PKS akan dukung SBY?

| | Comments (19)

Setelah dalam pemilu Putaran I 5 Juli 2004 kemarin PKS memberikan dukungannya pada pasangan Amien-Siswono di hari-hari terakhir, terbetik berita kini dalam Pemilihan Presiden Putaran 2 PKS akan memberikan dukungannya pada SBY.

Berita ini didapat dari dua media yaitu Indopos dan Pikiran Rakyat, pencarian lainnya di Google tentang tidak memberikan hasil sedang website resmi PKS (www.keadilan.or.id) juga tidak memberikan keterangan apa-apa (tapi memang website ini agak lambat di update).

Di Indopos pada berita berjudul PKS Condong ke SBY hari Minggu, 11 Juli lalu dinyatakan bawah Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa partainya sangat mungkin tidak memilih opsi oposisi, tetapi mendukung SBY-JK

... Memang, itu belum menjadi keputusan resmi partai. Tapi, kecenderungannya seperti itu. Saat ini sudah ada pembicaraan-pembicaraan. Namun, sifatnya sebatas individual, belum resmi. Yang pasti, kita masih menunggu hasil final ...

Sedang Pikiran Rakyat menurunkan berita dengan judul PKS Batal Jadi Oposisi syaratkan dukungan pada SBY-Kalla, dengan sumber berita yang sama yaitu Sekjen PKS Anis Matta dalam pernyataannya pada wartawan dalam acara peluncuran buku yang digelar PKS di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat, Sabtu (10/7).

Menurut Anis, PKS akan menunggu hasil final penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Setelah itu, PKS kembali akan melakukan Musyawarah Majelis Syura untuk kemudian menentukan sikap selanjutnya. Di situlah, imbuh Anis, pihaknya menggodok langkah apa yang layak diambil.

Beberapa petikan lainnya dalam pernyataan Anis Matta ini dari dua berita diatas:

1. Tentang Amien Rais

Sejak awal kami sudah memprediksikan, kendati mendapat dukungan penuh PKS, peluang Amien masuk putaran kedua tetap kecil," tandasnya.


Menurut Anis, kekalahan Amien juga tidak lepas dari sosok Amien yang intelektual. "Dalam politik, kita butuh orang kuat untuk mengeksekusi keputusan. Pak Amien itu kemampuan eksekusinya di bawah kemampuan intelektualnya

2. Tentang posisi oposisi

Dalam kesempatan itu, Anis mengatakan bahwa PKS tidak akan mengambil posisi sebagai oposan. Terlebih, sistem perpolitikan di Indonesia tidak memungkinkan oposisi dapat tumbuh dengan baik. "Sistem kita saat ini tidak memungkinkan tumbuhnya oposisi dengan baik. Oleh karena itu, secara otomatis kita harus mengambil salah satu," katanya.


Dijelaskannya, dalam sejarah pergerakan Islam di dunia, bila mengambil sikap oposisi, ternyata kelompok Islam sering mempunyai pengalaman pahit. Hubungan dengan negara menjadi tidak harmonis. Dia mencontohkan gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang tidak memiliki hubungan baik dengan pemerintah di sana.


"Jika itu yang terjadi, yang rugi kita sendiri. Sehingga, konflik dengan negara adalah kontraproduktif dan merugikan Islam sendiri. Harus ada interaksi antara negara dan Islam," jelasnya.

3. Tentang pilihan PKS pada Pilpres Putaran 2

Anis juga mengatakan, pada putaran kedua nanti, PKS tidak akan mencari orang yang paling saleh, tetapi yang memadukan kesalehan dan kekuatan.

Ahh keliatannya Pak Anis Matta ini adalah seorang "politikus yang cerdas", pantes jadi sekjen. :D

19 Comments

wibi said:

Ah kalau sampai beliau akhirnya beneran support SBY, jadi agak berkurang nih perasaan 'berdosa' kalo milih SBY. Mungkin perasaan gue aja, cuma kemaren kalo org Islam ngga milih Amin Rais kayanya dianggap agak ke kafir-kafiran gitu :). Sekarang bisa feeling agak relieved.

jna said:

ada banyak sekali versi dukung-dukungan... di antaranya adalah:

Faisal Baasir: Amien dan Gus Dur akan mendukung SBY, karena mereka agak 'alergi' dengan pemimpin wanita.

Djuanda (pengamat militer): Amien-Gus akan mendukung Mega, karena alergi dengan militer.

Pinantun Hutasoit (Golkar): Meski partai Golkar mencoba koalisi dengan PKB, ternyata massa lebih mendukung SBY-Kalla.

Mohtar Pabotinggi: Mega lebih berpeluang daripada SBY, karena Mega sipil, dan masih ada 'alergi' militer di kalangan masyarakat.

Demikian "Sinar Indonesia Baru," 11 Juni 2004.

Silakan diterka-terka sendiri deh hasilnya nanti...

enda said:

hehe wib, putaran ke dua bisa jadi dianggap agak kekafir-kafiran kalo ga golput wib :p

Bunga said:

Klo sekedar milih doang sih gampang, tinggal Coblos..Blos..langsung deh Bolong, tapi tanggung jawabnya Man...Klo aku sih bukan alergi ma pemimpin wanita (karena gw sendiri wanita) tapi tergantung wanita yang mana dulu...klo wanita yang satu ini..GAK JAMIN DEH....

dikecewakan_pks said:

PKS tai kucing....
Waktu kampanye pemilu bilangnya bersih dan peduli dan mau jadi oposisi. Waktu mutusin rekomendasi capres, bilang cuma amien & wiranto yang terbaik, yang lainnya gak dilirik
Sekarang pemilu pilpres kedua malah milih SBY.
Walah ... mau jadi apa itu kader PKS...
Dijamin para kader akan jadi keder...
Karena anis matta memang Pemimpin Khianat Sejati yang memimpin Partai Khianat Sejati.

wibi said:

Kecewa ama pak Anis Matta-nya kali, bukan sama PKS nya. Yg sekarang bilang dukung SBY, atau dulu juga bilang sempet pengen dukung Wiranto kan pak Anis Mattanya, bukan PKS nya :D,

mel said:

wah setuju sama pks/ anis matta. berarti keputusan mrk tdk didasari keinginan politis. dah tauk klo dgn mdukung SBY pd pilpres II, akan berakibat pada berkurangnya jumlah konstituennya. tapi pks juga sadar bhw pilpres kali ini demi memperbaiki kondisi bangsa. walopun blom tauk sby bakal jd pres yg spt apa, tp minimal kita punya harapan baru lah. klo mega kan dah kliatan kualitasnya semana.

gue biasanya slalu golput. tp pemilu kali ini gue antusias tuh...apalagi klo yg menang bukan mega, wiranto or hamzah...

whitehero said:

Ini agak mengherankan. Anis Matta selalu menyatakan pendapatnya ke media massa. Dulu dia dukung Golkar, asal yang maju presiden bukan Akbar. Sekarang, dia udah duluan ngomong ke media massa, kalau PKS bisa dukung SBY.

luthfie said:

dari pengalaman saya berinteraksi dengan pemikiran ust. anis (maaf, begitu selalu saya sebut), baik langsung maupun tidak langsung, beliau memiliki kecerdasan dengan lompatan pemikiran jauh kedepan, yang kadang2 sukar dimengerti orang lain, dan pada akhirnya pendapat beliau terbukti benar. Tapi, jangan salah, walau begitu beliau bukan orang yang angkuh. Kalau ternyata hasil syuro bertentangan dengan pendapatnya, beliau akan loyal dengan hasil syuro dan menaatinya dengan sepenuh hati. Ada sebuah tulisan beliau yang bagus mengenai ini dalam buku beliau yang berjudul "Menikmati Demokrasi". Dalam diri beliau juga saya melihat tergambar keshalihan. Beliau juga seorang yang masih muda (36 tahun), sehingga sangat potensial memberi kontribusi positif pada bangsa ini. Banyak fitnah yang tertuju pada beliau dalam pilpres kemarin, tapi beliau sudah mengikhlaskan dan memaafkan semua fitnah itu. Wallaahu a'lam.

masyaALLAH said:

MASYA ALLAH kenapa mereka masih belum ngerti juga,aku semakin yakin bahwa alam memang sedang menuai dosa2 SUHARTO, hingga orang2 yang mestinya bertobat memberi pencerahan masih belum juga terbuka mata hatinya masih kelabu tertutup jelaga,hingga membabi buta memilih kelompok angkara murka rezim masa lalu yang berlumur darah,dan hanya akan membanggakan SUHARTO yang dosanya sungguh nyata.....INNALILAHI WA INNALILAIHI RAJI UN.......ALAM SEBAGAI MAHLUK ALLAH JUGA PUNYA PILIHAN LO...........

"D-A-R" said:

Masalah dukung-mendukung capres-cawapres putaran kedua merebak di media massa. Ada berita yg benar, ada juga yang cuma sensasi semata. Jika PKS dukung SBY-Kalla, sebaiknya dilihat juga dengan cara pandangnya Pak Anis Matta. Langkah bijak adalah bisa membaca situasi, kompromi bukan berarti setuju, menentang tidak harus dengan langkah frontal. Pernyataan beliau tentu ada dasarnya, arah iklim politik bangsa saat ini tentu sudah beliau pantau. Skr jika pada putaran kedua para capres-cawapres adalah pilihan2 jelek, bagaimanapun pasti salah satu akan terpilih menjadi pres-wapres. Memilih atau tidak memilih, hasilnya pasti tetap akan ada. Jadi kenapa tidak memilih yg terbaik diantara yg terburuk?
Ada saatnya kita sebagai pengamat, ada saatnya kita sebagai pelaku, ada saatnya kita sebagai penentang, tapi juga ada saatnya kita sebagai pendukung. Hanya satu hal yang pasti, memahami pilihan seseorang adalah dengan berusaha melihat dari sudut pandang orang tersebut.

wahai said:

dan ketika musa memberi kesempatan mereka bertobat eh malah nglunjak saya hakul yakin MEGA masih gambaran nurani terbaik saat ini di negeri indonesia.................karena lainnya masih dendam masa lalu

sama-saya-aja said:

Saudara2ku sebangsa dan setanah air, mari lawan politikus busuk!

Di bawah ini bocoran dari diskusi Team Sukses Salah Satu Capres 2004 di websitenya yang penuh password yang berhasil dijebol oleh hackers nasionalis.
Waspadalah...!, Waspadalah.... !
***********************************************************
SBY, Berkah atau Bencana?

Menengok ke Belakang

Sebetulnya sebuah majalah berita mingguan ternama sudah mengendus geliat mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya. Sejak SBY qagal menjadi wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1. Kegagalan yang kemudian disikapi dengan rapat-rapat intensif diberbagai tempat untuk sebuah tujuan besar, RI-1.

Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI) dan pentolan-pentolan GMKR (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti Irsan Tajung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar UI), serta di back up oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya Sudi Silalahi dan Ma'ruf, serta jaringan pengusaha "hitam' (contoh kecil, S.P.M Yong, Adik Aseng, seseorang yang disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI yang beredar luas di Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh aliran dana dari luar negeri yang disebut-sebut berasal dari dua organisasi yang sangat berpengaruh di AS yaitu AIPAC (American-Israeli Public affairs Committee) dan ADL (Anti-Defamation League) sejak pertengahan 2002. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium aliran dana seperti ini, karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka tidak peduli karena yakin Demokrat tidak memiliki basis massa jelas.

Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang cukup besar buat Demokrat, disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan pengusaha di LN untuk berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja mereka pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak terjang JR.

Siasat Kuda Troya
Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan putri Sarwono Edi Wibowo, menjadi SBY sangat lihai bermain di dunia inteljen. Didukung oleh tim sukses bayangan yang memback up lewat corong media masa, SBY mulai bermain secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak manis dihadapan MSP, yang karena keterbatasan intelektualnya banyak menggantungkan urusan Negara ke pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY merupakan 'godfather' untuk semua urusan. Sehingga untuk urusan internal PDIP pun MSP tidak segan-segan meminta pertimbanqan SBY.
Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran disekitar pemilihan gubenur di berbagai daerah, yang berakibat friksi internal dan pemecatan kader sedikit banyak merupakan buah kerja SBY. Sumber di istana mencontohkan kasus pemilihan gubenur,DKI Sutiyoso. Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100% menginginkan kader PDIP yang maju, namun karena bisikan SBY, Mega tega mengorbankan pendukungnya. SBY bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko Polkam dia memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang potensial terjadi disekitar pemilu.

Dengan lihai SBY menyakinkan MSP bahwa sosok militerlah yang pas menjadi gubernur untuk menghadapi pemilu, padahal ditentang habis-habisan oleh kelompok Roy B Janis maupun geng Arifin panigoro. Tujuan SBY jelas, menggerogoti massa PDIP dengan membuat kekecewaan di akar rumput.

Keberhasilan bermain SBY di DKI, membuat SBY kembali bermain di pemilihan gubenur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Bali. Rekomendasi MSP untuk pilgub berlawanan dengan kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa tengah, bahkan sampai berlarut-larut, DI Sumatera Selatan sampai pada pemecatan kader. Kerja keras SBY ternyata berbuah manis, hasil pemilu legislative 2004 membuktikan di 4 propinsi tadi, yang sebelumnya basis terkuat PDIP, partai Demokrat cukup banyak mendulang suara.

Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal sebetulnya MSP bisa belajar dari Gus Dur betapa_pada_masa GD pun SBY telah-"menikam"..GD dengan mundur sebagai menko Polkam ketika situasi Negara makin panas, kesadaran baru ada ketika Cornelis Lay (seseorang vang disebut-sebut "king maker" di lingkungan Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya, TK merespon dengan membabi buta di media massa dengan tidak berani mengungkapkan keadaan sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder dengan mencari 'alasan' lain untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut SBY sebagai anak TK.

Mendekap sekaligus memenjarakan
SBY juga terlihat bersih di mata sebagian besar umat Islam. Sebab, SBY memang-mencitrakan dirinya tidak pernah "menyakiti" umat.Islam. SBY bisa bermain cantik karena memiliki tim untuk itu. Disamping BIN lewat Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber menyuplai informasi-informasi Al.
Padahal disebut-sebut oleh lingkungan dalam kapolri betapa selama ini Dai Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan menko Polkam untuk menangkapi aktivis-aktivis muslim yang diduga garis keras. Penangkapan Baasyir pun atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri segan menangkap Baasyir karena memang keterlibatannya masih teramat sumir. Namun SBY ngotot, apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari luar negeri untuk menangkap Baasyir. Semua “penculikan” aktivis muslim dan pengungkapan jaringan teroris bisa berjalan “lancar” karena Dai Bachtiar mendapat suplay informasi A1 dari SBY.
Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani menekan SBY untuk menjalankan agendanya. Dua hari setelah pemilu 5 April SBY pergi ke AS untuk menemui Richard Perle, Paul Wolfowitz (SBY berhubungan “baik” sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan Douglas Feith, yang konon ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara Dai bachtiar harus rela menerima caci maki dari pendukung Baasyir. Bahkan di sebagian umat Islam "garis keras", Dai dicitrakan sebagai kapolri yang Cuma menurut pada pesanan 'sponsor" LN.
SBY bisa nampak begitu.'baik' dimata umat Islam karena SBY memang pernah di Gontor dan yang paling mendukung karena hubungan dekatnya dengan AA Gym. Lewat AA gym pula SBY bisa.merangkul petinggii-petinggi PKS, termasuk HNW. Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun mengambil dari AA Gym, jaqalah hati.
Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya tidaklah heran, SBY lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah konflik misalnya Apakah AA Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan, entahlah. Hanya Tuhan dan AA Gym yang tahu.

Menebar Harapan
SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua pihak. Untuk memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak segan-segan SBY mengumbar harapan. Jauh sebelum kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia menjadi cawapres. Kemudian dihadapan Gus Dur, SBY mau tampil menjadi jurkam tamu di kampanye PKB. Dihadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan cawapres. Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau dicawapreskan. Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk menyiapkan payung seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara, disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY diterima dimana-mana dan diminati.
Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung oleh tim media yang hebat. LSI disebut-sebut sebagai lembaga survei yang secara kontinyu 'mendongkrak' popularitas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil poolingnya. Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar biasa" karena,dikemas dalam bentuk pencitraan.lewat media massa.

Menggoyang Pesain

Kelihaian SBY dan tim suksesnya kembali terbukti ketika SBY berhasil merayu HNW untuk menqaiak.AR membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, sontak saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR tidak berubah, masih terus senangbiki porows-porosan. Di media massa, ditulislah kembali kenangan soal Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin anti pati terhadap AR.
Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang runtung dengan SBY, tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB. Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di beritahu tim Gus Dur. Makanya, meski GD pernah “sakit hati” ke AR, GD tetap tampil menggandeng AR di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat itu juga diumumkan bahwa PPB dibubarkan.
Dan AR kemudian bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya jelas ditujukan ke SBY. HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk Baasyir di tahanan untuk meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW dibawah kendali SBY.
SBY juga menggoyang.Golkar dengan.merayu, Kalla. Walaupun sebenarnya, goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan hysteria konvensi partai Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena Golkar sedang mela.kukan diaspora, kemana-mana. Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan hal ini. Namun banyak kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah gagal merayu Sultan HB sebagai wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis. Apalagi SBY berhasil memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz.
Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke PKB, Gus Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan, kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto sangat berpeluang menang.Dan pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk pilihan Presiden Wiranto disebut-sebut berpeluan menang. Kalau SBY dan Wiranto maju, militer akan terpecah terpecah dua suaranya. Dan garis komando jadi susah dijalankan. Meski tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif mendongkrak suara. Pemilu legislative 5 April membuktikan, di 1ingkungan militer dan under bownya, partai Demokrat selalu juara.

Penutup
Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua hari. Juga sangat bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya karena didholimi TK, dengan. sebutan anak. TK. Sebetulnya, ini adalah buah`kerja lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario. Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu saja atau serta merta menolak ini akibatnya sama, sama-sama CELAKA! (Js)
--- End forwarded message ---

relawan said:

wei!... yg nulisnya panjang nt kg nyambung tuch! orang ngomentarin dukungan anis matta trhdp sby nt malah nyerocos kaya paranormal az yg seolah olah tahu semuanya... gue sich utah tau dari dulu! tapi Gue yakin PKS tetap harapan baru indonesia khan jelas hingga detik ini belom ada partai sebersih and sepeduli buanget trhdp rakyat... sudah terbukti sudah teruji...he..he

sama_saya_aja said:

biarin deh panjang
dari pada pendek kagak enak
gile bener...............

andin said:

PKS is the best party. hanya dengan dipimpin oleh kader-kader PKS, indonesia bisa menjadi negara maju, kaya raya dan dikagumi dunia. lihatlah, betapa murah hatinya para anggota legislatif dari PKS. mereka menyisihkan gajinya untuk para kaum lemah, padahal gaji mereka itu bersih tanpa mencari tambahan lain dengan memanfaatkan jabatan dengan merampok uang rakyat lewat perusahaan-perusahaan , sehingga produk perusahaan harganya melambung tinggi karena modal mereka sangat tinggi akibat dari perasan para anggota dewan yang rakus. Seandainya orang indonesia memahami ini, tentulah mereka akan segera menikmati kekayaan negaranya yang begitu melimpah. tapi sayang, sebagian besar mereka mudah diiming-imingi 1 lembar 50 ribuan dengan rela menderita bertahun-tahun karena dibohongi oleh caleg dari partai-partai busuk seperti partai yang sedang berkuasa saat ini. Hidup PKS........jaya selalu.
hidup pak anis..........., aku percaya semua keputusanmu adalah hasil istikharah yang khusuk.

andin said:

buat yang nulis tentang SBY no 13, boleh boleh aja asal anda memang bukan pendukung berat Mega yang juga intelektualnya di bawah standar. OK?
mendingan kagak usah milih mas........................................................................................., keduanya berpotensi merusak bangsa.

Endon said:

Dalam diskusi bertema Masa Depan Koalisi itu, selain Syamsudin Haris, hadir Ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) Mohammad Hatta, Wakil Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, dan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Sutan Batoeghana

Hal senada ditegaskan Ketua Fraksi Partai Golkar, Mohammad Hatta. Menurut dia, pemahaman tentang koalisi rakyat adalah keliru, karena mengesankan tidak perlunya partai politik. Padahal, jelasnya, dalam demokrasi partai politik adalah pilarnya.

Hatta menilai, persepsi tentang koalisi dengan rakyat lebih merupakan sikap arogansi sekaligus kegagalan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla membangun komunikasi politik dengan partai-partai politik.

"Sinyalemen koalisi rakyat bisa dinilai sebagai benih-benih otoritarianisme baru. Menafikan partai politik adalah sikap yang bertentangan dengan demokrasi. Sebaliknya, Koalisi Kebangsaan adalah penghargaan sekaligus sikap berdemokrasi yang benar," katanya sambil menandaskan, di negeri manapun tidak ada demokrasi tanpa partai politik.

pebpeb said:

Aku dah baca bukunya Anis Matta yang menikmati Demokrasi and Mencari Pahlawan Indonesia. tapi kayaknya emang beliau masih keterlaluan mudanya. banyak mimpi and dongengnya. bukunya sih bagus, tapi kalau masalah menghadapi binatang buas di kancah politik bangsa yang kotor and lebih parah dari hutan belantara, masih mending Rahmat Abdullah. Sayang beliau sudah tak ada di antara kita. seperti halnya Muhammad Natsir jaman duluuuu banget itu, hati-hati kalau memberi pernyataan, and jelas-jelas berpihak pada pihak manapun yang memperjuangkan keadilan. gak sekedar hanya kepentingan, Dab. Yang penting keadilan

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 13, 2004 1:01 PM.

Suara dari TPS di Jember was the previous entry in this blog.

Hamzah Haz Dukung Megawati is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01