Kabinet Orkestra

| | Comments (15)
orkestra.jpg
Kalau ada orang paling bahagia di dunia, salah satunya adalah orang yang baru menikah. Mengapa? Setelah Ia menikah dan mengatur strategi antara sang suami dan istri tentang "bagaimana kelak masa depan mereka?", orang-orang di sekitar mereka pasti dengan ikhlas dan rela mengatakan "selamat menempuh hidup baru" seraya tak lupa memberi do'a restu. Ucapan orang di sekitar mereka ini mencerminkan dukungan terhadap mereka berdua (kecuali kalau ada orang sirik terhadap mereka).

Tetapi rupanya filosofi orang yang baru menikah ini tak berlaku bagi dua orang pemimpin yang baru saja "menikah". Siapa lagi kalau bukan SBY-MJK yang ketika saya menulis ini, belum genap 3 hari menjalankan "bulan madu" sebagai sepasang Presiden dan Wakil Presiden. Memang mereka belum tiga hari genap menjalankan "bulan madu", tetapi sudah banyak cemooh, hinaan, kritikan, dan rasa pesimistis yang berlebihan dari para pakar politik, ekonomi, sosial, hukum sampai orang yang memakarkan diri. Ini bisa Saya lihat dari indeks berita Detik.com pada tanggal 21 Oktober (salah satunya) kemarin serta beberapa media-media lain yang sempat Saya baca dari kemarin. Lebih dari 5 judul (indeks Detik.com) di dalamnya memuat rasa pesimistis terhadap kabinet ini dan sebagian besar yang lain adalah pendapat-pendapat yang cenderung sedikit konstruktif. Salah satu rasa pesimis yang muncul adalah ragunya mereka terhadap pendekar-pendekar ekonomi kabinet ini maupun gemuknya kabinet Indonesia Bersatu ini. Bahkan mungkin, rasa pesimis itu muncul dalam hal-hal lain yang mungkin belum Saya baca.

sby-jk2.jpeg
Saya memang bukan pengamat politik, juga bukan pelaku politik apalagi pendukung SBY (baca:SBY dan Partai Demokrat), tetapi hanya orang yang punya interest dalam bidang politik dan mendukung SBY setelah secara konstitusional menjadi Presiden. Jadi, tak salah dengan ilmu sedikit yang Saya punya, Saya ingin menyampaikan uneg-uneg yang ada di kepala Saya. Ketika para pengamat banyak mengidap rasa pesimis, ada baiknya jikalau kita semua elemen bangsa mendukung kabinet ini. Coba bayangkan kalau rasa pesimis itu dihilangkan dan diganti dengan rasa optimis karena kita semua mendukung kabinet ini. Mari kita beri kesempatan kepada kabinet ini untuk "perform their best" kepada bangsa ini. Kritik sih boleh mengkritik, tetapi jangan campuri kritik itu dengan tendensi yang buruk dan rasa pesimis. Kritik yang konstruktif sungguh sangat dibutuhkan mereka, bukan rasa pesimis, tetapi dukungan penuh kepada kabinet mereka. Toh kalau mereka gagal, kita juga punya "hak" untuk menurunkannya. Jadi sekaranglah saatnya untuk mendukung mereka, memberikan restu, seraya mengucapkan "selamat menempuh hidup baru". Tentu, kalau mereka didukung, ada rasa kepercayaan diri pada mereka untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini.

Saya teringat ajakan Presiden SBY untuk melepaskan segala atribut parpol, bendera parpol atau apapun itu. Beliau mengatakan saatnya kita bersama, bersatu padu membangun bangsa ini. Bersama kita bisa! Sungguh, ini sebuah ajakan yang mulia jika kita memahaminya.

Kabinet, masyarakat, dan semua elemen bangsa ini seharusnya berjalan seperti orkestra. Gesekan biola yang satu (baca:elemen) bergabung dengan biola yang lain, bahkan dengan harpa, gitar, drum, saxophone,tetapi mereka tetap bisa menampilkan lantunan musik yang harmonis dengan pimpinan dirigen atau mayoret atau apapun namanya. Dan tak lupa, penonton pun bersorai, memberikan tepuk tangan, dan bersiul, larut dalam harmonisasi alat-alat itu. Andaikata mereka menampilkan musik yang jelek, penontonpun bisa mengejek, mencemooh dan meminta even organizer untuk menghentikan pertunjukkan itu. Tentunya, show itu akan dihentikan setelah beberapa saat dan bukan pada saat awal acara. Mengapa? karena di awal pertunjukkan, mereka memberikan tepuk tangan konstruktif buat menyemangati mereka agar mereka sekali lagi "perform their best".

Inilah yang seharusnya yang harus dilakukan oleh kita sebagai elemen dari bangsa ini. Bermain dalam bidang masing-masing (layaknya instrumen musik) namun tetap dalam harmonisasi dan saling mendukung guna menciptakan "harmonisasi musik" yang ciamik. Hidup Indonesia tercinta karena kita semua adalah anggota KABINET ORKESTRA bangsa ini. Pak SBY dan JK, selama Anda menjalankan "alat-alat musik" yang Anda miliki dengan baik, maka Kami akan selalu mendukungmu!!! Selamat bertugas, Pak!! All the best!!

15 Comments

enda said:

detik.com emang ngarang headlines2xnya, mutu jurnalismenya makin mendekati koran-koran garing yg bikin headline sensasional demi orang beli korannya doang. masa semua orang dikutip, liat-liat dulu siapa yg ngomong dan apa isi omongannya.

Syahrani said:

hahaha benar2... tapi ada benarnya jg lah beritanya. Semoga aja makin bermutu kang :)

Imponk said:

melihat komposisi kabinet yang sebagaian dari background politik (non profesional) kaya'nya apa yang ditakutkan media bakal terjadi. apalagi yang nonprofesional itu memegang posisi2 penting :D

Tapi semoga nggaklaaaaah...

Cempluk said:

Iya dah saya ikut mengucapkan selamat menerajui bangsa Indonesia semoga maju jaya , aman damai, adil pala marta, Bangsa kita sejahtera tak susah mendapatkan sandang pangan dan papan . Semoga SBY- YKL jadi pasangan yang ideal bagaikan langit dan bumi.Tiada siapa asyik mencari salah siapa Mari maju terus patang mundur bagai dah masuk jalan TOL.

fitra said:

Kita belum bisa menilai kinerja kabinet indonesia bersatu,baru juga beberapa hari ,yang jelas mereka mengemban amanat yang dipercayakan oleh rakyat,godluck!!!!

Makmen said:

Mmmmm..kabinet belum seminggu, tapi ko udah banyak yg ribut. Saya akan lebih menilai kwalitas kerjaannya nanti, kita lihat saja dulu, baru komentar. Lucu aja, kenapa komposisi kabinet yg dulu2 ngga dikritik seperti sekarang?! Kalau berani termasuk kabinet jaman Orba juga. Emang gampang cari orang yg tepat?? Ya, semoga Pak SBY-JK bisa menuntaskan program2nya dengan baik, saya ikut mendoakan. Sukses!!

Abaey said:

hallo..
kita harus dukung bapak kabinet SBY-JK karna tanpa dukungan,mereka tidak akan bisa bekerja yg maksimal,semoga tujuan kerja mereka untuk kepentingan bangsa dan negara seperti yg kita dambakan dan seperti slogannya bersama kita bisa, maju terus kabinet indonesia bersatu...Rakyat mendukung mu

Abaey said:

hallo..
kita harus dukung bapak kabinet SBY-JK karna tanpa dukungan,mereka tidak akan bisa bekerja yg maksimal,semoga tujuan kerja mereka untuk kepentingan bangsa dan negara seperti yg kita dambakan dan seperti slogannya bersama kita bisa, maju terus kabinet indonesia bersatu...Rakyat mendukung mu

muklis said:

kalo ada orang yang menjelek jelekan kabinet SBY JK itu kan orang yang nggak kepake artinya dia pasti lebih jelek tul gak akbar tanjung ?

Prita said:

Beeeetul semua...komentar-komentar seputar SBY-MJK emang bernuansa sirik dan dengki....padahal baru seminggu!! Seharusnya orang-orang yang berkomentar hrs intropeksilah, soalnya pasangan SBY-MJK dipilih bukan karna faktor LUCK doang tapi jg faktor intelektual yg ngga malu-maluin kayak kmrn!!! Memang sih jd komentator gampang tp coba suruh mereka yg jalani...pasti kayak SAPI OMPONK!!!
Kita kudu OPTIMIS lah !!

Prita said:

Beeeetul semua...komentar-komentar seputar SBY-MJK emang bernuansa sirik dan dengki....padahal baru seminggu!! Seharusnya orang-orang yang berkomentar hrs intropeksilah, soalnya pasangan SBY-MJK dipilih bukan karna faktor LUCK doang tapi jg faktor intelektual yg ngga malu-maluin kayak kmrn!!! Memang sih jd komentator gampang tp coba suruh mereka yg jalani...pasti kayak SAPI OMPONK!!!
Kita kudu OPTIMIS lah !!

Prita said:

Beeeetul semua...komentar-komentar seputar SBY-MJK emang bernuansa sirik dan dengki....padahal baru seminggu!! Seharusnya orang-orang yang berkomentar hrs intropeksilah, soalnya pasangan SBY-MJK dipilih bukan karna faktor LUCK doang tapi jg faktor intelektual yg ngga malu-maluin kayak kmrn!!! Memang sih jd komentator gampang tp coba suruh mereka yg jalani...pasti kayak SAPI OMPONK!!!
Kita kudu OPTIMIS lah !!

Prita said:

Beeeetul semua...komentar-komentar seputar SBY-MJK emang bernuansa sirik dan dengki....padahal baru seminggu!! Seharusnya orang-orang yang berkomentar hrs intropeksilah, soalnya pasangan SBY-MJK dipilih bukan karna faktor LUCK doang tapi jg faktor intelektual yg ngga malu-maluin kayak kmrn!!! Memang sih jd komentator gampang tp coba suruh mereka yg jalani...pasti kayak SAPI OMPONK!!!
Kita kudu OPTIMIS lah !!

Nanda said:

wahh kayaknya program 100 harinya jalan tuch hidup SBY&JK qt harus OpTimis Donk buktinya emang pemerintahan sekarang lebih baik dari yang dulu kan (SEMOGA)

Riri said:

GOOD MORNING GUYS...............:)
LET FACE THIS MORNING WITH A SMILE.........

During his recent visit to England, George W. Bush met with the Queen.
He asked her, "Your Majesty, how do you run such an efficient government?
Are there any tips you can give to me?"
"Well," said the Queen, "the most important thing is to surround yourself
with intelligent people."
Bush frowned. "But how do I know the people around me are really
intelligent?"
The Queen took a sip of tea. "Oh, that's easy. You just ask them to
answer an intelligence riddle."
To demonstrate, the Queen pushed a button on her intercom. "Please send
Tony Blair in here, would you?"
Tony Blair walked into the room. "Yes, your majesty?"
The Queen smiles. "Answer me this, please, Tony. Your mother and father
have a child. It is not your brother and it is not your sister. Who is
it?"
Without pausing for a moment, Tony Blair answered," That would be me."
"Yes! Very good," says the Queen, turning to Bush with a smile.
Back at the White House, Bush asked to speak with vice president Dick
Cheney. "Dick, answer this for me. Your mother and your father have a
child. It's not your brother and it's not your sister. Who is it?"
"I'm not sure," said the vice president. "Let me get back to you on that
one."
Dick Cheney went to his advisors, and then to Rumsfeld, and asked every
one, but none gave him an answer. Finally, he ended up in the men's room
and recognized Colin Powell's shoes in the next stall.
Cheney shouted, "Colin! Can you answer this for me? Your mother and
father have a child and it's not your brother or your sister. Who is it?"
Colin Powell yells back, "That's easy. It's me!"
Dick Cheney smiles. "Thanks!" Cheney went back to the Oval Office and to
speak with Bush. "Say, I did some research and I have the answer to that
riddle. It's Colin Powell."
Bush got up, stomps over to Dick Cheney, and angrily yelled into his
face, "No, you idiot! It's Tony Blair!"

About this Entry

This page contains a single entry by published on October 22, 2004 5:03 AM.

Kabinet Indonesia Bersatu was the previous entry in this blog.

Janji-Janji Menteri is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01