Pendukung SBY (Susilo Bambang) Website

| | Comments (39)

Setelah website para pendukung Amien Rais - Siswono, dibawah ini adalah website yang didedikasikan untuk Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla.

SB-Yudhoyono.com

Pro SBY

SBY-KALLA Merchandise Center

Sedang website resmi tim kampanye bisa ditemukan di:

SBY-OKE.com

Sama seperti sebelumnya, jika ada informasi tentang website pendukung lainnya apakah untuk SBY atau capres lain, mohon diinformasikan. Terima kasih.

39 Comments

sby-oke said:

Wah enda nih fans berat SBY tampaknya...
Apakah SBY seorang demokrat sejati atau anti demokrasi?? Coba lihat artikel lama, mengenai pandangan SBY.
----------------
Majalah TEMPO

MENGAPA ABRI PEDULI STABILITAS
02 Juni 1990

Presiden Soeharto meresmikan selesainya renovasi beberapa bangunan di SESKOAD Bandung. Pak Harto termasuk alumnus SESKOAD. ABRI jangan masuk terjerumus praktek militerisme. Perlu stabilitas keamanan.


KUNJUNGAN itu seolah mengusik kembali sebuah kenangan lama. Itulah sepenggal suasana tatkala Presiden Soeharto
berkunjung dan sekaligus meresmikan selesainya renovasi dan rehabilitasi beberapa bangunan di kompleks Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (Seskoad), Rabu pekan silam di Bandung.

Pak Harto memang pernah tercatat sebagai siswa di lembaga pendidikan tertinggi di lingkungan TNI AD itu pada 1959-1960.
Ketika itu, Pak Harto masih berpangkat kolonel dan sudah memangku jabatan sebagai Pangdam Diponegoro. "Dulu saya
tinggal di rumah ini. Ini kamar saya, ini kamar mandi saya yang sempit," kata Pak Harto seperti yang ditirukan oleh
Mayor Jenderal Feisal Tanjung, Komandan Seskoad.

Selama sekitar 1,5 jam Pak Harto meninjau kompleks Seskoad yang kini luasnya 21,6 ha -- sebelumnya 17 ha. Dana yang
dikeluarkan untuk merenovasi dan merehabilitasi kompleks Seskoad berupa Bantuan Presiden sebesar Rp 2,9 milyar.

Peranan dan sumbangan Seskoad dalam sejarah Orde Baru memang besar. Menjelang dan setelah meletusnya peristiwa G30S-PKI, sejumlah teknokrat -- antara lain Emil Salim, Fuad Hasan, Subroto, dan Mochtar Kusuma Atmadja -- dan beberapa perwira
TNI AD sering melakukan diskusi yang membahas politik nasional di Seskoad.

Salah satu tonggak bersejarah yang pernah ditancapkan oleh lembaga ini, antara lain, menyelenggarakan seminar AD II
tahun 1966 yang merivisi doktrin TNI AD "Tri Ubaya Cakti" serta menyusun "Konsep Strategi Kabinet Ampera". Kini, dalam
usia yang sudah menginjak 39 tahun, Seskoad sudah mencetak 6.496 alumni -- 6.067 TNI AD, 86 TNI AL, 76 TNI AU, 60 Polri,
18 pejabat sipil, dan 229 perwira dari 23 negara lain. Di antara alumnus Seskoad itu, ada 16 orang yang tercatat
mencapai pangkat jenderal alias berbintang empat, antara lain Soeharto, Soemitro, Rudini, Try Sutrisno, dan Edi
Sudradjat.

Tema Dies Natalis Seskoad ke-39 yang jatuh pada Jumat pekan silam adalah: Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia.
"Pendidikan memainkan peran penting, bahkan mungkin peran sentral untuk menyiapkan manusia-manusia Indonesia pada
tingkat kualitas yang diharapkan," kata KSAD Jenderal Edi Sudradjat pada peringatan HUT itu.

Jenderal Edi juga membacakan pesan tertulis Pak Harto, yang antara lain mengingatkan lagi agar ABRI jangan sampai
terjerumus dalam praktek militerisme. "Harus kita camkan sedalam-dalamnya bahwa kita menolak militerisme,
Otoriterisme, serta totaliterisme dalam segala bentuknya. Baik yang dilakukan dengan sengaja maupun dengan tidak
sengaja," tulis Presiden Soeharto.

Ajakan Pak Harto itu tampaknya tercermin dalam orasi ilmiah berjudul "Profesionalisme Perwira ABRI -- Masa Kini dan Masa Depan", yang disampaikan Letnan Kolonel Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Dies Natalis Seskoad itu. Menurut dosen terbaik Seskoad 1989/1990 itu, profesionalisme ABRI jangan diartikan dalam konteks profesionalisme yang sempit dan bersifat teknis. Sesuai dengan hakikat Dwifungsi ABRI, rumusan profesionalisme ABRI memiliki dua dimensi: bidang hankam dan bidang sosial politik.

Susilo, 40 tahun, antara lain menyinggung soal gerakan demokratisasi yang kini melanda dunia. Hal itu tampaknya
bakal memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat Indonesia yang sedang berada dalam masa transisi, dari masyarakat agararis-tradisional menuju masyarakat modern-industrial.

Ciri pokok masyarakat transisi ini adalah memudarnya nilai-nilai lama seraya mencari nilai-nilai baru yang lebih
sesuai dengan kebutuhan zaman. "Iklim yang demikian jelas mengandung kerawanan," kata Susilo. Maka, apabila bayangan akan perubahan, pergolakan, dan ketidakpuasan rakyat terhadap para penguasaan di berbagai negara itu ditangkap secara sempit, akan timbul inspirasi bagi gerakan kaum radikal yang frustrasi.

Dari sudut pandang keamanan, jaminan yang harus diberikan adalah terciptanya stabilitas keamanan di dalam negeri dan tersedianya kekuatan militer yang cukup, agar dalam percaturan ekonomi global Indonesia tidak disudutkan pada posisi yang lemah. Bagaimanapun jaminan stabilitas ini sangatlah penting mengingat pembangunan nasional saat ini tak bisa lepas dari bantuan dana dari luar negeri, baik berupa pinjaman maupun investasi modal asing.

Pada bagian lain dari orasi ilmiah itu, Susilo juga mengutip majalah Fortune International edisi khusus akhir tahun 1985
tentang faktor risiko yang harus diketahui oleh para investor asing jika ingin menanamkan modalnya di kawasan
Pasifik ada 13 negara yang diukur tingkat risiko atau aman tidaknya menanamkan modal di negara itu, dengan menetapkan
empal peringkat risiko mulai dari A (risiko paling rendah) hingga D (risiko paling tinggi). Alhasil, Indonesia masuk
peringkat C bersama RRC.

Dua hal yang membuat Indonesia berada pada peringkat itu: kerawanan dalam suksesi kepemimpinan nasional, serta jumlah
utang yang dianggap tinggi. Menurut Fortune, utang Indonesia kini mencapai US$ 53 milyar dengan jumlah bunga sepertiga
dari anggaran nasional.

Memang, seperti yang ditulis Susilo penilaian ini belum tentu tepat benar. Namun, mengingat kredibilitas dan
jaringan yang luas dari majalah itu di seluruh dunia, penilaian itu pasti memberikan pengaruh kepada para calon
investor. "Oleh karena itu, tidak kelirulah apabila ABRI sangat peduli dan ingin mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri secara maksimal."

Uraian yang disampaikan Susilo itu kembali membuktikan bahwa Seskoad masih tetap menjadi dapur konsepsi TNI AD.


AKS dan Ida Farida (Bandung)

enda said:

hehe makasih mas artikel panjangnya, sayang tampilannya ga jelas. coba kalo ada linknya lebih bagus.

posisi resmi blog pemilu 2004 adalah tidak mendukung kandidat manapun maupun partai manapun, jadi kalo memang ada yg rasanya layak ditampilkan ya ditampilkan :)

Saya sangat suka akan profil SBY, saya berharap Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan yang salama ini Bangsa Indonesia alami.
Dengan SBY saya sangat berharap banyak agar Bangsa Indonesia bangkit disegala bidang dengan memperhatikan kepentingan rakyat Bangsa Indonesia, rakyat kecil khususnya.
Tetapi yang membuat saya penasaran, bagaimana dengan orang-orang terdekat dengan SBY, "maaf" tampaknya banyak kader Nasrani di tubuh Partai Demokrat.
Sedangkan saya dapat selebaran yang dikhususkan untuk kalangan Nasrani sendiri yang mengintruksikan kepada umat Kristiani agar menjalankan langkah-langkah yang tidak sportif dan sangat menyinggung Umat Islam, antara lain :
1. Upayakan agar warga NU tidak memilih Partai yang dipimpin oleh seorang Muslim.
2. Mengadu domba Umat Muslim di Indonesia, karena Partai-partai yang dipimpin oleh seorang Muslim sekarang sedang terpecah belah.
Maka dari itu saya berharap SBY dapat berfikir sehat, bertindak bijaksana, agar tidak mudah terpengaruh dengan aksi-aksi bawah tanahnya umat kristiani yang tidak bertanggung jawab.
Karena saya tahu tidak semuanya umat kristiani yang bersikap seperti yang tertulis diatas....
Saya mengambil langkah-langkah tersebut dari artikel Berita Mingguan,
untuk kalangan sendiri, Redaksi Pelaksana : F. Sitaurus,J. Krisna, T. Nuwawea.
alamatnya : Jl. Palmerah Utara No. 37 Jakarta.
Telp. (021) 66105273
Fax. (021) 66325802

SBY Groups said:

Berikut daftar lengkap Capres Fanta,

Wiranto sang Jendral Hijau
http://www.fanta.dk/news.asp?nid=585E7949-747E-406A-A5F5-0725145CC29E
"Capres yang memperjuangkan syariat Islam adalah Wiranto. Penangkapan aktifis kristen, kerusuhan Mei dan perkosaan etnis Cina, kerusuhan Timtim yang katolik dan Pamswakarsa pro-Habibie.

Soeharto dibelakang empat parpol
http://www.fanta.dk/news.asp?nid=1AD2DD52-A3A8-40A1-88AF-91467E5CBA44
"Empat partai bersatu untuk maju bersama Golhar (Golongan Harto), Partai Kebangkitan Babeh, Partai Karya Putri Babeh dan Partai Kebangkitan Soeharto."

Amien idola anak SD
http://www.fanta.dk/news.asp?nid=1CD10673-74AA-4A3C-A65B-50B52CB1AF23
"Seorang siswi SB bernama Cindy Alodia telah dimanfaatkan oleh seorang Capres. Capres ini juga dilaporkan menggalang dukungan dari anak-anak SD, pengedar narkoba dan anak jalanan."

Megawati mudah ditipu
http://www.fanta.dk/news.asp?nid=891CD213-58F3-447E-A300-C15D71B64E5A
"Ditipu SBY dukung Gubernur Sutiyoso, PDIP di Jakarta hancur. Ditipu IMF mengobral aset bangsa dan import beras membunuh petani. Ditipu konglomerat, pengemplang utang dibebaskan, justru koran pers dihukum."

SBY jendral intelek
http://www.fanta.dk/news.asp?nid=B321DE73-8D34-449C-8FD9-3CB38E629039
"Isu didukung non-muslim ditepis dengan naik haji dan iklan TV menjual sajadah. Mengirim Laskar Jihad ke Ambon padahal dilarang Gus Dur, agar Kalla mendamaikan. Pro Amerika dengan menangkapi aktifis islam dan menjanjikan investasi untuk lapangan kerja.

Presiden dan Perubahannya
http://sb-yudhoyono.com/images/PresidenDanPerubahan.pps
"Jika Presiden Indonesia adalah: Barbie, Mr.Bean, Luigi Collina, Bill Gates, Gus Dur, Hamzah Haz, Megawati, atau Teletubbies?"

Semua itu cuma guyon, mohon maaf kalau tersinggung.
Selamat memilih!

memang beruntung SBY ini, dia bisa naik daun dengan cepat, tapi saya kira naik daun SBY ini bukan karena prestasi dan kepintaran SBY, tetapi karena 'gencetan' megawati, yang akhirnya mendapat simpati dari banyak orang. Kejadian ini tidak jauh beda dengan Megawati yang dulunya 'gencetan' pemerintahan ORBA dan mendapat dukungan banyak orang. Kita Boleh simpati pada para 'korban gencetan' tetapi hanya untuk simpati saja bukan untuk dipilih, karena memilih presiden bukan didasari atas rasa simpati. pemerintahan sekarang adalah bukti pemerintahan megawati yang merupakan 'gencetan' pemerintahan ORBA, dan apa hasilnya ? ga ada...
Sekali lagi saya ingatkan jangan sampai anda salah pilih, lihatlah latar belakang capres pilihan anda.

syarif said:

Sungguh Lucu sekarang calon presiden kita. Kalo dulu seorang capres ibarat raja yang tutur katanya didengar seperti ayat-ayat suci. Tapi sekarang capres kita merakyat dengan mengunjungi pemilih didaerah-daerah bahkan karena mau dikatakan merakyat salah seorang capres (Pak Amien) rela naik kereta, kepasar bahkan kesawah hanya sekedar injak lumpur! he.he seremonial apa itu yang kita butuhkan! pak amien gak usah dech turun sawah segala! yang penting rakyat diperhatiin dong!!!

iza said:

BUAT SYARIF
Pak amien dari sebelum menjabat ketua MPR, Beliau selalu mengunjungi rakyatnya...berarti itu dilakukan dari dulu..
coba anda lihat capres lain..Ko mereka tiba-tiba jadi sering kepasar.. jadi sering berkunjung... padahal sebelumnya mereka tidak pernah melakukan hal itu.. Aneh kan..!

syarif said:

buat sdr(i) IZA
loh kayaknya pak Amien ini sangat otoriter yahc!. Sampe-sampe Job isterinya belanja ke pasar direbut juga. untuk soal Pasar didelegasikan dong.sok ngerakyat apa!!!

ita mustafa said:

Hidup SBY,
Sang Jendral Sayur..!!
Tidak pernah sukses mimpin prajurit.

ully said:

to mbah ita mustafa !
memang mbah ita pernah sm2 pak sby di militer ! setahu sy sby itu sukses memimpin militer saat di bosnia dan di mn2 di dalam negeri !

syarifhidayatullah said:

to mbah ita mustafa !
memang mbah ita pernah sm2 pak sby di militer ! setahu sy sby itu sukses memimpin militer saat di bosnia dan di mn2 di dalam negeri !

ita mustafa said:

To syarif,
Bapak saya pernah sama2.
Yang namanya angkatan tuh kalo bagus kepemimpinannya karirnya di operasional.
Kalo teritorial itu buat yang pinter tapi nggak bisa mimpin. Kerjaanya waktu Orde Baru ngadu domba rakyat. PDI Suryadi vs PDI Mega. NU, Muhammadyah juga dipecah belah. Tujuannya biar pemerintah langgeng.
Begitu Pak Syarif. Makanya ngobrol dong sama TNI yang reformis.

syarifhidayatullah said:

Makasih Mbak Ita!!
Saya gak bela siapa-siapa Mbak ita. Cuma marilah kita berbicara sesuai fakta!! saya tidak bisa landaskan penilaian saya atas komentar bapak anda yang boleh jadi kepribadiannya lebih buruk dari Pak SBY. karena tendensi tertentu menjelek-jelekkan pigur tertentu. Tapi marilah kita berpikir jernih dan jauh dari fitnah! masih ingat Ayat Alqur'an yang kira2 begini! Jika orang munafik membawa kabar kepadamu maka periksalah kabar tersebut jangan sampai engkau menimpakan bencana kepada saudaramu sendiri! dan fitnah itu adalah dosa loh mbak.
Sejauh ini di TV karakter pak SBY lebih islami, wajar, tidak ambisius serta tidak pernah memberi komentar buruk kepada saudaranya yang lain.
Dengan pak Amien!
Mbak ITa masih ingat bagaimana Pak Amien menghujat habis-habisan Golkar. Nah pada saat pemilihan presiden & wakilnya atau Ketua MPR dan DPR bukankan Rakyat dengan jelas Pak Amien Berkoalisi dengan Golkar hanya sekedar untuk memperoleh jabatan ketua MPR, dan kadernya Hatta Rajasa sebgi menteri!! politik dagang sapi (itukah yang namanya punya pendirian???? , amanah???? atau pada saat yang sama dia menjelek-jelekkan Pak Habibie yang cenderung bersifat fitnah!!! itukah yang namanya ahklak islami!! bukankah ajaran islam menganjurkan untuk menjaga Aib saudaranya!!
Saudaraku maaf saya tidak bemaksud menjelekkan pak Amien, tapi marilah tempatkan pak Amien pada kerangka manusia biasa punya Strenght and Weakness.
Akhirul kalam marilah kita merenung dengan hati nurani jernih kalo perlu solat tahajjud agar kita memperoleh pencerahan dan terhindar dari sebutan tukan fitnah!!!
Wassalam!!!

ita mustafa said:

Wehhh,
Pak Syarif ini katanya ngajak baik-baik. tetapi menghujat orang juga.
He...he...he.
Saya tidak belain Pak Amien, kenapa Pak Amien yang disemprot?
Saya bilang TNI operasional, itu lebih baik kepemimpinananya daripada teritorial.
Dalam hal ini Pak WIRANTO itu lebih baik dari SBY. Anda nggak percaya? Tanyakan ke saudara yang di TNI. Apa tugas TNI teritorial.

ronaldo said:

SBY membohongi Ummat ISLAM???????????????

Mari kita menengok kebelakang :
ANALISIS TENTANG SBY

Bogor, 1 Juli 2004 (Beringin Suryakancana)

Sebetulnya siaran pers Beringin Suryakancana ini hanya mengutip dari
sebuah majalah berita mingguan ternama yang sudah mengendus geliat
mengusung SBY ke RI-1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak SBY gagal
menjadi Wapres menggantikan MSP yang naik ke RI-1.

Kegagalan yang kemudian disikapi dengan rapat intensif diberbagai
tempat untuk sebuah tujuan besar, RI-1.

Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian Pranata
Pembangunan UI) dan pentolan-pentolan GMKR (Gerakan
Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti Irsan Tanjung dan Sri
Soemantri (keduanya guru besar UI) serta di back up oleh Jenderal
Jenderal loyalis SBY, diantaranya Sudhi Silalahi dan Ma'ruf, serta
jaringan pengusaha "hitam" (contoh kecil, S.P.M. Yong, adik Aseng,
seseorang yang disebut-sebut sebagai pengelola togel KUDA LARI yang
beredar luas di Jawa Tengah setiap hari), dan juga memperoleh aliran
dana dari luar negeri yang disebut-sebut berasal dari dua organisasi
yang sangat berpengaruh di AS yaitu AIPAC (American - Israeli Public
Affairs Committee) dan ADL (Anti-Deflamation League), sejak
pertengahan 2002.

Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium aliran dan
seperti ini, karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka tidak
peduli karena yakin bahwa Partai Demokrat tidak memiliki basis massa
yang jelas.

Tersebutlah nama James Riyadi menjadi penyumbang cukup besar buat
Demokrat, disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan pengusaha
di LN untuk berpartisipasi membesarkan Demokrat, tentu saja mereka
adalah pengusaha-pengusaha yang sealiran dengan sepak terjang JR.

Siasat Kuda Troya :
Dibesarkan dilingkungan militer, beristrikan putri Sarwo Edi Wibowo,
menjadikan SBY sangat lihai bermain didunia intelijen. Didukung oleh
tim
sukses bayangan yang memback up lewat corong media massa, SBY
mulai bermain secara hati-hati untuk posisi RI-1 dengan menjadi anak
manis dihadapan MSP, yang karena keterbatasan pengalaman banyak
menggantungkan urusan negara ke pundak SBY. Tak aneh bila
dilingkungan istana, SBY merupakan "Godfather" untuk semua urusan.
Sehingga untuk urusan internal PDIP pun MSP tidak segan-segan
meminta pertimbangan SBY. Lingkungan RI-1 MSP yakin bahwa ontran-
ontran diseputar pemilihan Gubernur diberbagai daerah, yang berakibat
friksi internal dan pemecatan kader sedikit banyak merupakan buah
kerja SBY. Sumber di istana mencontohkan kasus pemilihan Gubernur
DKI Sutiyoso.

Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100% menginginkan kader PDIP yang
maju, namun karena bisikan SBY, maka MSP tega mengorbankan
pendukungnya. SBY bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko
Polkam dia memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang
potensial terjadi disekitar pemilu. Dengan lihai SBY meyakinkan MSP
bahwa sosok militerlah yang pas menjadi Gubernur untuk menghadapi
pemilu, padahal ditentang habis-habisan oleh kelompok Roy B. Janis
maupun geng Arifin Panigoro.

Tujuan SBY jelas, yaitu menggerogoti massa PDIP dengan membuat
kekecewaan di akar rumput. Keberhasilan skenario SBY di DKI, membuat
SBY kembali bermain di pemilihan Gubernur Sumatera Selatan, Jawa
Tengah dan Bali. Rekomendasi MSP untuk Pilgub berlawanan dengan
kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa Tengah, bahkan sampai berlarut-
larut, di Sumatera Selatan sampai pada pemecatan kader PDIP.

Kerja keras SBY ternyata berbuah manis, hasil pemilu legislative 2004
membuktikan di 4 provinsi tadi, yang sebelumnya merupakan basis
terkuat PDIP, Partai Demokrat cukup banyak mendulang suara.

Sementara MSP belum menyadari, padahal sebetulnya MSP bisa belajar
dari Gus Dur betapa pada massa GD pun SBY telah "menikam" GD
dengan mundur sebagai Menko Polkam ketika situasi Negara makin
memanas, kesadaran baru ada ketika Cornelis Lay seorang yang disebut-
sebut sebagai "king maker" dilingkungan Taufik Kemas
mengungkapkannya. Sayangnya TK merespons dengan membabi buta di
media massa dengan tidak berani mengungkapkan keadaan sebenarnya
soal SBY. TK malah membuat blunder dengan mencari "alasan" lain
untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut SBY sebagai anak
sekolah TK.

Mendekap sekaligus memenjarakan umat Islam, SBY juga terlihat bersih
dimata sebagian besar umat Islam. Sebab SBY memang mencitrakan
dirinya tidak pernah "menyakiti" umat Islam. SBY bisa bermain cantik
karena memiliki tim untuk itu. Disamping BIN lewat Hendropriyono, SBY
juga mempunyai sumber dilingkungan BAIS yang rajin mensupply
informasi-informasi A1.

Padahal, disebut-sebut oleh lingkungan dalam Kapolri betapa selama
ini
Da'I Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan Menko Polkam
untuk menangkapi aktivis-aktivis Muslim yang diduga garis keras.
Penangkapan Ba'asyir pun atas perintah Menko Polkam. Dari lingkungan
Polri diperoleh keterangan bahwa Kapolri sendiri segan menangkap
Ba'asyir karena keterlibatannya dalam terrorisme masih teramat
sumier.
Namun SBY ngotot, apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan
dari luar negeri untuk menangkap Ba'asyir. Semua "penculikan" aktivis
Muslim dan pengungkapan jaringan teroris bisa berjalan "lancar"
karena
Da'i Bachtiar mendapat supply informasi A1 dari SBY. Kini setelah SBY
makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani menekan SBY untuk
menjalankan agendanya.

Dua hari setelah pemilu 5 April, SBY pergi ke AS untuk menemui
Richard
Perle, Paul Wolfowitz (SBY berhubungan "baik" sejak PW menjadi Dubes
di Indonesia) dan Douglas Feith, yang konon ketiganya merupakan
pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. Hebatnya SBY tidak
pernah tersentuh sementara Da'i Bachtiar harus rela menerima caci
maki dari pendukung Ba'asyir. Bahkan disebagian umat Islam "garis
keras", Da'i dicitrakan sebagai Kapolri yang Cuma menuruti
pesanan "sponsor" LN, sedangkan SBY bisa tampak begitu baik dan
manis dimata umat Islam karena SBY memang pernah di Gontor dan
yang paling mendukung adalah hubungan dekatnya dengan Aa Gym
yang kebetulan anak tentara yang juga dibesarkan dilingkungan
kompleks tangsi militer Geger Kalong.


Lewat Aa Gym pula SBY bisa merangkul petinggi-petinggi PKS, termasuk
presidennya HNW, sebab bagi para kader PKS Aa Gym telah memiliki
tempat tersendiri di hati mereka tanpa menyadari bahwa Aa Gym
berasal dari jalur militer. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun
mengambil dari Aa Gym, Jagalah Hati. Kedekatan Aa Gym dan SBY
terjalin sejak lama, maka tidaklah mengherankan kalau SBY-lah yang
mengajak Aa Gym berceramah di daerah konflik misalnya. Apakah Aa
Gym menyadari bahwa namanya hanya dimanfaatkan oleh SBY
entahlah. Hanya Allah dan Aa Gym sendiri yang tahu.

Menebar Harapan
SBY juga dikenal senang menebar harapan pada semua pihak. Untuk
memuluskan siasatnya ke RI-1, ia tidak segan-segan mengumbar
harapan. Jauh sebelum masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY
bersedia menjadi Cawapres. Kemudian dihadapan Gus Dur, SBY mau
tampil menjadi jurkam tamu di kampanye PKB. Dihadapan petinggi
Golkar, SBY mengaku mau dijadikan Cawapres.

Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau di Cawapreskan..

Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk
menyiapkan paying seandainya Partai Demokrat gagal mendulang suara,
disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY
diterima dimana-mana dan diminati. Tentu saja SBY tidak bisa begitu
kalau tidak didukung oleh tim media yang hebat. LSI disebut-sebut
sebagai lembaga survey yang secara kontinyu "mendongkrak"
popularitas SBY dengan serangkaian pengumuman hasil pollingnya. SBY
sebagai "sesuatu" yang sebetulnya hanya biasa-biasa saja, direkayasa
menjadi "luar biasa" karena dikemas dalam bentuk pencitraan lewat
media massa seolah-olah sebagai hasil polling.

Menggoyang Pesaing
Kelihaian SBY dan tim suksesnya kembali terbukti ketika SBY berhasil
merayu HNW untuk mengajak AR membentuk PPB. Ketika poros
diumumkan, sontak saat itu juga tim media SBY menebar berita bahwa
AR tidak berubah, masih senang membuat poros-porosan. Di media
massa ditulislah kembali kenangan soal poros-porosan dengan harapan
agar masyarakat makin antipati terhadap AR.

Mestinya cukup aneh maneuver HNW ini. Setelah runtang runtung
dengan SBY, tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR
membentuk PPB. Untunglah, AR menyadari goyangan SBY, konon karena
diberitahu oleh tim Gus Dur.

Makanya, meski GD pernah "sakit hati" kepada AR, GD tetap tampil
menggandeng AR di media massa untuk mengkounter bahwa AR tidak
sendirian. Saat itu juga diumumkan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR
kemudian bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Alwi Shihab, Eros
Jarot, Rahmawati dan lain lain. Pesan mereka jelas ditujukan kepada
SBY. HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk Ba'asyir
ditahanan untuk meredam kegelisahan pada sebagian kader PKS bahwa
HNW sebenarnya berada dibawah kendali SBY. SBY juga menggoyang
Golkar dengan merayu Kalla, walaupun sebenarnya goyangan ke Golkar
ini sudah diantisipasi oleh AT.

Sebab Golkar dengan partai demokrat sebenarnya sama, identik dengan
satu ide. Lewat Rizal Malarangeng (yang berhasil menelorkan hysteria
konvensi partai golkar dimasyarakat), Tanjung dibisiki untuk
melepaskan
Kalla. Karena Golkar sedang melakukan diaspora kemana-mana.
Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan hal ini. Namun
banyak kalangan yakin, SBY memiliki plan B setelah gagal merayu
sultan
HB X sebagai Wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis.
Apalagi SBY
berhasil memasukkan orangnya ke tim Kalla, yaitu Azwar Anas.

Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke
PKB, Gus Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data intelejen
menyebutkan, kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto sangat
berpeluang menang. Dan pihak BAIS sudah membuat laporan lengkap
bahwa untuk pilihan presiden Wiranto berpeluang menang. Kalau
Wiranto dan SBY maju, militer akan terpecah dua suaranya. Dan garis
komando jadi susah dijalankan. Meski tentara tidak memilih, garis
komando terbukti sangat efektif mendongkrak suara. Pemilu legislatif
5
April membuktikan, dilingkungan militer serta onderbouw nya Partai
Demokrat selalu juara.

Penutup
Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua hari, juga
sangat bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya
karena didholimi oleh TK(katanya). Sebetulnya, ini adalah buah kerja
lama terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario, termasuk
didalamnya mengadu domba pemerintah / polisi dengan umat Islam.

Oleh karena itu mari kita sikapi dengan kritis segala sepak terjang
SBY.
(Prabu Silihwangi).

HATI-HATI MEMILIH PRESIDEN, JANGAN HANYA TERPESONA OLEH
WAJAH SENDU YANG MENCARI SIMPATI SAMBIL MENGAKU SEAKAN
AKAN IA ADALAH KORBAN PENDHOLIMAN,

SADARLAH BAHWA SEBENARNYA DIALAH YANG SEJAK DULU "MENIKAM"
BANGSA INI DARI BELAKANG DAN MENJADI BIANG KELADI PENDHOLIMAN
UMAT ISLAM.

Siaran pers ini telah "dijawab" oleh sby melalui metro tv news (26
juni
2004) "…isu-isu negatif yang beredar seputar dirinya dan merupakan
bagian dari kampanye negatif adalah merupakan contoh matinya
demokrasi di negeri ini…"

TINDAKAN UNTUK MENGUNGKAP SUATU KEBENARAN YANG
BERDASARKAN FAKTA ADALAH SUATU TINDAKAN PEMBELAJARAN
DEMOKRASI BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA !!!


Linda said:

buat ronaldo!!!
terima kasih artikel panjangnya tapi kayaknya lebih baik anda teliti lebih baik lagi dech...!!
jangan sampai anda bermaksud baik malah fitnah orang atau gak usah dech camurin urusan politik loh masih ayam sayur!! kalo dasarkan pendapat dari pandangan orang yang subyektif lebih baik diam!! itu fitnah namanya!!
no sana main bola kembangkan aja bakat loh bola supaya makin disayang real madrid!!!

Syahrul said:

He he he!!!!
Betul Mbak Linda Kayaknya Pak Ronaldo itu
pantasnya jadi komentator bola aja!!!
Suka mengait-ngaitkan sesuatu supaya kelihatan realistis tapi sebenarnya tidak lebih dari sekumpulan buruk sangka!!! dasar Peramal!!!
he he he!!!

swaras_by said:

kpd pendukungku: Harap kalian tenang dan sabar atas pengungkapan kiprahku dimasa lalu. Rekan2 kalian (para mahasiswa dan aktifis) yang hilang dan ditangkap pada masa lalu harus saya akui juga atas kontribusiku. jadi saya minta maaf ya. kpd rekan aktifis muslim aku juga minta maaf neeh pernah nangkepin saudara2 kalian (abis saya takut sih sama bos amrik..). Soal iklan SAJADAH dan UMROH .... yaaachh lumayan lah biar keliatan agak "bersih" gitu. JADI TOLONG LUPAKAN KEKEJAMANKU DIMASA LALU OKEY.....

ary said:

realistik saja bung ronaldo, kebanyakan orang sekarang memberikan suara utk sby, jika memang anda lebih kritis, coba tolong buat paparan untuk calon pres yang lain sehingga pembaca disini juga ikut kritis dan menyingkirkan dugaan bahwa saudara ronaldo tidak hanya 'menganalisa' satu calon (baca 'mengritik' )

ary said:

bung swaras coba lebih objektif dikittt deh tutur kata serta diksi mencerminkan 'isi' dari seseorang

presiden said:

Lebih pas dengan sby-kalla ! Karena ini adalah pasangan, bukan semata-mata mengusung nama SBY, meskipun memang beliau lah tokohnya.. Tapi pak Jusuf Kalla, harus pula dihargai.. Jika tidak qualified, tentu SBY tak 'meminang'nya..

Just visit http://www.sby-kalla.com

Kita jelang presiden baru Indonesia !

jhony said:

kalo aku si milih yg sreg di hati yaitu SBY (Siswono Bin Yudhohusodo)xixixi

Mulyono said:

Komentarku: pemilu presiden kali ini sebenarnya diikuti oleh orang2 besar, guru besar (Pak Amien), badan besar (SBY), pantat besar (Mega), omong besar dan boong besar (Wiranto), dan nafsu besar (H. Haz). Gak lucu ya?

basuki said:

dan pemilih yang fanatik besar....

Girl_C said:

Susilo Bambang Yudhoyono adalah tokoh yang menjadi idaman kita selalu,maju terus SBY pantang mundur

sHiNiNg_LigHt said:

waduuuh....yg KEREENN!!!
saya mah bknpendukung sapa2.....tapi klo emang SBY tuh kereeeNN....banyakin senyum dong ke Rakyat.... CEMBERUT WAE...puasa song....biar langsingan dikit...masa presidennya ndut getu... ntar dikira korupsi lagih!!!! BWT PAra Pendukung SBY: MAKAN TUH KEREN!!!! LIAT otaknya dong...pinter sih cumaaa....gitu deh...!!!
saya kok ga bisa liat latar belakang kehidupannya dg jelas.. kaya AMIen tuh...dia kan low profile bgt.bersahaja dan yaah kayanya gw sih golput ajah deh... kecuali klo Amien bisa msk put.2 hehe...-tapi kynya dah g mungkin yak?...- untuk itu... marilah kita berdoa supaya AMIN-SISWONO dpt mukjizat agar bisa msk put.2
okeh,friends?????
eh, gw salah nulis comment yak...?? mstinya di kolomnya pendukung aMien...ya sudahlah... biar lo-lo smua pada kebuka mata hatinya....
wass...
HIDUP AMIEN-SISWONO!!!
tlg komentari saya yah....??

basuki said:

waduh pendapatnya sHiNiNg_LigHt kok nggak jelas gini??? katanya bukan pendukung sapa2... ??? akhir cerita kok pendukung pak amien?? mana yg bener nih...
tambah lagi ngakunya nggak bisa ngelihat latar belakang kehidupan SBY dengan jelas, kok berani menilai negatif pak SBY dan mengatakan pak amien lebih baik?? waduh pendukung sby bisa marah tuh... kalo emang nggak bisa ngelihat.. yo jangan merendahkan capresnya dong... mendingan belajar melihat dulu..
ato jangan2 anda taunya cuman profil pak amien doang?? kalo taunya cuman itu ya jangan buat perbandingan, jangan merendahkan, jangan mendukung karena itu menunjukkan bahwa anda adalah pendukung buta..

..ehmm kalo pingin tau sedikit profil buka ini
http://www.kpu.go.id/Capres_Cawapres/Calon_list.php atau http://pemilu2004.goblogmedia.com/profil-capres-cawapres-indonesia.html

kabaresteemje said:

pasca putaran satu kok ga ada bacaan lagi nih ttg dukung-tidak mendukung pada kemana? jagoannya mogok atau habis bulan madunya? btw si sby katanya menurun popularitas imagologinya yah? namanya juga cinta monyet... pe-er buat tim citra sby! (tiket pesawat sby-jkt lebih murah loh dari argo bromo)

cikuyaman said:

Teman2 sebangsa se tanah air, siapapun capres kita itu adalah saudara sebangsa, mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, janganlah kita terlalu fanatik untuk menyanjung juga keterlaluan menghina dan menjelakan. Ingatlah wahai saudaraku ... tidak ada manusia yg sempurna, kecuali malaikat barangkali. Terimalah siapapun pilihan mayoritas rakyat, karena bukankah suara rakyat itu konon katanya suara Tuhan. Inilah makna demokrasi yg kita perjuangkan lewat reformasi. Sadarlah bahwa siapapu presiden kita nanti, gak akan mampu menyelesaikan persoalan bangsa tanpa dukungan kita rakyat Indonesia, sehebat apapun dia, kita juga sebagai rakyat harus sadar... dan sudahkan kita bertanya kepada diri kita sendiri, bahwa apakah kita sudah menjadi warga negara yang baik ? Terima kasih ...

Engkus said:

Saya pilih SBY bukan karena popularitas atau penampilannya kok .... saya pilih dia karena memang dia memiliki kualitas pribadi yang menurut saya layak untuk jadi seorang presiden. Kalau soal penampilan sebenarnya dia biasa2 saja, tapi kecerdasan dan kearifannya yang luar biasa. Seandainya saja dia orang sipil saya rasa dia juga mampu jadi profesor, sekarang aja sebagai seorang militer dia bisa mengikuti pendidikan S-3 di IPB. Belum lagi dalam karir militernya, dia tercatat sebagai Siswa Lulusan Terbaik di Seskoad (sebuah lembaga pendidikan tertinggi AD), juga dia tercatat sebagai Dosen terbaik di Lembaga yang sama. Mustahil dia bisa memperoleh prestasi dan penghargaan bergengsi seperti itu kalau dia tidak memiliki kecerdasan dan kualitas pribadi yang melebihi yang lainnya. Sebenarnya Capres yang lain juga ada yg bertitel cukup banyak, cuman saya kurang suka karena dia terlalu arogan dengan menyebut dirinya sebagai orang cerdas, padahal biarlah orang lain yg menilai siapa kita. Segitu aja terima kasih ......

Ong Kos said:

Kalau urusan lulus S3 mestinya ente milih Amien Rais, dia kan gurunya yang mau dapet S3. Jangan pilih SBY baru ujian apalagi ujiannya sekarang bisa2 dosennya simpatisan jadi cepet lulus......
Untuk kearifan masih tanda tanya itu???????? SBY kurang arif dalam karier politiknya cenderung dinilai licik dan punya karakter kutu loncat dan oportunis. Maaf kalau salah tapi itulah yang saya pahami dari SBY...

Ancaman said:

Metro TV yang menerima ancaman untuk menghentikan siarannya ketika tengah menayangkan siaran salah satu capres. “Waktu siaran Megawati baru berlangsung lima menit tiba-tiba diminta untuk dihentikan. Yang melakukan memang tidak menyebut identitasnya secara jelas, dia hanya menyebutkan dari tim sukses Yudhoyono.

Berita lengkap baca: http://www.megahasyim.com/modules.php?name=News&file=article&sid=342

Suakardi said:

KETUA DPP Partai Bulan Bintang Ahmad Sumargono menyebutkan, kelemahan SBY itu, antara lain, dia sosok yang peragu dalam mengambil keputusan.

"Lihatlah kasus Aceh yang hingga kini tidak kunjung selesai. Selama kampanye, waktunya habis untuk menetralisir isu-isu terkait dengan ideologinya," ujar Gogon, panggilan akrab Ahmad Surmagono kepada wartawan di Jakarta, jumat (6/8).

mbah said:

Dinilai Ragu-Ragu Dalam Setiap Ambil Keputusan
Dukun Politik Bilang: SBY Pantasnya Jadi Wapres
Berita selengkapnya baca
http://www.rakyatmerdeka.co.id/ekonomi/list_eko.asp?ID=1466

en dok said:

Kualitas SBY dalam memimpin takut bertanggung jawab. Dalam Kasus Newmont SBY mengaku hanya menjalankan perintah.
http://www.hariankomentar.com/

ndaru said:

AS Dukung Capres Dari Militer
@ 60 Ribu Intelijen CIA Disebar Di Indonesia


JAKARTA (Suara Karya): Pemilihan presiden secara langsung yang untuk kali pertama digelar di Indonesia, tak lepas dari campur tangan Amerika Serikat (AS). Melalui agen intelijennya, CIA, AS ingin agar presiden Indonesia mendatang berasal dari purnawirawan militer. Demikian analisa yang disampaikan pengamat intelijen, AC Manullang.

Menurut mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) ini, capres berlatar militer dianggap mampu menjalankan grand strategy global AS, yaitu memberantas terorisme. "Sipil dianggap tidak mampu menindak tegas kelompok Islam radikal, yang oleh Amerika disebut sebagai geng teroris di Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Manullang menambahkan, pada pemilu presiden putaran pertama lalu, CIA dihadapkan pada dua pilihan yang imbang, yaitu Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya dianggap memahami grand strategy global AS tersebut. Namun belakangan, sebelum masa pencoblosan 5 Juli lalu, Wiranto lebih cenderung mendekati kelompok Islam garis keras. Karena itu, akhirnya CIA mendukung SBY.

"Kenapa Wiranto nggak didukung CIA? Dia itu dekat dengan kelompok Islam, yang oleh Amerika dicap sebagai separatis. Kita lihat hasil pemilu di Pesantren Al-Zaytun, lalu hasil musyarawarah para habib dan kiai dari FPI dan MMI di Gedung Joeang beberapa pekan sebelum pemilu presiden. Jelas sekali, mereka menolak SBY dan mendukung Wiranto. Ini semua dilaporkan anggota CIA ke CIA Pusat di Amerika. Lalu pimpinan CIA menginstruksikan agar Wiranto jangan didukung," ujarnya.

Dengan demikian, tambah Manullang, siapa yang harus didukung CIA sudah jelas, karena tinggal satu calon. Megawati tidak mungkin, karena dianggap telah gagal menjalankan misi CIA. Amien Rais pasti tidak akan didukung CIA, karena dianggap salah satu pimpinan Islam garis keras. Sedang Hamzah Haz, tak pernah masuk pilihan karena pasti tidak akan menang. "Jadi Amerika itu sudah mempersiapkan SBY sejak jauh-jauh hari untuk jadi presiden," katanya.

Ditanya apakah dukungan CIA itu diketahui SBY atau Jusuf Kalla, Manullang mengatakan, CIA tidak perlu komunikasi langsung dengan orang yang didukungnya. Namun, lanjut dia, siapapun yang dinilai mampu memahami apa yang diinginkan AS dalam menjalankan misinya, pasti didukung. "Kerja mereka sangat rapi dan sangat rahasia," kata Manullang.

Doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz Jerman ini yakin, sebenarnya siapapun yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu di Indonesia. Alasan dia, kerja AS sangat profesional. Untuk menjalankan misinya di Indonesia, CIA telah menyusupkan 60 ribu intelijennya di Indonesia sejak sebelum pemilu legislatif lalu. Mereka adalah warga Indonesia yang telah mendapatkan pendidikan intelijen di luar negeri. Karena itu, keberadaannya sulit dikenali. "Soal ini kan pernah diakui oleh KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, bahwa ada sekitar 60 ribu intelijen asing di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Manullang menilai, siapapun capres yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu presiden putaran kedua. "Siapa yang akan jadi presiden Indonesia ke depan, sebenarnya namanya sudah ada di tangan Amerika. Kan mereka yang men-setting. Bahkan bukan hanya Indonesia, CIA juga berperan dalam suksesi kepemimpinan nasional di beberapa negara di dunia," ujarnya.

Setelah itu, masih menurut Manullang, presiden yang didukung CIA akan dikendalikan oleh AS. Jika sesudah terpilih mengkhianati AS, mereka tak segan-segan menembak mati bahkan menghancurkan negaranya. "Lihat Osama bin Laden atau Saddam Hussein. Sebelum berkuasa, mereka kan didukung Amerika. Saat melawan Rusia, Afghanistan mendapat suplai senjata dari Amerika. Perusahaan Osama kerja sama dengan Amerika. Karier politik Saddam hingga dia terpilih jadi presiden, juga karena dukungan Amerika," ujarnya.

Karena itu, tegas Manullang, siapapun yang jadi presiden mendatang, rakyat harus bersatu mendukungnya. "Sebab, hanya persatuan dan kesatuan rakyat yang mampu membendung misi Amerika di Indonesia. Jangan sampai Indonesia di-Irak-kan," ujarnya memberi pesan.

Indikasi dukungan AS terhadap salah satu capres, sebenarnya sejak beberapa waktu lalu sudah muncul ke permukaan. Amien Rais, kepada pers, pernah mengatakan kekalahan dirinya dalam pilpres putaran pertama antara lain karena yang dihadapi adalah kekuatan raksasa. Ketua Umum PAN itu mengaku memperoleh banyak informasi otentik bahwa AS membekingi salah satu capres. "Mereka sudah menjalin kerja sama cukup matang. Saya menyadari bahwa yang saya hadapi tidak main-main," kata Amien. (M-1)

Dodol said:

udah deh, jangan pada ribut, kita liat aja apakah kabinet yang sekarang mampu mengatasi masalah negara yang udah jadi borok busuk banget ini...Good Luck aja buat SBY and JK...

deny said:

SBY bagi saya :

1. 27 Juli moment kejahatan HAM di Indonesia yg tak termaafkan.
SBY beratus kali dianggap terkait langsung
disebut berkali-kali di Media.
sekarang mau mendukung pengusutan pembunuhan aktivis Munir
huek hua haahahahhaaa ha hah ha GARINGGGGGG!
dimana ingatan rakyat ku ini... gemesssssssss!

2. Headline Kompas tanggal 27 Agustus 1997
SBY : "Reformasi politik belum diperlukan"
slogan khas 'anti reformasi' alias 'Status Quo!'
bertentangan dgn mahasiswa, rakyat yg dulu agak pinter dan
para tokoh dan mahasiswa berdarah-darah berdemo di jalan...
Woii Rakyat masih inget gak??

3. Nyolong start kampanye Pilpres dgn kemasan iklan MENKOPOLKAM
bersamaan dgn iklan MENKOKESRA Yusuf kalla!
Kalau gue punya bawahan gini pasti gue kecewa berat!

4. Prestasi jadi MENKOPOLKAM 4,5 tahun sampai jadi Presiden
gagal menyelesaikan masalah Aceh yang berlarut-larut,
dan gagal mencegah kerusuhan di Poso, Ambon dan Papua.
dari jadi menko polkam sampai jadi presiden (2000-2005) :
lebih dari 40 ledakan bom.... GREAT!

5. Yang saya tahu para tokoh2 indonesia rajin beli gelar termasuk TNI
Gelar Doktor 3 tahun diselesaikan dalam waktu 3 tahun
di sela-sela kesibukan menjadi MENKOPOLKAM dan bom meledak dimana-mana
mestinya masuk Guinnes Book of Records!
Dimana-mana yang rajin dan fokus hanya kuliah saja susah bisa S3 tepat waktu, nah SBY yang segitu sibuknya
jadi menteri ternyata bisa euy!
atau memang serius kuliah drpd jd menteri? atau...

6. Para Jenderal-Jenderal TNI & POLRI kekayaannya bukan main...
Perjudian, Perampokan Hutan dgn backing tentara adalah
kejahatan yg bukan diam-diam..

Media Indonesia On Line pernah mendapat kiriman komentar
dari pembaca :
Di daerah tempat ia tinggal Setiap subuh sampai pagi hari perampokkan kayu dikawal mobil dan pasukan berseragam TNI,
jadi kalau memang NIAT dan TDK TERLIBAT pasti tdk akan susah,
bahkan SUANGAT MUDAH,
tapi kalau TERLIBAT pasti tidak NIAT!

perkoncoan dan perkolusian pimpinan dan pengusaha
daerah dgn Koramil, kodam, korem, dls..
dari kayu kayu di tarakan, intan di martapura, minyak, beras dls..
rasanya gak ada sulitnya mengusutnya...
tapi pasti sulit, karena menyangkut KORPS, PERKONCOAN dan DIRI SENDIRI!

SBY memang Presiden paling dpt REJEKI NOMPLOK PLOK PLOK!

keputusan apapun yang SBY buat selalu di dukung rakyat!
Naikkan Harga BBM!
Naikkan Harga Elpiji & Listrik!
Hemat Energi!
Berantas KKN!
(kok jeruk makan jeruk?)

SBY seperti 'Ratu Adil' cocok untuk otak orang indonesia!


Salam,
Deny Willy
0817 220 632




deny said:

SBY bagi saya :

1. 27 Juli moment kejahatan HAM di Indonesia yg tak termaafkan.
SBY beratus kali dianggap terkait langsung
disebut berkali-kali di Media.
sekarang mau mendukung pengusutan pembunuhan aktivis Munir
huek hua haahahahhaaa ha hah ha GARINGGGGGG!
dimana ingatan rakyat ku ini... gemesssssssss!

2. Headline Kompas tanggal 27 Agustus 1997
SBY : "Reformasi politik belum diperlukan"
slogan khas 'anti reformasi' alias 'Status Quo!'
bertentangan dgn mahasiswa, rakyat yg dulu agak pinter dan
para tokoh dan mahasiswa berdarah-darah berdemo di jalan...
Woii Rakyat masih inget gak??

3. Nyolong start kampanye Pilpres dgn kemasan iklan MENKOPOLKAM
bersamaan dgn iklan MENKOKESRA Yusuf kalla!
Kalau gue punya bawahan gini pasti gue kecewa berat!

4. Prestasi jadi MENKOPOLKAM 4,5 tahun sampai jadi Presiden
gagal menyelesaikan masalah Aceh yang berlarut-larut,
dan gagal mencegah kerusuhan di Poso, Ambon dan Papua.
dari jadi menko polkam sampai jadi presiden (2000-2005) :
lebih dari 40 ledakan bom.... GREAT!

5. Yang saya tahu para tokoh2 indonesia rajin beli gelar termasuk TNI
Gelar Doktor 3 tahun diselesaikan dalam waktu 3 tahun
di sela-sela kesibukan menjadi MENKOPOLKAM dan bom meledak dimana-mana
mestinya masuk Guinnes Book of Records!
Dimana-mana yang rajin dan fokus hanya kuliah saja susah bisa S3 tepat waktu, nah SBY yang segitu sibuknya
jadi menteri ternyata bisa euy!
atau memang serius kuliah drpd jd menteri? atau...

6. Para Jenderal-Jenderal TNI & POLRI kekayaannya bukan main...
Perjudian, Perampokan Hutan dgn backing tentara adalah
kejahatan yg bukan diam-diam..

Media Indonesia On Line pernah mendapat kiriman komentar
dari pembaca :
Di daerah tempat ia tinggal Setiap subuh sampai pagi hari perampokkan kayu dikawal mobil dan pasukan berseragam TNI,
jadi kalau memang NIAT dan TDK TERLIBAT pasti tdk akan susah,
bahkan SUANGAT MUDAH,
tapi kalau TERLIBAT pasti tidak NIAT!

perkoncoan dan perkolusian pimpinan dan pengusaha
daerah dgn Koramil, kodam, korem, dls..
dari kayu kayu di tarakan, intan di martapura, minyak, beras dls..
rasanya gak ada sulitnya mengusutnya...
tapi pasti sulit, karena menyangkut KORPS, PERKONCOAN dan DIRI SENDIRI!

SBY memang Presiden paling dpt REJEKI NOMPLOK PLOK PLOK!

keputusan apapun yang SBY buat selalu di dukung rakyat!
Naikkan Harga BBM!
Naikkan Harga Elpiji & Listrik!
Hemat Energi!
Berantas KKN!
(kok jeruk makan jeruk?)

SBY seperti 'Ratu Adil' cocok untuk otak orang indonesia!


Salam,
Deny Willy
0817 220 632




About this Entry

This page contains a single entry by enda published on June 16, 2004 10:24 AM.

Pendukung Amien Rais Website was the previous entry in this blog.

Prediksi Presiden pada Pilpres 2004 is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01