Menolak Hasil Pemilu? Parpol Pengecut!

| | Comments (3)

Mengutip dari berita di Media Indonesia bahwa menurut pakar politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Samugyo Ibnuredjo, penolakan hasil pemilu oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi 19 Partai Politik untuk Keselamatan Bangsa yang dilakukan SETELAH mereka ikut pemilu merupakan cermin sikap mental parpol pengecut dari pihak-pihak yang kalah.

Salah seorang teman di sebuah milis bahkan mengatakan bahwa dengan tindakan ini: para pimpinan partai ini sedikit banyak telah mengajarkan rakyat bagaimana menjadi munafik secara sah demi kepentingan politik.

Dia meneruskan dengan menulis:

Sebagian orang mencari cari kesalahan sistem pemilu dengan menyalahkan pengelolanya, sebagian lagi menyesalkan rakyat karena telah salah melakukan pilihan.

Ini adalah bukti bahwa para peserta pemilu sendiri tidak demokratis, karena tidak menghormati pilihan rakyat, yang tadinya begitu mereka sanjung sanjung. Kalau rakyat memilih mereka, mereka katakan rakyat telah melakukan yang benar. Kalau rakyat memilih Golkar dan PDI, mereka katakan rakyat tidak terdidik, lembam dan lain lain sifat jelek apapun sepanjang sifat itu bisa dinisbahkan kepada rakyat yang tidak memilihnya.

Tulisan beliau diatas goes on and on tentang demokrasi adalah sistem yang cacat dan kita sebaiknya tidak berharap pada sistem ini dan sebaiknya menunggu Satrio Piningit dan Ratu Adil yang memang dijanjikan akan datang, hal mana IMHO masih kejauhan buat gue percaya.

Anyway, keluar dari tulisan diatas, penolakan2x dalam bentuk apapun, terutama SETELAH sebelumnya ikut dalam permainan, dan TERUTAMA karena pihaknya TIDAK MENANG, layak disebut PENGECUT dalam hal ini.

Lanjutan kopian artikel di Media Indonesia di atas berjudul Menolak Hasil Setelah Ikut Pemilu Cerminkan Parpol Pengecut bisa kamu baca dengan lengkap di bawah ini.

"Menolak Hasil Setelah Ikut Pemilu Cerminkan Parpol Pengecut
Link original disini

Pakar politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Samugyo Ibnuredjo mengatakan, penolakan hasil pemilu oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi 19 Partai Politik untuk Keselamatan Bangsa yang dilakukan setelah mereka ikut pemilu merupakan cermin sikap mental parpol pengecut dari pihak-pihak yang kalah.

"Kalau mau gentle mestinya penolakan itu mereka lakukan sebelum pemilu dilakukan, dan parpol mereka tak ikut terlibat. Jadi jauh-jauh sebelum pemilu berlangsung, sebelum lambang parpol mereka masuk ke kertas suara katakan saja dengan terus terang parpolnya itu menolak ikut pemilu dengan alasan KPU lemah. Kalau sekarang baru menolak hasilnya padahal dari dulu mereka tahu persis kondisi KPU (lemah), itu namanya pengecut, tidak gentle dan itu biasa dilakukan oleh pihak tidak jantan yang kalah bersaing," katanya, di Bandung, Minggu.

*

Seperti diberitakan sebelumnya beberapa tokoh politik yang menamakan diri Aliansi 19 Parpol untuk Keselamatan Bangsa menyatakan menolak hasil Pemilu 2004 karena terjadi banyak bukti pelanggaran dan kecurangan.

Pernyataan aliansi 19 parpol itu disampaikan dua tokoh yang mengaku juru bicara aliansi, yakni Adnan Buyung Nasution dan KH Abdurrahman Wahid, kepada wartawan seusai pertemuan aliansi yang dilakukan tertutup di Jakarta, Sabtu.

*

Mengomentari hal itu, Samugyo Ibnuredjo kepada Antara menyatakan, bohong besar kalau ke-19 parpol tersebut memang benar menolak hasil pemilu dengan alasan KPU tidak profesional dalam menyelenggarakan pemilu dan ke-19 parpol tersebut mengaku tidak tahu kekurangan KPU.

Sebab kondisi KPU dengan segala kekurangan-kekuranganya yang ada itu sudah diketahui terlebih dahulu oleh mereka sejak sebelum Pemilu berlangsung.

"Dengan demikian sangat tidak masuk akal kalau sekarang hasil pemilu mereka tolak padahal kekurangan-kekurangan KPU itu sudah mereka ketahui sejak dulu. Coba seandainya perolehan suara hasil Pemilu itu banyak menguntungkan mereka dan mereka sukses mengeruk banyak pendukung saya yakin mereka tidak akan protes," katanya.

Sebetulnya, ujar Samugyo menganalisa, bila dicermati secara mendalam kegagalan banyak parpol dalam mendulang suara dalam Pemilu 2004 menggambarkan kegeraman rakyat yang protes setelah melihat kinerja kebanyakan parpol termasuk parpol yang berkuasa tampil tidak santun kepada rakyat, arogan dan tidak simpatik.

"Mencuatnya fenomena peningkatan dukungan untuk PKS dan Partai Demokrat memperkuat indikasi adanya rasa kecewa yang mendalam dari rakyat terhadap penguasa. Dalam kondisi kecewa berat tentu rakyat akan mencari alternatif dan PKS serta figur SBY menjadi alternatif yang mereka pilih karena rakyat melihat kinerjanya memang menjanjikan perbaikan," katanya.

Oleh karena itu, Samugyo mengingatkan, setelah secara sadar mereka ikut serta dalam pemilu akan lebih baik bila ke-19 parpol tersebut secara jantan mengakui dan menerima hasil-hasil yang ada dengan tetap mengkritisi segala kekurangan yang ada untuk segera dicarikan solusinya.

"Karena penolakan saja jelas tidak akan menyelesaikan masalah melainkan akan menambah keterpurukan wibawa mereka sendiri di mata rakyat, maka akan lebih baik bila semua pihak bergotong royong dengan tekad yang kuat untuk saling mengoreksi diri dan memperbaiki kinerja parpolnya masing-masing kemudian membantu KPU untuk menciptakan sistem Pemilu yang lebih baik lagi di masa datang," ujarnya.

3 Comments

Imponk said:

kaya'nya memang terlalu dini kalo harus "menolak" pemilu. Kemaren ada berita ttg 21 parpol yang menolak pemilu, tapi ternyata hanya beberapa politisi saja

erly said:

Kemarin malam ada acara di RCTI talk show yang dipandu A'a Gym, ada perwakilan pengurus dari P. Demokrat dan PKS. Katanya mereka tidak "menolak" hasil pemilu tetapi mendesak agar kecurangan2 yang terjadi agar ditindak lebih serius :)

D. Maroef said:

Memang sudah waktunya bangsa Indonesia membudayakan sikap sportif , namun saya melihat 'isi' dari aliansi 19 parpol, tenyata mereka-mereka ini adalah orang-orang yang tercipta untuk menguji mental parpol lainnya dan mental rakyat. Justru disini saya bersyukur dengan adanya kejadian ini, bangsa Indonesia (termasuk aliansi 19 parpol tsb) akan menjadi lebih tegar dan 'pandai'.... pandai yang sebenar-benarnya.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 12, 2004 6:19 PM.

Untuk apa KOALISI? was the previous entry in this blog.

Partai Demokrat dan Angka Hoki is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01