MegaHasyim.com di launch
Website-nya pasangan capres dan cawapres Megawati - Hasyim Muzadi baru saja di launch 1 Juni kemarin, dengan beralamat di:
Menurut sumber orang dalam (hehe) website ini telah mencatatkan hits sebanyak 150,000 hits di dua hari pertamanya launch ini telah dikunjungi sebanyak 12,000 orang.
Hadir dengan fiture yang paling menarik (IMO) dibanding website presidensial lainnya, www.megahasyim.com adalah website kedua dari pasangan ini, dimana sebuah website lainnya yaitu www.mega-hasyim.com (DENGAN DASH) telah hadir sebelumnya dan menempelkan embel-embel official site.
Website dengan dash, yang menurut sumber informasi terpercaya (hehe) ini ternyata merupakan persembahan pendukung Mega-Hasyim dari PDS dengan tujuan kampanye yang sama.
Fitur yang kata gue menarik di website MegaHasyim.com ini (tanpa dash) adalah:
- Fitur memberikan kontribusi dana pada kampanye pasangan capres ini dengan mengirimkan SMS (Microcontribution?)
- Memberikan pilihan button (link to) bagi pendukung mega yang hendak memasang tanda dukungan pada pasangan ini di website mereka
- Fitur E-Card yang bisa dikirimkan pada teman.
- GAMES yang menampilkan Megawati kerepotan menangani permasalahan negara sambil harus menghindari bom (Haha, ini otokritik bang?)
- Dan terakhir, percaya diri dan tidak takut melink ke website capres lainnya.
Rasanya ga aneh kalo melihat website MegaHasyim.com punya kelebihan yang cukup banyak karena kalo kamu perhatiin di sebelah kiri bawah, kamu bakal lihat button dan keterangan bahwa website ini di desain dan maintained by Indo.com leading travel website Indonesia yang pastinya apal banget bagaimana menggunakan website untuk jualan. :)
Oya btw, Blog Pemilu 2004 ini juga di link disitu :), jadi dah dua website presiden yang ngelink ke blog ini :D

website presiden satunya lagi apaan tuh? :)
satunya lagi website2nya sby, coba deh liat halaman link-nya :)
Mas Enda bisa aja. he..he..Padahal saya tiap hari kesini belajar bikin blog yang menarik. Pokoknya blognya Mas Enda plus Mbak Nita keren dech
Hit-nya bikin "ngiler" euy... Memang politik praktis selalu jadi "hot topic" di negara kita.
dan mungkin karena di URLnya nyantol di tiap iklan presidennya mas amal hehe
Membaca REKOMENDASI 5 dari Mega-Hasyim, saya sebagai librarian di UPT Perpustakaan Institut Teknologi Bandung ingin mengetahui lebih jauh mengenai masalah pendidikan pada REKOMENDASI 5 yang menyebutkan mengenai pendidikan dan penghapusan pajak atas buku bacaan. Apakah yang dimaksud oleh REKOMENDASI 5 mengenai penghapusan pajak buku bacaan juga meliputi pajak untuk buku teks dan pelajaran, atau hanya buku-buku bacaan populer saja ?. Karena sebagai librarian saya menilai selama ini yang sangat memberatkan dunia perpustakaan dalam pendidikan di Indonesia adalah masalah pajak pembelian buku. Soal minimnya dana pembelian buku itu sudah jelas, dengan pajak yang diberlakukan untuk buku-buku teks (khususnya buku-buku import) perguruan tinggi membuat dana yang sudah begitu minim makin sedikit yang dapat dipakai membeli buku. Contohnya di perpustakaan ITB, dari dana pembelian Rp 100 juta per tahun, sebesar 15% habis untuk pajak dan dana pengadaan/tender buku.
Mohon informasi lebih jelas mengenai penghapusan pajak tsb dan hal apa yang akan dikembangkan untuk perpustakaan melalui REKOMENDASI 5 Mega Hasyim ?
Terimakasih.
TINA DANUBRATA
Sub Div Kerjasama dan Humas
UPT Perpustakaan
Institut Teknologi Bandung
pilihan sekarang ya amien rais yang siap berantas korupsi ok maju terus amien
mega mestinye sebage anak nggak naek kelas mesti naek kelas taon enih. ini dasar pikiran gue. memang sih judi tapi pilihan laen bukannya judi?! yang penting cari temen kelas yang bener en jujur. inner circle nye rakyat bukan koruptors.
Lho ngapain Mega bikin2 janji segala. Seperti penghapusan pajak buku.
Diwujudkan saja sekarang. Toh dia sudah jadi presiden.
Site untuk mendownload bahan-bahan yang digunakan untuk attribut dan materi kampanye Mega-Hasyim
WWW.MEGAHASYIM.TK
Bang enda...
Ada juga www.megaforpresident.org, mungkin nggak ya dapat memberikan masukan ke PDI Perjuangan untuk perbaikan dimasa depan?
dgn ikhlas,
kira2 separti apa follow up paling ideal sesuai kondisi bangsa ini?