian dari mereka memang memegang ijazah sekolah lanjutan atas tetapi sebagian besar dari mereka hanyalah lulusan SD. Tapi, jangan coba-coba para aktivis kemarin sore atau peyuluh lapangan mencoba memaksakan pemikiran mereka.

Jumat sore 25 Juni, pemimpin serikat-serikat tani, nelayan, dan pedagang kecil di Bengkulu itu bergegas menuju tempat sidang. Tempat sidang itu bukanlah hotel berbintang dengan pendingin ruangan. Ruang sidang itu hanya sebuah saung, rumah panggung tanpa dinding yang lazim digunakan sebagai pertemuan masyarakat desa. Di tengah-tengahnya terletak sebuah meja panjang yang digunakan sebagai meja sidang. Di situlah tokoh-tokoh tani, nelayan, dan pedagang Bengkulu, sore itu, mengambil keputusan menyikapi soal pemilihan presiden dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan Muspani sebagai anggota DPD.

Tanpa mengikuti proses yang terjadi, keputusan yang dihasilkan para pemimpin gerakan petani, nelayan, dan pedagang itu terkesan direkayasa. Mana mungkin organisasi rakyat membuat keputusan yang begitu tajam: tak akan memilih calon presiden atau wakil presiden dengan latar belakang militer. Saat menentukan figur calon presiden yang akan didukung, sempat ada interupsi dan keberatan, meski akhirnya demi organisasi dan perjuangan, mereka sepakat mendukung keputusan organisasi.

Muspani pun dibuat gelisah saat tokoh-tokoh petani, nelayan, dan pedagang itu membebankan sederet tugas yang harus dia laksanakan selama menjadi anggota DPD. Di antaranya menyelesaikan kasus-kasus yang mereka hadapi, menghapuskan keberadaan penyuluh lapangan, memperjuangkan anggaran kesehatan, dan pendidikan cuma-cuma untuk kamu miskin.

"Sebelum reformasi kami tidak bisa sembarangan berkumpul. Sekarang kami bisa bebas bermusyawarah membicarakan kasus-kasus yang kami hadapi. Dulu suasana sangat menghantui, kami tidak bisa saling mendekat," ujar Joko.

Joko mengaku sengaja memilih tidak bersuara selama Orde Baru. Ia merasa tak ada kawan dan orang yang membantu menghadapi kesulitan. Tapi diam-diam ia terus mencermati perkembangan, melihat apa yang terjadi di masyarakat sekitarnya, di tengah beratnya beban hidup sebagai petani transmigran. Sejak bergabung dengan Serikat Tani Bengkulu, dengan kemampuan retorikanya, Joko aktif menggalang kawan-kawannya di pelosok desa untuk berorganisasi.

Berkat kemampuan itu ia diajak menjadi salah satu juru kampanye pasangan Megawati-Hasyim Muzadi di Bengkulu. Namun belakangan ia mengundurkan diri karena organisasi memberikan keputusan lain.


Tabrani, 42 tahun, membentuk kelompok nelayan Sukamaju di Desa Pasarlama, Kabupaten Kaur, dua tahun lalu. Sejak dibentuk mereka langsung bergabung dengan Serikat Nelayan Bengkulu. Bermula dari 18 anggota dan bermodal dengkul, kelompok tani itu kini telah memiliki sekretariat, tempat pelelangan ikan, dan kantor koperasi yang akan diresmikan September mendatang. Kelompok nelayan itu kini memiliki asset tidak kurang dari Rp 30 juta. Bantuan kredit dari Dinas Perikanan sebesar Rp 150 juta yang diwujudkan dalam pembelian kapal bekas seharga Rp 95 juta ditolak.

"Apa yang dialami nelayan tidak jauh berbeda dari petani. Sejak saya kecil sampai sekarang, taraf hidup rakyat kecil tidak berubah. Bantuan pemerintah hanya sebatas basa-basi. Rakyat hanya dijadikan proyek," kata Tabrani. "Tanpa kekompakan yang utuh, sampai kapanpun kami tidak akan maju. Anak nelayan tidak akan bisa sekolah tinggi. Kebodohan yang kami alami."

Menurut Tabrani, ia mendukung Muspani karena selama ini tak ada satupun pejabat atau tokoh yang mau terjun langsung menangani kasus-kasus yang dialami nelayan. Bila petani dan nelayan menyatakan penolakan terhadap calon presiden berlatarbelakang militer atau militerisme, itu karena mereka mengalami langsung kekejaman militer.

"Zaman Orba, menagih pajak dan membebaskan tanah saja polisi dan tentara dibawa-bawa. Kumpul-kumpul begini sudah pasti ditangkap," kata Tabrani yang memilih hidup sebagai nelayan meski telah mengantongi ijazah Sekolah Menengah Atas.

Amir Syarifuddin, Ketua Himpunan Pedagang Mandiri Bengkulu, mengatakan keputusan untuk mendukung Muspani dan menolak militer dan penganut militerisme sebagai calon presiden merupakan hasil kesadaran mereka berorganisasi. Selama ini rakyat kecil, khususnya pedagang, tidak mendapat perhatian pejabat pemerintah. Pedagang kecil digusur untuk pembangunan mega mal, pembangunan kota dibuat sekedar urusan proyek.

"Pemerintah tidak berpihak pada rakyat kecil tetapi hanya mengurus investor dan pemodal besar," kata Syarifuddin, pedagang sayur yang diusir dari kawasan perdagangan Pasarminggu di Kota Bengkulu.

"Ini momentum bagi kami untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan yang tidak jelas dan tidak berpihak pada rakyat. Kami antimiliterisme, karena kami telah mengalami sendiri kekejaman akibat militerisme," kata Syarifuddin.


Melalui perdebatan yang alot serikat-serikat tani, nelayan, dan pedagang di Bengkulu dalam rapat pimpinan organisasi yang berlangsung dua hari memutuskan akan memberikan suara kepada pasangan Amien Rais-Siswono Yudohusodo dalam pemilihan presiden 5 Juli. Sejumlah tokoh petani dan nelayan nasionalis sempat mengajukan keberatan terhadap dukungan pada Amien. Tapi setelah mengetahui bahwa tim Mega-Hasyim tidak mau mendengarkan kontrak politik dengan para petani, nelayan, dan pedagang Bengkulu, mereka segera berbalik.

Keputusan mendukung Amien Tak terlalu penting. Keputusan itu sendiri sudah sangat berarti dalam pendidikan politik, mengubah cara berpikir masyarakat di bawah untuk memberikan dukungan politik berdasarkan rasionalisme. Mereka hanya memberikan suara pada orang atau partai yang mau memperjuangkan kepentingan mereka, bukan karena kharisma tokoh, ideologi atau janji-janji palsu.

"Keputusan ini pun akan dievaluasi pada putaran kedua," kata Agustam, Sekjen Serikat Tani Bengkulu.

Perubahan berpikir dan pola hidup di kalangan masyarakat bawah itu bukan hasil perjuangan instan. Harus diakui bahwa kesadaran di kalangan petani, nelayan, dan pedagang di Bengkulu bukan muncul dengan sendirinya. Semua itu terjadi setelah bertahun-tahun para aktivis Perkumpulan Bantuan Hukum Bengkulu (PKBH) yang dipimpin oleh Muspani melakukan advokasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi korban kekerasan negara. Mereka tinggal bersama masyarakat sampai di pelosok-pelosok, sekalipun hanya terjangkau dengan jalan kaki untuk melakukan gerakan penyadaran dan pengorganiran. Mereka bersedia pasang badan saat berhadapan dengan kekuatan represif.

Gerakan itu pernah dicap komunis oleh seorang komandan resort militer. Saat tuduhan dilontarkan, mereka mengecam pejabat militer yang asal omong itu dan menantang agar mereka yang terbukti mendukung komunisme ditangkap. Di kalangan masyarakat, tuduhan itu dianggap angin lalu karena kenyataanya di antara para pemimpin mereka adalah para tokoh adat, pemimpin agama, dan mereka yang taat beribadah. Tiap Bulan Puasa, gabungan organisasi-organisasi rakyat itu mengadakan safari pengajian dari satu desa ke desa lain. Kantor-kantor bantuan hukum dan kantor serikat sering dipakai untuk kegiatan pengajian.

Bagus Giri Purwo, dosen filsafat dan sosiologi Universitas Bengkulu, melihat apa yang dilakukan Muspani dan kawan-kawan dalam memberikan penyadaran dan bantuan hukum serta pengorganisiran rakyat merupakan gerakan budaya yang kemudian berkembang menjadi gerakan politik. Rakyat di bawah, kata Bagus, intinya ingin dilindungi. Ketika mitos-mitos dibongkar, mereka segera menyadari bahwa perlindungan dan keamanan yang ada selama ini hanyalah perlindungan semu.
Rakyat kecil, kata Bagus, selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap sarana produksi dan pelayanan publik. Ketika dua-duanya tak diberikan, tak ada artinya mereka bekerja keras. Rakyat kecil membutuhkan corong untuk menyuarakan aspirasi mereka. Corong itu ditemukan pada diri Muspani.

Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Dr Priyono Prawito melihat gerakan yang dilakukan Muspani sejak awal merupakan gerakan politik. Itulah, kata Priyono, yang membedakan gerakan Muspani dengan gerakan organisasi-organisasi nonpemerintah lainnya. Muspani dan kawan-kawan memberikan bantuan hukum, mengorganisir rakyat, mendidik rakyat dalam bidang pertanian dan politik, melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dalam gerakannya.

"Ia sadar sesadar-sadarnya bahwa setiap langkah yang dilakukan, ujung-ujungnya ke sana," kata Priyono. [ ]

deny said:

SBY bagi saya :

1. 27 Juli moment kejahatan HAM di Indonesia yg tak termaafkan.
SBY beratus kali dianggap terkait langsung
disebut berkali-kali di Media.
sekarang mau mendukung pengusutan pembunuhan aktivis Munir
huek hua haahahahhaaa ha hah ha GARINGGGGGG!
dimana ingatan rakyat ku ini... gemesssssssss!

2. Headline Kompas tanggal 27 Agustus 1997
SBY : "Reformasi politik belum diperlukan"
slogan khas 'anti reformasi' alias 'Status Quo!'
bertentangan dgn mahasiswa, rakyat yg dulu agak pinter dan
para tokoh dan mahasiswa berdarah-darah berdemo di jalan...
Woii Rakyat masih inget gak??

3. Nyolong start kampanye Pilpres dgn kemasan iklan MENKOPOLKAM
bersamaan dgn iklan MENKOKESRA Yusuf kalla!
Kalau gue punya bawahan gini pasti gue kecewa berat!

4. Prestasi jadi MENKOPOLKAM 4,5 tahun sampai jadi Presiden
gagal menyelesaikan masalah Aceh yang berlarut-larut,
dan gagal mencegah kerusuhan di Poso, Ambon dan Papua.
dari jadi menko polkam sampai jadi presiden (2000-2005) :
lebih dari 40 ledakan bom.... GREAT!

5. Yang saya tahu para tokoh2 indonesia rajin beli gelar termasuk TNI
Gelar Doktor 3 tahun diselesaikan dalam waktu 3 tahun
di sela-sela kesibukan menjadi MENKOPOLKAM dan bom meledak dimana-mana
mestinya masuk Guinnes Book of Records!
Dimana-mana yang rajin dan fokus hanya kuliah saja susah bisa S3 tepat waktu, nah SBY yang segitu sibuknya
jadi menteri ternyata bisa euy!
atau memang serius kuliah drpd jd menteri? atau...

6. Para Jenderal-Jenderal TNI & POLRI kekayaannya bukan main...
Perjudian, Perampokan Hutan dgn backing tentara adalah
kejahatan yg bukan diam-diam..

Media Indonesia On Line pernah mendapat kiriman komentar
dari pembaca :
Di daerah tempat ia tinggal Setiap subuh sampai pagi hari perampokkan kayu dikawal mobil dan pasukan berseragam TNI,
jadi kalau memang NIAT dan TDK TERLIBAT pasti tdk akan susah,
bahkan SUANGAT MUDAH,
tapi kalau TERLIBAT pasti tidak NIAT!

perkoncoan dan perkolusian pimpinan dan pengusaha
daerah dgn Koramil, kodam, korem, dls..
dari kayu kayu di tarakan, intan di martapura, minyak, beras dls..
rasanya gak ada sulitnya mengusutnya...
tapi pasti sulit, karena menyangkut KORPS, PERKONCOAN dan DIRI SENDIRI!

SBY memang Presiden paling dpt REJEKI NOMPLOK PLOK PLOK!

keputusan apapun yang SBY buat selalu di dukung rakyat!
Naikkan Harga BBM!
Naikkan Harga Elpiji & Listrik!
Hemat Energi!
Berantas KKN!
(kok jeruk makan jeruk?)

SBY seperti 'Ratu Adil' cocok untuk otak orang indonesia!


Salam,
Deny Willy
0817 220 632




About this Entry

This page contains a single entry by enda published on June 18, 2004 12:07 PM.

Pendukung SBY (Susilo Bambang) Website was the previous entry in this blog.

Cara Menentukan Pilihan is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01