Kampanye Hitam atau Kampanye Negatif ?

| | Comments (4)

Tanggal 9 Juni kemarin, detikcom memberitakan perihal beredarnya VCD provokasi anti Wiranto. Menariknya VCD ini menempel pada VCD yang saat ini sedang menjadi primadona dan dicari orang. Akademi Fantasi Indosiar. VCD yang dibagikan gratis ini seolah melengkapi isyu yang tengah marak di masa kmpanye ini. Kampanye Negatif !

Entah darimana asalnya, kampanye negatif seolah menjadi 'cara baru' berkampanye di pemilu pertama [pemilihan Presiden secara langsung] ini. Namun, layaknya barang baru ternyata masih ada perbedaan persepsi masalah pengertian. Antara Negative Campaign dengan Black Campaign. Dua hal yang sekilas sama namun ternyata berbeda.

Aku baru tau dari wawancara Metro TV dengan Bara Hasibuan kemarin malam. Menurut beliau Negative Campaign merupakan yang paling 'bersih'. Karena model kampanye ini lebih menonjolkan kekurangan dari lawan politik. Lebih bagus lagi, apa yang disampaikan memiliki bukti atau telah terbukti. Kebalikannya, Black Campaign merupakan model kampanye yang melempar isu, gosip dan sebangsanya. Tanpa didukung fakta atau bukti.

Aku pikir, karena model pemilu yang baru bolehlah kedua-duanya diadopsi. Baru setelah rakyat pemilih lebih dewasa menyikapi model pemilihan langsung, bolehlah ada aturan yang jelas soal ini. Dengan demikan, aku mengharapkan kedewasaan para kandidat juga dalam menyikapi kedua model kampanye tersebut. Namanya juga belajar. Karena bagaimanapun rakyat butuh informasi sebanyak-banyaknya mengenai siapa yang akan mereka pilih untuk jadi pemimpinnya.

Sebab kalau belum apa-apa sang kandidat balik menyerang lawan politik yang menerapkan salah satu atau kedua model tadi, bisa-bisa rakyat malah berkurang simpatinya. Jadi teringat satu ceramah A'a Gym. Penceramah kondang ini pernah bilang, "kalau ada yang bilang anda jelek, iyakan saja". Jawab saja dengan, "Memang. Baru tau ?" Dijamin yang ngejek akan keqi sendiri tanpa kita kehilangan energi yang dibutuhkan untuk mengerjakan hal lain yang jauh lebih berguna.

4 Comments

enda said:

wah black campaign?, bentar lagi keluar black magic nih, ampuunn :D

mpokb said:

rakyat udah makin pinter, tapi kandidatnya..... pilih yang kalo nyanyi paling merdu??? :)

afi2 said:

Kalo yang pake 'lip sing' mustinya udah
terleminasi tuh.
Belom2 udah nipu..

Penyanyi Pingin Berubah said:

Kami inginkan Perbaikan bukan Perubahan

About this Entry

This page contains a single entry by published on June 10, 2004 1:43 PM.

Kontrak Politik? Siapa takut! was the previous entry in this blog.

Pilih yang Mana? is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01