Penghitungan Manual, Pembelajaran Politik dan Perbandingan Hasilnya
Penghitungan secara manual hasil Pemilihan Presiden Putaran I telah selesai dan ternyata berjalan cukup ALOT. Sumber dari berita KPU.
Penghitungan yang semula diperkirakan bisa diselesaikan dalam 2 hari ternyata baru bisa diselesaikan dalam waktu lebih dari 3 hari.
- Hari 1 (Sabtu 24 Juli) 10.00 - 22.00
- Hari 2 (Minggu 25 Juli) pembahasan berlangsung dari pukul 20.00 - 1.40 (pagi)
- Hari 3 (Senin 26 Juli) dimulai pukul 10.00-13.00, pukul 15.20 - 18.00, lalu dilanjutkan dari pukul 19.00 - 20.25
Sehinggga akhirnya penetapan dan pengumuman hasil penghitungan manual baru bisa diselesaikan pada malam hari, hari Senin kemarin.
Secara umum jalannya penghitungan suara tingkat nasional ini berlangsung serius dan di sana-sini diwarnai perdebatan atau pembahasan yang alot. Penghitungan suara masing-masing provinsi dibacakan oleh perwakilan KPU provinsi masing-masing.
Saksi Amien Rais – Siswono Yudo Husodo tergolong yang paling sering menyatakan keberatan dengan menunjukkan data hasil rekap yang mereka kumpulkan dari sejumlah provinsi. Mereka juga menyerahkan pada KPU data pembanding dan hasil penghitungan saksi mereka.
Saksi Wiranto-Salahuddin Wahid menyerahkan pernyataan tertulis mereka yang mengajukan judicial review terhadap Surat Edaran KPU No. 1151/15/VII/2004 tentang pengesahan coblos tembus. Mereka juga mengkritik adanya kejanggalan dalam penghitungan dan pelaksanaan Pemilu.
Saksi Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi sempat diajukan ketika membahas hasil penghitungan dari Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga provinsi itu ditunda pembacaan rekapnya.
Wakil Ketua KPU Prof. Ramlan Surbakti:
Perbandingan hasil Pemilu Putaran I antara penghitungan Quick Count dari LP3ES, hasil perhitungan TNP dan perhitungan manual dari masing-masing capres.
| No | Capres | Manual | TI | Quick Count |
| 1 | SBY-JK | 33.574% | 33.572% | 33.2% |
| 2 | Mega-Hasyim | 26.605% | 26.266% | 26.0% |
| 3 | Wiranto-Sholah | 22.154% | 22.193% | 23.3% |
| 4 | Amien-Siswono | 14.658% | 14.914% | 14.4% |
| 5 | Hamzah-Agum | 3.009% | 3.056% | 3.1% |
Tidak terlalu jauh ya ternyata bedanya. Apa sebaiknya putaran II ditiadakan, langsung Quick Count saja? Hehe :)
Anyway, penyebab perbedaan suara antara perhitungan manual dan TI adalah dibawah ini:
- Belum semua TPS masuk ke TNP. Jumlah TPS yang masuk 511,162 baru 90.43% dari TPS yang ada. Sisa 54,100 TPS belum masuk.
- Sejumlah TPS masih menunggu konfirmasi validasi PIN (9,393 TPS)
- Jumlah kecamatan yang TIDAK memiliki sarana entry data 950 kecamatan (Total kecamatan 5,117)

kalau 54,100 tps belom masuk dan 3,393 belon masuk validasi PIN...apa semua itu tidak berpengaruh kepada jumlah total suara yang dapat dilaokasikan kesetiap president bila untuk 1 tps di asumsikan 300 pemilih....?
Ya ampun om, yg belom masuk itu belom masuk ke TNP (Tabulasi Nasional Pemilu). Itu tuh udah dihitung secara MANUAL, dan itu HASIL AKHIRNYA.
kok lamban yach penghitungannya? Itulah karakteristik masyarakat Indonesia. makannya hormati waktu, ntar juga akan hormati yang lain.