Prediksi Pemilu Presiden Putaran II

| | Comments (8)

pemilu-presiden-putaran-II.jpgApa yang bakal terjadi pada Pemilu Presiden Putaran II bulan September nanti? Kita tentu tidak tahu pasti, tapi beberapa perkiraan sudah mulai muncul. Beberapa diantaranya adalah:

1. Jumlah suara GOLPUT diperkirakan akan turun
Jumlah penganut Golongan Putih (Golput) pada putaran I yang mencapai sekitar 20 juta orang diperkirakan akan menurun pada Pemilu Presiden Putaran II. Hal ini karena disebabkan karena masyarakat menganggap putaran II ini partai final sehingga lebih banyak yang merasa terpanggil untuk mencoblos.

Prediksi ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra kepada wartawan di sela-sela acara Seminar Nasional di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (17/7). Sumber Tempo Interaktif 17 Juli

2. Diwarnai "Bola Liar"
Pemilu Presiden II kemungkinan diwarnai BOLA LIAR yang bisa mengubah konstelasi dukungan atas dua pasang calon yang lolos putaran pertama. Tokoh yang populer mungkin akan mengalami penurunan suara secara drastis, dan sebaliknya calon yang kurang populer bisa mendapatkan suara yang meningkat.

Prediksi ini versi Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Zaenuddin MZ. Sumber Kompas.com

Jadi antara GOLPUT dan BOLA LIAR pilpres putaran kedua nanti akan berlangsungkah?

Atau mungkin ada yang punya prediksi lain?

8 Comments

muslich ramelan said:

menurut pendapat saya, pada pemilu putara ke 2 nanti justru golput akan meningkat jumlahnya dibandingkan dengan putaran pertama , alasannya sederhana saja. Para pemilih yg jagonya kalah , maka para pemilihnya ada yg akan memilih salah satu calon presiden apakah pak SBY atau Ibu Mega , yg menurut pendapat saya tdk akan seluruhnya memilih caln presiden tsb , sehingga sebagian dari pemilih tu akan golput alias tdk memilih.Dengan demikian jumlah golput pada putaran 1 ditambah dengan sebagian yg tak memilih pada putaran ke 2 maka jumlahnya golput akan bertambah.Alasan yg lain adalah , rakyat sdh makin tahu akan pilihannya yang bisa membawa Indonesia ke depan .dari hasil observasi saya sebenarnya para calon presiden putaran ke 2 ini bukanlah calon yg ideal utk membawa perubahan bangsa kita secara spectakular , dan kita sudah pada tahu reputasi keduanya yg menurut pendapat saya masih jauh dibawah harapan utk mengangkat keterpurukan bangsa kita ini dlm tempo yg cepat.Walhasil pemilu putaran ke 2 , hanya akan menghasilkan pemerintahan baru , yg demokratis , tetapi diyakini belum bermakna tingggi bagi bangsa indonesia , khususnya lapisan masyarakat bawah yg telah bertahun tahun mengharapkan hadirnya sang dewa penyelamat atas diri mereka yg sdh amat lama terhimpit dari kemiskinan.Namun demikian , saya amat menghormati proses demokratisasi yg sdg berlangsung dinegeri kita tercinta dan ini adalah modal awal bagi generasi muda dan civil sociaty utk bangkit berkarya dan menatap peluang yg baik dengan adanya proses keterbukaan melalui penguatan masyarakat sipil yg penuh kreatifitas. Mudah-2 an komentar kecil ini dapat bermanfaat utk kita semua. Salam sejahtera utk kita semua

Susilo said:

Cantik nggaknya suatu permainan dalam pemilihan presiden putaran kedua adalah rakyat yang menentukan.Dan bagaimana cara para tim sukses para kandidat presiden ini bisa memainkan budaya politik kerakyatan dengan cantik dan paling ngggak bisa mendidik mereka menjadi lebih mengerti apa itu politik budaya atau budaya berpolitik sehingga sangat berpengaruh pada mental kerakyatan. Dan inilah dinamika demokrasi yang bergulir dalam suatu budaya, semoga rakyat menjadi lebih pintar dan mengerti pada polarisasi cara berfikir dan mental berdaulat. Yang jelas rakyat mulai melirik sby menjadi pemimpin jika ada lagi debat calon presiden seperti putaran pertama.

sama-saya-aja said:

Saudara2ku sebangsa dan setanah air, mari lawan politikus busuk!

Di bawah ini bocoran dari diskusi Team Sukses Salah Satu Capres 2004 di websitenya yang penuh password yang berhasil dijebol oleh hackers nasionalis.
Waspadalah...!, Waspadalah.... !
***********************************************************
SBY, Berkah atau Bencana?

Menengok ke Belakang

Sebetulnya sebuah majalah berita mingguan ternama sudah mengendus geliat mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya. Sejak SBY qagal menjadi wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1. Kegagalan yang kemudian disikapi dengan rapat-rapat intensif diberbagai tempat untuk sebuah tujuan besar, RI-1.

Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI) dan pentolan-pentolan GMKR (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti Irsan Tajung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar UI), serta di back up oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya Sudi Silalahi dan Ma'ruf, serta jaringan pengusaha "hitam' (contoh kecil, S.P.M Yong, Adik Aseng, seseorang yang disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI yang beredar luas di Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh aliran dana dari luar negeri yang disebut-sebut berasal dari dua organisasi yang sangat berpengaruh di AS yaitu AIPAC (American-Israeli Public affairs Committee) dan ADL (Anti-Defamation League) sejak pertengahan 2002. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium aliran dana seperti ini, karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka tidak peduli karena yakin Demokrat tidak memiliki basis massa jelas.

Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang cukup besar buat Demokrat, disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan pengusaha di LN untuk berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja mereka pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak terjang JR.

Siasat Kuda Troya
Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan putri Sarwono Edi Wibowo, menjadi SBY sangat lihai bermain di dunia inteljen. Didukung oleh tim sukses bayangan yang memback up lewat corong media masa, SBY mulai bermain secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak manis dihadapan MSP, yang karena keterbatasan intelektualnya banyak menggantungkan urusan Negara ke pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY merupakan 'godfather' untuk semua urusan. Sehingga untuk urusan internal PDIP pun MSP tidak segan-segan meminta pertimbanqan SBY.
Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran disekitar pemilihan gubenur di berbagai daerah, yang berakibat friksi internal dan pemecatan kader sedikit banyak merupakan buah kerja SBY. Sumber di istana mencontohkan kasus pemilihan gubenur,DKI Sutiyoso. Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100% menginginkan kader PDIP yang maju, namun karena bisikan SBY, Mega tega mengorbankan pendukungnya. SBY bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko Polkam dia memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang potensial terjadi disekitar pemilu.

Dengan lihai SBY menyakinkan MSP bahwa sosok militerlah yang pas menjadi gubernur untuk menghadapi pemilu, padahal ditentang habis-habisan oleh kelompok Roy B Janis maupun geng Arifin panigoro. Tujuan SBY jelas, menggerogoti massa PDIP dengan membuat kekecewaan di akar rumput.

Keberhasilan bermain SBY di DKI, membuat SBY kembali bermain di pemilihan gubenur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Bali. Rekomendasi MSP untuk pilgub berlawanan dengan kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa tengah, bahkan sampai berlarut-larut, DI Sumatera Selatan sampai pada pemecatan kader. Kerja keras SBY ternyata berbuah manis, hasil pemilu legislative 2004 membuktikan di 4 propinsi tadi, yang sebelumnya basis terkuat PDIP, partai Demokrat cukup banyak mendulang suara.

Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal sebetulnya MSP bisa belajar dari Gus Dur betapa_pada_masa GD pun SBY telah-"menikam"..GD dengan mundur sebagai menko Polkam ketika situasi Negara makin panas, kesadaran baru ada ketika Cornelis Lay (seseorang vang disebut-sebut "king maker" di lingkungan Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya, TK merespon dengan membabi buta di media massa dengan tidak berani mengungkapkan keadaan sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder dengan mencari 'alasan' lain untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut SBY sebagai anak TK.

Mendekap sekaligus memenjarakan
SBY juga terlihat bersih di mata sebagian besar umat Islam. Sebab, SBY memang-mencitrakan dirinya tidak pernah "menyakiti" umat.Islam. SBY bisa bermain cantik karena memiliki tim untuk itu. Disamping BIN lewat Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber menyuplai informasi-informasi Al.
Padahal disebut-sebut oleh lingkungan dalam kapolri betapa selama ini Dai Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan menko Polkam untuk menangkapi aktivis-aktivis muslim yang diduga garis keras. Penangkapan Baasyir pun atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri segan menangkap Baasyir karena memang keterlibatannya masih teramat sumir. Namun SBY ngotot, apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari luar negeri untuk menangkap Baasyir. Semua “penculikan” aktivis muslim dan pengungkapan jaringan teroris bisa berjalan “lancar” karena Dai Bachtiar mendapat suplay informasi A1 dari SBY.
Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani menekan SBY untuk menjalankan agendanya. Dua hari setelah pemilu 5 April SBY pergi ke AS untuk menemui Richard Perle, Paul Wolfowitz (SBY berhubungan “baik” sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan Douglas Feith, yang konon ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara Dai bachtiar harus rela menerima caci maki dari pendukung Baasyir. Bahkan di sebagian umat Islam "garis keras", Dai dicitrakan sebagai kapolri yang Cuma menurut pada pesanan 'sponsor" LN.
SBY bisa nampak begitu.'baik' dimata umat Islam karena SBY memang pernah di Gontor dan yang paling mendukung karena hubungan dekatnya dengan AA Gym. Lewat AA gym pula SBY bisa.merangkul petinggii-petinggi PKS, termasuk HNW. Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun mengambil dari AA Gym, jaqalah hati.
Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya tidaklah heran, SBY lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah konflik misalnya Apakah AA Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan, entahlah. Hanya Tuhan dan AA Gym yang tahu.

Menebar Harapan
SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua pihak. Untuk memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak segan-segan SBY mengumbar harapan. Jauh sebelum kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia menjadi cawapres. Kemudian dihadapan Gus Dur, SBY mau tampil menjadi jurkam tamu di kampanye PKB. Dihadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan cawapres. Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau dicawapreskan. Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk menyiapkan payung seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara, disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY diterima dimana-mana dan diminati.
Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung oleh tim media yang hebat. LSI disebut-sebut sebagai lembaga survei yang secara kontinyu 'mendongkrak' popularitas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil poolingnya. Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar biasa" karena,dikemas dalam bentuk pencitraan.lewat media massa.

Menggoyang Pesain

Kelihaian SBY dan tim suksesnya kembali terbukti ketika SBY berhasil merayu HNW untuk menqaiak.AR membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, sontak saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR tidak berubah, masih terus senangbiki porows-porosan. Di media massa, ditulislah kembali kenangan soal Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin anti pati terhadap AR.
Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang runtung dengan SBY, tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB. Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di beritahu tim Gus Dur. Makanya, meski GD pernah “sakit hati” ke AR, GD tetap tampil menggandeng AR di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat itu juga diumumkan bahwa PPB dibubarkan.
Dan AR kemudian bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya jelas ditujukan ke SBY. HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk Baasyir di tahanan untuk meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW dibawah kendali SBY.
SBY juga menggoyang.Golkar dengan.merayu, Kalla. Walaupun sebenarnya, goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan hysteria konvensi partai Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena Golkar sedang mela.kukan diaspora, kemana-mana. Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan hal ini. Namun banyak kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah gagal merayu Sultan HB sebagai wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis. Apalagi SBY berhasil memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz.
Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke PKB, Gus Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan, kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto sangat berpeluang menang.Dan pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk pilihan Presiden Wiranto disebut-sebut berpeluan menang. Kalau SBY dan Wiranto maju, militer akan terpecah terpecah dua suaranya. Dan garis komando jadi susah dijalankan. Meski tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif mendongkrak suara. Pemilu legislative 5 April membuktikan, di 1ingkungan militer dan under bownya, partai Demokrat selalu juara.

Penutup
Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua hari. Juga sangat bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya karena didholimi TK, dengan. sebutan anak. TK. Sebetulnya, ini adalah buah`kerja lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario. Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu saja atau serta merta menolak ini akibatnya sama, sama-sama CELAKA! (Js)
--- End forwarded message ---

Horni said:

OTB Orde Baru

Organisasi Tanpa Bentuk beraksi membusukkan tokoh-tokoh reformasi. Orde Baru menjadi gerakan yang berdiaspora keseluruh komponen gerakan reformasi. Kekuatan orde baru menjelma menjadi kekuatan reformasi dan mengagendakan pembusukan tokoh-tokoh reformasi. AR menjadi hancur dibusukkan, GD juga hancur dan dibusukkan. MSP sebagai satu-satunya kekuatan yang masih adapun dalam proses pembusukkan.

Gerakan reformasi harus tanggap dan bersatu kembali. Orde Baru adalah kekuatan yang otoriter dan militeristis. Jangan sampai kita jatuh ditempat yang sama dua kali. Reformasi harus ditegakkan jangan dibusukkan.

syarifah said:

Masuk akal juga. klo lihat komentar di atas ngeri juga yach yang namanya politik itu. jadi yakin dech seratus persen aku GOLPUT!

Sarimin said:

Sulit Buktikan Dana Asing Capres Tapi Harus Selidiki

Jakarta-Rol -- Pengamat intelijen AC Manullang mengakui pihak-pihak yang mencoba melacak aliran dana asing ke rekening calon presiden (capres) akan mengalami kesulitan menemukan bukti-bukti konkrit, namun hendaknya tetap diteruskan upaya-upaya untuk menyelidikinya.

"Sulit untuk membuktikanya, karena masuknya dana asing itu tidak begitu saja, tetapi melalui rekening antar lembaga-lembaga tertentu dan tidak saling mengetahui. Barulah setelah itu masuk ke LSM-LSM," kata AC Manullang di Jakarta, Rabu.

Kendati demikian, doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz Jerman itu mengatakan, perlu dilakukan langkah-langkah serius untuk membuktikan keberadaan dana asing untuk mendukung capres itu.

Mantan Direktur Bakin tersebut mensinyalir dana asing berasal dari AS yang kemudian ditransfer ke Singapura atau Thailand, baru kemudian ke Indonesia, misalnya melalui Batam. "Prosesnya tidak sesederhana yang dikira banyak orang," ujarnya.

Ketika didesak lembaga mana saja yang menerima sumbangan itu, Manullang enggan menjelaskannya. Tapi menurutnya, penerima dana tidak semuanya tampil partisan. Sebaliknya, banyak di antaranya yang kelihatan netral dan independen.

Sejumlah lembaga survei Pemilu disinyalir menerima dana tersebut, bahkan salah satu di antaranya untuk mendukung pasangan capres dan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK) SBY sendiri membantah berkali-kali telah menerima bantuan asing, seperti yang disampaikannya saat berkunjung ke kantor berita ANTARA beberapa waktu lalu.

Berbagai macam dan komentar diatas memang bisa dicerna dan masuk akal...hanya sebagai orang awam...saya hanya akan melihat sosok calon presiden kita dari sisi kinerja manusiawi mereka...seperti tulisan tentang SBY berkah atau bencana..? saya percaya tulisan itu ada benarnya...cuma sekarang...yg indonesia butuhkan adalah memang seorang yg sistematis seperti beliu...karakter yg kuat...penuh perhitungan..terlepas dari cara beliau yg belum tentu benar benar bersih...saya tetap respek terhadap usahanya...meskipun slogan indonesia berubah...blm tentu terwujud..setidaknya itu menyisakan harapan untuk kita...sekarang kita realistis aja teman teman...Pilihan untuk bangsa kita saat ini hanya 2 orang...saya yakin anda yg mengakse internet adalah orang intelek yg cerdas...mari kita majukan bangsa kita ini...
terimakasih

rakyat said:

lihat http://ppibelanda.org
DPR pada sibuk belanja gila gila-an atau gila beneran ya ???

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 23, 2004 4:20 PM.

Siswono ke Mega, Amien Rais ke? was the previous entry in this blog.

Ledakan di KPU is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01