Kampanye ? Saatnya beriklan !

| | Comments (7)

Selain dari pengusaha sablon, pedagang kaos, dan biro jasa pengerah massa [ada lho yang terakhir ini….] siapakah yang bergiranghati dengan Kampanye Pemilu 2004 kali ini ? Menurutku yang sudah pasti adalah praktisi periklanan. Kenapa ? Karena berbeda dengan pemilu sebelumnya [terutama jaman Pak Harto] kampanye kali ini terasa berbeda.

Kalau di jaman Pak Harto dulu, setiap hari mungkin kita hanya melihat spanduk besar bertuliskan Golkar Pilihanku [ini contoh aja. Karena biasanya kata pertama hanya diganti dengan dua nama parti lain]. Sekarang aku melihat ada beberapa partai politik yang dengan serius ‘memoles’ dagangannya dan beriklan layaknya produsen yang beriklan di media.

Yang menarik menurutku adalah pemenang Pemilu lima tahun lalu. Pada hari pertama langsung menggebrak dengan jargon, Coblos Moncong Putih No.18. Lengkap dengaan gambar Ketua Umum Partainya. Kalau kulihat dari tampilan iklannya, berani taruhan kalau ini merupakan pekerjaan orang iklan.

Setelah itu ada iklan Partai Merdeka di televisi. Ketua Umum peserta Pemilu nomor 4 ini menutup pidato kampanyenya dengan kalimat yang kurang lebih, “Bulan empat dua ribu empat, pilih partai nomor empat !” Dan seolah meniru iklan lampu terkenal kalimat berikutnya adalah : “ Merdeka memilih, memilih Merdeka”.

Yang paling unik adalah Partai Karya Peduli Bangsa [PKPB]. Partai ini dari awal menyatakan diri sebagai jelmaan dari Golongan Karya jaman dahulu [sebelum menjadi Partai Golkar dan dipoles oleh Akbar Tandjung menggunakan Paradigma Baru]. Saat berkampanye di Jogja, Ketua Umum berpidato dan mengatakan : ”Kalau merasa orang Jogja jadilah Antek Soeharto !” Nah, lo….

Unik, karena Partai ini berani bertolakbelakang dengan keadaan sekarang. Di saat orang sedang bangga menyebut diri reformis dan mengambil jarak sejauh mungkin dengan Orde Baru, partai ini berani tampil beda. Aku pikir dari sisi periklanan, pasti ada bahasa khusus untuk style PKPB ini. Dan biarlah pakarnya yang membahas itu lebih jauh.

Dan seolah berhubungan dengan itu semua, hari Minggu kemarin aku liat satu iklan buku di Kompas. Judulnya : “Political Marketing, Strategi Memenangkan Pemilu, sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD, Presiden.

7 Comments

enda said:

Wahaaa keren nih bang goklas observasi dan analisa-nya. :)

Tak forward di milis kritik-iklan juga ya.

Jadilah antek soeharto? heheheheh

VaNYa said:

aku bukan pakar iklan jadi aku juga ga ngerti kaidah" advertising :D aku cuma tau kalo kampanye itu zaman dapet kaos gratis, rompi gratis, rokok gratis dan duit kalo ikutan kampanye :D Tarifnya skrg kalo pake motor dapet 50ribu plus makan dan atribut, kalo mobil 200ribu hahahahaha *bandar kampanye*

erly said:

Dian Sastro for President!

nita said:

Antek suharto.. hahaha.. slogan itu mulai rame ya :) Ditambah, "daripada susah makan" hehehe..
Emang 'kena' banget mottonya PKPB

avianto said:

duh Gusti.. tobat... antek Suharto... *doh*...

hebat ya pemilu kita, ada antek suharto, narapidana lepas dll dll... asik aja nontonnya.

balq said:

..antek suharto..? adudu.. nehi deh. :D
Liat tower iklan rokok & bank merger di sekitaran smanggi deh.. Ganti jadi no.18 smua. Nah ketahuan kan.. who's behind them.. ;)

rudi santoso said:

Bang, Pemilu membawa berkah, keharmonisan keluarga para ojek motor terbina dengan mempersingkat jam keluyuran ojek dan berkumpul dengan keluarga....biasa lantaran dapat duit kampanye....terbukti bang.

About this Entry

This page contains a single entry by published on March 15, 2004 11:18 AM.

Partai Pemilu ternyata ada 24 was the previous entry in this blog.

Iklan Jualan is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01