KPU menghentikan perhitungan suara karena tekanan pakar IT dan masyarakat!

|

Hehe.. sebagian orang mungkin langsung percaya dan senang membaca berita diatas, sebagian media massa yang lain tidak akan pikir dua kali dalam menuliskan kata PENGHENTIAN yang tendensius daripada DITUTUP misalnya. :)

Anyway, headlines diatas sudah pasti adanya SALAH, dan berita yang lebih akuratnya yaitu Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) ditutup, yang mana kurang lebih artinya, pentabulasian suara seperti yang bisa kita lihat di http://tnp.kpu.go.id dan ruangannya yang berlokasi di Hotel Borobudur yang sudah diberhentikan.

Jadi bukan dihentikan, yang mana seolah-olah ada pihak lain yang memberhentikan.

Beritanya dari detik.com bisa ditemukan disini TNP Ditutup, Di Pilpres II KPU Tetap akan Hitung Suara Secara TI

Beberapa catatan dari artikel diatas:

  • Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) untuk pemilihan presiden (pilpres) putaran pertama telah secara resmi ditutup oleh KPU. Penutupan TNP ini dilakukan oleh Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2004). Hadir dalam penutupan TNP, Menlu Hassan Wirajuda mewakili Presiden Megawati yang berhalangan hadir. Sampai pukul 13.00 WIB, TNP sudah mulai ditutup dan beres-beres
  • Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin: KPU akan tetap menyelenggarakan penghitungan lewat TI dan menayangkan TNP di Hotel Borobudur pada pilpres putaran kedua.
  • Menlu Hassan Wirajuda: Penyelenggaran pemilu legislatif dan pemilihan presiden mendapat perhatian yang luar biasa dari para koleganya, terutama para menlu dari negara asing. Perhatian ini tidak lain, karena pemilu berlangsung aman. Para menlu itu mengaku takjub bahwa pertemuan menlu negara-negara Asean di JCC , Jakarta yang berlangsung menjelang pemilu, sama sekali tidak terusik dengan hangar bingar politik.

Masih tentang masalah penghitungan suara di KPU dan proses verifikasinya dibawah ini bersumber dari website KPU, Data di TNP dan yang Dikirim oleh PPK Bisa Selisih Karena Data Center KPU Perlu Melakukan Verifikasi

  • Hingga pukul 8 pagi tanggal 14 Juli telah 495.797 TPS dari 4.503 kecamatan (Panitia Pemilihan Kecamatan/PPK) terkirim dan ditampilkan di situs Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) Presiden. Ini berarti tinggal sebagian kecil saja yang belum diterima.
  • Anggota Tim TI KPU Basuki Suhardiman: Belum semua data yang diterima Data Center tersebut bisa ditampilkan di TNP karena masih ada sekitar 30.000 TPS yang masih harus diverifikasi. Caranya, data yang masih mengandung ketidakbenaran disampaikan kembali ke KPUD kabupaten/kota untuk memverifikasi apakah data data tersebut benar atau tidak. Itulah sebabnya kadang-kadang terjadi selisih waktu yang cukup lama antara pengiriman dari PPK dan penayangannya di TPN.
  • Anggota KPU TI, Chusnul Mar’iyah: Operator TI KPU tidak akan melakukan perubahan apa-apa terhadap angka-angka hasil penghitungan suara seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Bila memang ada perubahan hal itu dilakukan oleh KPU daerah dan selalu harus disertai berita acara resmi KPU daerah setempat. Penegasan ini diberikan untuk menanggapi kekhawatiran atau tudingan bahwa data yang ditampilkan di TNP bisa diubah atau dimanipulasi.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 15, 2004 6:34 PM.

Capres ditolak, Bom bertindak was the previous entry in this blog.

Warta TNP: Onno W Purbo vs Roy Suryo is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01