PKS Dukung SBY

| | Comments (38)
PKS dukung SBY

Demikian dikabarkan oleh Detik.com dalam PKS Resmi Dukung SBY-Kalla

Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera memutuskan untuk memberi dukungan penuh kepada pasangan SBY-Kalla pada pilpres putaran II, 20 September mendatang. (sayang websitenya PKS tidak terlalu updated, berita ini belum ada di website tersebut)

Dukungan itu dikukuhkan melalui nota kesepahaman (??) yang ditandatangani kedua belah pihak.

Nah ini menarik karena (1) rasanya dukungan partai lain (Golkar misalnya) pada kandidat lain (Megawati) tidak pake nota-nota segala dan (2) karena nota kesepahaman" ini adalah nama lain dari Kontrak Politik mahasiswa yang ditandatangani oleh Amien Rais, terakhir (3) SBY ternyata MAU tandatangan ini kontrak, padahal tidak ada keharusan. :)

Nota kesepahaman ditandatangani Hidayat Nurwahid dan SBY di Hotel Regent, Jakarta.

5 poin penting dalam nota kesepahaman:

  1. Konsisten melakukan perubahan untuk membangun pemerintahan yang bersih, peduli, profesional, diantaranya dibuktikan dengan keteladanan dan kesiapan memberhentikan anggota kabinet yang melakukan korupsi serta tidak mengulangi kesalahan pengelola negara sebelumnya (Soeharto?? Megawati??) dan tidak menjadikan kekuasaan untuk mendzalimi umat dan bangsa Indonesia.
  2. Mempertahankan kedaulatan NKRI di tengah-tengah percaturan dan pergaulan dunia internasional (Aceh??).
  3. Melanjutkan proses demokratisasi dan reformasi di Indonesia dalam rangka terbentuknya masyarakat madani, mengedepankan supremasi sipil dan tidak menghadirkan pemerintahan 'yang militeristik' dan atau 'police site'. (SITE??? "STATE" KALI MAS? DETIK gimans nih??)
  4. Meningkatkan moralitas bangsa, kualitas masyarakat dan kesejahteraan rakyat serta mengedepankan penegakan hukum serta penghormatan terhadap HAM.
  5. Menudukung upaya perjuangan bangsa Palestina dalam mencapai kemerdekaannya dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Point terakhir menarik, apa artinya ini dengan isu SBY dekat dengan US?

 
PERMOHONAN MAAF

Ini tidak berkaitan dengan berita diatas, intinya adalah Blog Pemilu 2004 terutama saya pribadi mohon maaf karena kelesuan yang dihinggapi oleh blog ini sehingga posting-posting yang dijanjikan untuk muncul (hampir) setiap hari tidak dapat dipenuhi karena satu dan lain hal (lagi males aja sebenernya).

Banyak hal terlewatkan oleh Blog Pemilu 2004 ini karenanya, seperti: Bahwa Golkar sekarang mendukung Megawati dan terbentuknya Koalisi Kebangsaan (Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Damai Sejahtera) serta hal-hal lain.

Anyway, memasuki bulan September, mendekati Pemilihan Presiden (pilpres) kedua, Insya Allah Blog Pemilu 2004 akan kembali hadir setiap hari, menjalankan apa yang dijanjikan.

Tapi untuk seminggu kedepan, saya pribadi akan off dulu untuk menenangkan pikiran (ho ho ho), sehingga tidak akan ada perubahan banyak dalam blog, tapi tentu posting dari para kontributor lainnya akan masih dapat dilakukan.

38 Comments

Parera said:

Bila SBY Jadi Presiden: Pemerintahannya Tidak Akan Stabil?
Beri Tahu Teman Anda!

Tampaknya bangsa Indonesia masih harus menunggu lama untuk bisa hidup tenang dan damai, meskipun ada pemerintahan baru dengan Presiden Baru, yaitu Presiden SBY. Kansnya memenangi Pilpres 20 September nanti sangat besar, tapi sayang batu krikil tajam sudah siap menghadangnya. Manuver Koalisi "Gang Empat" pasti akan merepotkannya sekali. Belum lagi protes kelompok anti-Amerika yang pasti akan marak. Juga gerakan mahasiswa yang menolak militerisme muncul kembali. Sementara Negara menanggung beban utang US$130 dan angka pengangguran yang cukup tinggi, menyebabkan SBY harus kerja keras. Ada kekhawatiran sementara kalangan, semua keadaan yang menekannya itu, membuat SBY menjadi "mata gelap" dan akan betul-betul bertindak represif kepada lawan-lawan politiknya?

Kalau SBY akhirnya menang dan dilantik menjadi Presiden RI, maka apa yang akan dilakukannya pertama kali? Tentunya membentuk kabinetnya. Susunan kabinet itu jelas tidak akan menyertakan organisasi PDIP, Golkar dan PPP serta PDS. Kecuali pribadi-pribadinya, tapi itu tak efektif untuk mendukungnya di Legislatif yang dikuasai "Gang Empat" itu. Maka inilah sumber masalah utama pemerintahannya, menghadapi orang-orang yang sudah puluhan tahun duduk di pemerintahan (ingat ke 3 parpol itu adalah warisan ORBA), tiba-tiba lengser dan menjadi "pengamat doang" di DPR, tentu mereka bisa membuat skenario "impeachment" kalau mau, dan itu disadari SBY. Seperti terungkap dalam ucapannya berikut:

"Ada yang bilang, SBY tidak bisa jadi presiden karena dukungan parlemennya kecil. Nanti dia akan jatuh. Akan di- impeach dia. Nah tunggu dulu. Apakah tugas DPR itu untuk meng-impeach seorang presiden? Kok belum-belum sudah mau main menjatuhkan. DPR, DPD dan peemrintah itu menjalankan tugas undang-undang dasar," katanya di hadapan sekitar seratus peserta dialog interaktif yang diselenggaran Forum Rektor Indonesia di Hotel Hyatt Surabaya, Selasa (24/8). SBY memberikan pernyataan demi menjawab pertanyaan yang disampaikan ke Prof Eko Sugitario, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Surabaya tentang rencana koalisi SBY. SBY juga mengingatkan dalam pemerintahan yang menganut sistem kabinet presidensiil, parlemen sesungguhnya tidak bisa menjatuhkan presiden.

Tantangan kedua, dari kalangan Pemuda muslim yang sangat anti-Amerika. SBY selama ini dikonotasikan sebagai Presiden yang naiknya banyak sekali melibatkan tangan-tangan kekuatan asing, terutama AS yang sangat dibenci disini. Tokoh-tokoh Islam di sinipun banyak yang tak bersimpati padanya, gara-gara persoalan yang satu itu. Tapi semua akan masih bisa menahan diri, bila naik menjadi Presiden kelak kebijakannya tidak taqlid kepada AS. Tapi begitu dia tidak tegas mengambil sikap dalam perkara hubungan AS dan kepentingan ummat Islam lokal maupun internasional, dipastikan gelombang protes akan meluas.

Juga dari kalangan mahasiswa, yang khawatir dengan bangkitnya militerisme. Kekhawatiran itu ditambah lagi dengan "kesengajaan" DPR yang sekarang untuk cepat-cepat mensahkan UU TNI yang isinya banyak berbau militeristik itu. Gelombang gerakan mahasiswa akan meluas memprotes setiap kebijakannya yang memberikan kesempatan baru bagi militer untuk kembali memasuki wilayah kehidupan sipil seperti masa lalu, meskipun SBY beralasan dan berlindung dibalik isi UU TNI yang hendak dijalankannya. Tapi bila dia konsekwen melakukan reformasi dalam tubuh TNI, semisal membubarkan fungsi territorial TNI, dia pun akan mendapat tekanan dari kalangan militer yang berkuasa dan para pensiunannya. Jadi agak sulit posisinya dalam masalah kehadirn militer ini, dan masa lalunya yang memang berlatar belakang militer itu ... apalagi bila sampai terjadi pihak AS ikut-ikutan menekan dan mendiktenya dalam masalah keamanan dalam negeri dan regional, yang merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Terlepas dari masalah diatas, tekanan ekonomi menjadi soal lain lagi. Tingginya angka pengangguran di semua lapisan sektor ekonomi, penyeludupan yang merajalela sehingga mulai mengancam industri dalam negeri dan larinya investor, serta beban utang luar negeri yang mencapai US$130. Juga gerakan protes LSM-LSM dengan "topik baru" semacam kasus pencemaran Buyat, diperkirakan akan semakin meluas menyentuh semua kegiatan sektor Industri yang bukan saja mencemari sungai dan laut serta udara, tapi bisa pula ke arah pencemaran budaya semacam kasus protesnya A'a Gym thd filem "Buruan Cium Saya" itu. Ujung-ujungnya para investor pasti pada lari ketakutan.

Terakhir, ada kecemasan banyak pihak bila SBY naik. Datangnya dari kalangan Pengusaha, Investor asing, dan kalangan Islam dan Nasionalis. Pengusaha dan investor sangat cemas dengan kekhawatiran lemahnya dukungan Parlemen thd pemerintahan SBY kelak, yang berarti akan sangat tidak stabil. Oposisi "Gang Empat" jelas bisa menjegal setiap kebiakan Pemerintah, dan pihak DPR bisa saja merevisi UU yang terkait dengan masalah kehidupan politik dan ekonomi yang membuat pemerintahan SBY menjadi serba sulit dalam bertindak bebas. Dari kalangan Islam, kedekatannya kepada pemerintahan AS mengkhawatirkan mereka bila SBY kelak tak lebih menjadi "kepanjangan tangan" dari kepentingan global AS yang saat ini sangat memusuhi semua gerakan islam di dunia. Intinya mereka khawatir, SBY menjadi "Jenderal Musharaf" baru di kawasan Asia tenggara seperti Pakistan untuk kawasan Asia Selatan. Juga ada kecemasan bila dia merasa "tertekan" disana-sini akan memunculkan jiwa represifnya seperti Soeharto dulu, mengapa tidak? Kita tunggu saja

saiman said:

Buyung: Lama-Lama Retorika SBY Soal Perubahan Membosankan
(Selasa,24/08/2004:pkl.11.00 wib)
JAKNEWS.COM---Pengacara senior Adnan Buyung Nasution mengkritik capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar berbicara soal perubahan tidak sebatas retorika tetapi harus konkrit memaparkan rencana perubahan itu kepada masyarakat.

"Lama-lama orang bisa bosan dengan retorika SBY tentang perubahan, kalau tidak disertai dengan pemaparan kongkrit mengenai planning-nya untuk melakukan perubahan atau pembaharuan, jika dirinya terpilih," katanya ketika berbicara pada Diskusi Publik bertema Oligarki elit versus daulat rakyat di Jakarta, Senin.

avianto said:

pertanyaan sederhana untuk 2 pemberi komentar diatas.

jadi kalian maunya apa?

avitson said:

Kita semua mau demokrasi, kebebasan yang sudah ada jangan dirubah... hati-hati dengan jargon pembawa perubahan. Kebebasan yang kita miliki sekarang akan dirubah jelas sekali oleh gerombolan "bersama kita bisa"

aviati said:

yach betul mas memang. kita kudu hati-hati ama namanya gang "koalisi Rakyat" ame "koalisi Kebangsaan" juga tentunya. kayaknya kita ngak usah terlalu berharap tentang perubahan pada mereka pade.eh ngomong2 mestinya ada koalisi yang namanya "koalisi Rakyat REVOLUSIONER", he ! karena bangsa kita kayaknya butuh perubahan yang radikal dan dasyat.

aviati said:

yach betul mas memang. kita kudu hati-hati ama namanya gang "koalisi Rakyat" ame "koalisi Kebangsaan" juga tentunya. kayaknya kita ngak usah terlalu berharap tentang perubahan pada mereka pade.eh ngomong2 mestinya ada koalisi yang namanya "koalisi Rakyat REVOLUSIONER", he ! karena bangsa kita kayaknya butuh perubahan yang radikal dan dasyat.

Mosleem said:

jika Indonesia mau statis quo, yah pilih lah Mega. namun jika ingin pembaharuan pilih SBY. kalo ingin tenang, jangan pilih dua2nya.
aku heran di Indonesia ini kalo orang golput malah di ejek, gak nasionalis lah gak bertanggungjawablah gak respeklah dll el el el lah. di negara maju yang selalu jadi panutannya orang indonesia ini, (USA) gak lebih dari 60% masyarakat yang menggunakan hak pilih nya, di australiapun gak jauh beda, lalu kenapa di Indonesia di ributkan?? sekali lagi kalo mau tenang yang golput aja. tapi aku gak mau status quo bertahan, terpaksa aku pilih SBY. mudah2an pilihan ini membuat Indonesia menjadi lebih baik.

dikecewakan_pks said:

Coba liat url ini...

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0804/30/teropong/utama1.htm

Ternyata comment yang diposting di blog ini bisa masuk koran. Please baca ulasannya.

pks_pilon said:

Membangun Moral Bangsa

UNTUK ke sekian kalinya tokoh NU Hasyim Muzadi mengingatkan kita pentingnya membangun moralitas bangsa. Pada diskusi di harian Lampung Post, Bandar Lampung, (Sabtu, 28/8), Hasyim yang juga calon wakil presiden PDI Perjuangan menegaskan lagi bahaya yang begitu besar jika soal moral bangsa ini diabaikan.

Menurut Hasyim dalam diskusi yang dihadiri para akademisi, mahasiswa, politikus, dan LSM ini, siapa pun yang menjadi pemimpin nasional nanti jika persoalan moral bangsa tidak mendapat prioritas utama, negara dan bangsa ini tidak akan mengalami perubahan apa pun. Perubahan itu hanya omong kosong. Sebab, modal untuk membangun negara ini fondasi utamanya adalah moralitas kebangsaan yang kuat.

Kita setuju dengan pernyataan Hasyim. Sebab, apa yang kurang dari bangsa ini dari segi modal sosial, kultural, dan sumber daya alam? Tetapi, rapuhnya komitmen kebangsaan, menyebabkan negara ini jatuh.

Ternyata, Pancasila yang selama Orde Baru menjadi ajaran utama kebangsaan hanya menjadi teks bisu dan seremoni para penguasa. Tetapi, tidak ada keteladanan dan komitmen dari para elite kita. Masyarakat paternalistik yang mestinya menjadi modal kuat dalam melaksanakan komitmen kebangsaan, telah disia-siakan oleh para penguasa. Rakyat justru diberi contoh hal-hal buruk, yakni bagaimana memperkaya diri dan golongannya sendiri.

Ironisnya penyelewengan amanat rakyat itu kian menggila di masa sekarang. Karena itu, ada sinisme bahwa kini korupsi tidak dilakukan di atas meja lagi seperti zaman Orde Baru, tetapi seluruh isi mejanya pun habis dikorupsi. Artinya, sudah amat keterlaluan. Sebab, tidak hanya dilakukan oleh kalangan di tingkat atas, tetapi juga semua kalangan yang mempunyai kesempatan.

Benar, dulu ketika zaman sentralisasi korupsi dilakukan para pejabat pusat, kini zaman otonomi daerah, ternyata melahirkan desentralisasi korupsi juga. Lihat saja, berbagai kasus korupsi yang dilakukan para kepala daerah dan anggota legislatif yang kini marak diberitakan media massa.

Hasyim mencontohkan hal yang paling dekat dan konkret yakni Malaysia. Negara ini, kata Hasyim, dalam mengembangkan pendidikan, politik, ekonomi, dan kebudayaan sepenuhnya meniru Indonesia. "UMNO sebagai partai berkuasa di Malaysia itu meniru Golkar, tetapi yang mengherankan, yang mencontoh itu justru maju pesat, Indonesia malah ambruk. Ini karena kita salah dalam membangun moralitas kebangsaan," kata Hasyim.

Hasyim juga mengingatkan, kita benar-benar harus mempunyai komitmen kebersamaan untuk membangun nation morality, terutama kaum agamawan dan budayawan. "Moral pada dasarnya cair. Karena itu, harus dibingkai dalam sistem dan pilar hukum. "Budayawan dan agamawan harus mengambil posisi dalam membangun moral kebangsaan ini," katanya.

Pada akhirnya marilah seluruh bangsa ini memulai dari diri kita sendiri, membangun kembali bangsa dan negara yang telah jatuh ini. Dan, bagi mereka yang dengan kekuasaannya masih terus melakukan praktik-praktik penyelewengan, jangan ada kompromi! Sebab, kompromi dengan kejahatan, berarti kian menutup pintu masa depan bangsa dan negara ini. 


Nambah In said:

@ Winters: Dukungan PKS Pada SBY Tak Berpengaruh http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=93027

enda said:

Maksudnya dukungan PKS untuk SBY ga ngaruh itu karena SBY dah pasti menang ya? hehehe :)

adot said:

sebelum 2004 saya bertekad menjadi salah satu yang akan menjadi GOLPUT,tapi setelah melihat platform nya PKS,saya tertarik dan mendukung PKS 99%,dan saya lebih bangga ketika PKS menjadi oposan di negri ini salut buat PKS.Tetapi bagai petir menyambar mendengar berita bahwa PKS mendukung pasangan SBY-Kalla???saya sangat kecewa dan mungkin saya akan mengatakan bahwa PKS telah menipu saya pribadi sebagai pendukung nya..dan mungkin tidak ada lagi harapan saya untuk mendukung PKS

Sudarso said:

PKS kembalilah kejalan yang benar, kita lebih suka dengan posisi netral. Dukung mendukung akan menghancurkan PKS di Pemilu 2009. SBY tidak bersih dan jujur, beliau ditunggangi oleh dana asing yang penuh dengan kepentingan.

Bantuan Asing Untuk SBY
Kepada wartawan yang menemuinya di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa, Manullang menegaskan, soal transfer dana untuk mendukung salah satu capres tidaklah sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Pasalnya, transfer tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui rekening antar-perusahaan.

"Dana dari Amerika itu terlebih dulu ditransfer ke rekening perusahaan yang berada di luar Amerika dan Indonesia. Biasanya, disalurkan dulu ke perusahaan yang di Singapura atau Thailand. Baru kemudian, dana tersebut ditransfer lagi ke perusahaan yang berada di Indonesia, misalnya di Batam," ujar doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz Jerman tersebut.

Setelah dana bantuan itu diterima oleh perusahaan di Indonesia, tambah Manullang, perusahaan tersebut akan menyalurkannya ke lembaga-lembaga tertentu, termasuk LSM. Lembaga-lembaga inilah yang kemudian memanfaatkannya untuk mendukung salah satu capres.

Manullang enggan menjelaskan lembaga mana saja yang menerima dana sumbangan dari AS. Namun, dia menegaskan, lembaga-lembaga itu tidak semuanya tampil partisan. Sebaliknya, banyak di antaranya yang kelihatan netral dan independen. Selain itu, antar-lembaga tidak saling mengetahui.

Ditanya apakah ada lembaga survei di Indonesia yang menerima dana dari AS, dia langsung menjawab, "Kalau itu jelas". Menurutnya, salah satu yang dilakukan lembaga ini adalah membikin survei yang selalu menempatkan capres tertentu di urutan teratas sebagai capres yang paling banyak mendapat dukungan.

Karena itulah, Manullang meyakini, para pihak yang mencoba melacak aliran dana asing ke rekening capres, akan kesulitan menemukan bukti-bukti konkret. "Tetapi, ini bukan berarti tidak ada dana asing untuk mendukung capres tertentu," katanya.

kunyik said:

i was just wondering... bung enda, apakah anda pro SBY? atau kalau kata pro terlalu kuat... apakah anda cenderung lebih simpati kepada sby? *cengar-cengir* soalnya statements anda baik postingan maupun comment membuat saya berpikir seperti itu. saya sih gak masalah, malah senang membacanya (i shared most of the opinions). cuman saya pikir blog ini tidak berpihak...
*baru berani posting setelah sekian lama memantau blog ini*

enda said:

Alow mas kunyik, posisi resmi blog ini netral :) tapi yang pasti mendukung pemilu yang bebas, jujur dan demokratis.

Terus terang saya ga mengharapkan banyak siapapun yang jadi presiden *sekarang*, tapi mari kita berpikir jauh, kalo pemilu kalo ini sukses dan ada perubahan yang baik maka *mudah-mudahan* kita semua bisa lebih percaya lagi pada sistem yg ada, tidak lagi terlalu sinis dan pesimistis pada segala sesuatu yg berbau Indonesia.

Saya belum lagi berumur 30 tahun (hehe) tapi saya pengen nanti 10 tahun atau 20 tahun lagi, buat kita dan anak-anak kita nantinya, kondisi harus lebih bagus dari sekarang, dan segalanya dimulai dari skrg.

Tapi tentu aja ngomong lebih gampang daripada kenyataannya. jadi tetep masih harus kita sama-sama kerja bareng dan buktikan. :)

nelo said:

buat adot or siapapun yang doyan kemapanan.. (Sorry ye, gw nilai itu dari bagaimana lo men-judge dengan sikap "inkonsistensi"nya PKS). Biasa aja lagi, menilai dinamika hidup(baca:politik,red), segala keputusan itu bisa saja dievaluasi dengan mempertimbangkan prioritas yang berkembang (bagaimana PKS yang tadinya mengaku oposan, eh berubah jadi "pro"). Itu namanya menghindari mudharat, baru mengambil maslahat.. Daripada hanya dua dinasti yang berulang berinvestasi di negeri ini.. Kalo emang si turunan Soekarno itu punya skill leadership sih gapapa.. Tapi sekarang, lihat aja buktinya. Baru berkuasa 3 tahun aja indosat yang terkait sama rahasia negara aja dijual obral, dan gitu udah ada 3 teror bom dengan high explosive lagi yang gagal total diantisipasi aparat pionnya Mega, apalagi kalao dikasih 5 tahun lagi?? Sisa buat kite-kite ape ye?? Boro-boro buat anak cucu kite, bang! Buat SBY, sebenernye sih meragukan.. Mengingat naiknya "ketokohan" SBY lebih karena dia beruntung hidup di negara telenovela.. Coba?? Apa seh prestasi dia selama 2,5 tahun jadi menkopolkam?? Tapi...... Klo golput, jelas dong yang untung Mega, karena dengan koalisi kebangsaannya bersama 3 partai ORBA, kompak deh mereka patungan beli suara rakyat.. Floating mass yang awalnya jadi bagian golput, tergiur juga.. Jadi, secara ga langsung lo dukung Mega.. Kaciaaan deh, lho!!

nelo said:

Buat PKS..
Ada pesugihan special dari Nietzshe,Consensus Sapientum.. Yaitu sebuah konsensus dari orang-orang yang ngerasa bijak. Merasa bijak hanya karena mereka ingin memuaskan keinginan sebagian orang yang bahkan belum tentu benar.. Partai lo harusnya menjadi bijak karena emang bener-bener bijak, jangan karena orang lain memandang or menyebut kalian bijak.. Kalo emang bener, ya.. jalanin aja!! Kalian kan kayaknya punya mekanisme mengevaluasi diri sendiri dengan mekanisme musyawarah (Majelis Syuro)nya?? Bukannya pioneernya PKS dari kalangan akademisi dan mahasiswa?? Cayo!! ^O^

nelo said:

Buat PKS..
Ada pesugihan special dari Nietzshe,Consensus Sapientum.. Yaitu sebuah konsensus dari orang-orang yang ngerasa bijak. Merasa bijak hanya karena mereka ingin memuaskan keinginan sebagian orang yang bahkan belum tentu benar.. Partai lo harusnya menjadi bijak karena emang bener-bener bijak, jangan karena orang lain memandang or menyebut kalian bijak.. Kalo emang bener, ya.. jalanin aja!! Kalian kan kayaknya punya mekanisme mengevaluasi diri sendiri dengan mekanisme musyawarah (Majelis Syuro)nya?? Bukannya pioneernya PKS dari kalangan akademisi dan mahasiswa?? Cayo!! ^O^

Nahlo said:

Buat PKS
Hati nurani dan konsistensi lebih penting dari hanya sekedar mengejar kekuasaan. Mendukung SBY adalah sikap yang jelas oportunis dan jelas menampilkan kecendrungan politisi partisan tidak punya idealisme.

samaun said:

Pemerintah SBY Akan Dikuasai Mantan Militer

JAKARTA (Suara Karya): Pengamat politik MT Arifin berpendapat, andaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden mendatang dan tidak terjadi militerisasi, pemerintahannya akan tetap dikuasai oleh mantan-mantan militer. Alasan dia, lahan-lahan politik yang ada tidak akan diberikan kepada militer.

selengkapnya baca : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=93661

yadin said:

saya setuju dgn komentar nelo, sebenarnya pks masih menganggap SBY tak masuk dalam kriteria yang diinginkan, tapi karena calonnya tinggal 2 , mau gak mau HARUS berani untuk memilih, walaupun dgn pertimbangan yang berat ( karena siapa sih SBY itu...!!!), tapi kalo harus golput yah enak si IBU donk..., mungkin SBY cuman menjanjikan harapan..., itu lebih baik daripada kita memilih orang yang sudah membunuh harapan jutaan penduduk di negeri ini...!!!

Semprul said:

Saudaraku,
Pemerintahan yang ada sekarang "Sudah Teruji dan Sudah Terbukti hasilnya ya cuman segini"
makanya harus berani ambil resiko diganti, at least ada change untuk lebih baik ( atau mungkin juga sama saja?) tapi taking change is better than choosing status quo right?

Semprul said:

Pak Muzadi , kalo diliat dan didenger2 gayanya udah kaya dia aja yang bakal jadi presidennya.. padahal kan cuma wakil ya? putusan terahir kan ada di Presidennya si Ibu, padahal Muzadi keliatannya cukup ok, kalau dia yang jadi pres. sih mungkin gua pilih deh... sementara ini SBY dulu dah

FORKOT said:

AWAS MILITER MENANG,KITA KEMBALI KE JAMAN ORBA,SERBA REPRESIF SERBA AGRESIF.MAKA SIPIL PILIH SIPIL ATAU GOLPUT..

MUHAMMAD S.A.W said:

Kenapa PKS yang katanya Partai Islami,berkoalisi dengan SBY yang akan membuka diplomasi dengan yAHUDI & Israel..+USA ??!
Karena PKS tidak menegenal surga & neraka,
mereka cuma paham KEKUASAAN BELAKA ...!!!

nelo said:

Buat forkot...
Provokator banget ye..
Inget,bang!! Ini zaman informasi. Jadi klo lo emang bener-bener niat mempengaruhi orang.. Utamakan pencerdasan dan bukti-bukti dong! JAngan cuma mengedepankan perintah doang.. Apa kita yang sipil cuman modal solider doang milih sipil lainnya??
Buat yang berani-berani make nama Muhammad S.A.W..
PArah lo, kagak ade obatnye lo..
Bang, kalo cuma pengen nyari sensasi, jangan berlindung dan mengatasnamakan nabi... Dah gitu elo ngirimnye pas wajtu abis sholat subuh lagi.. Dah sholat belon??
Maap-maap ye.. Gw jadi kehilangan gairah neh berdiskusi di hole ini.. Abis yang gw temuin cuma doktrin doangan.. Kagak ada yang berniat baik buat ngasih pencerdasan ama masyarakat...
Terakhir, gw sampein buat semua masyarakat.. Mengingat kaum muda pun tak bisa memberikan argumen yang pas buat memilih, jangan mau hidup dengan ketakutan.. Hidup itu adalah ketika kita memiliki harapan.. Soeharto dan Soekarno beserta kroninya ga akan mudah membodohi kita.. Karena kita yang sekarang lebih punya akses informasi yang memadai.. Dan mewarisi semangat perjuangan 45.. Angkatan yang punya nurani..

Sekali lagi...
Say No to BCG!!

nahlo said:

Supremasi Sipil Persyaratkan
Militer Tunduk Pada Sipil baca: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=93730

Gw kira SBY salah mengambil langkah dalam hal ini, sama seperti angkatan 66 memilih The Smiling General dengan hasil yang sama2 kita nikmati. Gw kira kita terjebak dengan budaya instant dan cenderung hedonis. Tdk. mungkin melakukan perubahan yang semua orang senang tetapi kita sudah mulai merasakan apa itu perubahan. Karena kita sudah berani bicara perubahan dan kita sudah mempunyai standar perubahan. Kalau pemerintaham masih seperti yang dulu (nyanyian kali) mana bisa kita pahami perubahan itu. Semua dalam satu bahasa dan homogen tidak ada tempat untuk perbedaan. Diskusi kita adalah sebuah perubahan yang nyata2 tidak kita sukuri malah kita hujat tanpa malu.
Sekali lagi gw kira jangan lupain apa yang telah terjadi dan jangan cepat puas dengan jargon. Perubahan apa itu? Apakah semua itu kebutuhan kita? Apakah perubahan itu hanya untuk golongan tertentu?
Partai politik tdk. menyadari sekarang telah terjadi pembusukan dan akhirnya tidak ada satu partai politikpun yang dapat tumbuh dengan baik. Yang rugi kita sendiri karena demokrasi hanya bisa berjalan dengan partai politik. Kampanya koalisi rakyat adalah pembusukan partai politik.

nahlo said:

Supremasi Sipil Persyaratkan
Militer Tunduk Pada Sipil baca: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=93730

Gw kira SBY salah mengambil langkah dalam hal ini, sama seperti angkatan 66 memilih The Smiling General dengan hasil yang sama2 kita nikmati. Gw kira kita terjebak dengan budaya instant dan cenderung hedonis. Tdk. mungkin melakukan perubahan yang semua orang senang tetapi kita sudah mulai merasakan apa itu perubahan. Karena kita sudah berani bicara perubahan dan kita sudah mempunyai standar perubahan. Kalau pemerintaham masih seperti yang dulu (nyanyian kali) mana bisa kita pahami perubahan itu. Semua dalam satu bahasa dan homogen tidak ada tempat untuk perbedaan. Diskusi kita adalah sebuah perubahan yang nyata2 tidak kita sukuri malah kita hujat tanpa malu.
Sekali lagi gw kira jangan lupain apa yang telah terjadi dan jangan cepat puas dengan jargon. Perubahan apa itu? Apakah semua itu kebutuhan kita? Apakah perubahan itu hanya untuk golongan tertentu?
Partai politik tdk. menyadari sekarang telah terjadi pembusukan dan akhirnya tidak ada satu partai politikpun yang dapat tumbuh dengan baik. Yang rugi kita sendiri karena demokrasi hanya bisa berjalan dengan partai politik. Kampanya koalisi rakyat adalah pembusukan partai politik.

Geraham said:

Gua heran deh.... Orba diruntuhkan dicaci maki...masyarakat konon anti KKN anti koruptor.. pro reformasi ... katanya..
kok Golkar dan PDIP juga yang dipilih ya pada pemilu kemarin?
kapan pinternya ya...??

Taring said:

Kita maunya adalah Perbaikan bukan perubahan, karena memang enggak perlu berubah kayak tokek

Sarwo said:

Pemimpin Perempuan Bisa Bawa Bangsa ke Arah Perbaikan
JAKARTA - Aliansi Perempuan Untuk Keterwakilan Politik yang dimotori oleh Nursjahbani Katjasungkana meminta kaum perempuan mendukung calon presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri, dalam pemilu presiden 20 September 2004 nanti. Kepemimpinan perempuan dinilai terbukti bisa membawa bangsa ini ke arah perbaikan.

Demikian diutarakan Nursjahbani seusai bertemu Presiden Megawati di istana negara, Selasa (14/9). "Selama satu bulan belakangan ini kami sudah menyerukan agar perempuan memilih perempuan. Itu karena kita konsisten memperjuangkan keterwakilan perempuan dalam politik," kata Nursjahbani.

Dalam catatannya, kepemimpinan Megawati merupakan salah satu hasil perjuangan kaum perempuan di arena politik. Dukungan diberikan karena selain berhasil memperbaiki kondisi ekonomi makro Indonesia yang sempat morat-marit akibat resesi ekonomi, Megawati secara konsisten juga menjalankan rekomendasi Ketetapan MPR No VI tahun 2003 tentang keterwakilan perempuan di pemerintahan.

"Duduknya Megawati dalam kursi kepresidenan adalah salah satu hasil perjuangan kami. Keterwakilan perempuan dalam kancah politik menjadi penting, agar kebijakan yang dikeluarkan oleh negara bersifat gender," ujarnya.

lontong sayur said:

SAYA MUAK DENGAN PKS

Sangking bersemangatnya mencari kedudukan. Sampai-sampai lebih
SBY dari kader partai demokrat.

Dulu setengah hati dukung Amien. Pakai ngomong keluarga Amien tidak islami lah, dll.
Sekarang gas pol dukung SBY.

PKS=Partai Khianat Sejati
PKS= PartaiKebanyakan Sok aksi.

Mencoba said:

Kita semua akhirnya bertanggung jawab ke pada Tuhan. Bukan kepada manusia.

PaKai eS said:

Pemilu sudah usai, Sang Jenderal Susilo BY. Jadi Presiden. Mudah-mudahan Indonesia bisa tercatat di Museumnya Jaya Suprana (MURI) karena punya 2 Presiden yaitu RI. 1 Jenderal (Purn.) Susilo BY. dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera
Soal jargon PERUBAHAN yang diteriakan oleh sang Jenderal, bersama kita tunggu setelah Idul Fitri nanti, yaitu : PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK/BBM. DARI HARGA YANG SEKARANG NAIK MENJADI..... SESUAI PERUBAHANNYA. Untuk seluruh rakyat Indonesia yang memilih Jenderal Susilo BY. Selamat menunggu perubahan, yaitu naiknya harga bahan pokok akibat naiknya BBM. Selamat atas kemenangannya, semoga keceriaan anda tidak berbuah tangis kelaparan. BERSAMA KITA BISA............menangis/main togel/korupsi/jual diri/dll. dst. dsb.

inge said:

Saya heran dgn org2 yg kasih komentar disini,sebenernya maunya apa sih.gak usahlah mengkritik pemerintahan yg dulu atau sekarang.emang ngaruh buat kalian,kalau Mega atau SBY menang apa kalian dikasih jabatan enak,dikasih mobil,dpt jatah tiap bulan ....gak kan tetep aja yg cari duit kita sendiri.jadi gak usahlah terlalu nafsu mengkritik kejelekan seseorang.mau militer or sipil yg pegang semua tergantung orangnya

sagita said:

Buat yang mengatas namakan MUHAMMAD S.A.W,kenapa sih mesti kayak gitu,ini jamannya udah bukan jaman kuda ngegel besi pak jamannya udah jaman reformasi,jaman sekarang bukan jaman batu.kalau kita gak GAUL yah seperti.dinegara kita ini ada macem2 agama pak,kalau kita gak boleh silaturahmi dgn agama lain yah gak bener dong...disini juga ada agama yahudi loh...kalau gak mau kita berteman dgn org yahudi or israel di UTAN aja .....
yang tau masuk SORGA or NERAKA itu ALLAH yang menentukan bukan Enteeeeeee....bung

jhooon said:

Buat MUHAMAD,lu,tingal di jaman batu aja,ya..MAD.gua tinggal diUSA,dan tidak semua orang USA itu,seperti lu pikir,MAD,lu yang KAFIRRRRRRRRRRR

tarji said:

eh aku cuman numpang lewat

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on August 27, 2004 11:47 AM.

Rasanya Baru Kemarin was the previous entry in this blog.

Koalisi Kebangsaan vs. Koalisi Kerakyatan is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01