KPK dan sang Kandidat

|

Ada yang menarik dari kantor Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terkait dengan Pemilu Presiden. Pada hari Senin 30 Agustus 2004, Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] yang Calon Presiden dari Partai Demokrat mendatangi kantor KPK di jalan Veteran. Kedatangan SBY yang menurut beliau atas inisiatif sendiri diterima oleh Wakil Ketua KPK, Syachruddin Rasul.

Sementara itu, sore pada hari yang sama Hasyim Muzadi yang Calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat Indonesia juga hadir di kantor KPK. Menurut berita detik com kedatangan beliau adalah untuk memenuhi undangan KPK.

Sementara itu pada hari Rabu, 1 September 2004 giliran Calon Presiden dari PDIP yang diperiksa kekayaannya. Berbeda dari dua kandidat sebelumnya kali ini KPK merasa perlu untuk mendatangi kediaman resmi Megawati Sukarnoputri di jalan Teuku Umar [bahasanya rumah dinas kepresidenan].

Menurut pendapatku, semestinya KPK memberlakukan aturan yang sama untuk semua kandidat. Tidak peduli sang kandidat sedang menjabat atau kecil kemungkinan untuk menang. Sebab posisi mereka semua sebanarnya sama di mata masyarakat, sama-sama kandidat pemimpin. Jangan hanya karena sang kandidat sedang menjabat, KPK mendatangi kediamannya.

Mudah-mudahan perbedaan perlakuan atas ketiga kandidat pemimpin negara diatas bukan merupakan upaya keberpihakan dari KPK. Sebab apabila keberpihakan yang terjadi, legitimasi dan kepercayaan masyarakat kepada komisi ini akan semakin menurun di saat mereka belum bisa menunjukkan 'taji'-nya. Dan satu hal lagi, mari berharap ada penjelasan yang bisa menjawab keingintahuan masyarakat soal pertambahan kekayaan sebanyak 15 Milyar selama 3 tahun

About this Entry

This page contains a single entry by published on September 2, 2004 9:02 AM.

Koalisi Kebangsaan vs. Koalisi Kerakyatan was the previous entry in this blog.

Capres Idol is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01