Kegagalan KOMPAS Melaporkan Berita 100%

| | Comments (14)

Dalam masa pemilu seperti ini fungsi media massa sebagai media informasi memegang peranan penting, baik dalam memberikan rasa aman ataupun memberika informasi yang lengkap bagi para pembaca.

Keluar dari idiom bad news is good news rasanya melihat pemberitaan dibawah ini Kompas seharusnya memohon maaf telah memberitakan berita yang tidak akurat (walau tentu alasan yg keluar nantinya adalah: kami hanya memberitakan sedang info kan didapat dari narasumber, atau kami telah memberikan hak jawab dll.).

Pada pemberitaan Senin 5 April 2004, Kompas menurunkan berita dengan judul Tingkat Kegagalan Komputerisasi Pemilihan Umum 2004 Mencapai 92 Persen

Dengan angka 92% didapat dari diskusi tentang pelaksanaan Pemilu 2004 dengan pembicara Roy Suryo dan Didik Supriyanto dari Panitia Pengawas Pemilu.

Dimana menurut uji coba pengoperasian sistem komputerisasi pemilu yang dilakukan oleh tim konsultan TI (teknologi informasi) KPU yang diketuai oleh Prof Marsudi W Kisworo dari Universitas Paramadina PEKAN LALU, ditemukan bahwa dari 100 noktah (node) sambungan komputer yang dipilih secara acak, ternyata 92 di antaranya tidak dapat mengirimkan data, hence 92%

Pada berita hari ini Selasa 6 April, hanya berbeda 1 hari KOMPAS menurunkan berita koreksi (walau tentu saja tidak ada yang mengaku salah melaporkan) Kegagalan Fungsi Komputer Pemilu Kurang dari Tiga Persen

Menurut Basuki Suhardiman, Sekretaris Tim Teknologi Informasi KPU, hanya dibawah 3% saja yang tidak berfungsi, dan ini wajar mengingat wilayah Indonesia sangat luas, jaraknya dari ujung barat ke timur sekitar 5.000 kilometer dan memiliki tiga zona waktu.

Artikel yg sama juga melengkapi dengan mengatakan Dihubungi secara terpisah, Prof Marsudi Wahyu Kisworo, pakar teknologi informasi dari Universitas Paramadina, MEMBANTAH dirinya menguji coba sistem komputer KPU karena ia tidak memiliki otoritas dan akses untuk pengujian tersebut.

Weleh, baru sehari sebelumnya, profesor yang sama menjadi sumber utama judul tendensius bahwa sistem yang sama mempunyai tingkat kegagalan 92%! (Berarti kayaknya ga ngutip dari tangan pertama ya)

Tentu saja hal ini tidak menutup mata bahwa masih ada ratusan lain artikel yg diberitakan oleh Kompas dengan akurat, dan bahwa kesalahan ini hanya sebagian kecil saja dari proses pelaporan lainnya tapi teteup...

Dari 92% ke 3% dalam waktu kurang dari satu hari? Dan narasumber utama yang membantah pernah menguji?

Plis dong ah.

14 Comments

atta said:

plis dong ah. bokis banget deh lo...

btw: kesalahan memang kadang gak bisa dihindarkan dalam kerja jurnalistik. gue belum sempet lihat sih; berapa persen yg dibilang Roy Suryo.

enda said:

hehe. minimal kesalahannya diakui, dan jangan terulang lagi :)

Yudha said:

Semalem nonton Metro Realitas di MetroTV, sampai pelaksanaannya, belum sekalipun pihak KPU membuat SIMULASI pemilu :)

avianto said:

roy suryo dipercaya? are you kidding? he may said the moon is orbiting the sun... =P

dion said:

akur sama komen di atas. Makin saya amatin komen2nya si Suryo ini makin ragu sama kepakarannya :)

snydez said:

nda,
jam 2 pagi tanggal 5 (atau tgl 6)
itu komputer di KPU belom bisa menerima data,
MSQUEUE nya katanya bermasalah...
jadi wajar ajah kalo beberapa -saat- sebelum hari H nya , tingkat kegagalan segitu..
kalo ternyata berubah jadi 3%, mungkin permasalahan itu sudah terselesaikan..

:D

enda said:

hehe masalahnya son, itu profesor nara sumbernya, membantah pernah melakukan pengujian itu. jadi sapa yg ndobos 92%, yg dilaporkan Kompas itu? :)

avianto said:

ya si roy matahari itu... =P sapa lagi? yang bisa ndobos kebangetan dan anteng2 aja ya beliau itu lah... hehehe

Spawn said:

hehehe...
biasanya sih orang Indonesia kalo sudah terdesak selalu deh cari kambing hitam buat penyelesaian masalah. tumben Kompas tidak memakai cara ini ^^;

Yudha said:

Gosip terakhir komputer di KPUD nya kena Worm :D
Sumber : Temen gue yg jadi suplayer PC.

Eh ini mah masuk GOSIPKITA kali yak :D

Anonymous Bastard said:

Jadi pengen tau, apakah team KPU menerapkan "test driven development"?

Hua hahahahaha....

balq said:

waduh.. ada sulap2an juga nih. Bakalan kalah pamor deh deddy corbuzier.. hehehe..

Arief Dnz said:

Marsudi kok dipercaya, kalau dikumpulin temen-temen lamanya di Bina Nusantara, semua pasti ngaku pernah dikerjain sama dia. Roy Suryo apalagi, comot sana comot sini, habis gitu bikin pers releases. Gitu kok dibilang pakar. Udah dech jangan suka ngawur lah !!

Arief Dnz said:

Marsudi kok dipercaya, kalau dikumpulin temen-temen lamanya di Bina Nusantara, semua pasti ngaku pernah dikerjain sama dia. Roy Suryo apalagi, comot sana comot sini, habis gitu bikin pers releases. Gitu kok dibilang pakar. Udah dech jangan suka ngawur lah !!

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on April 6, 2004 1:05 PM.

Survey dalam Angkot was the previous entry in this blog.

Lonjakan Pengunjung is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01