Partai Demokrat dan Angka Hoki

| | Comments (85)

Kali ini singkat saja.

Baru tau kemarin dari Majalah Tempo kalo ternyata Partai Demokrat dikelilingi angka 9 [sembilan].

Didirikan tanggal 9 September dengan 99 penandatangan deklarasi. Calon Presidennya lahir 9 September. Dalam Pemilu 2004 mendapat nomer urut 9.

Calon Presidennya mundur dari kabinet tanggal 9 Maret. Hari pertama setelah Pemilu dikunjungi oleh PKB yang berlambang 9 bintang.

Buat beberapa kalangan, angka 9 dianggap sebagai angka keberuntungan. Cuman...ini yang mungkin gak mengenakkan buat Ucok. Apakah SBY akan jadi Presiden tahun ini atau pada tahun 2009....he..he...

85 Comments

ucok said:

Ngga tuh Nda, menurut polling terakhir, SBY jadi calon favorit, di atas Mega dan Amin :)

goklas said:

Ini keduakalinya tulisanku dianggap tulisan Enda...:-D....Cok...goklas nich...goklas....payah nich...[eh..ngupi yuk :-p]

ucok said:

wah sorry euy, ngga ngeliat dulu, abis esmosi sih hehe :)

boleh lah ntar kita ngupi-ngupi ya bang :)

joko said:

SBY tidak hebat, hanya karena pendiam kesalahannya ridak terungkap. Presrasinya nggak ada, korupsi dilingkungan kerjanya jalan terus. so what?

paimo said:

SBY cocoknya jadi kepala satpam mukanya aja pemarah, seram.

C J Harman said:

Tahun ini ada dua kandi dat presiden idola saya, yakni Bpk Jend.(pur) Wi ranto dan Bpk Jend.(pur) SBY. Tentu tidak bisa ke duanya dlm periode yg sa ma, jadi harus bergilir an. Berdasarkan skala prioritas dan senioritas maka untuk periode lima tahun kedepan ini saya memutuskan Bpk Jend.(pur) Wiranto yg menja bat sebagai presiden negara kita tercinta Indonesia. Sementara dalam waktu lima tahun kedepan, Bpk Jend(pur) SBY mempersiapkan diri, dengan menimba ilmu dan pengalaman, untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Bpk Jend(pur) Wiranto pada tahun 2009. Semoga Tuhan YME senatiasa melimpah kan rahmatNya kpd beliau berdua khususnya dan ke pada bangsa Indonesia pa da umumnya untuk menda pat kan pemimpin yg ideal. Amin...

Ir. Dr. Ron Theodenayere. SH said:

SBY adalah salah satu calon presiden yang bersih dan tidak tersangkut dengan korupsi. Saya kira Indonesia sangat memerlukan orang kuat dan bijaksana seperti dia dan bukan orang yang berkepala panas dan penuh dengan prasangka dan irihati

ytedianto said:

SBY tetap pilihanku, dengan 9 program utama, dan 99 hari pertama pemberantasan Korupsi, dan 999 membawa rakyat aman, adil dan sejahtera, dan hari ke 1800 = 1+8 = 9 dia akan terpilih ke duakilinya !!

danto said:

Mencari profil yg sempurna sulit! Tapi dari figur2 yg ada SBY paling KOMPETEN. Qualifikasi:Jendral &MBA/ Experience: Operasional(Korem 072),Administrator (KASTER), Diplomasi(BOSNIA) / sKILL: Negarawan Oriented

Asumrat said:

Jika SBY jadi presiden jangan lupa sama orang-orang perantauan dari pulau Sumatera,yang bersih,jujur,pemberani dan sudah terbukti dari zaman Belanda dan RIS untuk duduk sebagai menteri dengan perkiraan 50% berasal dari Sumatera,terima kasih SBY & Partainya selamat berjuang dalam pemilihan Presiden.

Peter Winoto said:

SBY YES, YANG LAINNYA NO WAY..... SAYA INGIN INDONESIA LEBIH DAMAI, TENTRAM, AGAMAIS DAN BERSIH.

TRIMO said:

Maaf bukanya saya sombong. Karena posisi jabatan saya, selama ini saya sudah pernah bertemu dan bicara langsung tentang apa saja kepada SBY, WRT, MGWT,AMNRS bahka GUSDR. Saya menyadari diantara kandidat tersebut diatas hanyalah SBY yg paling seimbang 'omongan & tindakanya', lembut dimata rakyat, tapi sangat keras dan sangat disegani dikalangan aparat dan pejabat daerah. Saya kira anda pasti setuju. Kalau ragu-ragu silahkan anda buktikan sendiri dengan memberi kesempatan dia jadi presiden. ok ?

cahlorok said:

SBY sosok Presiden yang pas buat penyelesaian permasalahan bangsa saat ini. Beliau bebas dari segala KKN, bahkan beliau sosok yang anti KKN. Maju terus SBY cah Lorok-Pacitan ning mburmu...

Becik ketitik, olo ketoro.

Indri Yanto, SE said:

SBY aku dukung sampean. Tulung perjuangno nasib rakyatmu. Selangkah sampean perjuangke nasib wong cilik, sewu langkah tak perjuangno nama baikmu.
Maju terus SBY......SUKSES SBY.

Viana said:

duh,saya galau nih..saya trm imel dan sms mgnai PD;apa benar PD berubah mjd partai yg non-nasionalis?mohon konfirmasi resmi PD di media cetak/TV seputar hal ini..saya pengagum brt SBY, namun stl mdpt informasi di bwh hr ini, saya galau dan mgkn (apabila hal itu benar),banyak saudara seiman saya beralih tdk mendukung pencalonan SBY;Terima kasih.

quote

Dear all,

Tadi malam saya bincang-bincang dengan beberapa teman
Partai Damai Sejahtera (PDS) dan simpatisan PDS
tentang 1 topik yaitu : Mengapa PDS secara resmi
membuat acara pemberian dukungan kepada PDI-P /
Megawati-Hasyim Muzadi di Balai Sarbini kemarin? Kami
merasa perlu bertanya karena terus terang hampir semua
kelompok teman dan keluarga kami condong menjatuhkan
pilihan kepada pasangan SBY-Yusuf Kalla, dan kami
kekeh dengan pilihan itu sampai kami mendengar
penjelasan dari PDS semalam.

Ternyata dari percakapan semalam kami ketahui bahwa selama ini PDS pun berpikir untuk memberi dukungan kepada Partai Demokrat (PD) / SBY-YK sampai 2 minggu yang lalu waktu keluar berita di koran-koran yang
mengutip Ketua Umum Partai Demokrat yang menyatakan bahwa PD siap berkoalisi dengan semua partai KECUALI
PDS!!! Selidik punya selidik ternyata hal itu
dinyatakan oleh PD atas desakan dari Partai Bulan
Bintang yang sekitar 3 minggu lalu menyatakan
berkoalisi dengan PD, syarat yang PBB ajukan adalah tidak akan pernah menerima apalagi berkoalisi dengan
PDS. Jadi satu-satunya pilihan bagi PDS adalah
mendukung Mega-HM. Wlaupun demikian PDS tidak terburu-buru, Ketua Umum dan pengurus serta berbagai
pendukung partai terus berdoa mohon hikmat Tuhan, dan
setelah semua merasa Tuhan memberikan jawaban sama
yaitu dukungan untuk PDI-P, diputuskanlah acara yang
diselenggarakan di Balai Sarbini Plasa Semanggi
kemarin siang itu yang dihadiri langsung oleh Mega-HM.

Kemarin pagi di Koran Tempo halaman 4 dimuat pernyataan Partai
Demokrat / SBY-YK yang intinya demikian: "Partai
Demokrat sama sekali tidak keberatan Partai Bulan Bintang memperjuangkan Syariat Islam"!!!!!
jadi teman-teman: Mari kita pertahankan NKRI dan
Pancasila serta pluralisme di negara kita tercinta
ini. Jangan jadi Golput di Pemilihan Presiden nanti.
DUKUNG Megawati Sukarnoputri dan Hasyim Muzadi.
Tuhan Yesus memberkati.
Tolong beritahu teman-teman dan keluarga
seluas-luasnya.

end

buchoy said:

viana lo kok idealis banget... kalo lo seneng dan pengagum sby jangan ngeliat dari apakah dia islam atau kristen.. dan apakah dia akan hanya menakomodasi org islam.... saya yakin pluraisme akan di jalan kan sby dia nggak fanatik kok kenapa kamu takut baget dan malah berpindah ke lain hati... heheh itu bearti kamu bukan pengagum berat sby... kamu tu hanya ikut ikutan .... kayak kambing congek dicucuk idungnya... eh salah ding banteng item gembrot dicucuk idungnya hehehe

matbokir said:

Tambahan soal angka 9.
SBY memilih sebagai pasangannya Jusuf Kalla .Team Jusuf Kalla disebut "Institut Lembang 9", karena beralamat di jalan lembang 9 Jakarta.

Aku sih Yakin SBY&JK pasti menang
Dulu ada Sukarno Hatta, membawa Indonesia Merdeka,
Sekarang Susilo Kalla, membawa Indonesia berjaya

frans said:

Kalian belum tahu?,
Jusuf Kalla adalah salah satu Ketua
Panitia Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam di SulSel.

Diko said:

Secara fisik okelah, pawakan ganteng, tinggi besar, murah senyum, meski dari militer. Tapi.... belum cukup teruji secara kemampuan.. ya kan..? Kemarin dapat 7 % karena kebetulan aja tu..., plus pada kasihan aja..! Besok belum tentu.... Setuju...

Fajar said:

SBY emang lumayan oke, (tapi iklan tv nya guaring bueneer suerrr, ada adegan doi lip sync nyanyi segala) tapi kudu diliat juga 'begundal' di tim sukses nya. Ada TB Silalahi nongkring di sono.. dan (kabarnya) TB Silalahi ini patron nya Tomi Winata. Kalo mafioso yang satu ini sudah pasti public enemy no 1.

madz said:

Kalo SBY sekarang janjiin aman lantas kemana aje kemaren waktu jadi menko polkam? Aku nggak pilih dia, SDM dibelakang dia bahaya belum siap, deket preman, banyak org2 non muslim!

SADAR said:

Dulunya gua juga "rencananya" mau pilih SBY, walau gua pilih PDS (DPR) & PDIP (DPRD) waktu pemilu kemaren, tapi setelah gua dapat info dari teman2 dan mencoba mencari tau dari banyak sumber2 yg dapat dipercaya!! gua mengambil kesimpulan tegas dan pasti bahwa SBY & YK tidak dapat gua percayai lagi akan tetap setia mengusung pluralisme & kesatuan NKRI. SBY & YK lebih mementingkan satu pihak dan dengan keras serta tegas mengesampingkan pihak lain. Sikap arif & bijaksana yg dulu ada, ternyata tidak bertahan lama. Oleh karena itu DENGAN SUNGGUH HATI gua menjatuhkan pilihan pada MEGA & HASYIM yg jelas tetap konsisten menjunjung tinggi pluralisme di Indonesisa tercinta. Wiranto juga (kelihatan) tegas soal NKRI & Pluralisme, tetapi ternyata tangannya bersimbah darah rakyat Indonesia, & dia adalah salah satu tokoh pembentuk pamswakarsa yg anti pluralisme. AR (tidak SY) adalah tokoh yg sektarian dan munafik. Inget politicking dia anti Golkar tapi jadi temen juga, angkat GusDUR tapi melengserkan juga. Org seperti AR tipe pemimpin yg gampang mencla-mencle. Hamzah & AG.... mmhhhmm kurang kredibel juga... Track record Mega yg kurang baik pada pemerintahan ini, gua anggap sbg suatu kesalahan yg dapat Ibu Mega perbaiki di pemerintahan yg berikut jika Ia terpilih lagi. Lagian siapapun bahkan SBY pun takkan mampu memulihkan keadaan negeri ini pada situasi yg masih sangat dipengaruhi oleh mantan org ORBA & MILITER ORBA!!. Akhirnya Tuhan YME membukakan rahasia, latar belakang, agenda tersembunyi, dsb dari SBY & YK sehingga gua tidak jadi memilih mereka. Untunglah !!!...

Indro said:

Menarik melihat kesaksian Agum Gumelar di TV minggu kemarin. Dia bilang bahwa ia merasa aneh SBY merasa disisihkan oleh bu Mega lalu meninggalkan kabinet, padahal SBY di kabinet adalah orang yang paling dipercaya oleh bu Mega. Dia lalu menambahkan "Sayangnya, Pak Yusuf Kalla pun entah kenapa terpukau dengan dia lalu ikut meninggalkan kabinet". SBY kayaknya memang tidak 'sebodoh' dan 'selugu' tampangnya, ahli strategi lulusan West Point ini sangat piawai 'memainkan' bu Mega yang notabene adalah boss dan presidennya sendiri. Saking percayanya bu Mega terhadap SBY, sampai bu Mega pun sangat berminat untuk mengajak SBY berduet sebagai Pres-Wapres. Namun ternyata SBY mempunyai 'hidden agenda' yang tidak disadari oleh bu Mega, (Bu Mega terlalu lugu dan terlalu percaya kepada insting pribadinya) SBY secara baik menjaga dan mendongkrak citranya kepada publik sebagai orang tertindas sehingga memberikan alasan yang cukup 'cantik' untuk meninggalkan kabinet dan melaju sebagai RI-1. Luar Biasa!! First Class Politician! Kalau dia akhirnya terpilih jadi Presiden, saya harap dia dapat terus memainkan 'permainan cantiknya' untuk kemajuan bangsa dan meningkatkan bargaining position Indonesia terhadap AS, Jepang, IMF dan Uni Eropa. Sangat disayangkan memang kalau dia ternyata 'bermain' untuk memperkaya diri dan kroninya sambil menyengsarakan dan menjerumuskan rakyat Indonesia kepada jurang kemiskinan dan kebodohan.

Suharto Baru ni Ye said:

Aku pilih yang JUJUR, CERDAS dan BERANI...!!
Bukan yang CULAS, TEL-MI dan PENAKUT...!
CULAS : ngaku2 dikucilkan di kabinet. Padahal orang kepercayaan MSP. Nagku tidak berambisi jadi presiden, tetapi menggalang kekuatan sejak 2001.
TEL-MI : Kalau ngomong kayak pidato teksbook. Kalau bertindak ragu2.
PENAKUT : Disuruh melobi Keluarga Soeharto sama Gus Dur hasilnya NOL BESAR. Nyalinya ciut.

Batal pilih SBY said:

Abis baca ini, gue jadi serem abis.., padahal gue salah satu fans berat SBY.
(Source: http://www.mail-archive.com/e-ketawa@yahoogroups.com/msg00877.html)

SBY, Berkah atau Bencana?
Menengok ke Belakang, Sebetulnya sebuah majalah berita mingguan ternama sudah mengendus geliat mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak SBY gagal menjadi wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1. Kegagalan yang kemudian disikapi dengan rapat-rapat intensif di berbagai tempat untuk sebuah tujuan besar, RI-1. Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI) dan pentolan-pentolan GMKR (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti Irsan Tanjung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar UI), serta di backup oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya Sudi Silalahi dan Ma'ruf, serta jaringan pengusaha "hitam' (contoh kecil, S.P.M Yong, Adik Aseng, seseorang yang disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI yang beredar luas di Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh aliran dana dari luar negeri yang disebut-sebut berasal dari dua organisasi yang sangat berpengaruh di AS yaitu AIPAC (American-Israeli Public affairs Comittee) dan ADL (Anti-Defamation League)., sejak pertengahan 2002. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium aliran dana seperti ini, karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka tidak peduli karena yakin Demokrat tidak memiliki basis massa jelas. Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang cukup besar buat Demokrat,disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan pengusaha di LN untuk berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja mereka pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak terjang JR. Siasat Kuda Troya Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan putri Sarwo Edi Wibowo, menjadi SBY sangat lihai bermain di dunia inteljen. Didukung oleh tim sukses bayangan yang memback up lewat corong media massa, SBY mulai bermain secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak manis dihadapan MSP, yang karena keterbatasan intelektual banyak menggantungkan urusan negara ke pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY merupakan 'godfather' untuk semua urusan. Sehingga untuk urusan internal PDIP pun MSP tidak segan-segan meminta pertimbangan SBY. Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran disekitar pemilihan gubenur di berbagai darah, yang berakibat friksi internal dan pemecatan kader sedikit banyak merupakan buah kerja SBY. Sumber di istana mencontohkan kasus pemilihan gubenur DKI Sutiyoso. Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100 % menginginkan kader PDIP yang maju, namun karena bisikan SBY, MSP tega mengorbankan pendukungnya. SBY bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko Polkam dia memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang potensial terjadi di sekitar pemilu. Dengan lihai SBY menyakinkan MSP bahwa sosok militer-lah yang pas menjadi gubenur untuk menghadapi pemilu, padahal ditentang habis-habisan oleh kelompok Roy B Janis maupun geng Arifin panigoro. Tujuan SBY jelas, menggerogoti massa PDIP dengan membuat kekecewaan di akar rumput. Keberhasilan scenario SBY di DKI, membuat SBY kembali bermain di pemilihan gubenur Sumatera Selatan, Jawa tengah, dan Bali. Rekomendasi MSP untuk pilgub berlawanan dengan kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa tengah, bahkan sampai berlarut-larut, DI Sumatera Selatan sampai pada pemecatan kader. Kerja keras SBY ternyata berbuah manis, hasil pemilu legislative 2004 membuktikan di 4 propinsi tadi, yang sebelumnya basis terkuat PDIP, partai Demokrat cukup banyak mendulang suara. Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal sebetulnya MSP bisa belajar dari Gus Dur betapa pada masa GD pun SBY telah "menikam" GD dengan mundur sebagai menko Polkam ketika situasi negara makin memanas, kesadaran baru ada ketika Cornelis Lay (seseorang yang disebut-sebut "king maker" di lingkungan Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya, TK merespon dengan membabi buta di media massa dengan tidak berani mengungkapkan keadaan sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder dengan mencari 'alasan' lain untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut SBY seperti anak TK. Mendekap sekaligus memenjarakan SBY juga terlihat bersih di mata sebagian besar umat Islam. Sebab, SBY memang mencitrakan dirinya tidak pernah "menyakiti" umat Islam. SBY bisa bermain cantik karena memiliki tim untuk itu. Disamping BIN lewat Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber di lingkungan BIA yang rajin menyuplai informasi-informasi A1. Padahal, disebut-sebut oleh lingkungan dalam kapolri betapa selama ini Dai Bachtiar cuma menjalankan tugas atas desakan menko Polkam untuk menangkapi aktivis-aktivis muslim yang di duga garis keras. Penangkapan Baasyir pun atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri segan menangkap Baasyir karena memang keterlibatannya masih teramat sumir. Namun SBY ngotot, apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari luar negeri untuk menangkap Baasyir. Semua "penculikan" aktivis muslim dan pengungkapan jaringan teroris bisa berjalan "lancar" karena Dai Bachtiar mendapat suplay informasi A1 dari SBY. Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing makin berani menekan SBY untuk menjalankan agendanya. Dua hari setelah pemilu 5 April, SBY pergi ke AS untuk menemui Ricahrd Perle, Paul Wolfowitz(SBY berhubungan "baik' sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan Dauglas Feith, yang konon ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh di Pentagon. Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara Dai bachtiar harus rela menerima caci maki dari pendukung Baasyir. Bahkan di sebagian umat Islam "garis keras", Dai dicitrakan sebagai kapolri yang cuma menurut pada pesanan 'sponsor" LN. SBY bisa nampak begitu 'baik' dimata umat Islam karena SBY memang pernah di Gontor dan yang paling mendukung karena hubungan dekatnya dengan AA Gym. Lewat AA gym pula SBY bisa merangkul petinggi-petinggi PKS, termasuk HNW. Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun mengambil dari AA Gym, jagalah hati. Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya tidaklah heran, SBY-lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah konflik misalnya Apakah AA Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan, entahlah. Hanya Tuhan dan AA Gym yang tahu. Menebar Harapan SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua pihak. Untuk memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak segan-segan SBY mengumbar harapan. Jauh sebelum masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia menjadi cawapres. Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY mau tampil menjadi jurkam tamu di kampanye PKB. Di hadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan cawapres. Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau dicawapreskan. Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. Siasat untuk menyiapkan payung seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara, Disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan bahwa SBY diterima dimana-mana dan diminati. Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung oleh tim media yang hebat. LSI disebut-sebut sebagai lembaga survei yang secara kontinyu 'mendongkrak' populritas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil poolingnya. Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar biasa" karena dikemas dalam bentuk pencitraan lewat media massa. Menggoyang Pesaing Kelihaian SBY dan tim sukses-nya kembali terbukti ketika SBY berhasil merayu HNW untuk mengajak AR membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, sontak saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR tidak berubah, masih terus senang bikin poros-porosan. Di media massa, ditulislah kembali kenangan soal Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin anti pati terhadap AR. Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang runtung dengan SBY, tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB. Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di beritahu tim Gus Dur. Makanya, meski GD pernah "sakit hati" ke AR, GD tetap tampil menggandeng AR di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat itu juga diumukan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR kemudian bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya jelas ditujukan ke SBY. HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk Baasyir di tahanan untuk meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW dibawah kendali SBY. SBY juga menggoyang Golkar dengan merayu Kalla. Walaupun sebenarnya, goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan hysteria konvensi partai Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena Golkar sedang melakukan diaspora kemana-mana. Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan hal ini. Namun banyak kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah gagal merayu Sultan HB sebagai wapres, pilihan ke Kalla jelas paling realistis. Apalagi SBY berhasil memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz. Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam goyangan ke PKB, Gus Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan, kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, wiranto sangat berpeluang menang. Dan pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk pilihan Presiden Wiranto disebut-sebut berpeluang menang. Kalau SBY dan Wiranto maju, militer akan terpecah dua suaranya. Dan garis komando jadi susah dijalankan. Meski tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif mendongkrak suara. Pemilu legislative 5 April membuktikan, di lingkungan militer dan under bow-nya, partai Demokrat selalu juara. Penutup Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari duaari. Juga sangat bertentangan dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar hanya karena didholimi TK dengan sebutan anak TK. Sebetulnya, ini adalah buah kerja lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan terskenario. Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu saja atau serta merta menolak ini akibatnya sama, sama-sama CELAKA!

dewi said:

SBY itu bekas militer bung. Yang namanya bekas militer di Indonesia ya tentu saja berlumuran darah

Karman said:

Saat ini kita lagi bingung. Karena 5 juli 2004, bangsa Indo wajib memilih capresnya. Ada 5 capres yang harus dipilih.
1. Mega. tadi malam di Trans TV, dia diwawancara, ditanyakan tentang 5 program dia yang sedang dia kampanyekan :
- Bgm strategynya untuk menurunkan tingkat kemiskinan sampai 45 % dalam 5 tahun kedepan, padahal 3 tahun pemerintahan dia, hanya berhasil menurunkan tingkat kemiskinan 1.5 % /thn ?

Jawabannya : tidak memuaskan.

- Bgm dia mau meng-hire 100,000 guru pertahun. Padahal Indo sedang kesulitan budget ?

Jawabannya : Tidak memuaskan.

- Dan yang lainnya juga, menurut aku semuanya, ASBIRAM alias Asal bikin Program. Kesimpulannya : Bukan pemimpin yang benar.

2. Hamzah Haz. Takut, kalau dia jadi RI-1, maka suami diwajibkan harus punya istri lebih dari 1.He..he...hee. Kesimpulannya : Bukan pemimpin yang benar.

3. Wiranto. Saya meragukan keterlibatannya masalah HAM di DL. Kita bisa dengar kesaksian Kivlan Zein ( Petinggi ABRI saat itu).

4. Amien Rais. Posisi dia sekarang ketua MPR. Tapi dia tidak "Do something, not just standing there". Kesimpulannya : Mungkin orang ini tipe munafik. lebih bahaya justru kalau orang ini menjadi RI-1.

5. SBY. Saya coba masuk ke website dia : www.sby-oke.com. semua kecap ternyata no.1. Belum pernah ada KECAP di pasaran yang menuliskan Kecap no.2 di botolnya.

Bingung kan ? Harus pilih 1 diantara 5 yang .... ?

Tuhan, kenapa Engkau berikan pilihan yang susah buat bangsa Indonesia ini ?


Seorang pemimpin harus mempunyai :
1. Unsur rasio yang benar
2. Unsur hukum yang benar
3. Unsur moral yang benar

Karena pemimpin akan mengenal :
kebenaran melalui rasio.
keadilan melalui hukum
kesucian melalui moral.


Kalau kita masukkan ke tabel dan kita berikan nilai untuk setiap item, maka Bangsa Indonesia tidak akan bingung lagi memilih 1 capres diantara 5 yang ....?.
Rasio Hukum Moral Total Nilai
---------- ------------ ----------- ------------------
1. Mega
2 Hamzah
3.Wiranto
4. Amien
5. SBY

Catatan : nilai 1 s/d 10, untuk masing2 item. Total nilai max = 30.

"Komitmen dan Tanggung jawab seorang pemimpin terhadap Hukum adalah unsur yang sangat penting, karena hukum menjalankan keadilan. Belum pernah ada satu negara yang dapat menjalankan keadilan yang sesuai dengan sifat keadilan Allah. Tetapi ide dan cita2 mendirikan masyarakat yang adil dan sejahtera belum pernah hilang dari kebudayaan manusia"

Hasil akhir yang aku dapatkan, ternyata SBYnJK mendapat nilai yang tertinggi.

wynd said:

Gue lihat di kolom ini ada yg suka nomor togel atau nomor buntut..nomor kok diutak-atik..., terus ada yg mau jualan kecap...ada juga yg fanatik...wow..seru dech.Anyway saya cukup meng Amienkan semua permohonan saudara-saudari disini...jadi Amien .....aja ya

ti_bandung said:

dalam berbagai debat, saya perhatikan SBY itu body languagenya (BL) memang bagus seakan-akan kita dibawa ke atas awan, tetapi bila diperhatikan kata-katanya wah ternyata tidak berisi program yang jelas, cuma ungkapan-ungkapan teori dan kata-katanya tidak jauh dari sekitar itu-itu aja dan bersifat umum dan normatif, dan kadang dia meniru kata-kata lawan debatnya AMIEN RAIS, SO mau apalagi udah jelas kan ?! yang lain mungkin bisa dibohongi tapi saya sori yaa pendukung SBY, saya pilih AMIEN RAIS ...

baru tau said:

ADA KABAR BARU!!!
Ternyata pada masa awal kampanye pilpres SBY gak ikutan kampanye. Tapi lagi asyik menerima tamu bule dari Amerika. Sekarang buat kalian yang pro-sby silahkan dicerna sendiri kabar seperti itu. Apakah benar SBY adalah antek amerika-cia.

anti-black campaign said:

Ngapain bikin berita bohong soal SBY? Lihat sja omongannya di SESKOAD berikut. Udah ketahuan siapa Demokrat Gadungan....!!
Majalah TEMPO

MENGAPA ABRI PEDULI STABILITAS
02 Juni 1990

Presiden Soeharto meresmikan selesainya renovasi beberapa bangunan di SESKOAD Bandung. Pak Harto termasuk alumnus SESKOAD. ABRI jangan masuk terjerumus praktek militerisme. Perlu stabilitas keamanan.


KUNJUNGAN itu seolah mengusik kembali sebuah kenangan lama. Itulah sepenggal suasana tatkala Presiden Soeharto
berkunjung dan sekaligus meresmikan selesainya renovasi dan rehabilitasi beberapa bangunan di kompleks Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (Seskoad), Rabu pekan silam di Bandung.

Pak Harto memang pernah tercatat sebagai siswa di lembaga pendidikan tertinggi di lingkungan TNI AD itu pada 1959-1960.
Ketika itu, Pak Harto masih berpangkat kolonel dan sudah memangku jabatan sebagai Pangdam Diponegoro. "Dulu saya
tinggal di rumah ini. Ini kamar saya, ini kamar mandi saya yang sempit," kata Pak Harto seperti yang ditirukan oleh
Mayor Jenderal Feisal Tanjung, Komandan Seskoad.

Selama sekitar 1,5 jam Pak Harto meninjau kompleks Seskoad yang kini luasnya 21,6 ha -- sebelumnya 17 ha. Dana yang
dikeluarkan untuk merenovasi dan merehabilitasi kompleks Seskoad berupa Bantuan Presiden sebesar Rp 2,9 milyar.

Peranan dan sumbangan Seskoad dalam sejarah Orde Baru memang besar. Menjelang dan setelah meletusnya peristiwa G30S-PKI, sejumlah teknokrat -- antara lain Emil Salim, Fuad Hasan, Subroto, dan Mochtar Kusuma Atmadja -- dan beberapa perwira
TNI AD sering melakukan diskusi yang membahas politik nasional di Seskoad.

Salah satu tonggak bersejarah yang pernah ditancapkan oleh lembaga ini, antara lain, menyelenggarakan seminar AD II
tahun 1966 yang merivisi doktrin TNI AD "Tri Ubaya Cakti" serta menyusun "Konsep Strategi Kabinet Ampera". Kini, dalam
usia yang sudah menginjak 39 tahun, Seskoad sudah mencetak 6.496 alumni -- 6.067 TNI AD, 86 TNI AL, 76 TNI AU, 60 Polri,
18 pejabat sipil, dan 229 perwira dari 23 negara lain. Di antara alumnus Seskoad itu, ada 16 orang yang tercatat
mencapai pangkat jenderal alias berbintang empat, antara lain Soeharto, Soemitro, Rudini, Try Sutrisno, dan Edi
Sudradjat.

Tema Dies Natalis Seskoad ke-39 yang jatuh pada Jumat pekan silam adalah: Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia.
"Pendidikan memainkan peran penting, bahkan mungkin peran sentral untuk menyiapkan manusia-manusia Indonesia pada
tingkat kualitas yang diharapkan," kata KSAD Jenderal Edi Sudradjat pada peringatan HUT itu.

Jenderal Edi juga membacakan pesan tertulis Pak Harto, yang antara lain mengingatkan lagi agar ABRI jangan sampai
terjerumus dalam praktek militerisme. "Harus kita camkan sedalam-dalamnya bahwa kita menolak militerisme,
Otoriterisme, serta totaliterisme dalam segala bentuknya. Baik yang dilakukan dengan sengaja maupun dengan tidak
sengaja," tulis Presiden Soeharto.

Ajakan Pak Harto itu tampaknya tercermin dalam orasi ilmiah berjudul "Profesionalisme Perwira ABRI -- Masa Kini dan Masa Depan", yang disampaikan Letnan Kolonel Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Dies Natalis Seskoad itu. Menurut dosen terbaik Seskoad 1989/1990 itu, profesionalisme ABRI jangan diartikan dalam konteks profesionalisme yang sempit dan bersifat teknis. Sesuai dengan hakikat Dwifungsi ABRI, rumusan profesionalisme ABRI memiliki dua dimensi: bidang hankam dan bidang sosial politik.

Susilo, 40 tahun, antara lain menyinggung soal gerakan demokratisasi yang kini melanda dunia. Hal itu tampaknya
bakal memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat Indonesia yang sedang berada dalam masa transisi, dari masyarakat agararis-tradisional menuju masyarakat modern-industrial.

Ciri pokok masyarakat transisi ini adalah memudarnya nilai-nilai lama seraya mencari nilai-nilai baru yang lebih
sesuai dengan kebutuhan zaman. "Iklim yang demikian jelas mengandung kerawanan," kata Susilo. Maka, apabila bayangan akan perubahan, pergolakan, dan ketidakpuasan rakyat terhadap para penguasaan di berbagai negara itu ditangkap secara sempit, akan timbul inspirasi bagi gerakan kaum radikal yang frustrasi.

Dari sudut pandang keamanan, jaminan yang harus diberikan adalah terciptanya stabilitas keamanan di dalam negeri dan tersedianya kekuatan militer yang cukup, agar dalam percaturan ekonomi global Indonesia tidak disudutkan pada posisi yang lemah. Bagaimanapun jaminan stabilitas ini sangatlah penting mengingat pembangunan nasional saat ini tak bisa lepas dari bantuan dana dari luar negeri, baik berupa pinjaman maupun investasi modal asing.

Pada bagian lain dari orasi ilmiah itu, Susilo juga mengutip majalah Fortune International edisi khusus akhir tahun 1985
tentang faktor risiko yang harus diketahui oleh para investor asing jika ingin menanamkan modalnya di kawasan
Pasifik ada 13 negara yang diukur tingkat risiko atau aman tidaknya menanamkan modal di negara itu, dengan menetapkan
empal peringkat risiko mulai dari A (risiko paling rendah) hingga D (risiko paling tinggi). Alhasil, Indonesia masuk
peringkat C bersama RRC.

Dua hal yang membuat Indonesia berada pada peringkat itu: kerawanan dalam suksesi kepemimpinan nasional, serta jumlah
utang yang dianggap tinggi. Menurut Fortune, utang Indonesia kini mencapai US$ 53 milyar dengan jumlah bunga sepertiga
dari anggaran nasional.

Memang, seperti yang ditulis Susilo penilaian ini belum tentu tepat benar. Namun, mengingat kredibilitas dan
jaringan yang luas dari majalah itu di seluruh dunia, penilaian itu pasti memberikan pengaruh kepada para calon
investor. "Oleh karena itu, tidak kelirulah apabila ABRI sangat peduli dan ingin mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri secara maksimal."

Uraian yang disampaikan Susilo itu kembali membuktikan bahwa Seskoad masih tetap menjadi dapur konsepsi TNI AD.


AKS dan Ida Farida (Bandung)

adi said:

semoga sby, hamzah, wirant dan mega bisa dipimpin oleh amin, presiden yang rasional, tanpa mitos2 yang melalaikan. Amiiiin

qaboell said:

Yang masih punya hati bersih dan belum terkontaminasi, tentu akan memilih Presiden yang Jujur, Rasional dan Cerdas serta mengerti akan kebutuhan bangsanya. Pilih saja Amin-Siswono. Pasti bahagia dunia akherat. Amin...

wangsana said:

aku pilih try and error... aku udah targetkan...dari sekarang sampai tahun 2039 Indonesia hanya bisa try and error.. siapapun saat ini capresnya belum terbukti apa2. Siap2 aja, try and error terus.. sampe 2039...

dondinoes said:

Amien Gue Banget

angka 9 memang hoki. TAPI ANGKA 4 GUA OGAH. TAKUT SIAL!!!!....

ambo said:

saya bingung nih!!, SBY cute abis and oke, Wiranto juga baik, beriman, dan juga tegas, sayang saya udah jadian sama Amien Rais...jadi gak bisa pindah kelain hati dah!!

Yahya Ayash said:

sepakat ama mas karman
SBY-JK Oke !!!!!!!!!!!

anti-black campaign said:

Ini susunan mencerminkan politik balas budi & koncoisme?? Endriartono mental??

Daftar susunan kabinat SBY-JK

Menko POLKAM : Edy Soedrajat (Jeneral TNI pur)
Menko EKUIN : Prof Dr Irsan Tanjung
Menko KESRA : Prof Dr Yusril Mahendra

Menteri Dalam Negeri : Djoko Santoso
Menteri Luar Negeri : Sabam Siagian
Menteri Pertahanan : Prof Dr Nazarudin Syamsuddin
Panglima TNI : Jenderal Ryamizard Ryacudu
Ketua BIN : Syamsir Siregar
Jaksa Agung : Dr Todung Mulya Lubis

Menteri Pendidikan : Prof Dr Sofyan Effendi
Menteri Kehakiman : Prof Dr Moh Ali
Menteri Agama : Prof Dr Nurcholis Majid

Menteri Keuangan : ECW Neloe
Memperindagkop : Dr Mari Pangestu
Menteri BUMN : Dr Sri Mulyani Indrawati
Menteri Kehutanan : Agustadi SP
Menteri Pertanian : Dr MS Dillon
Menteri Pertambangan : Baihaki Hakim
Menteri Kimpraswil : Ir Aziz Husein, Dipl.Ing
Menteri Kesehatan : Prof Dr Merdias Almatsier
Menteri Sosial : MS Kaban
Menteri Tenaga Kerja : Prof Dr Aries Ananta
Menteri Parawisata : Dr Martha Tilaar
Menteri Kesenian & Budaya : Sys NS
Menteri Olah Raga : EE Mangindaan
Menteri Wanita : Henny Poerwonegoro
Menteri PAN : Faisal Tamin
Menteri Sekneg : Mayjen Erwin Sudjono
Jubir Istana Kepresidenan : Max Sopacua, SE, MSc
Jubir Istana Wakil Presiden : Dr Andi Malarangeng

Syahrul said:

Dasar Black Campaign pembual!!!!!!

Syarifhidayatullah said:

Saya salut pada teman-teman PKS Bengkulu yang berani mengambil keputusan yang jernih dan tidak terpengaruh oleh para pendukung Amien yang berusaha menipu rakyat seakan akan Amien mewakili islam padahal tidak! dengan mendukung SBY_JK!!!(sesungguhnya yang benar akan menang dan fitnah pasti hancur)
Jazakillah
Wassalam

agung said:

ngga' diajak rapat MGS ngambek sampe ngundurin diri segala(biar keliatan berani-padahal punya agenda tersembunyi). dulu waktu mahasiswa ditembakin,digebukin,diculik sampe bedaraah kok doi diem aje- ngga ngundurin diri sih! ..mikir men..mikiirrrrrrr....

duile said:

To Jazakillah
segitunya kaya SBY itu gatot kaca, si pejuang baru yg baru lahir dari kawah gunung berapi. LIhat dong argumen temen2 yang lain terutama tentang strategi mengerikan SBY cs dan fakta2 lain. kasian saya kalo kamu tertipu.

Amienais said:

Saya gak tau siapa tertipu! tapi kayaknya you yang tertipu!! mendasarkan pandangan dan opini dari opini yang lain yang subyektif bahkan mungkin sengaja dibuat agar calon yang dia unggulkan bisa menang!(Amien R) abis dari segi profil dia gak mumpuni sech!! akhirnya konco-konconya bikin dech black campaign!!
sadarlah kawan!!
nurani anda telah ditipu!!!
seperti kata pujangga tanyakan kepada hati nurani!!!
dan jangan cepat percaYA berita yang tidak jelas faktanya!!!!

sam said:

saya sempat terkesan dengan SBY karena perawakannya yang kelihatan cool banget. tapi setelah melihat-lihat lebih banyak, apalagi setelah debat presiden oleh KPU kemaren, jadi khawatir banget dengan SBY. Jelas-jelas dia masih militer banget, dan mengatakan mendukung supremasi sipil tapi dengan domain berbeda dengan militer,dan tidak mendukung reformasi TNI dengan tetap mempertahankan kaster dan kedudukan masih langsung di bawah presiden..... lagian, gaya ngomongnya kaku banget, ga ada luwes-luwesnya (tentara banget), bahkan kalo boleh objektif, wiranto jauh lebih luwes dan ga kaku dalam debat keamren....(tapi ga berarti saya akan pilih wiranto...)

ali said:

Pokoknya aku sih pilih Amien Rais - Siswono ajalah! Coba ingat2 dulu bagaimana sepak terjang Wiranto waktu menjabat panglima ABRI dan sedang terjadi kerusuhan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Megawati? No Way Jose! Baca teks melulu, udah gitu intonasinya kaya baca puisi lagi. Udahlah Bu, mimpin tim penggerak PKK aja di lingkungan ibu, pas banget deh!
SBY? Sama masalahnya sama Wiranto.
Hamzah Haz? Saya bersimpati sama dia (saat ini), tapi jangan jadi presiden deh.
Gimana? OK?
Amien Rais-Siswono aja deh!

arifnpm said:

Maaf, Viana tampaknya anda dan sebagian besar penganut kristiani mensalahartikan arti Syariat Islam. Syariat islam tujuannya adalah untuk lebih menanamkan nilai-nilai moral agama Islam pada penganutnya (agama Islam), tidak ada yang menyebutkan bahwa kebebasan beragama lain akan terbelenggu, karena pada dasarnya umat islam sangat bertoleransi dalam beragama. Ini dibuktikan dalam ajarannya yang mengajarkan bahwa "Untukmu agamamu dan untukku agamaku". Jadi tidak ada paksaan dalam memeluk agama atau menjalankan syariatnya, karena sariat Islam tidak mengikat pada orang non-muslim namun syariat islam sangat baik diterapkan karena meliputi berbagai aspek kehidupan.
Anda pasti tahu ajaran moral yang mengajarkan kebaikan. Nah, seperti itulah syariat islam itu. Jangan ada kesalah pahaman lagi, kita tetap saudara setanah air.

arifnpm said:

oh iya, saya lupa, Jangan lupa pilih Amin Rais, Dia juga Nasionalis loh! Lebih tua dari yg lain, umurnya udah 60 tahunan jadi lebih dapat dipercaya, kalo enggak bener ya sebentar lagi juga udah mau ngukur tanah, jadi pasti nggak bakal berbuat yang enggak2. Pokoknya setelah membaca posting tadi, mudah2an pembaca mengetahui ada calon lain selain SBY yang perlu dipertimbangkan, yaitu Amin Rais.
Walaupun begitu pilihlah menggunakan hati nurani, seperti kata AR di TV :).

Al_Abraar said:

Apa sich hebatnya SBY ?, dua kali menjabat di kabinet selalu mengundurkan diri. Apa itu namanya orang yang punya tanggung jawab ? apa yang seperti itu layak ?
Jadi mentri aja yang notabene hanya ngurusin secuil masalah negara aja gagal, apa lagi semuanya....
jangan-jangan pas jadi presiden, dia akan bilang "MENURUT NASEHAT BAPAK AMERIKA, MAKA...."

Deni said:

Janganlah kita itu selalu menuduh orang lain yang belum tentu kesalahannya, pitnah memitnah itu dosa besar. dan kalau kita semua merasa pilihan kita paling benar cukuplah bagi kita sendiri jangan coba saling menjatuhkan orang yang tidak kita sukai

Hendra said:

semua juga calon presiden sekarang gak akan ada yang bisa membawa Indonesia keluar dari krisis ini, minimal gak dalam waktu dekat. Problem dengan orang Indonesia ialah bahwa mereka semua pengen keluar dari masalah ini secara instan dan tuntas, padahal masalah ini aja sebenarnya merupakan akar kepahitan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, jadi membersihkannya juga nggak akan gampang.
sekarang yang mau maju jadi presiden ada lima pasang kandidat. Nanti akan terpilih satu dan jangan harap diapun bisa membawa Indonesia keluar dengan INSTAN dari masalahnya, tapi dengan dukungan rakyat yang tidak sedikit sedikit demo atau mengguncang dan nggak memberikan kesempatan mereka untuk melakukan aksinya, maka semoga saja mereka bisa melakukannya denga lebih cepat, tentunya dengan pertolongan Tuhan juga.
Jadi mari segenap rakyat Indonesia jangan hanya mau keluar tapi nggak memberi solusi dan dukungan kepada siapapun nanti naik takhta, tapi beri dia kesempatan dan semoga dalam 10 sampai 15 tahun kita bisa lebih maju dari sekrang ini.

hafidz said:

saya lebih tertarik mengomentari isunya ibu kristiani (istri SBY), setau saya keluarga pak sarwo edy wibowo (bapaknya ibu ani) agamanya islam termasuk ibu ani sendiri, karena saya tetangga pak sarwo edy wibowo di desa bajang/ kepek kec. banyuurip, kabupaten purworejo, jawa-tengah.

sohib said:

Lagi, Capres Eks Militer Ditolak

Penolakan terhadap Jendral (Purn) TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jendral (Purn) TNI Wiranto terus terjadi. Berbagai aksi unjuk rasa terjadi dari berbagai kalangan, seperti masyarakat miskin kota, petani, buruh, mahasiswa hingga wartawan, di Jakarta, Minggu (3/4).

Apa yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap massa pendukung Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abubakar Baasyir dan tragedi Universitas Muslim Indonesia (UMI)di Makasar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu adalah cermin dari pemerintahan yang militeristik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia Ahmad Nur Hidayat, di Kantor Kontras, menjelaskan peristiwa yang terjadi di Makasar bukanlah yang pertama kali terjadi, sejak pemerintahan Soeharto hingga Megawati seringkali dilakukan oleh aparat keamanan (TNI/Polri). Dan persoalannya sampai saat ini penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM tersebut tak membawa hasil yang positif.

Dengan kondisi demikian, paparnya, ketidakjelasan arah demokrasi akan terus berlanjut, ditambah lagi jika kekuatan militer melalui senjatanya terus menerus
digunakan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Besarnya peran mantan militer dalam pemilihan presiden mendatang, jelas akan membuat bangsa ini semakin hancur. "Jauh dari situasi demokratis yang kita dambakan bersama," ujar dia.

Lebih lanjut Ahmad menilai persoalan bangsa yang selama ini terjadi dapat terselesaikan, jika sistem hukum kita mampu mengadili para jendral pelanggar HAM yang hingga kini masih bebas berkeliaran. "Musuh bagi pilar kehidupan demokrasi tidak hanya militer sebagai institusi tapi juga dalam praktek dan tindakan
tapi juga kekuatan sipil yang kerap menggunakan pola-pola militeristik," tegasnya.

Sementara, Ketua Front Nasional Persatuan Buruh Indonesia (FNPBI) Dita Indah Sari, melihat kekerasan yang dilakukan militer tidak hanya dialami mahasiswa,tapi juga petani, buruh juga para wartawan. Artinya, tindakan militeristik seperti ini akan membayangi proses perjuangan demokrasi di Indonesia.

Watak militer yang selalu menggunakan kekerasan dalam menghadapi lawan politiknya bukan hal yang baru bagi sistem politik orde baru, yang hingga kini masih bertahan. Untuk itu, "rezim Megawati-lah yang harus bertanggungjawab atas kembalinya militerisme dan kekerasan di bangsa ini, karena mereka yang paling mengakomodasi seluruh kepentingan ekonomi dan politik militer," jelasnya.

Melihat kondisi yang sedemikian parah, Dita akan meminta kepada politisi sipil seperti Gus Dur dan Amin Rais untuk tidak berkoalisi dengan capres militer. Dengan berkoalisi dengan capres militer merupakan sebagai bentuk tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh politisi sipil, dan akan menghancurkan supremasi sipil yang saat ini sedang dibangun. Dita juga menjelaskan saat ini adalah moment yang paling tepat untuk melawan sistem yang militeristik ini. Dan kekuatan prodemokrasi harus dapat mengkonsolidasi diri agar kekuatan ini dapat bekerja secara maksimal.

Aksi unjuk rasa melawan kekerasan juga dilakukan oleh puluhan wartawan, baik media cetak maupun elektronik. Unjuk rasa ini dilakukan di halaman Universitas Indonesia, Jl Salemba, Jakarta, sebagai bentuk dari peringatan hari pers nasional. Aksi yang tidak berlangsung lama tersebut dilakukan dengan meletakan kartu pers, note book, tape recorder serta kamera. "Tindakan ini sebagai simbol perlawanan terhadap
aksi kekerasan yang selalu dihadapi wartawan pada saat peliputan," kata salah satu wartawan media elektronik.

Menurut dia, korban tindak kekerasan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk wartawan. Tapi hal yang paling substansi dalam kehidupan media adalah persoalan kemerdekaan pers yang hingga kini masih terlihat setengah hati. Jika, kemerdekaan dalam pemberitaan saja sudah dibatasi, maka dapat dipastikan sistem demokrasi dalam bernegara akan juga akan terancam. [ ]

Kalla said:

Para Tokoh Sulsel Dukung Mega-Hasyim


JAKARTA (Suara Karya): Tokoh-tokoh Sulsel di Jakarta membentuk Gerakan Nasional Mega-Hasyim Sipakatau. Mereka juga menargetkan pasangan Mega-Hasyim memperoleh 10 juta dari 14 juta pemilih masyarakat Sulsel. "Jumlah pemilih di Sulsel enam juta orang dan di luar Sulsel delapan juta orang. Jika digabung jadi 14 juta pemilih," kata Penanggung Jawab Harian Gerakan Nasional Mega-Hasyim Sipakatau, Andi Jamaro Dulung, yang juga Ketua PBNU, di Jakarta, Jumat.

Tokoh-tokoh Sulsel yang ikut gerakan itu antara lain AA Baramuli (pengusaha dan politikus), Andi Sose (pengusaha dan pejuang), Basri Palaguna (mantan Gubernur Sulsel), Yunus Yosfia (Sekjen PPP dan mantan Menpen), Andi Moh Ghalib (Ketua PPP dan mantan Jaksa Agung), Andi Djalal Bachtiar (fungsionaris PBR dan mantan Irjen Depdagri), Ande Abdul Latief ((Ketua PBR dan pemilik travel haji Tiga Utama), Rizal Malarangeng (pengamat politik), juga Zainal Bintang (tokoh Partai Golkar) yang menjadi ketua umum gerakan tersebut.

Menurut Zainal Bintang, para tokoh Sulsel itu beranggapan bahwa adalah pada tempatnya jika setiap calon pemimpin bangsa disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat tidak seperti membeli kucing dalam karung.

Sipakatau sendiri adalah bahasa populer di kalangan empat etnis besar suku bangsa di Sulsel (Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja) yang mengandung arti saling menghargai.

Sementara itu, rapat Dewan Koalisi Kebangsaan (DKK) yang digelar di kediaman capres Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, kemarin, sepakat membagi organ kepengurusan menjadi tiga level. Level pertama para ketua umum, kedua sekjen, dan ketiga komite pelaksana.

Mereka yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua DKK sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, pasangan capres-cawapres Megawati-Hasyim Muzadi, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz, dan Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) Ruyandi Hutasoit. DKK sendiri merupakan gabungan Partai Golkar, PDIP, PPP, dan PDS.

Selain itu, turut hadir pimpinan partai yang juga mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi, yakni Ketua Umum PKPB R Hartono dan Ketua Umum Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri. Sementara Ketua Umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Zainuddin MZ berhalangan hadir dan hanya diwakili oleh salah satu fungsionarisnya.

Menurut Akbar, level pimpinan dan sekjen memberikan arahan-arahan, sementara komite pelaksana menjadi motor atau dapur organisasi. "Dalam komite pelaksana, ada beberapa bidang. Yakni bidang pemenang pilpres, bidang pemerintahan, bidang lintas fraksi, bidang kelembagaan, dan bidang program," katanya.

Akbar juga menjelaskan bahwa DKK akan berusaha menangkis opini-opini yang menyudutkan pasangan Mega-Hasyim. "Kami berupaya membangun opini pasangan Mega-Hasyim dan mencoba merumuskan cara menangkis opini yang sengaja ditujukan kepada kami yang ada di dalam Koalisi Kebangsaan," ujarnya.

Sebagai contoh, kata Akbar, Koalisi Kebangsaan sering disebut sebagai kelompok "status quo". "Seolah-olah tidak memiliki perubahan," ucap Akbar seraya menyatakan bahwa Koalisi Kebangsaan tidak hanya komit terhadap perubahan, tetapi justru telah melakukan perubahan.

Ditanya mengenai opini bahwa pasangan SBY-Kalla terkesan anti-KKN, sementara pasangan Mega-Hasyim tidak menunjukkan sikap seperti itu, Akbar mengatakan bahwa itu merupakan persepsi yang sengaja dibuat seolah-oleh pasangan Mega-Hasyim tidak anti-KKN.

"Siapa bilang Mega-Hasyim tidak anti-KKN? Dalam pembicaraan yang telah dilakukan sangat mengemuka tekad (Mega-Hasyim) memberantas KKN. Pimpinan partai juga mengingatkan soal itu kepada Mega-Hasyim," tutur Akbar.

Sementara itu, pasangan capres-cawapres Wiranto-Salahuddin Wahid menyatakan mengambil keputusan pribadi tidak memilih atau mendukung secara terbuka capres dan cawapres yang melaju pada pemilu presiden (pilpres) putaran kedua. "Namun kami tidak akan golput dan akan menggunakan hak pilih secara jurdil dan luber (jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia)," kata Wiranto di Jakarta, Jumat.

Wiranto menyatakan pihaknya akan menerima dan mendukung siapa pun presiden dan wapres yang terpilih melalui pemilihan yang jurdil dan luber. "Namun kami tetap meminta para pendukung kami agar menggunakan hak pilih dan memilih capres-cawapres yang diyakini sesuai hati nurani," katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP PAN Amien Rais mengaku tidak bisa menyatakan kecenderungan yang berkembang dalam tubuh PAN - apakah mendukung pasangan Mega-Hasyim, SBY-Kalla, atau netral. "Saya bukan malaikat, tidak bisa menentukan. Nanti semua itu akan kita musyawarahkan di rapat pleno," katanya.

Menurut Amien, jika PAN bersikap netral, lalu bagaimana dengan posisi PAN di DPR yang memiliki 53 kursi. Namun, ujarnya, jika memilih berkoalisi pun harus dibicarakan apakah akan memilih Megawati atau SBY. "Jadi nanti semua kita putuskan," ujarnya.

Dalam rapat pleno itu Amien mengungkapkan hasil pertemuannya dengan SBY dan Jusuf Kalla, Kamis malam lalu, serta dengan Megawati pada Jumat siang. Dia menyatakan, pertemuan dengan kedua kandidat itu merupakan kunjungan balasan dirinya kepada mereka.

Sebelumnya, SBY mengunjungi Amien di Yogyakarta. Sedangkan Megawati menemuinya di Jakarta. Namun Amien mengatakan bahwa dalam kedua pertemuan itu dirinya tidak membahas soal deal-deal politik. Pertemuan itu, katanya, membicarakan bagaimana pemilu mendatang dapat berlangsung jujur dan tidak diwarnai manipulasi.

Di Bandung, capres SBY meminta kepada siapa pun pejabat maupun instansi agar tidak menghalang-halangi rakyat dalam menentukan pilihan pada pilpres putaran kedua. "Pilpres merupakan kedaulatan rakyat. Maka berilah rakyat kebebasan karena berkaitan dengan keadilan, hak, dan masa depan bangsa," ujarnya.

SBY mengemukakan, pilihan rakyat dalam pilpres putaran kedua terkait dengan keikhlasan rakyat. Setidaknya bila pemimpin itu didukung rakyat, maka tugas-tugasnya akan diselesaikan dengan baik. (H-3/Ant/M-1)

hamdan said:

Pengamat: Perolehan Suara untuk Mega-Hasyim Bertambah Signifikan

JAKARTA--MIOL: Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicated (SSS) Sukardi Rinakit berpendapat mesin partai pendukung Koalisi Kebangsaan mulai mendorong roda politik Mega-Hasyim bergerak lebih cepat dan kencang.

"Akan ada penambahan suara signifikan bagi pasangan capres- cawapres ini," katanya di Jakarta, Selasa, sebagaimana dikutip lembaga Mega-Hasyim Center.

Sukardi melihat pembagian suara akan seimbang. Pihak yang tidak melaksanakan hak pilihnya atau golongan putih (golput) pada Pemilihan Presiden putaran pertama terdapat 30 juta dan Pemilu legislatif sebanyak 22 juta.

"Pada Pilpres kedua dua nanti Golput akan meningkat menjadi 40 juta," katanya.

Sukardi menjelaskan potensi suara golput berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN). Partai yang mengusung cawapres Amien Aries itu sebenarnya netral, namun akan lebih banyak yang memilih jadi golput. "Golput akan mencapai sepertiga dari suara pemilih," katanya.

Menyinggung tentang dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sukardi mengatakan hal itu tidak akan meningkatkan suara.

"Orang-orang PAN dan PKS yang memilih SBY itu jumlahnya memang tidak terlalu banyak. Jadi kalaupun PKS gabung ke SBY sebenarnya juga tidak akan menambah apapun suara terhadap SBY," katanya.

Popularitas SBY, kata Sukardi, secara spekulatif juga akan mengantongi sepertiga suara. Sedang Megawati dengan Koalisi Kebangsaannya akan mendapat sepertiga.

"Jadi pemenangnya nanti ditentukan oleh satu orang Golput siapapun, apakah dia akan pilih Mega atau SBY," kata Sukardi.

Sukardi memperkirakan kemungkinan mantan Presiden Abdurahman Wahid tetap Golput, namun tokoh yang akrab dipanggil Gus Dur itu akan mendorong orang lain untuk memilih apakah Mega atau SBY.

"Sampai sekarang ini Gus Dur masih misteri. Meski belakangan ini gencar membicarakan SBY, belum bisa ditentukan sekarang apakah Gus Dur itu berpihak ke Megawati atau SBY," katanya.

Mengenai sikap Gus Dur itu, kata Sukardi, akan ditentukan oleh tiga hal. Pertama, presiden harus betul-betul menjamin proses demokratisasi bisa berjalan. Kedua, platform politik para kandidat.

"Sedang yang ketiga adalah persoalan apa yang akan diterima Gus Dur. Misalnya kursi menteri untuk PKB atau barangkali pengalaman politik untuk Yeni," tutur Sukardi.

Mengenai Megawati, Sukardi mengatakan calon presiden dari PDIP itu harus sering muncul di televisi dengan kebijakan-kebijakan ke depan.

"Ibu Megawati sudah ngomong bagus tuh, misalnya, soal Pemda harus bertanggungjawab pada anak-anak berprestasi," katanya. "Selain itu, Presiden harus berbicara lebih jauh lagi."

"Intinya Megawati harus mencitrakan kalau terpilih kembali harus lebih baik daripada sekarang. Itu yang paling penting dan ditunggu tunggu dari Mega," katanya.

Ditanya apakah untuk meningkatkan popularitasnya Megawati perlu mengikuti langkah-langkah dari rivalnya seperti menghadiri kontes Indonesian Idol atau sejenisnya, Sukardi mengatakan tidak perlu. (Ant/O-1)

Naim said:

Berbahaya, Capres Nafikan
Dukungan Parlemen


JAKARTA (Suara Karya): Pemilihan presiden (pilpres) secara langsung oleh rakyat bisa berimplikasi pada munculnya tokoh yang terlalu percaya diri dan mengklaim didukung rakyat, sehingga menafikan perlunya dukungan dari parlemen. Jika hal itu terjadi, tanda-tanda otoritarian baru akan muncul dan masa depan demokrasi di ambang kehancuran.

Demikian pengamat politik dari Fisip Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit dan anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR M Akil Mochtar ketika dihubungi secara terpisah di Jakarta, Rabu.

Menurut Arbi, seorang presiden di negara yang demokratis tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari parlemen (DPR). Kalau tidak, presiden tersebut akan cenderung menjadi seorang diktator.

"Presiden itu memerlukan dukungan DPR. Kalau tidak mau mendengarkan DPR maka dia sendiri akan kacau. Jadi kalau tidak didukung DPR maka kebijaksanaan tidak mungkin keluar karena DPR yang punya hak legislasi untuk mengeluarkan peraturan. Makanya kalau tidak ada persetujuan DPR lalu dia mau bikin apa?" ujarnya mempertanyakan.

Arbi menekankan, dalam sistem demokrasi presiden tidak bisa bekerja sendiri tapi harus bekerjasama dengan DPR. "Bahayanya, kalau tidak dapat dukungan DPR maka presiden tidak akan akan membuat kebijakan," ujarnya.

Dia menilai, tidak mungkin kebijaksanan presiden akan berjalan tanpa persetujuan DPR. "Jadi kalau mau demokrasi harus ada kerjasama antara presiden dan parlemen. Tapi kalau mau diktator ya jalan sendiri. Presiden yang tidak mau mendengarkan DPR itu akan cenderung diktator. Jadi bukan karena pilhan rakyatnya tapi karena presidennya sendiri," kata Arbi.

Akil Mochtar juga berpendapat, proses demokrasi di Indonesia harus terus dijaga agar tidak berbalik menjadi otoritarian. "Jangan sampai membangun sebuah otoritarian baru yang bisa melahirkan kekuasaan yang sentralistis," katanya.

Dia menjelaskan, gejala otoritarianisme baru muncul apabila seorang kepala negara merasa kuat dan merasa amat percaya diri karena merasa dipilih secara langsung oleh rakyat. "Dalam proses pemilihan memang iya (demokratis) karena kita mengakuti sistem pemilihan langsung. Tapi dalam proses menjalankan kekuasaan itu kan tetap harus mempertimbangkan kerja sama dengan lembga lain sesuai dengan UUD 1945," katanya.

Akil menekankan, jangan sampai perkembangan demokrasi justru mengalami kemunduran yang justru bermula dari proses pemilihan secara langsung. "Jangan sampai kita mundur, seperti era Orde Baru, akibat munculnya seseorang tokoh yang mengandalkan popularitas sehingga mengkultuskan dirinya sendiri," ujarnya.

Dia juga mengemukakan, popularitas lama-kelamaan akan menjadi alat untuk mewujudkan konsep yang mengkultuskan individu dan menafikan lembaga negara lainnya. Situasi seperti itu telah membuka adanya sikap otoriter dari presiden karena merasa didukung rakyat.

"Tapi apa mungkin seorang presiden yang didukung oleh rakyat dalam kerangka memerankan peran keinginan rakyat itu bisa dilakukan secara langsung, Dalam menjalankan pemerintahan kita kan tidak menganut demokrasi langsung, tapi demokrasi perwakilan," kata anggota Komisi II DPR ini lagi.

Artinya, lanjut dia, dukungan publik itu tetap harus dilakukan melalui keterwakilan di parlemen. Dalam kaitan ini, parlemen tetap menjalankan tugasnya melakukan pengawasan untuk mengimbai presiden, di samping menjalankan fungsi legislasi dan anggaran.

Karena itu, dia menekankan, perlu disadari betul bahwa DPR sebagai institusi yang memberikan fungsi pengawasan, legislasi dan anggaran terhadap pemerintahan merupakan lembaga perwakilan rakyat yang perannya sangat penting untuk kepentingan pemerintahan, siapapun yang memimpin nanti.

Dia juga menjelaskan, kalau kebijakan pemerintahan tidak didukung DPR, pemerintahan tersebut akan mengalami stagnasi dan situasinya menjadi tidak kondusif bagi pelaksaaan pemerintahan. Apalagi, dalam UUD secara jelas disebutkan bahwa posisi parlemen adalah memberi pengaruh dan hubungan korelasi dengan pemerintahan. (M-1)

satrio said:

SBY menawarkan pemerintahan yg bersih KKN.
1. dimana prestasi SBY selama ini thd upaya tsb di departemen yg dipimpinnya (mentamben & menkopolkam)?
2. kasus korupsi heli rusia, kasus penggelapan uang aceh terjadi tepat dibawah hidungnya sbg menkopolkam.
3. Kalla sama sekali tidak memiliki record sbg pejabat yg bersi [sama sekali] selama masa jabatan?

pemerintahan SBY bersih KKN? sebuah ilusi : fact or fiction. mari melihat ke masa lalu.

S Baja Hitam said:

Sat gw kira lu bener deh, masa lalu memberikan gambaran SBY membangun ilusi ttg. pemerintahan bersih. Jargon berubah lebih mirip kayak Satri Baja Hitam

bahrum said:

Sat gw kira lu bener deh, masa lalu memberikan gambaran SBY membangun ilusi ttg. pemerintahan bersih. Jargon berubah lebih mirip kayak Satria Baja Hitam

Buat, pak Sby, kami salut, atas Keberhasilan anda, semoga anda dapat berhasil terus dan menjalankan kekuasaan negara secar baik, benar, adil bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Apabila bapak Sby Macam-macam saya akan mohonkan kepada Allah agar 1000 malaykatnya mencencang anda, baik di dunia dan akhira1

ruwiyadi said:

gue dan keluarga dan segenap jajaran perantau dari kebumen di jakarta penggemar berat sby-yk, tetapi sampai saat ini belum memiliki gambar sby yang ganteng dan sikumis kecil, barangkali ada yang berminat memberikan gambar untuk saya dan teman saya bisa hubungi saya biar saya ambil hp.08128119480 (melalui sms juga bisa) saya tinggal di bekasi timur

Salah satu SBYFC said:

semakin tinggi pohon menjulang, maka angin yang menerpanya pun semakin kencang!! SBY,yakin lah pak bila Allah sudah berkehendak, tidak akan ada satu hal pun yang akan menghalangi Bapak jadi RI 1 !!! Ur the best choice i believe that!!!BERSAMA KITA BISA!!!!!!

dm said:

Minimal Ada 3 Orang dari Partai Demokrat Berkhianat
Reporter: Niken Widya Yunita

detikcom - Jakarta, Kekalahan Ahmad Heryawan dalam pemilihan ketua DPRD DKI Jakarta, karena ada pengkhianatan. Fraksi PD (Partai Demokrat) mengaku ada anggotanya yang mengkhianati komitmen dan mbalelo memberikan suaranya kepada Ade Surapriatna dari Golkar. Jumlahnya, sekitar 3 orang.

Hal ini disampaikan oleh Ilal Ferhard, anggota Fraksi PD yang juga mantan calon ketua DPRD DKI kepada wartawan saat ditemui di gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2004).

Dalam pemilihan, Ilal sendiri mendapatkan 1 suara, yang tidak lain adalah suara dirinya sendiri. Namun, jumlah 1 suara milik Ilal hanyalah formalitas dan telah dikomunikasikan oleh PD dan PKS sebelumnya. Suara untuk Ilal bukan termasuk pembelotan.

Menurut Ilal, ada sekitar 3 orang dari fraksinya yang membelot mendukung Ade Surapriatna. "Antara tiga orang. Kita akan lihat nanti," kata Ilal saat ditanya apakah kekalahan Ahmad Heryawan gara-gara anggota Fraksi PD membelot.

Mengenai pembelotan itu, Ilal belum mengetahui penyebabnya, termasuk apakah ada indikasi money politics. Menurut dia, bisa pembelotan itu karena ada iming-iming posisi tertentu. "Mungkin posisi, bukan money politics. Tapi, kami belum punya bukti aktual," jelasnya.

Ilal juga memastikan, partai akan memberikan sanksi kepada anggota dewan yang tidak mendukung Ahmad Heryawan yang diusulkan PKS itu. "Jelas, kita punya sanksi internal. Tapi, kami belum punya pikiran negatif kepada mereka-mereka, karena nanti akan timbul fitnah," ungkapnya.

Meski Ahmad Heryawan kalah, karena ada anggota fraksi PD yang membelot, menurut Ilal, PD tetap akan masih akan melanjutkan hubungan kerja sama dengan PKS. "Kita akan lanjutkan kerja sama dengan PKS untuk mendukung capres kita, SBY-JK," ungkapnya.

Sementara itu, seusai pemilihan Ketua DPRD digelar, para anggota fraksi dari PKS langsung melakukan rapat internal di ruang fraksi mereka, lantai III gedung DPRD DKI. Mereka terlihat kecewa atas kekalahan itu.

Sedangkan, kekalahan Ahmad Heryawan itu juga membuat kecewa sejumlah anggota Fraksi PD yang berupaya menaati kesepakatan yang telah dibuat. Tidak lama setelah Ade ditetapkan sebagai ketua DPRD terpilih, tiga pimpinan Fraksi PD tampak langsung mendatangi kantor Fraksi PKS.

Ketiga orang itu adalah Johny Wenas, Ilal Ferhard, dan Alaydrus. Namun, mereka ditolak oleh anggota Fraksi PKS, dengan alasan waktu salat Jumat sudah dekat. Ketiga orang itu tampak sedih karena Ahmad Heryawan kalah. Mata mereka tampak memerah.

Ahmad Heryawan sendiri saat ditemui wartawan, menilai kekalahan dirinya karena ada penyimpangan komitmen terhadap nota kesepahaman. "Saya tidak tahu, hilangnya komitmen itu. Tapi, faktanya seperti itu," ungkapnya.

Ahmad menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai kekalahannya itu. Namun, Ahmad menyampaikan, sebelumnya PKS dan PD sudah mengadakan komunikasi politik dan ada ada komitmen tertulis dari masing-masing anggota. (asy)

Mamat said:

Dalam hitungan hari kedepan kita akan punya pasangan presiden yang benar benar dipilih lengsung oleh rakyat.
Kalau tidak ada kecurangan dari para birokrat, hampir pasti yang akan menang adalah pasangan SBY&JK.
Pasangan ini dari segala segi memang lebih baik dari Mega Hasyim.
Thema yang selalu dijual adalah 'perubahan'.
Thema yang dijual ibu Mega adalah 'keberhasilan' 3 tahun pemerintahannya,dimana didalam pemerintahannya tersebut peran 2 orang Menko nya, yang sekarang jadi saingan beratnya, tidak disia siakan.
Yang salah kaprah, Ibu Mega mengkampanyekan keberhasilan itu seolah olah keberhasilan Pasangannya yang sekarang yaitu Mega Hasyim
Kalaupun ada keberhasilan mestinya itu disebut sebagai keberhasilan Mega Hamzah.
Karena ibarat permainan ganda dalam Badminton, keberhasilan Ibu Mega sebenarnya keberhasilan bersama pasangan ganda nya yang lama yaitu Pak Hamzah Haz, sehingga dengan pasangan gandanya yang baru yaitu pak Hasyim belum teruji juga.
Pak Hamzah walaupun kelihatannya perannya dikecilkan, tetapi sejak tahun 70an, dari jamannya Suharto berjaya sudah aktif di Parlemen dan menguasai betul soal RAPBN.
Sedangkan pak Hasyim ?, setahu kita se umur umur beliau hanya ngurus pesantren.
Kalau diibaratkan pasangan ganda campuran badminton kita Minarti-Trikus, memang ada prestasi, tapi kalau Minarti dipasangkan salah satu atlet yang belum berpengalaman di Bulutangkis, walaupun dia hebat dibidangnya, ya belum tentu juga, bisa sehebat bila bersama Trikus.

Jadi soalnya, nanti kalau Ibu Mega menang, siapa yang ngurus ekonomi ?, Ya Laks dan Rini lagi. habis harta BUMN dijualin dengan murah.
Waaaah.

Lebih bingung lagi waktu ane balik-balik arsip lama, tanggal 8 Juni 2004, judulnya "Suharto Baru ni ye", aye pusing tujuh keliling, kalau liat fakta sekarang kok melenceng banget ya

sagita said:

Buat yang bicara seenak udelnya soal capres, kalian harus terima nasib sekarang .siapa yg jadi presiden sebentar lagi.biasa jagoan mah kalah duluan baru MENANG.....he he he he

Marnoto said:

Urutan RI 1 secara supranatural: Satriya Kinunjoro (BK), Satriya Wibawa (SHT), Satriya Jinumput (HBB), Satriya Pandito (Gus Dur), Satriya Piningit (Mg), Satriya Pambukane Gapuro ning ora nganti nglungguhi kelasa kang gumelar (SBY)artinya satriya pembuka "pintu kejayaan" tapi tidak sampai menikmati kejayaan, Satriya Kinasihan Wahyu (?)

IRWAN RAHMADSYAH RAMBE said:

Buat Bapak Presiden
Assalamualaikum Wr Wb
Kami dari pelosok daerah ingin mengukapkan suatu instrumen ekonomi yang akan dikhususkan kepada bapak bahwa kami meminta kepada bapak agar memprogramkan suatu kebijakan publik ekonomi yang bener mengena kepada suatu pembangunan daerah... dimana masih belum terealisasikan sepenuhnya program Undang2 Otonomi daerah dimana dan ini sangat menyulitkan bagi daerah itu sendiri karena masih setengah-setengah untuk memberikan sepenuhnya kepada daerah tentang pembangunannya dan keuanganya... apakah ini masih diaplikatifkan dengan muatan politik, kami memohon kepada bapak agar bener2 mengaplikatifkan hal tersebut.

Buat Bapak Presiden
Assalamualaikum Wr Wb
Kami dari pelosok daerah ingin mengukapkan suatu instrumen ekonomi yang akan dikhususkan kepada bapak bahwa kami meminta kepada bapak agar memprogramkan suatu kebijakan publik ekonomi yang bener mengena kepada suatu pembangunan daerah... dimana masih belum terealisasikan sepenuhnya program Undang2 Otonomi daerah dimana dan ini sangat menyulitkan bagi daerah itu sendiri karena masih setengah-setengah untuk memberikan sepenuhnya kepada daerah tentang pembangunannya dan keuanganya... apakah ini masih diaplikatifkan dengan muatan politik, kami memohon kepada bapak agar bener2 mengaplikatifkan hal tersebut.

DVD rentals said:

Searching for DVD rentals online doesn't have to be a pain. When you order movie rentals online, you can choose from great providers such as Netflix for a low low price. You also have the option of choosing to rent from Blockbuster or other rental providers. One thing is certain...you can save money by getting your DVD rentals online!

atori said:

Ada yang ngerti AD/ART Partai Demokrat. Please, Aq butuh untuk Tigas Akhir
Atori
atori_2001@yahoo.com
08161827651

rangga said:

sudah saatnya kita tidak boleh menghina atau mencaci maki siapapun presiden kita. saatnya kita memecut diri kita sendiri. apakah budaya hina menghina, caci maki ataupun budaya lempar tanggung jawab merupakan ciri khas bangsa kita.tentunya tidak.Sudah saatnya generasi kita membenahi kehidupan yang paling dasar dengan produktivitas kita.sudah terlalu banyak masyarakat indonesia hidup yang amat teramat susah.sedangkan disisi lain, masyarakat generasi muda tidak peduli dan hanya mencaci maki.jawabannya ada di anda2 semua yang sebagai penerus bangsa ini.terima kasih

Onisuka said:

Udah nerima apa adanya ajah, wong CAPRESKU juga kalah Ko

F 1 TZ said:

BUktinya sekarang, Bencana di Indonesia di mana-mana. bukan karena masalah waktu tetapi masalah kesalahan Rakyat Indonesia yang memilih Susilo "Betoro" Yudhoyono dan Yusuf "Kollo" yang kata orang jawa.. Betoro Kolo adalah pembawa sumber bencana di muka bumi....

dul-kemon said:

bencana dan rencan
mungkin sama dengan angan-angan yang ingin dicapai rakyat indonesia. sekarang tercapailah cita-cita kita semua dan tunggu bencana dari bbm (bener bener memble)
MEMBLE AJA GITU !!!!!!!!

Czech girl said:

time to work honey!!!!!!!!

CiPtO said:

Ayo donk.. tata pemerintahan dengan baik!! jangan cuma janji- janji aza..
tapi gw salut dengan ketegasan pemerintahan sekarang!!
BBM gmana?? kasian rakyat..
dikelola yang bener donk!!

CiPtO said:

Ayo donk.. tata pemerintahan dengan baik!!jangan cuma janji- janji aza..tapi gw salut dengan ketegasan pemerintahan sekarang!!BBM gmana??kasian rakyat.. dikelola yang bener donk!!

SUBUR CAHYONO MM said:

SELAMAT ATAS DICALONKANNYA KETUA UMUM /AJARAHAM DPP KOBUKI PROF.DR(PHD) NANANG HARIADI SE.MSc GUS HAR JADI GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHUN 2007-2012 MENDATANG . OLEH SEBAB ITU KAMI ATAS NAMA DPC KOBUKI KABUPATEN BANTUL DENGAN MENGUCAPKAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM MENDUKUNG DAN MENCALONKAN PASANGAN PROF.DR(PHD) NANANG HARIADI SE.MSC GUS HAR DAN ADE SURAPRAYITNO KETUA DPRD DKI JAKARTA UNTUK MENJADI PASANGAN GUBENUR DAN WAKIL GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHU 2007-2012 MENDATANG .DEMIKIAN PESAN KAMI SAMPAIKAN TERIRING DO'A KAMI SAMPAIKAN YA ALLOH JADIKANLAH PROF.DR(PHD) NANANG HARIADI SE.MSc GUS HAR GUBENUR DKI JAKARTA 2007-2012 AMIEN
WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.
BANTUL 30 JANUARI 2006
DEWAN PENGURUS CABANG
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
KABUPATEN BANTUL
(DPC KOBUKI KAB BANTUL)
TERTANDA
DRS SUBUR CAHYONO MM
KANSELIR DPC KOBUKI KAB BANTUL

DADANG K said:

SAYA ATAS NAMA MTOOKH MASYARAKAT JAKARTA SELATAN TURUT MENDUKUNG DAN MENCALONKAN PROF.DR(PhD) NANANG HARIADI SE.MSc GUS HAR JADI GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHUN 2007-2012 MENDATANG

RATNA WATI HADIWIDJAYA SURYATI said:

kami tas nama DPC KOBUKI Bandar lampung ,sehubungan dengan dicalonkannya ketua umum/ajaraham DPP KOBUKI Prof.DR(PhD) Nanang Hariadi SE.MSc Gus Har sebagai gubenur kepala daerah tingkat I provensi DKI Jakarta periode tahun 2007-2012 mendatang, maka dengan meohon rifdho dan petunjukAllh SWT. kami mendukung dan mencalonkan PROF.DR(PhD) NANANG HARIADI SE.MSC GUS HAR DA Drs FIRMAN GANI KAPOLDA METROJAYA UNTUK MENJADI PASANGAN GUBENUR DAN WAKIL GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHAUN 2007-2012 MENDATANG .Demikian pesan komentar kami sampaikan Wassalamu"alaikum WR.Wb.
bandar Lampung 30 januari 2006
DEWAN PENGURUS CABANG
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
KOTA BANDAR LAMPUNG
(DPC KOBUKI BANDAR LAMPUNG)
TERTANDA
RATNAWATI HADIWIDJAYA SURYATI
KANSELIR DPC KOBUKI KOTA BANDAR LAMPUNG

RATNA WATI HADIWIDJAYA SURYATI said:

kami tas nama DPC KOBUKI Bandar lampung ,sehubungan dengan dicalonkannya ketua umum/ajaraham DPP KOBUKI Prof.DR(PhD) Nanang Hariadi SE.MSc Gus Har sebagai gubenur kepala daerah tingkat I provensi DKI Jakarta periode tahun 2007-2012 mendatang, maka dengan meohon rifdho dan petunjukAllh SWT. kami mendukung dan mencalonkan PROF.DR(PhD) NANANG HARIADI SE.MSC GUS HAR DA Drs FIRMAN GANI KAPOLDA METROJAYA UNTUK MENJADI PASANGAN GUBENUR DAN WAKIL GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHAUN 2007-2012 MENDATANG .Demikian pesan komentar kami sampaikan Wassalamu"alaikum WR.Wb.
bandar Lampung 30 januari 2006
DEWAN PENGURUS CABANG
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
KOTA BANDAR LAMPUNG
(DPC KOBUKI BANDAR LAMPUNG)
TERTANDA
RATNAWATI HADIWIDJAYA SURYATI
KANSELIR DPC KOBUKI KOTA BANDAR LAMPUNG

RATNA WATI HADIWIDJAYA SURYATI said:

kami tas nama DPC KOBUKI Bandar lampung ,sehubungan dengan dicalonkannya ketua umum/ajaraham DPP KOBUKI Prof.DR(PhD) Nanang Hariadi SE.MSc Gus Har sebagai gubenur kepala daerah tingkat I provensi DKI Jakarta periode tahun 2007-2012 mendatang, maka dengan meohon rifdho dan petunjukAllh SWT. kami mendukung dan mencalonkan PROF.DR(PhD) NANANG HARIADI SE.MSC GUS HAR DA Drs FIRMAN GANI KAPOLDA METROJAYA UNTUK MENJADI PASANGAN GUBENUR DAN WAKIL GUBENUR DKI JAKARTA PERIODE TAHAUN 2007-2012 MENDATANG .Demikian pesan komentar kami sampaikan Wassalamu"alaikum WR.Wb.
bandar Lampung 30 januari 2006
DEWAN PENGURUS CABANG
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
KOTA BANDAR LAMPUNG
(DPC KOBUKI BANDAR LAMPUNG)
TERTANDA
RATNAWATI HADIWIDJAYA SURYATI
KANSELIR DPC KOBUKI KOTA BANDAR LAMPUNG

binar gaul said:

ya ghitu deh aku kan penggemar beratnya pak SBY ghuitcu ..............

ANDI SUYITNO PERDANA MENTERI DPP KOBUKI said:

Sudah menjadi kewajaran dan keharusan bagi manusia-manusia yang akan mengukir sebuah sejarah di suatu bangsa dengan mengumpulkan suatu ungkapan-ungkapan masyarakat baik dari tingkat kelurahan sampai tingkat nasional, begitu pula kalau saya kum pulkan hampir seluruh stateman dan pernyataa sikap dari lembaga swadaya masyarakat KOBUKI ditingkat nasional selama 4 tahun yang dimulai dari tahun 2001 sampai 2004 sebagaiman yang ada di bawah ini
Pernyataan sikap
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
DPP KOBUKI

Jakarta , Senin 8 Januari 2001

Setelah memperhatikan dan mencermati ulasan Ketua Umum DPP KOBUKI Mas Mahara Nanang Hariadi SE. (Gus Har) untuk solusi mengatasi krisis Multidimensional yang terfokus pada krisis moneter adalah perlu rektrurisasi pajak dengan aktualisasi pajak warisan yang selama ini belum ada , dengan barometer apabila kekayaan sesorang diatas 25 milyar rupiah naka dikenakan pajak 95 % sehingga tidak akan terjadi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin sekaligus demi aturan dan peraturan permainan ekonomi secara makra bisa dimainkan dengan sehat , mensikapi pernyataan Ketua umum Deklarator juga sang Presiden DPP KOBUKI diatas , kami Departemen Pengembangan Jurnalistik dan pers Dewan Pengurus Pusat Kobuki menyatakan sikap :
1] Mneghimbau kepada para mahasiswa dan keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia, mari kita bersatu membangun negara yang kita cintai ini sekaligus mari kita mengontrol perjalanan bangsa kita dalam menyelesaikan agenda reformasi
2} Menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat agar terpanggil untuk menyelesaikan dan mengimplementasikan hukum yang selama ini belum terlaksana dengan baik dan benar, lebih khusus sanksi bagi konglomerat yang tidak membayar pajak pada pemerintah RI
3} Menghimbau kepada pemerintah dan presiden serta MPR/DPR RI agar mengeluarkan pajak warisan seseorang yang memiliki kekayaan diatas 25 milyar dengan pajak minimal 95% untuk pemasukan dana pemerintah dan negara, yang selama ini masih terhutang pada IMF dll.
4} Menyerukan kepada segenap mahasiswa untuk turut serta mendukung pernyataan ini dan sekaligus membuat rancangan undang-undang tentang pajak kekayaan dan pajak penghasilan yang dapat dijadikan baro meter kemakmuran rakyat Indonesia terlebih untuk kemakmuran masyarakat yang turut berjuang dalam membangun negara kesatuan RI
5} Menyerukan kepada segenap rakyat Indonesia untuk mendukung pernyataan ini dengan terus menjalankan konsep reformasi damai, apabila masih merasa dirinya dan warga negara yang reformis {orang reformis}
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk diserukan kepada segenap lapisan masyarakat demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan konteks keadilan yang benar dan kebenaran yang makmur, sebaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan kemerdekaan RI itu adalah mencapai masyarakat yang adil dan makmur spiritual material yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 amien.
Sekaligus diserukan kepada para wartawan cetak pers elektronik yang masih konsisten terhadap perjuangan reformasi Lembaga Swadaya Masyarakat dan reformasi gerakan mahasiswa seperti danjen demontran pada tahun 1997 beliau Mas Mahara Nanang Hariadi SE {GUSHAR] yang sekarang menjadi pimpinan kita. Merdeka !!!

Jajaran Pelaksana Harian
Jajaran Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
{DPP KOBUKI}


[Andi Kardiono,SH}
Koordinator Dept PJ&P DPP KOBUKI

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)

Jakarta , Kamis 8 Februari 2001
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa
Sesuai dengan amanah Deklartor , Ketua Umum DPP KOBUKI Gus Har Mahara Nanang Hariadi SE,”ikutilah katahati wahai sudarasebangsa dan setanah Air , sebab lautan yang engkau lewati bukan main dalam dan jauhnya .juga kekangilah perehumu dengan konstruksi dan bangunan yang sebaik-baiknya ,dalam mengahadapi pemilihan Nasional pada tahun 2004 mendatang ,karena bisa jadi pemilihan Presiden bisa secara langsung dan kemungkinan besar parati yang ikut berkompetisi nanti kemungkinan 25 sampai 25 Partai (Jakarta 8 Desember 2000) Oleh karena itu kami selaku Fungsionaris Jajaran Pelaksana Harian Dewan Pengurus Pusat kontak Budaya Komunikasi Indonesia Dalam rangka menindak lanjuti dan menfolow up amanah Ketua Umum DPP KOBUKI tersebut di atas setelah mencermati , memeprhatikan dan mengkaji sekaligus mengejahwantahkan dalam suatu pernyataan sikap sebagaiman yang ada dibawah ini :
1)Menghimbau kepada segenap keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia untuk tetap komitmen terhadap KOBUKI dan gerakan sosial kemasyarakatan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur dan budi pekerti kita sebagai penemban amanah ethnis dan budaya seluruh masyarakat Indonesia.
2)Menghimbau dan mengajak kepada keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia untuk mendo’akan pemimpin kita Mahara Nanang Hariadi , SE (Gus Har) Ketua Umum/Ajaraham DPP KOBUKI seperti dibawah ini :
Ya Tuhan karuniakanlah pada pemimpin kami Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) kekuatan lahir dan bathin untuk bisa menjalankan amanahmu denganbaik dan benar serta selamatkanlah Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) didunia sampai di akherat nanti amien.
3)Mengajak kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan masyarakat untuk tetap mendukung dan ikut serta dalam pernyatan sikap ini.
Demikian pernyataan sikap ini kami keluarkan untuk dijadikan bahan renungan serta bahan pemikiran segenap komponen Bangsa disegala lapisan masyarakat diseluruh pelosok penjuru tanah air Indonesia
Terimakasih salam dari kami sekalian merdeka tetap merdeka salam sejahtera

JAJARAN PELAKSANA HARIAN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
MULO ADI WIJAYA
KETUA VI DPP KOBUKI

STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
Jakarta Jum’at 8 Maret 2001
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadirat Alloh SWT kita panjatkan, sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Seiring dengan terbitnya matahari dari ufuk timur lembaga swadaya Masyarakat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia yang dideklarasikan pada 8 Desember 1998 oleh Deklarator KOBUKI saudara Mahara Nanang Hariadi , SE(GUS HAR) yang biasa dipanggil dengan panggilan atau sebutan BOBY WONG , itu adalah suatu anugerah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa , dengan lahirnya LSM KOBUKI yang independen tanpa bantuan baik itu dari pemerintah RI maupun bantuan dari Luar Negeri .Denmgan tumbuh kembangnya mengikuti alam dan arus gelombang perubahan zaman , yang konon kata seorang bijak pemegang amanah Bangsa yiatu pinisepuh agung kerajaan Mataran, nanti akan muncul lembaga yang akan menjadikan orang-orang besar di negri Jawa Dwipa ini” yaitu wit ranti owo delimo.melihat dan memperhatikan perkembangan dan pergerakan LSM KOBUKI sepertinya itu lembaga yang dimaksud oleh pinisepuh bangsa tersebut diatas dan sesuai amanah dari Mahara Nanang Hariadi SE(Gus Har) bahwa KOBUKI suatu saat akan menjadikan WIT Ranti owo Delimo, artinya lembaga kecil menghasilkan pemimpin besar di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ucapan Ketua Umum/Ajaraham DPP KOBUKI yang perlu kita garis bawahi , nanti pemilu pada tahun 2004 akan ada 24 partai yang bersaing dan kompetisi ditanah air Indonesia yang tercinta ini .Oleh karena itu kami selaku Ketua Umum DPP KOBUKI menyeruhkan kepada seluruh kader dan simpatisan KOBUKI untuk tetap konsisten dan komitmen terhadap aktualisasi lembaga kemasyarakatan yang berorientasi sosial kemasyarakatan (Jakarta 8 Desember 2000)
Oleh karena itu kami selaku wakil bendahara dengan penuh mengharap keridhaan Alloh SWT. Mengeluarkan statemen :
1) Mari kita wujudkan visi dan misi KOBUKI sebagai wahana pemersatu bangsa dan Rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke .
2) Mari kita wujudkan KOBUKI sebagai wit ranti owo delimo dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3) Mari kita jadikan kosmopolitan ke Indonesiaan sebagai central culture di Seluruh Dunia
4) Menghimbau kepada segenap Keluarga Besar KOBUKI untuk merapatkan barisan dan mari kita junjung bersama Mahara Nanang Hariadi SE(GUS HAR) untuk menjadi putra terbaik Bangsa Indonesia Amien Ya Robbal’alamin Wassalamu’alakum WR.WB
JAJARAN PELAKSANA HARIAN
DEWAN PENGURUS PUSAt
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
(Dra Sintha Murdhiyaningsih)
WKL BENDUM DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)

Jakarta , Minggu 8 april 2001
Mensikapi pendapat Ketua Umum DPP KOBUKI Mas Mahara Nanang Hariadi SE.(GUS HAR) pada acara Harla KOBUKI Ke II jum’at 8 Desember 2000 di Jakarta “Bahwa untuk permainan ekonomi dikalangan bisnis Nasional maupun Internasional harus ada aturan main yang dijadikan fungsi kontrol para pelaku ekonomi itu sendiri ,agar yang pandai bahkan sangat pandai dan pintar dalam memainkan permainan ekonomi global ,terbatasi dengan Undang-Undang yang dapat mengatur roda perekonomian di negara Kesatuan RI , melihat dan mengamati terjadinya permainan ekonomi makro yang kurang sehat, maka sebagai solusinya harus dicptakan dan dibuatkan serta direalisasikan undang-undang yang membatasi kekayaan perorangan yang melebihi pemasukan kekayaan pemerintah ,seperti contoh pemasukan seorang atau hasil profit perusahaan sesorang melebihi , bahkan 10 kali lipat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kotamdya atau Kabupaten ,apupun Provensi seperti Abdul Latief mantan Menteri Tenaga Kerja dan konglomerat-konglomerat di Jakarta ini . Hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus , sebab akan berimbas perekonomian salah satu kotamadya atu kabupaten akan bisa disetir oleh seorang saja atau dengan kata lain perorangan bukan pemerintah atau istilah lain Kapitalisme modern ala Indonesia”
Oleh karena itu kami sebagai lembaga Ekonomi Departement Pengembangan Usaha dan wiraswasta Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia menyatakan sikap :
1) Menghimbau kepada Anggota DPR /MPR RI untuk membuat Undang-Undang Pajak Kekayaan dengan standarisasi kekayaan RP.25.000.000.000,00 dengan pajak 50 persen dari jumlah kekayaan tersebut dan selanjutnya hasil dari pajak tersebut difungsikan pada sector pendidikan dari tingkat TK Hingga SMU dan sederajatnya Gratis.
2) Menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu dalam negara Kesatuan RI dan tidak mudah terhasut oleh kolonialisme Amerika dan Negara-negara Eropa
3) Menghimbau kepada segenap rakyat Indonesia untuk turut serta dalam mengatasi krisis multi dimensional yang termasuk diantaranya krisis moneter.
4) Menyeruhkan kepada pegegak hukum agar tetap adil dan jujur dalam menegakkan hukum agar dalam menjalankan tugas dan amanah Bangsa Indonesia tercipta supremasi hukum di Negara Kesatuan republik Indonesia ini.
5) Menyeruhkan kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan Masyarakat di era kebangkitan Bangsa dan Reformasi damai ini, untuk turut serta dalam pendukungan pernyataan sikap ini.
Demikian pernyataan sikap Departemen Pengembangan Usaha dan Wiraswasta DPP KOBUKI kami keluarkan , dengan motto demokrasi yang harus dibarengi dengan rasa cinta Tanah air dan bangsa serta ridho Alloh SWT. Yang baik dan benar sesuai dengan tujuan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu mencapai masyarakat yang adil dan makmur spiritual maupun material berdasarkan pancasila dan UUD 1945 , maka oleh karena itu kami mengharap agar pernyataan sikap ini disebarluaskan kepada segenap masyarakat dan rakyat Indonesia dimana saja anda dan keluarga besar KOBUKI berada untuk diseruhkan kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan Masyarakat diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaiman ungkapan Deklarator Ajaraham/Ketua Umum kita Bapak Mahara Nanang Hariadi , SE.(Gus Har) sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjunjung moral ekonomi dan moralitas budaya termasuk mampu memberantas KKN harus kita wujudkan di bumi pertiwi Indonesia.Akhir kata apabila ada kebenarannya itu semata-mata datangnya hanya dari Alloh SWT. Dan apabila ada kekhilafan dan kesalahannya itu karena kedhoifan dan kefakiran Ilmu saya . teriring kata Sekali merdeka tetap merdeka dalam membangun Indonesia Baru Merdeka !!!!

Departemen Pengembangan Usaha
Dan Wiraswsta Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(DPP KOBUKI)
(M.Yusuf Khomaini masykur SE)
KOMDIR DEPT PU & W DPP KOBUKI


STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)

Jakarta , Selasa 8 mei 2001
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
Mensikapi ungkapan Ketua Umum DPP KOBUKI Mas Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) tanggal 8 Januari 2001 di Jakarta yang intinya bahwa kehidupan beroganisasi dan berkepercayaan terhadap salah satu partai Politik yang dapat menyuarakanserta mengimplementasikan perwujudan pembangunan beragama serta berkenyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta mampu menghasilkan peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa , mengembangkan suasana kehidupan beragama yang makin semarak serta menanamkan dan membina kerukunan antar sesama beragamaserta sesama penganut keprcayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,mengembangkan suasana kehidupan beragama yang semakin marak serta menanamkan dan membina kerukunan antar golongan dan antara sesama beragama serta sesama penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sarana ibadah makin bertambah dan pemanfaatanya sementar sejauh mana kita merealisasikan dan mengimplementasikan serta mengaktualisasikan kedalaman pengalaman ajaran dan nilai-nilai agama serta kemantapan ajaran dan nilai-nilai agama serta kemantapan kehidupan beragama dalam membangun serta landasan persatuan dan kesatuan bangsa adalah tolak ukur keberhasilan warga negara Kesatuan RI termasuk warga KOBUKI diseluruh penjuruh Tnah Air Indonesia.Oleh karena itu kami selaku wakil sekretaris Jendral JPH DPP KOBUKI setelah mencermati dan memperhatikan ungkapan beliau Ketua Umum DPP KOBUKI maka perlu untuk segera mengeluarkan statemen sebagai solusi dan tindak lanjut dari Ungkapan Beliau Ketua Umum tersebut di atas :
Dalam wujud nyatanya kami mengeluarkan statemen sebagaimana dibawah ini :
1) Menghimbau kepada segenap komponen bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan disegala aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
2) Menghimbau kepada segenap komponen bangsa dan segenap masyarakat Indonesia diseluruh tanah Air Indonesia agar hati-hati dalam memilih partai serta pemimpin diperiode mendatang .
3) Menghimbau kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat untuk mendukung dan mencalonkan Megawati Soekarno Putri dan dan Jendral (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode tahun 2004 s/d 2009 mendatang.
4) Menghimbau Kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan masyarakat untuk mendukung dan mencalonkan bapak Mahara Nanang Hariadi SE.(GUS HAR) sebagai menteri dalam Negeri RI Periode tahun 2004s/d 2009 mendatang
Demikian statemen kami keluarkan untuk diseruhkan dan disebarluaskan kepada segenap lapisan masyarakat dan keluarga besar KOBUKI yang terdiri dari 28 DPW ditingkat Provensi dan 193 DPC ditingkat Kotamadya/ Kabupaten serta 1.241.816 Anggota KOBUKI yang terdaftar dalam formulir DPP KOBUKI Wassalamu’alaikum WR.WB


JAJARAN PELAKSANA HARIAN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)

(Zahro Camelia )
WKL Sekjend DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)


JAKARTA ,JUM’AT 8 JUNI 2001
BISMILLAHIRRAHAMNIRRAHIM
Dalam rangka mensikapi ungkapan dan pernyataan Ketua Umum bapak Mahara Nanang Hariadi , SE(Gus Har) pada tanggal 8 januari 2001 di Jakarta yang berbunyi “kita sebagai lembaga Swadaya Masyarakat yang berhaluan pada kosmopolitan ke Indonesiaan dengan tetap mengacu pada pancasila dan UUD 1945 haruslah mampu memberikan suri Tauladan dan gagasan pemikiran yang positif terhadap perubahan peradaban bangsa dalam mengahadapi era perdagangan bebas di Asia tenggara serta turut serta mengantisipasi terjadinya kolonialis Ekonomi maupaun moralitas Budaya yang dapat memporak porandakan tatanan kehidupan masyarakat diseluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke . satu catatan penting yang kita buatkan rancangan undang-undang dan kita ajukan kepada DPR /MPR RI maupaun Presiden RI , agar panti asuhan atau rumah sosial tersebut mampu mejembadani , anak-anak yang terlantar , serta orang-orang jompo dan anak atupun orang terlantar diuruus serta diperhatikan bahkan dilayakkan kehidupan wahai saudara-saudaraku Keluarag besar dan kader LSM KOBUKI diseluruh tanah air Indonesia “ Oleh karena itu
kami sealaku Ketua JPH DPP KOBUKI merasa terpanggil untuk menindak lanjuti pernyataan Ketua Umum/Ajaraham Kobuki tersebut di atas , seabagiamana dalam wujud nyatanya kami mengeluarkan pernyataan sikap.
1)Menghimbau kepada presiden dan wakil presiden serta Ketua DPR/MPR RI untuk membuat dan merealisasikan panti asuhan terbesar di Asia sebagai wahana penampungan dan pembinaan orang-orang yang terlantar di negara kesatuan republik Indonesia 2)Menghimbau kepada segenap pakar konstitusi untuk membuat rancangan undang-undang RI tentang pembuatan dan realisasi pembangunan rumah sosial terbesar di Asia Tenggara
3)Menghimbau kepada segenap masyarakat dan komponen bangsa untuk turut serta mendukung pernyataan sikap ini apabila kalian merasa warga negara yang baik dan menghayati sila ke V dari isi 5 sila Pancasila
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk dikumandang dan diseluruhka kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia sekaligus para pemimpin bangsa yang ada diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungannya. Wassalamualaikum wr.wb.
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP. KOBUKI)
(Dwi Gianto, SPd)
Ketua IV DPP KOBUKI
PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
Jakarta , Minggu 8 Juli 2001
Dengan Nama Tuhan Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang.Negara Kesatuan republik Indonesia yang terdiri dari 230 juta jiwa jumlah penduduknya dengan 468 kabupaten dan kotamadya serta 32 provensi serta 9 teologi dan 313 ethnis yng ada didalamnya adalah suatu anugerh besar yang diberi oleh Tuhan Yang Maha Esa , olehe karena itu kita sebagai bagian dari komponen bangsa serta serta sebagai warga negara Indonesia haruslah bangga dan penuh kesyukuran atas karunia yang kita peroleh . Dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, termasuk didadlamnya beribu-ribu pulau dengan keanekan ragaman flora dan faunanya sekaligus tanah Air yang subur dengan tampa bekerja keras tnamanan tumbuh berkembang sesuai dengan iklim yang ada , yaitu iklim tropis yang semua itu di karuniai oleh Alloh SWT. Kepada kita sebagai bangsa yang terkenal dengan budaya kelemah-lembutan , seabagaiman ungkapan ketua Umum DPP KOBUKI Mahara Nanang Hariadi Jakarta 8 januari 2001 . Oleh karena itu kami sebagai statemen Fungsionaris DPP KOBUKI setelah mencermatidan memeprhatikan sekaligus mengkaji ulang pernyataan ketua Umum tersebut di atas , maka kami pandang perlu untuk mengeluarkan statemen sebagi tindak lanjut danrealisasi gerakan pemikiran , sebagaiman dibawah ini.
1) Untuk mewujudkan NKRI sebagai sentral budaya diseluruh dunia maka kami menghimbau kepada segenap komponen bangsa dan segenap rakyat disegala lapisan maysarakat Indonesia untuk mentradisikan kosmopolitan ke Indonesiaan sebagai wahana pemersatu segala ethnis yang adat istiadat yang ada di tanah air indonesia
2) Mari kita kokohkan persatuan dn kesatuan antar ethnis antar daerah dan antar golongan status sosial yang selama ini masih adanya jurang pemisah dan jurang perbedaan yang sulit untuk dipersatukan
3) Mari kita wujudkan Bhineka Tunggal Ika sebagai satu visi dan misi dalam membangun peradaban bangsa Indonesia dalam panji demokrasi pancasila serta konstitusi UUD 1945 di wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia
5)Menghimbau kepada segenap rakyat Indonesia untuk tetap konsisten terhadap visi dan misi reformasi yaitu menciptakan clean government setara dengan kebersihan hati dan fikiran mahasiswa
Demikian statemen kami keluarkan untuk diberitahukan kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia demi terciptanya pencerdasan kehidupan rakyat Indonesia dalam menghadapi perubahan peradaban zaman yang semakin maju dan berkembang pesat. Akhir kat tiada kata yang paling indah kecuali hidup Indonesia.
Hidup NKRI
Hidup Mahara Nanang Hariadi
Ketua Umum DPP KOBUKI
Merdeka !!!

Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP. KOBUKI)
(Cepy Mariadi, SE)
Ketua V DPP KOBUKI

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAY KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI)
Jakarta, Rabu 8 Agustus 2001

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan menyebut nama Alloh yang maha pengasih dan maha penyayang
Sesuai dengan amanah dari Tuan Guru Datuk kita Bapak Mahara Nanang Hariadi. SE (GUS HAR) Ketua Umum DPP KOBIKI pada tanggal 8 Januari 2001 di Jakarta yang berbunyi kepada segenap keluarga besar anggota KOBUKI dan simpatisan KOBUKI sudah menjadi kewajaran apabila kita turut serta mengisi dan menikmati perjuangan kemerdekaan pasca kebangkitan negara kesatuan republik Indonesia,serta sudah menjadi keharusan kita semua sebagai masyarakat yang komitmen serta konsis terhadap idiologi pancasila dan UUD 1945 dalam tnda kutip artinya peran serta dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya nusantara yang berarti budaya dari sabang sampai merauke walaupun sampai titik darah penghabisan !! Oleh karena itu kami atas nama bendahara Umum JPH DPP KOBUKI dalam rangka menindaklanjuti serta mensosialisasikan sekaligus merealisasikan dan mengimpletasikan ungkapan beliau Tuan Guru Datuk kita Bapak Mahara Nanang Hariadi. SE (GUS HAR) seluruh deklarator, presiden, ketua Umum DPP KOBUKI kami mengeluarkan pernyataan sikap :
1) Menghimbau kepada segenap masyarakat dan keluarga besar KOBUKI diseluuh tanah iar Indonesia untuk menciptakan persatuan dan kesatuan di seluruh wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia.
2) Mengajak kepada saudara kita yang ada didaerah serambi mekah nangro aceh Darussalam untuk segera menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.
3) Menghimbau kepada segenap komponen bangsa dan keluarga besar KOBUKI disegala lapisan masyarakat untuk mendukung dan mencalonkan (Jenderal Purn. Susilo Bambang Yudoyono dan Ir. Siti Hardiyati Rukmana (Tutut) sebagai pasangan kandidat presiden dan wakil presiden republik Indonesia pada tahun 2004 s/d 2009 mendatang.
4) Menghimbau kepada menteri Keuangan RI agar mengaudit semua perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak melaksanakan kerja sebagai mana mestinya.
5) Menghimbau kepada bapak Tuan Guru Datuk kita Bapak Mahara Nanang Hariadi. SE (GUS HAR) bersedia dicalonkan sebagai menteri sosial RI periode 2004 s/d 2009 mendatang.
6) Mengajak kepada segenap keluarga besar KOBUKI dan segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia untuk ikut serta dlam mendukung pernyataan sikap ini.
Demikian butir pernyataan sikap inikami keluarkan untuk diserukan dan disebarluaskan kepada segenap masyarakat diseluruh tanah air Indonesia. Akhir kata selamat berjuang dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan oleh pemerintah dan negara kesatuan RI seiring kerinduan kita pada pemimpin Bapak Mahara Nanang Hariadi. SE (GUS HAR) seorang pemimpin yang dirindukan oleh segenap komponen bangsa Indonesia Amien. Wassalamualaikum wr. Wb.
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP KOBUKI)
(Gwyneth Watimena,SE)
Bendara Umum DPPKOBUKI

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
[DPP KOBUKI]
Jakarta, Sabtu 8 September 2001
Dengan menyebut nama Alloh
Yang maha pengasih dan maha kuasa
Kami atas nama ketua dua JPH DPP KOBUKI setelah mendengarkan amanah dari beliau Bapak Kyai Haji Mahara Nanang Hariadi, SE [GUSHAR] Ketua Umum DPP KOBUKI yang berbunyi kita harus merapatkan barisan yang kokoh dan teratur rapi dalam menghadapi krisis moneter yang berkepanjangan yang hampir-hampir memporak-porandakan tatanan perekonomian Indonesia menindak lanjuti pernyataan GUSHAR tersebut diatas kami merasa terpanggil untuk mengeluarkan pernyataan sikap, sebagai wujud nyata dalam pengabdian LSM KOBUKI terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia antara lain :

1} Menghimbau kepada segenap masyarakat dan komponen bangsa untuk merapatkan barisan dalam menghadapi musuh dari luar negeri yang berbentuk perang ekonomi
2} Menghimbau kepada segenap masyarakat dan komponen bangsa diseluruh Indonesia agar mewujudkan persatuan dan kesatuan dan tetap dalam kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia
3} Menyerukan kepada segenap masyarakat Indonesia untuk mendukung pemerintahaan republik Indonesia yang syah dan benar menurut konstitusi yang adil dan jujur
4} Menghimbau kepada segenap masyarakat dan keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia agar turut serta mendukung pernyataan sikap ini apabila masih tergolong reformis
5} Mendukung Bapak Mahara Nanang Hariadi untuk menjadi presiden republik Indonesia pada tahun 2004 s/d 2009 mendatang
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk diserukan dan disebarluaskan kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia yang masih komitmen dan konsis terhadap gerakan reformasi damai dengan dengan tetap mengacu pada konstitusi yang baik dan benar sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara maupun Garis-garis Besar Haluan Agama {GBHA] .
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jajaran Pengurus Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia

(Drs Sofyan M . Khodori , SE)
Ketua II DPP KOBUKI

Puisi Do”a
Ya Tuhan jadikanlah Ketua Umum DPP KOBUKI Mahara Nanang Hariadi Gubernur DKI Jakarta 2007s/d 212 mendatang Ya Alloh Yang Maha menjadikan kabulkanlah permohonan Kami Amien
(Ketua II JPH DPP KOBUKI)
STATEMEN
DEWAN PENGURUS
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI)
Jakarta,senin 8 Oktober 2001
Bismillahirahmanirrahim
KOBUKI yang didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Desembertahun 1998 serta dideklarasikan secara publik yang diumumkan kepada segenap masyarakat ramai untuk dimaklumi sepenuhnya oleh segenap rakyat Indonesia secara luas ditingkat pusat/nasional maupun kedaerah-daerah wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia pada tanggal 8 Desember 1999 menjelang MUNAS dan Makernas KOBUKI Pertama.Dengan sifatnya LSM KOBUKI yang selalu terbuka, mandiri dan tidak membeda-bedakan asal-usul, suku, ras, agama, ethnis, gender dan berorientasi untuk kesejahteraan lain dan bathin seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia dandengan berasaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dan tujuannya untuk membentuk manusia yang berbudi luhur yang dapat merealisasikan perwujudan cita-cita perjuangan kemerdekaan republik Indonesia untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur material maupun spiritual dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk terciptanya kehidupan masyarakat yang berbudaya dan moral yang penuh kedamaian baik lahir maupun bathin serta fungsinya sebagai wahana penampung, penyalur perjuangan aspirasi budaya Indonesia serta wahana pembinaan dan perjuangan untuk menumbuh kembangkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang hubungan antar budaya yang ada di nusantara dalam konteks moral luhur sebagai partisipasi krisis masyakat membangun dalam pelaksanaan budaya ke indonesiaan yang universal sekaligus sebagai wadah pemekaran, pencerahan dan pengembangan kepemimpinan bangsa di semua tingkatan lapisan masyarakat yang ada di negara kesatuan republik Indonesia [Ungkapan Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Haryadi SE [GUSHAR] pada tanggal 8 januari 2001 di jakarta].
Oleh karena kami atas nama Wakail Bendahara Jajaran Pelaksana Harian Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia setelah mengamati dan mencermati serta memperhatikan statemen beliau Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Haryadi.SE {GUSHAR] berkesimpulan untuk diadakan followup dari statemen tersebut diatas sebagai wujud nyata dalam sosialisasi dan implementasi dari tindak lanjut ide dan pokok pokok pemikiran kami mengeluarkan statemen sebagaimana yang terdapat dibawah ini :
1] Menghimbau dan menyeruhkan kepada segenap keluarga besarKOBUKI dan segenap komponenbangsa untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara dan masyarakat seluruh Indonesia
2] Menghimbau dan menyeruhkan kepada segenap keluarga besar KOBUKI dan segenap komponen bangsa untuk tolong –menolong dalam hal kebaikan dan takwa dan tidak tolong-menolongdalam hal kejahatan dn keburukan.
3] Menghimbau dan menyeruhkan kepada segenap keluarga besar KOBUKI dan segenap komponen bangsa di wilayah hukum Indonesia untuk menclonkan Bapak Nur CholisMajid sebagai presiden RI priode 2004 s/d 2009 mendatang.

Demikian Statemen Wakil Bendahara Umum Jajaran Pelaksan Harian Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia kami keluarkan untuk diseruhkankepada segenap komponen bangsa,masyarakat serta rakyat sekaligus para politisi yang ada di wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia agar di jadikan bahan pemasukan pemikiran seta bahan telaah ulang mengenai cita-cita perjuangan kemerdekaan republik Indonesia pada tahun 1945 yang telah silam sekalikgus sebagai bahan kajian segenap keluarga besar KOBUKI di seluruh tanah air Indonesia.
Merdeka !!! Wassalamualaikum Wr.Wb.


Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi
Indonesi
[JPH. DPP.KOBUKI]


[Rini Wahyuningsih.SE]
Wkl.Bendahara DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )


Jakarta, kamis 8 Nopember 2001
Salam sejahtera
Dengan menyebut nama Tuhan yang pemurah dan maha kuasa kami selaku Wakil Sekjen. DPH DPP KOBUKI setelah mendengarkan saran dari ketua Umum DPPKOBUKI Mas Mahara Nanang Hariadi. SE (GUS HAR) pada tanggal 8 September 2001 hari Sabtu di Jakarta bahwa untuk menciptakan patriot sejati bangsa dan negara republik Indonesia perlu adanya wahana kawacandra dimuka, artinya KOBUKI yang kita cintai ini harus mampu membentuk dan menciptakan patriot-patriot sejati untuk dijadikan pimpinan serta untuk mengisi kemerdekaan sekaligus membangun bangsa dan negara republik Indonesia !
Oleh karena itu dalam rangka menfollow up dan menindaklanjuti saran beliau Deklarator, Presiden, Ketua Umum DPP KOBUKI Mas Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) kami atas Wakil Sekjen. JPH DPP KOBUKI mengeluarkan pernyataan sikap, sebagaimana kalimat dibawah ini :

1) Mengingat saudara Ketua DPR RI dan Ketua GOLKAR Akbar Tanjung bukan patriotsejati maka kami himbau untuk turun dari jabatan KETUA golkar dan Ketua DPR RI


2) Menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat Khususnya dikalangan fungsinaris GOLKAR agar menggantikan Akbar Tanjung diganti oleh Agung Laksono sebagai Ketua GOLKAR
3) Menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat agar turut serta menciptakan persatuan dan kesatuan serta merapatkan barisan sesuai dengan amanah Ketua Umum DPP KOBUKI Mas Mahara Nanang hariadi

4) Menyerukan kepada keluarga besr KOBUKI di seluruh Indonesia untuk menciptakan dan mewujudkan ketentraman dan keamanan diseluruh wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia


5) Menghimbau kepada segenap keluarga besar KOBUKI 193 Cabang dan 28 DPW ditingkat propinsi serta 1.241. 000 yang terdapat dalam formulir KOBUKI dan segenap komponen bangsa di segala lapisan masyarakat untuk turut mendukung pernyataan sikap ini.

Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk dikumandangkan serta disebarluaskan pada segenap keluarga besar KOBUKI dan komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia serta untuk direalisasikan dan disosialisasikan oleh segenap anggota DPR RI serta fungsionaris GOLKAR di tingkat Pusatmaupun di daerah-daerah diseluruh tanah air Indonesia dengan gerakan patriotis sejati pasca turunnya rezim orde baru. Akhir kalimat ku sing-singkan tangan rawe-rawe rantas Malang-malang puntas denganmu wahai KOBUKI ku dan mari kita kata-kata hidup Mahara Nanang Hariadi hidup GUSHAR, Hidup Ketua Umum DPP KOBUKI. Merdeka
(Hendra Saputra. Sag)
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH DPP. KOBUKI)

Wkl. Sekjen. DPP KOBUKI

Ya Tuhan jadikan Mahara Nanang Hariadi GUSHAR pemimpin yang di idolakan dan dirindukan oleh segenap komponen bangsa di seluruh wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia (Amien)


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )

Jakarta sabtu 8 Desember 2001
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Dalam rangka menyambut hari Ulang Tahun KOBUKI yang ke III serta tak lupa kami ucapkan buat dekalrator /Ajaraham DPP KOBUKI bapak Kyai Haji Mahara Nanang Hariadi yang ke 30 tahun. Oleh karena itu kami salakuh ketua I JPH DPP KOBUKI yang membidangai hampir seluruh bagian kegiatan LSM KOBUKI , dalam rangka mensikapi pendapat Ketua Umum DPP KOBUKI perkembangan KOBUKI dengan segala permasalahan yang ada , saya sepakat dengan pendapat Ketua Umum yang biasa di biasa di panggil dengan panggilan Gus Har atau yang mempunyai nama lengkap Bapak kyai Haji Mahara Nanang Hariadi, SE putra dari salah satu Ulama kharismatik batu Ampar Bangkala madura Jawa timur. Yang intinya kata beliau untuk menjadikan negar ini maju dan bisa mengatasi krisis haruslah terciptanya budaya Kosmopolitan Ke Indonesiaan dalam arti yang sangat luas berangkat dari sinilah kami dalam menindaklanjuti buah fikiran dan ide gagasan Beliau Deklarator /Ajaraham DPP KOBUKI kami membuat kesepakatan dengan sebagian fungsionaris DPP KOBUKI untuk membuat pernyataan sikap :
1) Mengajak segenap keluarga besar KOBUKI dan masyarakat Indonesia untuk menjaga ketertiban dan kemanan masyarakat NKRI.
2) Mengajak segenap lapisan masyarakat dan keluarga besar KOBUKI untuk menciptakan budaya Kosmopolitan ke Indonesiaan sebagimana ungkapan dari Ketua Umum DPP KOBUKI bapak Kyai Haji Mahara Nanang Hariadi SE (GUS HAR)
3) Menghimbau kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan masyarakat serta keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai-nilai buday tradisional dan budaya nasional
4) Menghimbau kepada segenap keluarga besar KOBUKI diseluruh Indonesia untuk menciptakan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5) Mengajak segenap lapisan masyarakat untuk turut mendukung pernyataan sikap ini.
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk diseruhkan kepda segenap lapisan masyarakat diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia agar dijadikan tolak ukur pemikiran segenap komponen Bangsa yang ada di seluruh tanah Air Indonesia.
Akhir kata kami ucapkan
Zajakumullohi Wallahu mu’afiq illa aqawamithoriq
Wssalamu’alaikum WR.WB.
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH DPP. KOBUKI)

(Drs. Harianto Ogi)
Ketua I DPP KOBUKI

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta Selasa 8 Januari 2002
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Mensikapi pernyataan pidato Deklarator/ Ajaraham/ Ketua Umum DPP KOBUKI Mahara Nanag Hariadi SE.(Gus Har) pada hari sabtu taanggal 8 Desember 2001 dijakarta yang berbunyi “ kesidihan,penderitaan, kesengsaraan, akan sebanding dengan kebahagiaan kesenangan dan kesuksesan yang kiat rai dalam acara HARLA KOBUKI ke III di hotel Wisata Jaya hotel Jln Hayam wuruk 123 ,’Oleh karena itu kami selaku koordinator Departemen Dakwah dan pengabdian Masyarakat JPH DPP KOBUKI setelah mengamati dan mencermati sidang MPR dan DPR RI dan perjalanan roda pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu adanya aturan yang jelas dalam membuat keputusan dan undang-undang termasuk pelaksanaan di lapangan , seperti pelaksanaan penertiban budaya yang sedang merusak Generasi Muda dan sebagian warga Negara Kestuan RI yaitu buday free sex, budaya free live and freedome dan termasuk NARKOBA , hampir pemuda dan pemudi bahkan kalangan Mahasiswa serta esekutif Muda turut larut dalam budaya kebarat-baratan tersebut. Karena budaya-budaya yang sifatnya negatif tersebut tidak sesuai dengan cita-cita perjuangan kemerdekaan RI sekaligus tidak sesuai dengan isi jiwa dari Pancasila dan UUD 1945 itu sendiri, termasuk didalamnya lokalisasi WTS yang selama ini banyak ditempat-tempat kost-kosan dan di jalanan dan perkampungan serta tempat-tempat hampr disebagian seluruh penjuruh Tanah Air Indonesia, Maka sesuai dengan amanah beliau Mahara Nanang Hariadi , SE. Gus Har agar departemen da’wah dan Pengabdian Masyarakat DPP KOBUKI harus bisa mencarikan jalan solusi nya permaslahan diatas , oleh karena itu kami solusikan dengan mengeluarkan pernyataan sikap :
1) Menyeruhkan kepada Ketua MPR / DPR RI beserta anggota MPR DPR RI agar membuat Undang-Undang RI untuk melokalisasikan WTS disuatu tempat pulau yang jauh dari penduduk dengan keputusan Presiden selaku Kepala pemerintahan dan kepala Negara Kestuan Republik.
2) Menyeruhkan kepada segenap masyarakat diseluruh Indonesia agar menjaga persatuan dan Kesatuan sekaligus perdamaian antar agama maupun ethnis diwilayah hukum NKRI.
3) Menyeruhkan kepada segenap masyarakat Indonesia untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan diwilayahnya masing-masing serta mendukung Presiden yang sesuai dengan amanah rakyat Indonesia.
4) Menyeruhkan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar turut serta mendukung pernyatan sikap ini apabila masih tergolong reformis dan turut mendukung reformasi damai.


Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk diseruhkan dan di himbaukan serta di kumandangkan kepada segenap lapisan masyarakat diseluruh penjuruh Tanah air Indonesia sekaligus disebarluaskan . merdeka !!! Wassalamu”laikum Wr.WB
Departemen da’wah & Pengabdian Masyarakat

Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH DPP. KOBUKI)

IR BAMBANG
KOORDINATOR DEPT & DA’WAH PENGABDIAN MASYARAKAT JPH DPP KOBUKI


HIDUP MAHARA NANANG HARIADISE.
GUS HAR KETUA UMU AJARAHAM DPP KOBUKI

STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta Jum”at 8 Pebruari 2002

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Sesuai dengan Amanah Ketua Umum DPP KOBUKI Kyai Haji Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) “pada hari Sabtu tanggal 8 Desmber 2001 diJakarta” Bahwa Kebudayaan didunia yang dapat mencapai puncak kejayaan disuatu Negra besar maupun Kecil adalah Kosmopolitan ,oleh karena itu kita semua dituntut untuk menciptakan dan mewujudkan Kosmopolitan Indonesian sebagai budaya yang mampu mengadopsi 313 ethnis yang ada di wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia . “ Berangkat dari sinilah kami atas nama Departemen Riset Seni dan Budaya JPH DPP KOBUKI dalam rangka mensikapi Amanah Ketua Umum DPP KOBUKI , maka memandang perlu untuk mengeluarkan statemen dalam bentuk pernyataan sikap untuk menyatakan kebulatan tekad mengukuhkan Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) sebagai Bapak Budayawan NKRI sebagimana terdapat dalam pernyataan sikap dibawah ini :
1) Menghimbua kepada keluarga besar KOBUKI diseluruh wilayah Hukum NKRI untuk mengukuhkan Bapak Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) sebagai bapak BUDAYAWAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
2) Menghimbau kepad segenap lapisan masyarakat untuk berhaluan pada budaya kosmopolitan ke Indonesiaan seiring dengan berhaluan pada Penghayat dan Pangamalan Pancasila dan UUD 1945 dalam kontkes komitmen terhadap haluan GBHN.
3)Menghimbau kepada segenap keluarga besar KOBUKI diseluruh penjuruh Tanah air Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan sertastabilitas keamanan diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4)Menghimbau kepada segenap masyarakat dan Mahasiswa serta para Budayawan dan seniman untuk mendukung pernyataan sikap dan kebulatan tekad yang kami keluarkan ini.
Demikian pernyataan sikap dan statemen untuk kebulatan tekad Depertemen Riset dan Seni Budaya JPH DPP KOBUKI kami keluarkan untuk dikumandangkan dan disebarluaskan kesegenap lapisan Masyarakat diseluruh penjuruh tanah air Indonesia maupun Wilayah Hukum negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus sebagai wahan dan wacana informasi RI dan penduduk yang mendiami NKRI , kahir kata apabila ada kebenarannya itu semua semat-mata datangnya dari Alloh SWT. Dan Apabila ada kekhilafan dan kesalahannya itu semata-mata karena kedhoifan dan kefakiran ilmu saya . Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Wr.WR.
DEPARTEMEN RISET SENI DAN BUDAYA
JAJARAN PELAKSANA HARIAN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
(SLAMET HARIYADI )
WKL KOORDINATOR DEPT RS&B JPH DPP KOBUKI


HIDUP BAPAK BUDAYAWAN NKRI
HIDUP MAHARA NANANG HARIADI, SE(GUS HAR)
KETUA UMUM /AJARAHAM DPP KOBUKI


STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta jum’at 8 Maret 2002

Bismillahirrahamnirrahim.
Salam silaturrahmi kami sampaikan kesegenap aktivis dan keluarga besar KOBUKI serta masyarakat seluruh penjuru Tanah Air Indonesia serta para sekretaris , karyawati dan karyawan serta abdi Negara dimana saja anda berada. Sesuai dengan amanah beliau Mahara Nanang Hariadi , SE (GUS HAR) pada tanggal 8 Desember 2001 di Wisata Jaya hotel kebetulan hari sabtu yang intinya beliau menyampaikan bahwa kita harus merapatkan barisan organisasi serta konsolidasi yang baik dan benar , sebagi tindak lanjut kami selaku wakil sekretaris jendral JPH DPP KOBUKI mencoba untuk merealisasikan dan mengimplementasikan dalam aktivitas dankreaktivitas statemen yang pada akhirnya nanti akan mewujudkan kerangka berfikir tentang pimpinan Nasinal (presiden RI) mendatang di wilayah Hukum Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) oleh karena itu kami atas nama wakil Sekjend JPH DPP KOBUKI menghimbau dan mengajak :
1)Mari kita jadikan KOBUKI sebagai wahana dan prasarana ide dan gagasan masyarakat Indonesia yang belum terakomodir selama ini.
2)Mari kita tingkatkan etos kerja dengan aktivitas yang sebaik-baiknya sesuai dengan saran dan amanah beliau Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) selaku ketua umum DPP KOBUKI pada tanggal 8 Desember tahun 2001 di Jakarta.
3)Mari kita wujudkan masyarakat Indonesia untuk turut mendukung pemerintahan NKRI sesuai dengan mengacu hukum pancasila dan UUD Negara kesatuan republik Indonesia tahun 1945
4)Mari kita ciptakan keluarga besar KOBUKI dan masyarakat Indonesia adil dan makmur sesuai dengan cita-cita perjuangan kemerdekaan 1945
5)Menghimbau kepada segenap masyarakat, kader dan simpatisan KOBUKI diseluruh wilayah hukum NKRI untuk mendukung dan merealisasikan statemen ini
Demikian statemen JPH DPP KOBUKI kami keluarkan untuk disebarluaskan diserukan atau dihimbaukan kepada segenap warga besar KOBUKI dan sekaligus segenap komponen masyarakat di seluruh penjuru tanah air Indonesia agar dijadikan wacana informasi yang bisa menjawab peradaban zaman yang selalu mengalami perubahan dan KOBUKI dijadikan barometer budaya kosmopolitan ke indonesiaan di tingkat bangsa-bangsa di dunia.
Merdeka !!!
Salam dan kerinduan pemimpin nasional seperti Mahara Nanang Hariadi sebagai Soekarno II
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(DPP KOBUKI)
(Wilis Wulandari)
Wkl. Sekjen. DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI)
Jakarta,Senin 8 April 2002
Salam sejahtera
Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa mensikapi pidato Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) pada HARLA KOBUKI Ke III hari Sabtu tanggal 8 Desember 2001 di Jakarta Bahwa setiap perjuangan pasti ada pengorbanan dan setiap perjuangan dan pengorbanan pasri ada kemerdekaan dan keuntungan yang sesuai dengan peran aktivitas serta gerakan perjuangan itu sendiri.
Oleh karena itu kami selaku Sekretaris Departemen Kewanitaan Jajaran Pelaksana Harian Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia dalam menindak lanjuti amanah Beliau Deklarator/Presiden/Ketua Umum DPP KOBUKI sebagaimana ungkapan diatas, maka kami pernyataan sikap untuk dijadikan wahana penyeruan dan informasi masyarakat dan keluarga besar KOBUKI diseluruh lapisan elemen organisasi kita sebagaimana kami keluarkan 5 butir kalimat dibawah ini:
1) Menghimbau kepada segenap masyarakat diseluh Indonesia agar menjaga persatuan dan kesatuan negara kesatuan republik Indonesia
2) Menghimbau kepada segenap masyarakat diseluruh Indonesia untuk mendukung pemerintahaan ibu Megawati Soekarno Putri dan DR Hamzah Haz sampai periode 2004
3) 3) Mendukung Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) untuk dicalonkan Menteri Pemuda atau Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Periode mendatang, kabinet siapapun yang memegang dan duduk dipemerintahaan negara kesatuan republik Indonesia
4) Menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat diwilayah hukum NKRI untuk mewujudkan ketentraman dan kedamaian bangsa indonesi dan pemerintahaan yang konstitusional
5) Mengajak kepada segenap lapisan masyarakat dan keluarga besar KOBUKI untuk mendukung pernyataan sikap ini, apabila masih menjadi warga besar KOBUKI dan masyarakat republik Indonesia.
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk dikumandangkan dan diserukan kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat diseluruh wilayah negara kesatuan republik Indonesia serta untuk disebarluaskan sekaligus dijadikan pedoman beraktivitas dan berkreativitas gerakan pemikiran kosmopolitan ke indonesiaan yang sesuai dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Merdeka !!!
Koordinator Dept. Kewanitaan
Jajaran Pengurus Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP. KOBUKI)
(Dewi Kurniawati,SE)
Sekretaris Dept. Kewanitaan
JPH DPP KOBUKI
Ya Tuhan Jadikanlah Ketua Umum DPP KOBUKI
Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR)
Pemimpin diantara orang-orang yang beriman dan Bertaqwa padamu wahai Tuhanku


STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta Rabu 8 Mei 2002

Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Esa.
Kami atas nama koordinator satgas DPP KOBUKI atau koordinator Brigade Urusan Reakasi Organisir kedamaian sentosa Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia , setelah mendengar Pidato Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Hariadi SE.(Gus Har) Pada acara Harla KOBUKI ke III Hari Sabtu tangal 8 Desmber 2001 di Jakarta “ untuk menciptakan persatuan dan kesatuan republik Indonesia dan keluarga Besar KOBUKI diseluruh penjuru Tanah air Indonesia satu cara yang harus dipenuhi oleh seluruh aparat dan JPH KOBUKI dan sekaligus pemegang kekuasaan , yaiutu kejujuran dalam keadilan yang benar , maka kami selakuh koordinator Buroks DPP KOBUKI setelah mendengar cupilkan pidato Ketua Umum JPH DPP KOBUKI tersebut diatas , mara terpanggil untuk merealisasikan dan mengimplementasikan konsep ide dan gagasan pemikiran putra Ulama kharismatik dari jawa timur tersebut bapak Mahara Nanang Hariadi , SE.(Gus Har) selaku Deklarator /Ajaraham DPP KOBUKI untuk dijadikan barometer serta central pemikiran Bangsa dan Negara dalam menghadapi krisis multidimensional yang belum terpecahkan hingga sekarang ini , oleh karena itu dalam rangka sosialisasi dan aktualisasi gerakan pemikiran positif untuk mengisi dan memeprtahankan kemerdekaan RI kami mengeluarkan statemen yang akan dilanjutkan sebagai motor penggerak BUROKS KOBUKI didaerah-daerah dalam bentuk kajian dan diskusi mingguan , terlepas apakah itu kajian local maupun nasional seperti wacana yang berkembang dan disebarluaskan oleh DPP KOBUKI pada saat-saat ini, di seluruh Indonesia , termasuk didalamnya kajian koordinasi keamanan dan stabilitas keamanan sebagai wahana dan wacana serta saran persatuan dan kesatuan RI debnagn tekad bulat kejujuran dalam keadilan benar sebagai tombak menerobos kekuatan dan kediktatoran penguasa daerah yang kurang memahami Demokrasi Pancasila dan UUD 1945 dalam tanda kutip kekuatan dan kediktatoran orde baru yang masih bercokol dinegara Kesatuan republik Indonesia dan yang terpenting Buroks KOBUKI mengajak segenap keluarga besar Kobuki, mari kita wujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang terakomodir dalam wahana condrodimuko KOBUKI agar kelak genarasi muda dan tunas-tunas bangsa tidak terkontaminasi oleh idiologi diluar Pancasila dan sekaligus pemahaman yang kurang pancasialis .
Dan kedua mari kita wujudkkan ketentraman dan ketertiban dan kedamaian diwilayah hukum Negara kestuan republik Indonesia tanpa harus tercabik-cabik oleh perbedaan ras ,agama , warna kulit , politik dan status sosial ekonomi.
Dan masih banyak lagi yang perlu kami himbaukan untuk disampaiakan dan disebarluaskan diseluruh penjuru tanah air Indonesia kepada segenap komponen Bangsa disegala lapisan masyarakat dan keluarga besar KOBUKI diseluruh penjuruh Tanah Air Indonesia.
Akhir kata apabila ada kebenaran nya itu semua datangnya dari kasih Tuhan Yang Maha esadan Maha Kuasa dan apabila ada kesalahan itu semua karena kebodohan dan kedhoifan serta kefakiran ilmu saya.
Sekali merdeka tetap merdeka !!!!
Hidup Mahara Nanang hariadi
Hidup Gus Har
Hidup Nanang Hariadi
Hidup KOBUKI
Hidup Ketua Umum JPH DPP KOBUKI
Brigade Urusan reaksi
Organisir Kedamaian Semesta
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH DPP KOBUKI)

(Aswin Aburian)
Koordinator Buroks DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )

Jakarta sabtu 8 Juni 2002

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Mensikapi pidato Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2001 dalam acara HARLA KOBUKI ke III di Jakarta, bahwa kosmopolitan ke indonesiaan harus kita sampaikan kepada segenap lapisan masyarakat Indonesia oleh karena itu kami sebagai lembaga otonom Departemen Pengkaderan Jajaran Pelaksana Harian Dewnn Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia menyatakan sikap :
1) Menyerukan kepada segenap kader dan warga KOBUKI diseluruh penjuru tanah air Indonesia agar jangan mudah terpropokasi untuk berbuat anarchi dan kesewenang-wenangan
2) Menyerukan kepada masyarakat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia
3) Menyatakan pendukungan kepada Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) Ketua Umum DPP KOBUKI sebagai presiden RI Priode 2004s/d 2009 mendatang
4) Menyerukan kepada segenap rakyat dan masyarakat Indonesia untuk mendukung pernyataan ini apabila masyarakat masih konsisten dengan reformasi damai
5) Menyerukan para alim ulama, mahasiswa dan segenap lapisan masyarakat agar mendukung beliau Hamzah Haz sebagai wakil presiden priode 2004 s/d 2009 mendatang
Demikian pernyataan sikap kami keluarkan untuk dijadikan referensi pemikiran sekaligus untuk diserukan kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia dalam proses demokratisasi seorang tokoh LSM menjadi presiden RI di negara kesatuan republik Indonesia yang sesuai dengan demokrasi pancasila serta sesuai dengan cita-cita kemerdekaan RI untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, spiritual maupun material yang berdasarkan pancasila dan undang-undang negara kesatuan republik Indonesia tahun 1945.
Akhir kata jadikanlah Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) Deklarator/Presiden/Ketua Umum DPP KOBUKI sebagai presiden kepala pemerintahan negara kesatuan Republik Indonesia pada tahun 2004 s/d 2009 mendatang.
Hidup GUSHAR
Hidup Mahara Nanang Hariadi
Hidup Nanang Hariadi
Hidup Nanang Hariadi GUSHAR
Hidup Ketua Umum DPP KOBUKI
Hidup Deklarator DPP KOBUKI
Hidup Presiden JPH DPP KOBUKI
Merdeka !!!
Wassalamualaikum wr. Wb.
Departemen Pengkaderan
Jajaran Pengurus Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP. KOBUKI)
(M.H. Naro)
Koordinator Dept. Pengkaderan
JPH. DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )

Jakarta Senin 8 Juli 2002


Salam sejahtera
Kasih Tuhan dimana saja berada

Dalam rangka mewujudkan dan merialisasikan budaya kosmopolitan ke indonesiaan yang sesuai dengan ide dan gagasan pemikiran Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUSHAR) dikanca nasional maupun regional maka dipandang perlu menjaga komoditi budaya-budaya yang ada diseluruh Indonesia, tanpa kecuali budaya kosmopolitan ke indonesiaan yang konsis dengan pancasila dan UUD 1945 seperti yang pernah dikatakan oleh beliau Bapak Mahara Nanang Hariadi, SE (GUS HAR) putra ulama Jawa Timur pada acara HARLA KOBUKI KE III hari Sabtu tanggal 8 Desember 2001 di Jakarta.
Kosmopolitan ke indonesiaan akan menjadikan NKRI di kanca internasional sebagai sentral kultureyang mengakomodir 313 ethnis, itu berarti bahwa suatu saat negara kesatuan republik Indonesia akan menjadi barometer study budaya diseluruh dunia oleh karena itu satu-satunya modal dalam mewujudkan budaya kosmopolitan ke indonesiaan adalah ide pemikiran dan konsep budaya yang tepat serta cocok dari sekian banyak budaya kedaerahan yang ada di wilayah hukum negara kesatuan republik Indonesia, seperti wilayah Riau dan Sumatra Barat, dan terpenting adalah penyuaraan ide pemikiran warga besar KOBUKI seluruh Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam statemen dibawah ini :
1) Menghimbau dan mengajak kepada segenap keluarga besar KOBUKI diseluruh tanah air Indonesia untuk membudayakan kosmopolitan ke indonesiaan
2) Menghimbau dan mengajak kepada segenap masyarakat dan keluarga besar KOBUKI untuk menjadi LSM KOBUKI sebagai alat pemersatu budaya-budaya seluruh wilayah hukum NKRI
3) Menghimbau dan mengajak kepada segenap lapisan masyarakat dan keluarga besar KOBUKI seluruh tanah air Indonesia untuk mendukung pernyataan sikap ini
4) Karena yang layak sebagai pimpinan nasional seorang yang berjiwa seniman maka sangat layak kalau presiden RI yang akan datang adalah seorang seniman dan budayawan yang demokratis
5) Saran statemen coba kita kaji lebih dalam makna Good Father kita Mahara Nanang Hariadi dan Prabowo selaku Letjen yang dikeluarkan dari Kopasus selaku putra yang terbaik di Kopasus pada saat itu.
Demikian statemen kami keluarkan untuk dihimbau kan dan disebarluaskan kepada segenap komponen bangsa disegala lapisan masyarakat Indonesia sekaligus disosialisasikan dan di implementasikan dalam setiap gerak dan langkah untuk terciptanya Indonesia sebagai central komando brigade urusan kebudayaan internasinal serta Indonesia sebagai centralisasi estetika budaya-budaya diseluruh dunia. Dengan tetap mengedepankan kosmopolitan ke indonesiaan sebagai alat pengkaderan dan alat training suatu lembaga negara. Begitu pula gerakan ini adalah ide pemikiran yang tertuangkan dalam bejana statemen sebagai pembaharuan budaya dunia di era perubahan peradaban zaman yang akan datang, sesuai amanah beliau Bapak Mahara Nanang Hariadi,SE (GUS HAR) selaku Ketua Umum / Deklarator dan Presiden JPH. DPP KOBUKI
Merdeka !!!
Jajaran Pengurus Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH. DPP KOBUKI)
(Dwi Gianto, SPd)
Ketua III DPP KOBUKI


PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )

Jakarta 22 Juli 2002

Sesuai dengan firman Alloh SWT. Pada surat As Sajadah (sujud) jus 21 ayat ke 24 yang berbunyi :

Artinya “ Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka Sabar.dan adalah merka meyakinkan ayat ayat kami”(QA As-Sa jadah 24)
Setelah membaca dan menghayati firman Alloh SWT diatas maka Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia berkesimpulan bahwa kepemimpinan Bapak Sutiyoso dalam mengemban Amanah sebagai Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah sebuah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa untuk memimpin roda pemerintahan Diderah Khusus Ibukota Jakarta.
Oleh karena itu sesuai dengan implementasi dan Realisasi Firman tersebut di atas maka dipandang perlu Oleh Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia (DPP KOBUKI) untuk mengeluarkan pernyataan sikap :
1)Menghimbau kepada para Alim Ulama dan komponen Bangsa yang ada di Wilayah DKI Jakarta agar menciptakan persatuan dan kesatuan serta kedamian warga Masyarakat DKI Jakarta.
2) Menghimbau kepada para Wakil rakyat yang ada DI DPRD DKI Jakarta agar turut serta meralisasikan konstitusi yang baik dan benar sekaligus tidak memeberatkan warga DKI Jakarta.
3)Sesuai dengan Amanah Alloh SWT diatas maka dipandang perlu untuk nebdukung dan mencalonkan Bapak Sutiyoso Sebagai Gubernur DKI Jakarta mendatang.
4) Menghimbau kepada keluarga besar KOBUKI sekaligus masyarakat dalam segala lapisan untuk mendukung pernyataan sikap in.
5) menghimbau kepada segenap warga DKI Jakarta dan para Budayawan maupun Alim Ulama untuk turut serta dalam mendukung pernyataan sikap ini sekaligus menyebarluaskan keseluruh pelosok DKI Jakarta.
Demikian pernyataan sikap DPP KOBUKI kami keluarkan untuk dikumandangkan serta disebarluaskan kepada segenap komponen Bangsa yang ad di Wilayah DKI Jakarta.
Akhir kata dengan kasih dan sayang-Nya serta Anugerah dari Alloh SWT kita akan dapatkan keberhasilan dan keridhaan Alloh SWT Yang Maha Kuasa, Jakarta 22 juli 2002
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
DEKLARATOR /JAJARAN PENGURUS HARIAN
NANANG HARIADI. SE (GUS HAR)
KETUA UMUM DPP KOBUKI

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )

Jakarta 26 Juli 2002

Sesuai dengan firman Alloh SWT. Pada surat As Sajadah (sujud) jus 21 ayat ke 24 yang berbunyi :

Artinya “ Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka Sabar.dan adalah merka meyakinkan ayat ayat kami”(QA As-Sa jadah 24)
Setelah membaca dan menghayati firman Alloh SWT diatas maka Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia berkesimpulan bahwa kepemimpinan Bapak Choudori syafei hadzami dalam mengemban Amanah sebagai Wakil Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah sebuah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa untuk memimpin roda pemerintahan Diderah Khusus Ibukota Jakarta.
Oleh karena itu sesuai dengan implementasi dan Realisasi Firman tersebut di atas maka dipandang perlu Oleh Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia (DPP KOBUKI) untuk mengeluarkan pernyataan sikap :
1)Menghimbau kepada para Alim Ulama dan komponen Bangsa yang ada di Wilayah DKI Jakarta agar menciptakan persatuan dan kesatuan serta kedamian warga Masyarakat DKI Jakarta.
2) Menghimbau kepada para Wakil rakyat yang ada DI DPRD DKI Jakarta agar turut serta meralisasikan konstitusi yang baik dan benar sekaligus tidak memeberatkan warga DKI Jakarta.
3)Sesuai dengan Amanah Alloh SWT diatas maka dipandang perlu untuk nebdukung dan mencalonkan Bapak Choudori Syafei Hadzami Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendatang.
4) Menghimbau kepada keluarga besar KOBUKI sekaligus masyarakat dalam segala lapisan untuk mendukung pernyataan sikap in.
5) menghimbau kepada segenap warga DKI Jakarta dan para Budayawan maupun Alim Ulama untuk turut serta dalam mendukung pernyataan sikap ini sekaligus menyebarluaskan keseluruh pelosok DKI Jakarta.
Demikian pernyataan sikap DPP KOBUKI kami keluarkan untuk dikumandangkan serta disebarluaskan kepada segenap komponen Bangsa yang ad di Wilayah DKI Jakarta.
Akhir kata dengan kasih dan sayang-Nya serta Anugerah dari Alloh SWT kita akan dapatkan keberhasilan dan keridhaan Alloh SWT Yang Maha Kuasa, Jakarta 26 juli 2002
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP KOBUKI)
DEKLARATOR /JAJARAN PENGURUS HARIAN
NANANG HARIADI. SE (GUS HAR)
KETUA UMUM DPP KOBUKI


STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta kamis 8 Agustus 2002
Mensikapi Amanah Dekalrator /Ajaraham DPP KOBUKI Bapak Mahara Nanang Hariadi , SE.(Gus Har) sudah sewajarnya pemilihan Presiden dilaksanakan secara langsung oleh rakyat Indonesia dan dijalankannya secara demokrasi yang baik dan benar sesuai dengan amanah Undang-Undang dasar Negara Kesatuan republik Indonesia pada tahun 1945, kalau melihat tedensi KOBUKI sebagai Komando Barisan Umat kedamaian Internasional kedepan sangatlah wajar saya selakuh Ketua Umum DPP KOBUKI memberikan satu saran untuk kalian semuauntuk meilih dan mencalonkan Pimpinan Bangsa Indonesia dimasa yang akan datang yaitu seorang Preiden Republik Indonesia haruslah tokoh Bangsa yang belum terkontaminasi oleh kebejatan Moral atau dengan kata lain masih bersih , dan tokoh tersebut bersih dimata dunia Internasional maupun Nasional , termasuk regional siapa itu , berawalan dengan Prof,, atau Doktor atau jendral dengan Huruf awalnya W.S.A nama pertama dan R huruf dibelakangnya untuk kandidat President RI periode tahun 2004 s/d 2009 mendatang dan untuk wakilnya berstatus militer yang reformis dengan nama awal B.S.A dan yang kedua G dan nama yang ketiga M itulah ttitipku kepada segenap Jajaran Pelaksana Harian DPP KOBUKI Oleh karena itu dalam rangka mensosialisasikan amanah Ketua Umum DPP KOBUKI Kayai haji Muda Mahara Nanang Hariadi , SE(Gus Har) kami atas nama Anggota Departemen Kewanitaan JPH DPP KOBUKI dengan membaca Kalimat Bismillahirrahamnirrahim mengeluarkan pernyataan sikap :


1)Mendukung terlaksananya pemilihan umum pada tahun 2004 mendatang secara langsung , umum, bebas dan rahasia yang demokrasi deng mengedepankan moralitas yang baik dan benar.
2)Mendukung dan mencalonkan Bapak jendral Wiranto untuk menjadi sebagai Presiden Republik Indonesia periode tahun 2004 s/d 2009 mendatang.
3) Mendukung dan mencalonkan Bapak Mahara Nanang Hariadi , SE(Gus Har) untuk menjadi wakil Presiden Republik Indonesia periode tahun 2004 s/d 2009 mendatang.
4)Menghimbau kepada segenap Komponen Bangsa dan segenap Masyarakat diseluruh penjuru Tanah Air Indonesia disegala lpisan untuk mendukung pernyataan sikap ini dan sekaligus menyeberluaskan.

Demikian pernyataan sikap anggota Departemen kewanitiaan Jajaran Pelaksana Harian Dewan Pengurus Pusat Kontak Budaya Komunikasi Indonesia dan kami keluarkan untuk diseruhkan kepada segenap komponen masyarakat dan Keluarga Besar KOBUKI diseluruh penjuru Tanah Air Negara Kesatuan Republik Indonesia di segala lapisan serta untuk disebarluaskan di Wilayah Hukum NKRI , akhir kata apabila ada kebenarannya itu semua datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa Wassalamu’alaikum WR.WB.
Departemen Kewanitaan
Jajaran Pelaksana Harian
Dewan Pengurus Pusat
Kontak Budaya Komunikasi Indonesia
(JPH DPP KOBUKI)
(DEWI SARTIKA)
ANGGOTA DEPT KEWANITAAN JPH DPP KOBUKI

Mottoku
Kurindukan Pemimpin sepertimu
Wahai Pemimpin Idolaku
Mahara Nanang Hariadi. SE (Gus Har)
Ketua Umum DPP KOBUKI


STATEMEN
DEWAN PENGURUS PUSAT
KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
(DPP. KOBUKI )
Jakarta Minggu 8 September 2002

Bismillaharrrahmanirrahim
Mensikapi Amanah Ketua Umum DPP KOBUKI Bapak Kyai Haji Muda Nanang Hariadi SE, (Gus Har) bahwa sekarang ini sudah sewajarnya Pemil

dean said:

krisis multidimensi tidak akan pernah selesai meskipun pemerintahan berganti, hanya sistem pemerintahan Islami Khilafah saja solusinya,sistem pemerintahan warisan penutup para Nabi: Muhammad Saw. Yakin dan percayalah. oleh karena itu mari kita dukung penegakkan sistem perintahan Islami Khilafah yang menerapkan Syariah (aturan Islam)Karena hanya Khilafah saja yang mampu menebar kasih sayang untuk rakyatnya baik muslim atau non muslim dan untuk seluruh isi alam. Sudah terbukti selama 1300 tahun lebih. Kini negara tersebut telah terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara mulai dari Spanyol hingga Jazirah Arab.PR buat anda cari deh Partai yang menegakkan Khilafah dan syariah. Sebab itu pilihan akal sehat. see you....

About this Entry

This page contains a single entry by published on April 13, 2004 11:59 AM.

Menolak Hasil Pemilu? Parpol Pengecut! was the previous entry in this blog.

Pasang iklan lebih murah daripada money politics is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01