Playgroup !

| | Comments (22)

Sia-sia rasanya ada blog ini
Sia-sia rasanya mengikuti Quick Count
Sia-sia rasanya pergi ke TPS 20 April kemarin
Sia-sia rasanya memilih salah satu diantara mereka
Sia-sia rasanya dana milyaran rupiah memilih mereka

Ternyata setelah di gedung megah itu,
tingkah mereka tak ubahnya anak-anak di playgroup !

22 Comments

fitra said:

jadi sistem pemilu legislatif tahun 2009 akan datang gak usah pake sistem no.urut,pake hasil suara yang terbanyak aje,beginilah jadinya.

fitra said:

eh iya Undang-undang no.32 tentang pemda kmarin itu sebaiknya masih banyak yg harus di revisi,terutama yg menyangkut penyelenggaraan pemilu,kok KPUD harus bertanggung jawab kepada DPRD?,dari segi mana?,itu harus jelas,ini tugas dan tanggung jawab DPR sekarang.

ti2n said:

yak betuuullll!!!
kecewa juga daku rasanya melihat tingkah polah mereka yang hanya memikirkan jabatan, menyisihkan kepentingan rakyat yang seharusnya jadi tanggung jawab mereka. Wahai para wakil rakyat, sadarkah kalian tentang apa yang seharusnya kalian lakukan???!

agnes.c said:

sebenarnya yang lebih baik legislatif sekarang atau legislatif masa reformasi atau legislatif masa orde baru?

Dear new friends, Saya adalah salah seorang pembaca lumayan setia weblognya Bang enda, saya sedang di Ohio sampai akhir bulan ini, akan tetapi saya tetap mengerjakan beberapa pekerjaan negara dari jauh. Ya, saya turut berduka atas segala yang terjadi. Sebagai anggota dpr yang baru saya berdoa, semoga kondisi yang "gedombrangan" seperti ini hanya bersifat sementara. Saya juga berdoa agar presiden yang baru terpilih ini mampu seperti george. w. bush yang setelah tahu beliau menang, berusaha langsung merangkul para pendukung dari pihak lawan yang masih kecewa dan sakit hati karena jagoannya kalah. saya belum melihat secara significant Pak SBY melakukan upaya tsb. Karena saya percaya, bahwa sesungguhnya setiap manusia itu punya hati, dan hati itu tidak dapat diperintah, ia hanya akan bisa diajak kerjasama dengan cara "disentuh / dielus." Yah, ini adalah pe-er kita semua tanpa terkecuali. lebih khusu lagi karena yang menang adalah bush yang sudah ketahuan kebijakan luar negrinya adalah sangat kanan dan dari aliran konservatif fundamentalis -- yang saya curigai akan semakin tidak ramah lagi terhadap beberapa negara Islam didunia. Dan Indonesia kalau tidak berhati-hati didlama "permainan" internasionalnya, dikhawatirkan akan menghambat kemajuan kita dimasa yad. Jadi prinsipnya saya terketuk hatiku, dan semoga para anggota dpr yang lainnya (hampir sekitar 65% wajah baru) merasakan hal yang sama. Salam merdeka! And...PEACE...

Riri said:

Tak kan ada yang sia-sia kalo apa yang kita lakukan diiringi dengan niat yang baik.
hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang yang tak bisa lepas dari yang namanya 'proses',
kemajuan sebuah negara bukan dikarenakan 'siapa pemimpinnya?' atau 'bagaimana pemimpinnya?'
tapi 'siapa rakyatnya?' dan 'bagaimana rakyatnya?'... rakyat lah sebenarnya
yang paling menentukan nasib negara...
rakyatlah yang memiliki andil besar dalam kemajuan ataupun kemunduran negaranya....

eagle said:

GOBLOG...... GOBLOG....... kenapa ada goblogmedia.com ya... Ternyata yg goblog memang wakil wakil kita koq.

goklas said:

mBak Ica :
Bukankah begitu Quick Count memperlihatkan hasilnya, semua teman-teman si Ibu langsung komentar tidak bersedia bergabung dengan kabinet yang dipimpin oleh SBY ? Malah mereka langsung bertekad untuk jadi 'penyeimbang' di Parlemen. Mudah-mudahan aku tidak salah kalau ternyata inilah yang dimaksud dengan 'penyeimbang' itu.

Mbak Ica, aku mau titip pesan kepada anda sebagai anggota dewan, dari kami rakyat pemilih, mohon ada upaya untuk membuat UU yang memungkinkan agar anggota DPR langsung diganti tanpa menunggu Pemilu berikutnya. Bukan oleh DPP Partai tapi oleh rakyat, Langsung !

Joko said:

Lain Amerika , lain pula Indonesia ....itulah yang terjadi......Kalau disana biarpun penghitungan belum selesai, jago yang kemungkinan besar akan kalah (John Kerry)segera mengucapkan selamat kepada Bush dan keluarganya. Begitu pula Bush, setelah terima telepon Kerry langsung merangkul para pemilih yang tidak memilih dirinya ..........di Indonesia ?????DPR sebaiknya diubah saja jadi DPP (Dewan Persekongkolan Partai),karena rakyat sudah susah payah memilihnya....eh ternyata bukannya bekerja untuk kepentingan rakyat malah kisruh sendiri untuk urusan yang sebenarnya sepele dan sederhana . Dasar tidak tahu malu ...... begitu kok katanya sebagai wakil rakyat yang terhormat

lha, kan gw udah pernah bilang sejak baru pemilu legislatif, kalo pemilu di sini itu bohongan, cuma proyek cari duit doang. lha, betulan kan setelah dapet jabatan pasti mereka lupa diri... kalo gw sih, ga kecewa karena emang sebelumnya uda berpikir bakalan begini jadinya... jadi... mari kita tersenyum saja buat komunitas kita, buat Indonesia, buat Dunia!!!

Yah kita berdoa saja semoga semua yang terbaik akan menjadi milik kita bersama tanpa terkecuali. Jujur, dari hati sanubari saya yang paling dala sayapun demi Allah sedih. Tapi kalau suara saya 1 dan sendirian among those many??? Would that be possible to be heard? I feel so doubtful, sumpah. Tapi saya teramat sangat yakin akan kekuatan sebuah doa -- apapun agamanya -- it heals and would enhance any possitive plans and developments. Insya Allah ya teman-teman...kalau begitu ayolah kita berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing ya? Salam damai. Horas! dari Marissa Haque / Icha / White Bee / www.marissahaque.net dan www.marissahaque.org

Yah kita berdoa saja semoga semua yang terbaik akan menjadi milik kita bersama tanpa terkecuali. Jujur, dari hati sanubari saya yang paling dala sayapun demi Allah sedih. Tapi kalau suara saya 1 dan sendirian among those many??? Would that be possible to be heard? I feel so doubtful, sumpah. Tapi saya teramat sangat yakin akan kekuatan sebuah doa -- apapun agamanya -- it heals and would enhance any possitive plans and developments. Insya Allah ya teman-teman...kalau begitu ayolah kita berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing ya? Salam damai. Horas! dari Marissa Haque / Icha / White Bee / www.marissahaque.net dan www.marissahaque.org

A'an said:

Kekuasaan itu manis teman.., hehe :) :D
Jadi wajar saja kalau ketika sudah duduk jadi melupakan idealisme. Satu kata kunci biar gak kecewa dengan hasil pemilu dan jalannya pemerintahan sekarang adalah "jangan berharap banyak".
Siapapun yang masuk kedalam kekuasaan (baca:sistem) ya memang harus mengikuti aturan yang telah ada dan berlaku. Harapan saya sederhana saja : "semoga banyak anomali terjadi dipemerintahan dan legislative yang baru ini". karena kunci perubahan bukan dengan memanfaatkan media yang sudah ada namun perubahan yang hakiki itu selalu muncul dari media yang baru. Kita tak bisa melihat bahwa bergantinya anggota dpr dengan wajah-wajah baru kemudian akan merubah perilaku prilaku dpr, karena tata laku ketika mereka mulai masuk pun sudah ada yang mengatur. Siapa yang mengatur ? ini lah pertanyaannya.
Pikiran kotor saya sih mengatakan bahwa "mafia birokrasi" jawabannya.
Bagaimana kerja "mafia birokrasi" dpr ini ?
kita dapat menanyakan langsung ke anggota dpr sekarang.

Joko said:

Info lagi nih berita di detikcom 11 Nov 04 betapa GOBLOG nya wakil kita di DPP(Dewan Persekongkolan Partai)...eh keliru....yg benar DPR . Wakil Ketua lagi...betul-betul GOBLOG dan sangat memalukan .Dia meminta SBY segera memecat Menteri yang bermasalah, tidak usah menunggu 100 hari, karena ada 6 menteri yang menurut Laporan Masyarakat diindikasikan bermasalah .Kok begitu sederhananya yaa cara berpikirnya (Wakil Ketua lagi). Kalo nanti ganti dia yang langsung diminta dipecat hanya karena ada laporan dari masyarakat bahwa dia diindikasikan bermasalah ??? saya yang jadi rakyat biasa saja merasa malu punya Wakil Rakyat dengan pikiran cekak dan kerdil seperti itu.

enda said:

IMO yg perlu "dipertanyakan" juga salah satunya detik.com-nya, ga semua "omongan" orang layak jadi berita dan dimuat kan. ini sih kayak nyari setoran, asal ngecap, ga jelas isinya apa, langsung jadi berita. heran

Ass,wr,wb, mas A'an atau mbak A'an? (mohon maaf lho bingung menyapanya). Saya hanya ingin sharing dengan mengatakan bahwa sepertinya kita harus hati-hati bila hendak menggunakan terminologi ANOMALI. Karena itu menyangkut ilmu SOSIOLOGI yang artinya seorang individu atau sebuah kelompok yang tidak dapat FIT pada suatu tempat atau keadaan. Mohon dibaca teori / tulisan mengenai "Proper to the Fittest" karyanya Marshal McLuhan atau Robert A. White, supaya nggak salah (sekali lagi mohon maaf lho ya?). Dan yang bisa kita lihat (walaupun masih sangat debatable) adalah di theory nya Darwin (teori evolusi). Nah sekelompok anomali itu adalah para dinosaurus (terus punah binasa). Walah...walah...kalau orang-orang yang masih punya hati DPR bakal extinct gimana dooooong???? Yang penting kita semua berdoa terus saja ya? Yakin saja seribu persen sama Allah. Dan mohon tetap komunikasi dengan saya. Besok saya sudah mulai berjuang lagi di DPR, karena sebagian besar ujian saya di AS sini sudah selesai. Saya membuka diri untuk berkomunikasi (juga dikritik), asalkan kita semua saling menjaga kata-kata dengan santun dan Islami. Insya Allah kalau buat appoinment lebih dahulu dengan sekretarisku (sekarang ini sedang diselesi sama Head Hunter ku), bisa menjumpai saya di Gedung DPR (Rumah Rakyat) di Lantai 5. Ruang kerjaku ada di lantai tersebut (kamar 518) -- didepan Masjod DPR (jadi saya terus merasa diawasi ALLAH gituuuuu...). Berdoa terus kita semua ya?

Peace adn ... wassalam,

Marissa Haque

www.marissahaque.org / www.marissahaque.net

Mas Goklas yang baik,

Kelihatannya kita semua masih harus bersabar dengan harapan anda Mas. Karena sistem yang dipakai sampai dengan tahun 2009 adalah based the Party's agreements. Semua penempatan yang ada berdasarkan usulan dari partai. Nggak ada hak interplasi dalam hal ini, kecuali nanti didalam perjalanan bilamana banyak suara yang memintanya kemudian dapat diamandeman gituuuuu...bahkan saya juga berdoa semoga disaat pemilu 2009 nanti keanggotaan di DPR tidak berdasarkan nomor urut lagi, akan tetapi berdasarkan dari rangking suara terbanyak. harapan saya agar semoga para caleg perempuan yang tidak mempunyai biaya kampanye besar dapat "bersaing" dan menduduki tempat di DPR. Kenapa? Karena pertimbangan saya caleg perempuan masih lebih banyak yang baik-baik dan tidak korup, dikarenakan memakai HATI NURANI didalam hampir setiap keputusan yang dibuatnya...insya Allah...

Wass, icha

Muhammad Rivai said:

Mbak Icha,
Kalau saya sebagai rakyat saja melihat awal mula kekurang harmonisan adalah dari Ibu Mega yang tidak mau sekedar mengucapkan selamat pada pak SBY. Meski berkali-kali mengatakan akan menerima, apa jadinya jika kenyataannya tetap menjauh. Bahwa yang menang harus merangkul yang kalah memang iya, tapi demikian juga dengan yang kalah. Mungkin agak sulit bagi yang kalah karena seperti kata media beberapa waktu yl, psikologi orang kalah itu berbeda. Mungkin perlu dibedakan antara pak SBY dengan orang-orang dilingkup pak SBY.
Whatever, saya pribadi berharap anggota parlemen lebih wise. Kondisi sekarang sepertinya hanya kuat-kuatan.
Salam dari Cikarang, semoga Mbak sukses selalu.

Vavai

waluyo said:

Mbak Icha,
Nongkrong dan bersilaturakhmi dengan tetangga itu bagus dan sangat dianjurkan agar menambah wawasan ya mbak Icha yaaa. Tapi kalo rumahnya sendiri malah ditinggal terus hati-2 lho mbak Icha, nanti digondol maling....Begini lho mbak Icha, saya menengok Webnya mbak Icha juga dari tulisan anda disini yg mencantumkan Web anda... Saya berkunjung kesana , isi masukan di Forum, tidak pernah dijawab (terakhir menjawab dari Rivai 1 Mei 04)....sekali-sekali ditengok dooooonnngg rumahnya, biar tidak bau anyir karena dipenuhi serangga hehehe...ngritik boleh kaaaannnn ? Selamat bertugas jadi wakil tetangga ehh......rakyat.

waluyo said:

Mbak Icha,
Jangan ikutan kayak detikcom yaaaaaa.... sebagai media menuntut keterbukaan .......tapi dia sendiri suka main sensor........ Kalau pembaca ada yg kecewa dengan pihak lain dan diposting di Suara Pembaca , segera ditampilkan . Giliran yang dikritik reporternya sendiri karena bagian dari tulisannya ada yg sangat tidak etis ditampilkan di media (dia lebih pas sebagai provokator ketimbang reporter berita),eeehhhh........tidak pernah ditampilkan oleh redakturnya.... ini kan namanya dagelan yang tidak lucu....... jangan ikutan seperti itu ya mbakkkk...... entah manis, asem, bahkan pahit juga harus diterima dengan bijaksana....OK..Selamat Berkarya untuk Rakyat.

A'an said:

saya ini lelaki lho mba :D
mba memang memancarkan gelora juang yang tinggi, landasan track record yang apik ditunjang mba pun sudah merupakan publik figur. tentunya modal seperti ini lah yang seharusnya minimal dimiliki oleh semua anggota dpr. saya dukung perjuangan mba. menyoal kembali "anomali" dalam pandangan saya, mba Icha tak mungkin menjadi anomali dalam lingkungan pergaulan sosial di DPR. saya yakin mba tuh langsung "fit&proper" disana. gak bakal extinct juga (kecuali direcal partai) :) nah persoalan anomali yang saya harapkan banyak terjadi adalah bahwa muncul pejuang-pejuang seperti mba yang bersatu untuk benar-benar memperjuangkan perbaikan hidup rakyat banyak/luas ditataran pengambilan kebijakan publik. nah bila menilik iklim korupsi yang masih kental direpulik ini, maka perjuangan mba yang bisa menyebabkan ke "extinct" an. bila terjadi kekalahan pertarungan politik antara pihak-pihak yang berkepentingan. bukan kah harga UU itu mahal Mba Icha..,!
terus berjuang.
wassalam & keep in touch

deiscka said:

memangnya jaman dahulu mereka ga pernah diajarkan sama para GURU bagaimana layaknya bertingkah laku...
sama aja kaya manusia PURBA...
yang cuma punya instink sex dan haus kekuasaan...
(baca ttg definisi manusia dari aliran psikoanalisis=>neoanalisis...)
manusia seperti itukah yang seolah2 dipercaya jadi wakil rakyat???

About this Entry

This page contains a single entry by published on November 4, 2004 2:53 PM.

9 Instruksi Presiden SBY pada seluruh Gubernur was the previous entry in this blog.

Interview TIME dengan SBY is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01