Kekuatiran Kamu Mengenai Pemerintahan SBY Mendatang?

| | Comments (47)
Mr Yudhoyono
Bersumber dari salah satu milis yang saya ikuti, ada inisiatif untuk mengumpulkan kekuatiran masyarakat tentang pemerintahan SBY mendatang.

Pertanyaan ini diajukan salah satunya melalui Radio 68h dengan berbagai narasumber dari berbagai golongan seperti Romo Magnis, Goenawan Mohamad hingga Budiman Sujatmiko serta banyak lagi.

Sebagian kekuatiran yang mengkristal adalah seperti dibawah ini:

  1. Terkonsolidasinya kembali kekuatan militer
  2. Terakomodasinya gagasan-gagasan Islam keras karena SBY harus balas budi ke PBB, PKS dan PAN.
  3. Tak beraninya SBY mengambil keputusan karena merasa lemah di parlemen.
  4. Tak beraninya SBY mengambil keputusan drastis yang diperlukan, karena direcoki oleh orang-orang yang merasa berjasa.
  5. Royalnya SBY membalas budi orang-orang yang merasa berjasa.
  6. Tak beraninya SBY memberantas korupsi yang kongkret di bawah: di kelurahan, kepolisian, imigrasi, dsb. Karena takut tak populer.
  7. Tak beraninya SBY mengganyang bisnis militer.

Tentu saja daftar diatas tidak dimaksudkan untuk berpikir pesimis terhadap pemerintahan SBY dahulu, lebih dari 50 juta orang sudah meletakkan kepercayaannya pada beliau. Tidak mungkin orang sebanyak itu salah memilih semua. :)

Tentu tidak, daftar diatas tentu dimaksudkan untuk memberi informasi dan rambu-rambu pada beliau, "Pak SBY, setelah sekarang Anda menjadi Presiden RI, ini loh pak, hal yang ditakutkan oleh masyarakat, tolong jangan sampai kekuatiran kami ini menjadi kenyataan."

Apa kamu juga punya kekuatiran? Tuliskan dikomen dibawah ini.

47 Comments

freeman said:

1. mempertahankan kekuasaan dengan kekuatan militer dan politik adu domba pada kalangan sipil.

2. menyalahkan pihak lain (mengadu domba tokoh2 sipil/reformis) jika janji dan program2nya tidak berjalan dengan baik.

3. permisif kepada koruptor (terutama dari kalangan militer) seperti ketika SBY menjadi komunikator dan negosiator mantan presiden Soeharto saat Gus Dur memerintah, juga saat mendorong Megawati untuk memberikan abolisi bagi Soeharto.

4. Perubahan yang dijanjikan mungkin hanya di permukaan saja, sekedar make up dan terjadi pembodohan yang sistematis pada rakyat melalui media2 massa yang dapat deipengaruhinya (yg dikuasi oleh pengusaha2 zaman orba ataupun militer).

5. Semakin mundurnya proses demokratisasi di Indonesia

Samuel said:

Sama seperti presiden sebelumnya, tidak mampu mengatasi masalah yang ada di Indonesia.
Terlalu banyak trik-trik politik dan balas jasa dari adanya koalisi partai sehingga kembali mengorbankan rakyat.

Syiane said:

Jaganlah menganggap enteng seorang SBY, kita liat dululah pemerintahnya..Ini kok belum duduk sudah kwatir itu tandanya anda ini TIDAK PERCAYA DIRI alian SUKA RAGU-RAGU...

kuncoro said:

saya setuju ama mas Enda di point 1. 2. 5.& 7.
terutama di point 1 & 7 kayanya hampir pasti

abot said:

rakyat sudah memilih SBY beraarti rakyat mempercayai SBY,sekarang kita sudah tau SBY yg akan menjadi peresiden,karena itu kita biarkan saja SBY melaksanakan tanggung jawab nya,dan kita lihat saja nanti hasil nya

burpa said:

inilah hidup, ada sebab ada akibat. Rakyat sudah memilih, tentunya dengan resiko. Semua sudah tau bahwa SBY adalah seorang militer sampe ke darah2nya.
Tapi Indonesia tidak mempunyai pilihan lain yang dianggap capable untuk menjadi presiden.
Ya sudahlah, namanya juga presidennya baru, khawatir pasti ada. Yang penting sekarang, rakyat selalu bersatu demi bangsa dan negara.

zul said:

kenapa kita selalu melihat orang itu dari sudut yang anda tidak suka? kenapa kita tidak pernah mendukung mereka? kenapa anda selalu melihat islam ada garis keras dan garis apalah? Kenapa kita tidak pernah mempertanyakan kebiadaban non israel kepada muslim (apa karena anda (romo magnis, gunawan muhammad & (budiman sujadmiko) bukan muslim?)
1. tidak benar kalau sby akan mengembalikan militer seperti dulu
2. Wajar sby memajukan islam karena beliau muslim
3. Tidak ada urusan dengan parlemen karena banyak anggota parlemen yang tidak punya moral, rakyat tahu mana yang benar dan mana yang salah(kalau sudah sesuai dengan aturan
4. Yang mendukung sby bukan orang-orang haus jabatan (contohnya PKS)(bukan seperti anda mega jatuh anda kalang kabut)
5. Tidak ada urusan balas budi kalau sudah tidak sesuai hati nurani
6. Justru SBY-JK dipilih rakyat karena beliau berjanji akan membasmi korupsi dari atas sampai ke akar-akarnya.
7. Beliau tidak peduli militer/sipil kalau tidak benar (termasuk bisnis anda kalau tidak benar akan ditutup juga)

lebih baik kita lihat saja apa yang akan dia lakukan sebagai presiden pilihan lebih dari 60% pemilih di Indonesia.
sebenarnya siapapun yang jadi presiden, kita harus belajar memberikan kesempatan, lalu mengajarkannya kejujuran dan ketegasan jika ternyata presiden kita itu tak seperti yang diharapkan... salam damai!!

fitra said:

saya hanya berharap SBY memperhatikan kesejahteraan dan peningkatan SDM dan karier PNS di seluruh Indonesia,memperhatikan Undang-undang kepegawaian yang tidak lagi mengikuti perkembangan Zaman karena PNS merupakan modal perekat persatuan nasional.

yadin said:

kita semua boleh khawatir, tapi kenapa sih gak sedikit optimis! belum lagi SBY dilantik udah paranoid gitu, belum tentu yang sipil gak militeristik!!!, kita sama-sama aja dukung dan dorong gerbong yang bernama INDONESIA itu, pastilah SBY juga belajar dari kegagalan Suharto, dan rakyat pun sudah memilih, dan memang itulah gambaran bangsa kita, artinya pendidikan politik baru sampe segitu ! terus mau apa lagi!!!, terus ada orang memilah-milah ada Islam garis keras dan Islam garis bla bla bla..., please dech ach, kaya amrik aja!!! udahlah Islam itu ada satu, ya Islam, gak usah diadu-adu gak usah dipisah-pisah!!!, wassalam

seno_desk said:

mungkin kekhawatiran sedang ngga dibutuhkan saat ini; masyarakat sedang dalam keadaan need of change, aktualisasi yang muncul adalah perubahan cepat instan; namun tanpa disadari masyarakat kita juga telah menjadi sosok yang baru. ngga perlu jadi seorang yang menganggap sesuatu itu jelek; prematur jadinya

hendra said:

give the man a chance to prove himself...Kalo kamupun berada dalam posisinya sekarang bayangkan apakah anda dapat mengeluarkan Indonesia dari dalam lubang ini dalam waktu yang cepat??? I don't think so. Karena Indonesia sudah terlalu kacau, baik pemimpinnya juga rakyatnya, moralnya, pendidikan, sistem pemerintahan dan hampir semuanya hancur. kalo emang mau keluar dari semua ini, harus semua kerja sama menuju satu tujuan, bukan saling hujat tiap kali ada seorang baru yang naik jabatan.

fitra said:

I love u SBY-JK

muchlis said:

Baiknya kekhawatiran semua ini disampaikan kepada SBY-JK langsung, saya yakin beliau akan berterima kasih dan memperhatikannya,
Berangkat dari semua itu, maka kewajiban semua elemen masyarakat untuk menjadi pengawas kepresiden SBY-JK. Kita kenyang berbulan-bulan dijejali janji-janji slm kampanye, saatnay selesai pilpres kita memanen janji tsb, adakah janji itu berbuah manis atau malah puso, ayo kita awasi. Tapi secara elegan kita harus dukung beliau slm dalam track pemerintahan yang benar. Desak dn paksakan terus agar beliau benar-benar mewujudkan clean and good goverment..

reza said:

Khawatir boleh khawatir, tapi berikan kesempatan kepada beliau berdua. Pak SBY bagaiamanapun kita kenal sebagai militer intelektual, santun dan arif. Dengan kapabilitas beliau spt itu, maka kekahawtiran tsb tak beralasan. Kalangan sipil, agamawan, lsm dan cendekiawan yang mensupport beliau diharapkan mampu menepis kekhawatiran. Ini lebih baik ketimbang SBY ditempel atau disatroni terus oleh jenderal-jenderal konservatif, manytan pejabat orba, tokoh lama pdip dan golkar yang membelot dan para petualang politik...Kewajiban semua termasuk dari tokoh-tokoh 'jalanan' spt Gunawan Mohammad, Budiman sujatmiko atau Faisal basri untuk berteriak lantang bila bibit-bibit otorianisme atau kediktatoran mulai tumbuh....Ayo bersama kita bisa mengawal negeri ini, untuk tidak lagi jatuh menjadi negara yang lemah dan menjalani krisi berlarut larut...!

titin said:

Kekhawairan anda moga-moga dilandasi niat baik, apa yang dikhawatirkan oleh anda semoga tak terjadi.
Tugas anda semua untuk mengawal beliau sehingga tidak terperosok ke dalam orde yang kelam kembali...

Zhar. S said:

Kekhawatiran kami adalah, khawatir kalau-kalau yang dikhawatirkan itu dijadikan ramalan bahwa akan terjadi hal-hal seperti itu. Maka sekarang berbaik sangka sajalah.

kapten rodon said:

Kalau kemarin waktu TNI terpuruk, rakyat semena-mena terhadap anggota TNI. Di jalanan kita di senggol dengan sengaja dan dilecehkan karena mereka tahu tidak akan melawan. Kemenangan SBY adalah sekaligus kebangkitan kembali TNI (lihat perayaan hari TNI besar2an besok). Nah mulai sekarang hentikan segala sikap antipati thd TNI, jangan coba-coba melecehkan TNI lagi, tak tempelengin kabeh kon. Ngerti ora!!!

Adhitya said:

kapten, siapa anda yang merasa berhak menyuruh apa yang kami rasakan? kalian tidak disukai, perbaikilah diri. you are what you are today because of the choices you made yesterday. kalo dulu belagu, masak sedih kalo sekarang dibenci? gak punya kaca? atau cuman ngerti bahasa daerah? gak usah gampang nempeleng. Saya pernah pas puasa ditempeleng anda karena hal remeh. Puasa, catet. Yang tidak tau diri itu golongan anda, bukan rakyat. kami gak bayar pajak juga anda gak akan makan.

Bagas Pirusya said:

nah inilah kelemahan kita ( atau kekuatan kita ya ? ), dari dulu kita kan pintar berpendapat dan menilai ( yg belum tentu benar ), sehingga munculah kekuatiran itu...bagaimanapun seorang yg terpilih menjadi presiden...dia adalah orang hebat...dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya...anda anda yg sudah memunculkan suatu kekuatiran....termasuk partisan dalam pemilihan ini kan? so..marilah kita hentikan polemik yang meresahkan ini...kita sebagai rakyat yg cerdas..seharusnya ikut bertanggung jawab atas pilihan kita ini..jadi marilah kita dukung pemerintahan baru kita...yg tentu saja tidak mengurangi 'kekritisan' kita atas kebijakan yg akan mereka keluarkan...ok?

b5 said:

SBY-Kalla menang pemilu dengan score 60-40. Berarti dari 20 posting di sini paling nggak harusnya 12 mendukung SBY, dan sepertinya lebih dari 12. Jadi hasil pemilu kemarin cukup representative lah. Mendingan sama seperti pemerintahan2 yang sebelumnya saja. Kita liat performance mereka selama 100 hari awal pemerintahannya nanti. Kalo ternyata ga ada tanda2 menuju ke arah perbaikan ya kita demo lagi. Kan dari dulu selalu gitu dan sepertinya sih bakalan selalu gitu. Siapa bilang kalo rakyat Indonesia sekarang sudah mengerti demokrasi, masih jauh deh..masih belajar mengerti demokrasi mungkin iya. Seperti Michael Learns to Rock..lho..

johno Supriyanto said:

Memang secara demokrasi SBY-Kala menang, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintahan kelak akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan.Diibaratkan SBY-Kala meruapak lokomotif kereta api, tidak menutup kemungkinan seandainya SBY-Kala tidak tegas dalam mengambil keputusan dan memenuhi harapan masyarakat indonesia, rakyat akan lebih kecewa. Yang harus diperhatikan antara lain :
1. Lingkaran dalam SBY-Kala harus solid dan satu presepsi/tidak terlalu banyak menuntut. (karena telah mengantarkan SBY-Kala ke RI.I)
2. Bagaimanapun masukan-masukan dari luar ditampung dulu, so dimusyawarahkan , evaluasi , baru diputuskan.
3. Jangan mengambil keputuisan yang tidak populis, hanya karena ingin beda.
4. Orang-orang disekitar SBY perlu banyak belajar menjadi birokrat.
5. Yang penting dalam pemerintahan mendatang tdk usah banyak bicara yang penting hasil kerja yang optimal.
6. SBY - Kala jangan sampai diatur oleh orang-orang disekitarnya.
7. Jangan terlalu gampang menerima fasilitas dari orang-orang dekat anda.
8. Selama anda menjadi RI.I tolong diperhatikan masalah penegakan hukum dibidang Intellectual Property Right (hak kekayaan intelektual), mengingat indonesia dimata internasional statusnya " prioritas dalam pengawasan"

Saya percaya SBY-Kala tidak akan mengulang kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh rekan-rekannya dimasa lalu.

Selamat berjuang......Merdeka luck

inge said:

kawatir boleh2 aja tp jgn terlalu lah,saya ssetuju yg dibilang om Zul,knp kita mesti menyalahkan militer terus apa presiden dipegang sipil bener ???? buktinya mana,BOM dimana2,teroris merajalela.
saya bukan dari militer tp saya gak suka kalau anda2 selalu menyalahkan militer.saya sempet bingung sebenernya anda2 yg menyalahkan militer gak tau atau PE'ONG karna gak bisa membedakan jaman kepemimpinan militer ama sipil aman mana.kalau memang militer semena2 yg salah bukan mereka tp sipilnya sendiri yg KONYOL,yg selalu bikin masalah militer hanya menjalankan tugas.

inge said:

Buat Mas Bagas Pirusya GOOD LUCK, i like u comment

Wong Cilik said:

-Kekuatiran diatas masih belum jelas (tanda tanya )
-Kekuatiran yang sudah jelas,cara sidang wakil rakyat yang tidak aspiratif
-MPR sudah bukan wakil rakyat, sudah ganti MPK (Majlis Perwakilan Koalisi)
-HHOOOEKK .....Brrrbbbb
MUAK..MUAK...

Sukirno` said:

Tapi kalau saya sangat-sangat percaya dengan Bapak SBY-JK bahwa Presiden kita ini akan mampu mengatasi gejolak yang ada di Indonesia ini, percayalah kepada Presiden kita yang satu ini, dan berilah kesempatan untuk memimpin Negara ini,janganlah kita saling mengkritik terus menerus, coba bagaimana mau bisa tenang Negara ini kalau belum duduk aja udah selalu di kritik, sedangkan Bapak SBY-JK belum bekerja, marilah kita selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa semoga kita semua tidak salah untuk memilih pemimpin kita ini. Bapak SBY-JK yang terhormat berpihaklah pada kebenaran berbuatlah sebaik mungkin, tegakkan keadilan yang seadil-adilnya,brantas ABS yang ada di sekeliling Bapak,brantas Koruptor yang selalu merugikan Negara, itulah kunci Bapak akan jaya untuk selama-lamanya. Dan jangan pernah merasa takut untuk bertindak demi kebenaran dan keadilan. Ingat Pak, Rakyat akan Selalu setia di belakang Bapak.


Selamat Atas Terpilihnya Bapak SBY-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ke 6 periode 2004-2009.


Impresif said:

sby orangnya rasis!

forestahumana said:

SBY-JK bukan lagi presiden dan wakil presiden 60% yang memilih dia, tapi 100% rakyat Indonesia dengan latar belakang yang beraneka ragam. Mereka juga bukannya kepala pemerintahan hanya untuk satu golongan. Saya percaya mereka ini orang yang mempunyai pikiran yang sehat, moral yang kuat,handalan dalam mengelola sebuah negara yang begini besar.

Bila kita mempercayai dia, pasti dia berpikir bahwa kepercayaan ini tidak berarti legitimasi untuk berbuat semaunya, tapi legitimitas untuk menjalankan sebuah kepemerintahan yang dikehendaki oleh rakyat dan demi kemaslahatan rakyat.

Memang banyak tantangan, tapi kalau mulai dengan prinsip yang benar, pasti tantangan itu sedikit demi sedikit akan ditereliminasi. Saya yakin beliau-beliau ini sudah menyiapkan formula penanganan masalah dengan rasa adil dan martabat yang tinggi.

REDEMPTIUS said:

SBY akan bernasib sama seperti Mega pada awal-awal populernya si moncong putih. Rakyat Indonesia masih berkepribadian labil, sehingga mudah sekali ganti pilihan, apalagi melihat seseorang yang teraniaya. SBY tidak didukung oleh orang-orang partai yang handal, persis seperti PDIP lalu. Dan inilah bumerang yang akan meruntuhkan SBY. Belum lagi manusia-manusia yang sudah mendukung dan ada di sekililing SBY. Apakah mereka berjuang mengangkat SBY dengan sukarela dan rendah hati? Atau malah sebaliknya, bagi-bagi roti? Yah, inilah pemimpin-pemimpin kita. Lihat saja yang selalu nangkring di atas sejak Suharto, Habibie hingga Megawati? Yuzril kan? Yah, itulah politikus flamboyan...

gogot s. oto said:

Kalau yang dimintai pendapat orang-orang yang pernah jadi korban penguasa, "orba", tentu saja mereka sangat takut atau pesimis terhadap suatu kemiripan latar belakang pemerintah yang baru, "ARMY". Namun kekhawatiran jangan dijadikan ancaman, yang jelas orang yang pernah mengalami kondisi kritis dalam politik justru biasanya berbahaya untuk memimpin. Secara psikologis, pengalaman lama cenderung membayangi, namun perkecualian tetap ada. Berprasangka baik sajalah, karena Alloh menghendaki sesuatu kaum sebagaimana prasangka hambanya. Semoga pak SBY mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih jelas dan sejahtera. Amin.

sumodirjo said:

Jadi inget yang namanya "smiling general". bukan bermaksud mengingat pak Harto, tapi liat deh senyuman SBY.

Bukan maksud saya untuk su'udzon(pa lagi ini udah puasa)tapi kelihatannya ada "sesuatu" dibalik senyumannya itu. Jujur I Hate Him, bukan kenapa2, feeling saya bilang ada yang nggak beres gitu dengan dia, seringnya feeling saya bener, tapi saya berdo'a semoga kali ini saya salah.

Cuma semoga!

Mr.S.Berhitu said:

Sudah lama kita prihatin
dengan nasib bangsa RI.
Saya berdoa semoga presiden yg baru ini,
mendapat perobahan,
keluar dari penderitaan
kemiskinan.Selamat berjuang "SBY"utk kemajuan dan kemakmuran
rakyat NKRI.

Mr.S.Berhitu said:

Sudah lama kita prihatin
dengan nasib bangsa RI.
Saya berdoa semoga presiden yg baru ini,
mendapat perobahan,
keluar dari penderitaan
kemiskinan.Selamat berjuang "SBY"utk kemajuan dan kemakmuran
rakyat NKRI.

cempluk said:


Saya percaya /yakin SBY sudah persiapkan segala sesuatu yang dianggapnya jitu untuk menerajui Indonesia.Khawatir boleh saja.tapi ya jangan terlalu . Semoga saja SBY dapat membawa negara kita aman damai sejahtera , Negara bisa aman kalau tidak ada penjahat ya penjahat apa aja dah. Coba ingat-2 dari jaman th 45 sampe sekarang dibawah presidan siapa yang keadaanya paling aman damai kapan waktunya para penjahat pada ketakutan tak ada BOM tak ada calo terminal,tak ada terminal tiga di bandara sukarno - hatta yang sampai saat ini jadi ajang pemerasan dan penipuan para penyumbang devisa negara yaitu para TKI / TKW. PR untuk petinggi kita yang berwewenang itu PENJAHAT sebaiknya gimana ya biar dikit deni dikit habis. kan masih banyak warga negara yang baik-2 jadi yang tak baik alias JAHAT ya ditindak jangan ragu n pandang bulu. Pak SBY saya dukung bapak lho

Rekan2 yang baik,
Kami sedang menyiapkan sebuah buku tentang harapan2 atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI periode 2004-2009.
Kami berharap partisipasi rekan-rekan untuk mengirimkan harapan-harapan atas janji2 kampanye mereka dalam bentuk tulisan pendek. Panjang tulisan cukup 1-3 alinea, padat, orisinal dan berisi serta menggunakan kaidah-kaidah tatabahasa yang sopan. Harapan harus berhubungan dengan satu atau lebih hal berikut: diskriminasi, pendidikan, pengangguran dan lapangan kerja, kebebasan pers, kesehatan, hukum, olahraga, seni dan budaya, pembangunan, hak perempuan, keamanan, dunia usaha, transportasi, hak anak, lingkungan, dan korupsi.
Kami tunggu tulisan Anda secepatnya untuk kami seleksi. Tulisan yang terpilih akan kami muat dalam buku tersebut.
Kirim tulisan Anda ke studiokatakata@yahoo.com dengan subyek 'harapan'.
Jangan lupa, cantumkan juga nama lengkap, alamat (minimal nama kota tempat tinggal), dan pekerjaan Anda.
Mohon bantuannya untuk menyampaikan kabar ini ke teman2 lainnya. Terima kasih atas perhatian, bantuan, dan partisipasi Anda.

Hormat Kami,
M. Lasahido

StudioKataKata
Jl.H.Pentul 2 No.43
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. (021) 727-92434
http://www.studiokatakata.com
Email: studiokatakata@yahoo.com

gw said:

sby, mohon pecat jusuf kalla, masakan Anda ambil wapres rasis gitu, bilang mendingan orang tionghoa dibakar hartanya. mentang2 kalah saingan dagang sm orang cina wakakakak

valent said:

khawatir, awam sih tapi kita tidak boleh pesimis dulu. menurut akusih sby merupakan seorang figur yang cocok untuk mimpin indonesia. ia seorang yang memiliki kharisma yang sangat tingga apalagi orang indonesia sangat membanggakan hal itu, namun satu hal yang harus diingat janganlah lupa untuk selalu memperhatikan langkah yang SBy ambil sebab nasib dan hidup bangsa Indonesia trgantung ditangannya, so kita lihat saja dalam 100 hari kepemimpinannya.

sangir said:

SBY ternyata membawa bencana, coba perhatikan berapa banyak kecelakaan dan bencana alam 2 bulan pemerintahan beliau. Sekarang bahan bakar mulai naik dengan banyak alasan dan sudah punya rencana mau bikin utang......bencana baru yang akan ditanggung anak dan cucu bangsa Indonesia

riomenajang said:

posting comment no. 38 tertanggal 23/12/04 itu sebelum tsunami yang tanggal 26/12/04 .... heleh sangir ini mbah dukun apa ya?

dukun goblog said:

SBY= Susilo Bencana Yudhoyono

dukun goblog said:

SBY= Susilo Bencana Yudhoyono

Zackarie said:

saya sangat mengkhawatirkan Hidden Agendas dalam paket "EKONOMI PERSENJATAAN PERMANEN".

(akselerasi dalam Pemerintahan Militer Indonesia)yang memang terus dibina,oleh hegemonik kapitalistik.

Kekuatan politik di parlemen,hanya sebatas "pelipur lara".

Mr.Nunusaku said:

Setelah SBY menjadi pemimpin Negara,saya tetap menunggu kapan Mantan Soeharto aklan diadili serta mempertanggung jawabkan segala perbuatannya,
keluarga cendana yang membuat kekayaan dengan jalan kropsi wang negara. Warisan politik
biadam Orde Baru harus segera diadili,agar hukum dapat ditegakkan di RI.Kalau tinggal diam
Jawa bilang SAMI MAWON MAS SBY.

komar said:

Turunkan harga minyak
Sekalian turunkan SBY

Ayo siapa berani ?????????????/

keni said:

bentuk kekuatiran itu perlu menjadi bahan yang patut dipertimbangkan, namun bukan berarti hal tersebut dijadikan pedoman/patokan sehingga setiap kebijakan yang akan diambil selalu dipandang sbg suatu keputusan yg akan merugikan, akan lebih baik kita melihat, mencermati dan menganalisis kebijakan dengan kemampuan kita sehingga negara ini tidak hanya selalu memikirkan kesalahan yang akan dibuat orang lain

bonny said:

Saya rasa memang untuk membalas beberapa parpol yang cukup berjasa untuk mengangkat beliau ke kursi Kepresidenan cukup rumit, dan saya cukup setuju bila akhirnya Islam garis keras lebih terakomodir aspirasinya......, sedangkan negara kita adalah multi religion, Even Islam menjadi mayoritas..... tapi saya rasa dasar2 negara Islam mulai bermunculan dan mulai di sahkan.... Hal ini sangat mengkhawatirkan sekali.

Di lain sisi, Beliau orang yang sangat ckap dalam memimpin...., andai katapun militer harus berjaya kembali...., mudah2an di komandani oleh orang2 yang bijak...., toh kebebasan saat ini yang di junjung masyarakat kita sudah sangant kebablasan.... HAM selalu terdepan.... sedangkan kalo mau di telaah Hak Asasi Masyarakat jauh di atas Hak Asasi Manusia..... dan saya rasa dia cukup sangat capable untuk menjalankannya.

Yang pasti bukan hanya korupsi yang "mulai" di berantas tetapi para provokator masyarakat yang tidak bisa melihat Indonesia tenangpun sudah saatnya merasakan "tangan besi" sehingga masyarakat bisa tenang hidupnya.....

kusman said:

Aduh kapan kita bisa lepas dari bencana. Bencana alam dan bencana pemimpin yang bikin bingung.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on September 24, 2004 11:43 AM.

What kind of leader is Yudhoyono? was the previous entry in this blog.

Kita punya Presiden Baru is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01