Kabinet Indonesia Bersatu

| | Comments (15)

Akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] mengumumkan kabinetnya. Dinamai Kabinet Indonesia Bersatu, kabinet ini diumumkan menjelang tengah malam pada hari beliau dilantik, 20 Oktober 2004. Jauh sebelumnya, SBY pernah menyatakan akan mengumumkan serta melantik kabinetnya pada hari yang sama setelah dilantik menjadi Presiden. Namun kenyataan yang ada tidaklah demikian. Sebab pengumuman dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober sementara pelantikan dilaksanakan pada hari ini tanggal 21 Oktober 2004.

Proses pengumumannya sendiri juga tidak berjalan sebagaimana direncanakan. Semula dijadwalkan susunan kabinet akan dibacakan pada pukul 20.00 WIB. Ternyata pada saatnya tiba, juru bicara kepresidenan menyatakan pengumuman ditunda hingga pukul 23.00 WIB. Disela menunggu pengumuman pukul 23.00 WIB, beredar kabar pengumuman akan dilakukan pada pukul 20.00 WIB. Ternyata hal tersebut tidak terjadi dan pengumuman tetap dijadwalkan pada pukul 23.00 WIB.

Sebagaimana proses fit and proper test para kandidat menteri, proses pengumuman ini juga menyita perhatian rakyat Indonesia. Beberapa stasiun televisi menayangkan liputan langsung dari Istana Merdeka. Namun lagi-lagi rasa ingin tahu masyarakat harus ditahan karena ternyata pengumuman baru dilakukan beberapa saat menjelang tengah malam.

Para pengamat di televisi menyatakan kejadian ini akibat dari tarik ulur yang alot diantara para [partai] pendukung pasangan SBY-MJK. Dari sisi lain, bisa juga dilihat bahwa SBY terperangkap janjinya sendiri untuk segera mengumumkan susunan kabinet sementara prosesnya tidak berjalan semulus diperkirakan. Mudah-mudahan juga ini bukan gambaran nyata dari kekurangcakapan sang Presiden dalam mengambil keputusan.

Sebagaimana posting Enda sebelumnya mengenai optimis, mari berharap mudah-mudahan proses pengumuman ini, bukan cerminan kinerja pemerintahan ini di masa mendatang. Semoga !

15 Comments

dindin said:

saya seneng banget kalo negeri ini di pimpin sama militer lagi,karena belum saatnya indonesia dipimpin oleh sipil.

riri said:

gak perdulilah sipil ato militer yang penting bisa hidup nyaman, tenterem n' gak ada 'dor-dor' an lagi

Syahrani said:

setuju ama Riri.. yang penting better life :)

Hiu Putih said:

bangunlah fondasi yang kokoh, bangunlah mulai dari dasar, bangunlah generasi mudanya,semoga nanti bangunannya tahan badai. *maklum kuli bangunan* :)

candido alves said:

saya agak senang tetapi jangan jadikan seperti kerusuhan yang terjadi di ambon,irian dan aceh sebab itu semua karena ulah militer. tetapi saya harapkan mudah-mudahan pasangan sby dan yusuf kala bisa mengantarkan indoensia ke arah yang lebih baik dari presiden-presiden sebelumnyanya. terutama jangan jadikan seperti rezim soeharto. okey terima kasih banyak. eh saya lihat ada nama keluaraga hatta juga atau eks keluarga presiden megawati soekarno puteri sebagai menteri kabinet indonesia bersatu.alasan apa mega tidak hadir dalam pelantikkan sby dan yusuf kala?

candido alves said:

dari presiden-presiden sebelumnya terjadi kerusuhan di daerah-daerah itu atas perbuatan militer. maka dengan presiden dan wakil presiden baru ini jangan terjadi lagi kerusahan yang didanai atau atas ulah militer, itu yang kami sebagai orang Timor Leste, yang pernah merasakan perbuatan kepahitan para militer atau TNI selama menjajah di Timor Leste. dari candido alves

MaRCeL said:

"BERSAMA KITA BISA !!"
Ingat slogan Bapak sendiri lho...
Jangan kayak iklan yang "BISA-BISA AJA !!" taunya banyak ga bisanya... =p

inge said:

kenapa mega gak hadir,biasa diakan ibu2 gak mau kalah maunya menang terus.dia anggap ini kumpulan ibu2 arisan kali.ingat juga slogannya Megawati " SUDAH TERUJI GAK BISA APA2 SUDAH TERBUKTI KALAH.

Abaey said:

ayoo
kita dukung kabinet indonesia bersatu, Pak SBY-YK maju terus pantang munduk, biar pun banyak kritikan terhadap kabinetmu tapi rakyat mendukung mu, Bersama kita bisa...

doraemon said:

Partai Demokrat Sedang Berduka
posting: 26 Oct 2004 13:11

Partai Demokrat Sedang Berduka

MANADO - Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) mengibarkan bendera partai setengah tiang sebagai protes karena Mayor Jenderal Purnawirawan TNI EE Mangindaan tidak terpilih sebagai menteri. Pengurus DPD PD Sulut Rudy Waney mengatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai protes karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memilih Mangindaan sebagai menteri. Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan setelah mendapat protes warga dan simpatisan Partai Demokrat. Dia mengatakan bahwa saat berkampanye di Manado Yudhoyono berjanji akan mengangkat warga Sulut menjadi menteri.

Emha N said:

Kenapa ya mas sampeyan-sampeyan itu ngomongnya sinis melulu! Sinis itu tanda tak mampu, tahu. Mari kita budayakan masukan yang konstruktif bagi pemerintah kita yang baru. Baukan hanya jadi raja komentator saja.

saipudin said:

Nomor : 001 Kepada Yth :
Hal : Pengaduan Bapak Presiden RI
Di –
T e m p a t

Sehubungan dengan dikeluarkan surat dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan tentang Pendayagunaan Dosen di Jajaran Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia. Saudari Tengku Sri Wahyuni. S.SIT adalah salah satu Dosen di Politeknik Kesehatan Medan dan bertugas di Prodi Kebidanan Pematangsiantar, Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar dan saat ini Saudari Tengku Sri Wahyuni masih aktif sebagai Direktur di Yayasan Akademi Kebidanan Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar. Para pemegang saham di Yayasan Akademi Kebidanan Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar adalah :
a. Keluarga H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES (Direktur Politeknik Kesehatan Medan)
b. Keluarga Drs. Abd. Choot Lubis, M-KES (Bendahara Politeknik Kesehatan Medan).
Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara telah melakukan pemeriksaan di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan. Serta yang diperiksa antara lain :
a. Anggaran DIK Tahun 2000 – 2003
b. Anggaran DIK es Tahun 2000 – 2003
c. DPA Tahun 2003
d. Bantuan-bantuan lain
e. Uang makan mahasiswa yang tinggal di asrama
f. Penerimaan mahasiswa tahun 2003/2004 sarat dengan KKN di setiap Jurusan dan Prodi dalam ruang lingkup Politeknik Kesehatan Medan.
Jika hal ini terus berlanjut, bagaimana dengan mutu dan kualitas mahasiswa tamatan dari Politeknik Kesehatan Medan ?
Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara telah memeriksa :
1. Direktorat Politeknik Kesehatan Medan Jln. Dr. Mansyur No. 66 Medan beserta jajarannya.
a. Jurusan Keperawatan Jln. Bunga Nicole Kecamatan Tuntungan Medan.
b. Jurusan Kebidanan Jln. Dr. Mansyur No. 66 Medan
c. Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar
d. Prodi Kebidanan Padang Sidempuan Sigulang Pijor Koling Padang Sidempuan.
e. Jurusan Gizi Jln. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam
f. Jurusan Gigi Jln. Dr. Mansyur Komp. Perum IKES No. 2 Medan
g. Jurusan Farmasi Jln. Ari Langga No. 20 Medan
h. Jurusan Analis Kesehatan Jln. William Iskandar Pasar 5 Barat No. 6 Medan.
i. Jurusan Kesehatan Lingkungan Jln. Kapten S. Kataren Kaban Jahe
Direktur Direktorat Politeknik Kesehatan Medan adalah Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES, Bendahara Politeknik Kesehatan Medan, seluruh Ketua Jurusan dan Prodi yang terlibat KKN sudah selayaknya mendapat hukuman yang sesuai dengan KUHP Pidana dan KUHP Perdata, atau hukuman secara administratif.
Latar belakang kami membentuk Tim dan melaporkan hal di atas :
1. Selama kepemimpinan Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan tidak ada mengalami kemajuan / perkembangan di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan.
2. Kami membentuk sebuah Tim yang diawali dari Dosen dan Staff Prodi Kebidanan Pematangsiantar dan kami sekarang mempunyai anggota Tim dari mulai Tingkat Direktorat Politeknik Kesehatan Medan, setiap Jurusan dan Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan.
3. Anggota Tim kami terdiri dari anggota yang beragama Kristen dan Islam.
4. Tim kami bertujuan untuk membongkar kasus KKN di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan dan melengserkan :
a. Saudari Dra. Roslina, AKP dari jabatannya sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar.
b. Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES dari jabatannya sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan.
5. Tim kami dengan sengaja membayar Staff Prodi Kebidanan Pematangsiantar untuk mengambil data/file dari Kantor Ka. Prodi Pematangsiantar.
6. Tim kami dengan unsur kesengajaan mengeluarkan data dari Prodi Kebidanan Pematangsiantar dengan tujuan :
Untuk menghancurkan kredibilitas kepemimpinan Saudari Dra. Roslina, AKP sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar.
Untuk menghancurkan kredibilitas kepemimpinan Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM M-KES sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan.
7. Ternyata keputusan Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM M-KES sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan dengan tidak mengijinkan Saudari Dra. Roslina, AKP sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar untuk mengikuti segala bentuk rapat di Politeknik Kesehatan Medan pada umumnya dan khususnya mengikuti rapat se-Politeknik Kesehatan Indonesia adalah bersifat sementara karena pada tanggal 4 Mei 2004 dimana Saudari Dra. Roslina, AKP sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar mengikuti rapat di Politeknik Kesehatan Medan, Jln. Dr. Mansyur No. 66 Medan.
8. Pada tanggal 5 – 6 Mei 2004 dimana Saudari Dra. Roslina, AKP sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar mengikuti rapat di Kantor Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara, Jln. Karya Ujung – Helvetia Medan.
9. Tim kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM M-KES sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan atas diijinkannya Saudara Jasiun Sinaga dan Saudari Yuslina Nainggolan untuk mengikuti rapat di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan dan se-Indonesia.
10. Tim kami dari awal telah menyusun Paket untuk memimpin Prodi Kebidanan Pematangsiantar diwaktu yang akan datang sebagai berikut :
Saudari Yuslina Nainggolan sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar dan Sekretaris Prodi Saudara Jasiun Sinaga.
Khusus untuk Prodi Kebidanan Pematangsiantar seluruh Staff dan Dosen tidak setuju dipimpin Saudari Dra. Roslina, AKP dengan alasan :
- Kami menginginkan agar pimpinan kami yang beragama Kristen.
- Saudari Dra. Roslina, AKP tidak dapat memperjuangkan dan memperhatikan Staff dan Dosen disaat penerimaan mahasiswa baru tahun 2003/2004. Seluruh Dosen di Prodi Kebidanan Pematangsiantar agar mempunyai calon mahasiswa sebanyak 5 (lima) orang tetapi Saudari Dra. Roslina, AKP tidak dapat memperjuangkan Staff dan Dosen kepada Direktur Politeknik Kesehatan Medan yakni Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES
Untuk meneruskan jalan atau untuk mensukseskan agar proses paket yang telah disusun Tim kami : Saudara Yuslina Nainggolan duduk sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar dan Saudara Jasiun Sinaga duduk sebagai Sekretaris Prodi Kebidanan Pematangsiantar. Kami melakukan terobosan dengan mengorbitkan setiap masalah di Jurusan, Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan ke permukaan umum antara lain :
1. Anggaran DIK Tahun 2000 – 2003
2. Anggaran DIK es Tahun 2000 – 2003
3. DPA Tahun 2003/2004
4. Bantuan-bantuan lain
5. Uang makan mahasiswa yang tinggal di asrama khususnya untuk mahasiswa Prodi Kebidanan Pematangsiantar.
6. Daftar Rekening Bank Saudari Dra. Roslina, AKP adalah :
a. BPDSU Cabang Pematangsiantar No Rek 220.02.04.004545.5
b. BNI 46 Cabang Pematangsiantar
c. Bank Mandiri Cabang Pematangsiantar dengan No. Rek. 107.000.314.03.34
d. Bank Tabungan Negara No. Rek. 03.01.50.040472.8 Cabang Jl.Pemuda Medan
7. Saudara Jamaluddin Saragi dari mulai membentuk rumah tangga dengan Suadari Dra. Roslina AKP,dimana saudara Jamaluddin Saragih tidak mempunyai pekerjaan (pengangguran), Saudara Jamaluddin Saragih telah meninggal dunia dan mereka dikaruniakan dua orang anak sebagai berikut :
a. Budi Iswandra Saragi, mempunyai No. Rek. Di Bank Mandiri Cabang Balai Kota Atas Medan.
b. Mei Rina Saragi, mempunyai No. Rek. di Bank Mandiri Cabang Pematangsiantar dengan No. Rek. 107.000.049.02.23
8. Membongkar masalah Alat-alat Praktek Kebidanan Prodi Kebidanan Pematangsiantar dan seluruh Jurusan di Politeknik Kesehatan Medan yang jatuh ke Yayasan Akademi Kebidanan Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar.
Setelah kedatangan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara untuk memeriksa Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar maka alat-alat tersebut telah datang ke Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar. Sekarang alat-alat Praktek Kebidanan di Yayasan Akademi Kebidanan Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar telah kosong (tidak ada). Pada awalnya Tim kami punya asumsi kalau Alat-alat Praktek Kebidanan Prodi Kebidanan Pematangsiantar, Jurusan di seluruh Politeknik Kesehatan Medan yang jatuh ke Yayasan Akademi Kebidana Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar adalah hasil jual-beli antara seluruh Ka. Prodi, Jurusan di jajaran Politeknik Kesehatan Medan dengan Direktur Politeknik Kesehatan Medan (Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES) dan bendahara Politeknik Kesehatan Medan (Saudara Abd. Choot Lubis, M-KES). Tim kami melakukan investigasi tentang jatuhnya Alat-alat Praktek Kebidanan tersebut kepada Yayasan Akademi Kebidanan Handerson Jln. Sambo No. 1 Pematangsiantar adalah unsur kesengajaan dan unsur kekuasaan dari Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES dan Saudara Abd. Choot Lubis, M-KES. Saudari Dra. Roslina, AKP selaku Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar beserta seluruh Ketua Jurusan dan Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan telah mengetahui akan hal ini tapi seluruh Ketua Jurusan, Ka. Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan tidak ada yang berani membantah dan memprotes Saudara Direktur Politeknik Kesehatan Medan (Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES) dan bendahara Politeknik Kesehatan Medan (Saudara Abd. Choot Lubis, M-KES). Tim kami akhirnya mengambil keputusan sesaat / sementara kalau sudah terjadi transaksi jual-beli Alat-alat Praktek Kebidanan antara semua Ketua Jurusan, Ka. Prodi dengan Direktur Politeknik Kesehatan Medan (Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES) dan bendahara Politeknik Kesehatan Medan (Saudara Abd. Choot Lubis, M-KES).
9. Setelah kedatangan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara ke Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar maka terbongkar juga masalah pembangunan garasi mobil. Di atas kertas di Direktorat Politeknik Kesehatan Medan telah terealisasi pembangunan garasi mobil tetapi di lapangan tidak ada. Dengan kedatangan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara maka terbangunlah garasi mobil tersebut.
10. Kami juga melacak kebenaran dari Saudara Johnson Tampubolon ke Pengadilan Negeri Pematangsiantar tentang masalah perceraiannya dengan isteri I (Pertama), kami mendapat keterangan dari pihak Pengadilan Negeri Pematangsiantar kalau Saudara Johnson Tampubolon telah resmi secara hukum bercerai dengan isteri I (Pertama)/Netti Salmah Megawati Br Rumahorbo. Dalam kasus sidang perceraian Saudara Johnson Tampubolon dengan isteri I (Pertama) dimenangkan oleh Saudara Johnson Tampubolon. Saudara Johnson Tampubolon saat ini telah

membentuk rumah tangga dengan Saudari Dra. Roslina, AKP.Pernikahan saudara Jhonson Tampubolon dengan saudari Dra.Roslina, AKP dapat di katakan cacat hokum karena: a.Pernikahan saudara Jhonson Tampubolon dengan Dra.Roslina, AKP pada tanggal 24 Maret 2003 menikah secara Wali Hakim di Desa Tanah Merah, Kecamatan Air putih Kabupaten Asahan, Serta pernikahan ini di saksikan oleh kepala Desa Tanah Merah dusun II . Yakni bapak Baharuddin Tanjung
b.Sementara perceraian saudara Jhonson Tampubolon dengan istrinya pertama (Netti Salmah Megawati Br Rumahorbo )di syahkan oleh Pengadilan Negeri Pematang Siantar Pada Tanggal 29 juli 2003 yang keputusan Pengadilan Negeri Pematang Siantar di tanda tangani oleh Panitera Pengadilan Negeri Pematang Siantar yakni H.Dharma Bakti Harahap,SH dengan NIP : 040018685.

11. Tim kami meminta kepada Kepala Bagian Kepegawaian di Direktorat Politeknik Kesehatan Medan dan Bagian Kepegawaian di Dinas Kesehatan Tingkat I Sumatera Utara agar dapat menindaklanjuti hal ini dan meminta kepada Saudara Johnson Tampubolon dan Saudari Dra. Roslina, AKP dan kita dapat melihat apakah Saudari Dra. Roslina, AKP dan Saudara Johnson Tampubolon bebas dari PP No. 30, KUHP Pidana maupun Perdata.
12.Tim kami mengorbitkan kasus KKN penerimaan mahasiswa baru tahun 2003/2004 di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan dan khususnya di Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar.
a. Dra. Roslina, AKP dengan No. Calonnya :
Jarlur Umum

1 146 11 067 21 174 31 172
2 228 12 052 22 225 32 09
3 015 13 180 23 129 33 041
4 021 14 065 24 042
5 101 15 204 25 127
6 010 16 056 26 130
7 152 17 207 27 139
8 072 18 158 28 131
9 194 19 022 29 114
10 045 20 057 30 09

Jalur Khusus :

1 070 11 030
2 074 12 054
3 09 13 055
4 068 14 022
5 077 15 069
6 076 16 039
7 075 17 071
8 078 18
9 073 19
10 072 20

b. Saudara Jasiun Sinaga beserta No. Calonnya
Jalur Umum :
1) 066 Firska Natalia Nababan
2) 167 Mutiara Siahaan
3) 059 Eli Elfrida Sinaga
Jalur Khusus :
1) 054 Novita Pasaribu

c. Saudara Yuslina Nainggolan dan No. Calonnya :
Jalur Umum :
1) 055 Lusi Lena Situmorang
2) 107 Irma Yanti
3) 089 Murni P

d. Saudara Janan Napitu beserta No. Calonnya :
Jalaur Umum :
1) 032 Nelli Adelina Simarmata
2) 138 Sondang Kurniawati Sinaga
3) 060 Rumiati Tindaon

11. Tim kami berusaha sedaya mampu mencari informasi dan kami mendapat informasi dari PT. Astra Internasional Tbk kalau mobil Isuzu Phanter dengan No. Polisi BK 74 RL adalah atas nama Saudari Dra. Roslina, AKP dan pembeliannya dilakukan dengan secara kredit selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperiksa melalui PT. Swadarma Bhakti Sedaya Finance (ACC) Jl. Kwitang Raya No 10 Jakarta Pusat dengan nomor langganan 500002276429, nomor perjanjian 02500509000226935 tanggal perjanjian 06 /11 / 2002.
14. b. Mobil Vitara atas nama Dra. Roslina AKP Alamat : Jl. Setia No. 6 Karangsari Kab. Simalungun. Dapat diperiksa pembayaran mobil Vitara tersebut melalui PT. Swadarma Bhakti Sedaya finance (ACC) Jl. Rs. Fatmawati No. 9 Jakarta Selatan. No. Langganan 500002276429, No. Perjanjian 01500509000446641. tanggal Perjanjian : Tgl.29 Maret 2004
14. c. 1 unit Rumah atas nama Dra. Roslina AKP Jl. Harmonika Pasar 2 blok CC 10 dan blok CC 11. Tj. Sari Medan, melalui Depelover PT. Insan Citra Griya Tj. Sari, Medan ( SUMUT)No. Telp (061) 77103361 – 8222915.


12. Saudari Dra. Roslina, AKP setelah menempati posisi sebagai Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar maka beliau mempunyai sebuah mobil Isuzu Panther keluaran terbaru dan kalau tidak salah maka No. Polisi kendaraan tersebut BK. 74 RL. Hal ini perlu diselidiki ke Dealer Isuzu, Vitara , dan 1 Unit Rumah tersebut dibeli secara kas atau kredit. Jika secara kas dari mana uangnya untuk membeli ?, jika secara kredit dari mana uangnya untuk membayar kredit ? kalau tidak melakukan KKN.

Secara logika / pikiran sehat sudah jelas Saudari Dra. Roslina, AKP melakukan tindak korupsi di Prodi Kebidanan Pematangsiantar, Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar, karena tidak masuk logika kalau Saudara Johnson Tampubolon bersedia mengeluarkan uang/dana untuk membayar kredit mobil Isuzu Phanter dengan No. Polisi BK 74 RL dan 1 Unit Mobil Vitara sementara mobil tersebut adalah atas nama Saudari Dra. Roslina, AKP dan 1 Unit Rumah Jl. Harmonika Pasar 2 blok CC 10 dan blok CC 11. Tj. Sari Medan, melalui Depelover PT. Insan Citra Griya Tj. Sari, Medan ( SUMUT)No. Telp (061) 77103361 – 8222915.

13. Anggaran DIK Tahun 2004 mengalami atau ada kejanggalan antara lain biaya perawatan kendaraan dinas, dimana di masa kepemimpinan Direktur lama (Saudara M. Idris Harahap) selaku Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar meninggalkan kendaraan dinas sebagai berikut :
a. 1 Unit Kendaraan Dinas roda 4 (empat) Toyota Kijang.
b. 1 Unit Kendaraan Dinas roda 4 (empat) L. 300
c. 1 Unit Kendaraan Dinas roda 6 (enam)
Tetapi dalam Anggaran DIK Tahun 2004 ada terdaftar biaya perawatan kendaraan dinas roda 2 (dua) dan kendaraan dinas roda 2 (dua) di Prodi Kebidanan Pematangsiantar sudah lama tidak ada.

14. Tim kami meminta agar kendaraan dinas roda 4 (empat) Toyota Kijang, milik inventaris Prodi Kebidanan Pematangsiantar agar segera dikembalikan karena setelah masa kepemimpinan Saudari Dra. Roslina, AKP kendaraan dinas roda 4 (empat) Toyota Kijang telah pindah ke Direktorat Politeknik Kesehatan Medan dan kami tau kalau pihak Direktorat Politeknik Kesehatan Medan membuat laporan yang tidak masuk akal, seperti mengisi blanko kerusakan barang inventaris Prodi Kebidanan Pematangsiantar sehingga di dalam laporan kendaraan dinas roda 4 (empat) Toyota Kijang tidak layak untuk dipakai, jika kendaraan dinas roda 4 (empat) Toyota Kijang tidak dikembalikan ke Prodi Kebidanan Pematangsiantar maka Tim kami akan membongkar dan mengorbitkan ke permukaan umum semua kasus yang diketemukan oleh Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara di setiap Jurusan dan Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan.

15. Tim kami meminta agar Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES selaku Direktur Politeknik Kesehatan Medan beserta Bendahara Politeknik Kesehatan Medan dan Ka. Prodi Kebidanan Pematangsiantar segera mempertanggung jawabkan DPA Tahun 2003.

16. Tim kami meminta agar membongkar kasus yang ditemukan oleh Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara di Jurusan Keperawatan, Jln. Bunga Nicole, Kecamatan Tuntungan-Medan tentang bantuan dari ADB (Asian Development Banking)

17. Tim kami meminta agar membongkar kasus yang ditemukan oleh Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara di Jurusan Gizi Jln. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam tentang pembangunan pagar keliling (gerbang) dan beserta pembelian 5 (lima) unit komputer dari Anggaran DIK Tahun 2003, dimana sebelum Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara datang memeriksa ke Jurusan Gizi Jln. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam dimana barang bukti berupa pagar atau gerbang yang lama dibawa oleh suruhan dari Saudara H. Paul Sirait, SKM,MM,M-KES sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Medan. Pembelian 5 (lima) unit komputer dari Anggaran DIK Tahun 2003 di atas kertas telah diberikan oleh pihak Direktorat Politeknik Kesehatan Medan kepada Ketua Jurusan Jurusan Gizi Jln. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam tetapi pada kenyataan hal ini tidak terjadi dan kami mengucapkan terima kasih kepada Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara karena dengan kedatangan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara komputer sebanyak 5 (lima) unit akhirnya diserahkan oleh pihak Direktorat Politeknik Kesehatan Medan kepada Ketua Jurusan Gizi Jln. Negara Simpang Tanjung Garbus Lubuk Pakam.

18. Tim kami melakukan peninjauan ke pangsa pasar komputer dan kami menemukan harga 1 (satu) unit komputer dengan jenis pentium 4 adalah berkisar Rp. 4juta sampai Rp. 5 juta di wilayah pemasaran Medan/Sumatera Utara.

19. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran BPKP Tingkat I Sumatera Utara sebagai Tim pemeriksa agar bertindak adil dan objektif di dalam melaporkan data-data hasil temuan mereka di jajaran Direktorat Politeknik Kesehatan Medan.

20. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran Litbang BPKP RI di Jakarta agar bertindak adil dan objektif dalam menindaklanjuti laporan data-data hasil temuan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara.

21. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran BPKP RI di Jakarta agar bertindak adil dan objektif dalam menindaklanjuti laporan data-data hasil temuan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara.

22. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan agar bertindak adil dan objektif dalam menindaklanjuti laporan data-data hasil temuan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara.

23. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung RI di Jakarta agar bertindak adil dan objektif dalam menindaklanjuti laporan data-data hasil temuan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara.

24. Tim kami meminta kepada seluruh jajaran Departemen Kehakiman Tingkat I Sumatera Utara di Medan agar bertindak adil dan objektif dalam menindaklanjuti laporan data-data hasil temuan Tim BPKP Tingkat I Sumatera Utara.

Tim kami menginginkan agar khusus untuk Prodi Kebidanan Pematangsiantar dipimpin yang beragama Kristen serta yang dapat memerhatikan dan memperjuangkan nasib Staff dan Dosen di Prodi Kebidanan Pematangsiantar, dan dapat mengembangkan Prodi Kebidanan Pematangsiantar serta Tim kami juga menginginkan agar Direktur Politeknik Kesehatan Medan, Pudir Politeknik Kesehatan Medan, Bendahara Politeknik Kesehatan Medan segera dirombak / diganti demi perkembangan dan kemajuan seluruh Jurusan Prodi di jajaran Politeknik Kesehatan Medan.
Adapun susunan yang dibuat Tim kami sebagai berikut :
Untuk Direktur Politeknik Kesehatan Medan adalah seorang pemimpin yang jujur dan bersih dari kalangan yang beragama Islam dengan catatan tidak Saudara H. Paul Sirait, SKM.MM.M-KES.
Untuk Pudir di Politeknik Kesehatan Medan sebagai berikut :
Pudir I, : seorang pemimpin yang bersih dan jujur dari kalangan yang beragama Kristen
Pudir II, : seorang pemimpin yang bersih dan jujur dari kalangan yang beragama Islam
Pudir III : seorang pemimpin yang bersih dan jujur dari kalangan yang beragama Kristen.
Untuk Bendahara di Politeknik Kesehatan Medan sebagai berikut :
Agar dicampur dari kalangan Kristen dan Islam.

Demikianlah surat pengaduan kami, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian.


Hormat kami
Tembusan Kepada YTH :
1. Manteri Kesehatan RI di Jakarta
2. Ketua MPR RI di Jakarta
3. Kepala Badan PPSDM Kesehatan RI di Jakarta
4. Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Ri di Jakarta
5. Ketua BPKP RI di Jakarta
6. Ketua Litbang BPKP RI di Jakarta
7. Ketua BPKP Tingkat I Sumatera Utara di Medan
8. Ketua Kejaksaan Agung RI di Jakarta
9. Keatua Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan
10. Ketua ICW di Jakarta
11. Harian SIB di Medan
12. Harian Waspada di Medan
13. Harian Analisa di Medan
14. Harian Kompas di Jakarta
15. Harian Media Indonesia di Jakarta
16. Majalah Tempo di Jakarta
17. Majalah Forum di Jakarta
18. Majalah Gatra di Jakarta
19. Seluruh Insan Pers, Media Cetak dan Elektronik di seluruh Indonesia
20. Seluruh Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia
21. Seluruh Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia
22. Seluruh Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2004
23. Seluruh Kepala SMU Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia
24. Seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat di seluruh Indonesia
25. Jurusan Keperawatan Depkes di Medan
26. Jurusan Gizi Depkes di Lubuk Pakam
27. Jurusan Farmasi Depkes di Medan
28. Jurusan Gigi Depkes di Medan
29. Jurusan Analis Kesehatan Depkes di Medan
30. Jurusan Kesehatan Lingkungan di Kaban Jahe
31. Prodi Kebidanan Padang Sidempuan di Padang Sidempuan
32. Arsip



Nomor : 001 Kepada Yth :
Hal : Pengaduan Bapak Presiden RI
Di –
T e m p a t


Sehubungan dengan pengaduan kami No. 001 pada Tahun Ajaran 2003/2004 tidak ditanggapi dengan serius oleh Tim Pemeriksa dari BPKP Tk I Sumatera Utara membuat kami sangat kecewa pada hal data sudah jelas kami lampirkan dan disini dapat diambil kesimpulan kalau terjadi unsur KKN untuk menutup semua kasus.
Pada Tahun Ajaran 2004/2005 di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan telah terjadi kasus KKN didalam penerimaan mahasiswa di setiap jajaran Politeknik Kesehatan Medan dan kami minta tolong kepada seluruh instansi terkait agar benar-benar murni memeriksa dan bertindak didalam membongkar/ memberantas KKN didalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh jajaran politeknik Kesehatan Medan. Secara khusus kami menuliskan oknum-oknum yang terlibat didalam penerimaan mahasiswa di jajaran Politeknik Kesehatan Medan, khususnya di Prodi Akademi Kebidanan Depkes RI di, Jl. Pane no. 36 Pematangsiantar adalah sebagai berikut :
1. Bapak Janan Napitu:
Jalur umum dengan nomor :
(a) 196
(b) 006
(c) 151
2. Bapak Jasiun Sinaga :
Jalur umum dengan nomor :
(a) 048
(b) 124
(c) 178
3. Bapak H. B. Tambunan :
Jalur umum dengan nomor :
(a) 189
4. Ibu Nurkiah Nainggolan :
Jalur umum dengan nomor :
(a) 192
5. Hendrik Lumbantobing :
Jalur umum dengan nomor :
(a) 041
6. Eva
Jalur umum dengan nomor :
(a) 209
(b) 051
7. Syafrina
Jalur umum dengan nomor :
(a) 154
8. Kandace Sianipar
Jalur umum dengan nomor :
(a) 109
9. Yuslina Nainggolan
Jalur umum dengan nomor :
(a) 148
(b) 172
(c) 194

Selebihnya adalah calon dari Ka. Prodi Akademi Kebidanan Depkes RI Jl. Pane No. 36 Pematangsiantar.
Kami juga meminta agar anggaran-anggaran yang tercantum di bawah ini diperiksa :
1. Anggaran DIK Tahun 2004/2005
2. Anggaran DIK es Tahun 2004/2005
3. DPA Tahun 2004/2005
4. Bantuan-bantuan lain

Demikianlah Surat Pengaduan ini kami perbuat kiranya seluruh instansi terkait dapat dengan jujur di dalam memeriksa kasus KKN di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan, janganlah seperti yang pernah terjadi di saat Tim BPKP Tk. I Sumatera Utara tidak bersih / tidak jujur didalam memeriksa kasus KKN penerimaan mahasiswa pada Tahun Ajaran 2003/2004 di seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Medan.


Hormat kami

Tembusan Kepada YTH :
1. Manteri Kesehatan RI di Jakarta
2. Ketua MPR RI di Jakarta
3. Kepala Badan PPSDM Kesehatan RI di Jakarta
4. Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Ri di Jakarta
5. Ketua BPKP RI di Jakarta
6. Ketua Litbang BPKP RI di Jakarta
7. Ketua BPKP Tingkat I Sumatera Utara di Medan
8. Ketua Kejaksaan Agung RI di Jakarta
9. Keatua Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan
10. Ketua ICW di Jakarta
11. Harian SIB di Medan
12. Harian Waspada di Medan
13. Harian Analisa di Medan
14. Harian Kompas di Jakarta
15. Harian Media Indonesia di Jakarta
16. Majalah Tempo di Jakarta
17. Majalah Forum di Jakarta
18. Majalah Gatra di Jakarta
19. Seluruh Insan Pers, Media Cetak dan Elektronik di seluruh Indonesia
20. Seluruh Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia
21. Seluruh Politeknik Kesehatan di seluruh Indonesia
22. Seluruh Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2004
23. Seluruh Kepala SMU Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia
24. Seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat di seluruh Indonesia
25. Jurusan Keperawatan Depkes di Medan
26. Jurusan Gizi Depkes di Lubuk Pakam
27. Jurusan Farmasi Depkes di Medan
28. Jurusan Gigi Depkes di Medan
29. Jurusan Analis Kesehatan Depkes di Medan
30. Jurusan Kesehatan Lingkungan di Kaban Jahe
31. Prodi Kebidanan Padang Sidempuan di Padang Sidempuan
32. Arsip


Kepada Yth :
Menteri Kesehatan RI
Di –
T e m p a t


Dengan hormat,

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : NETTY SALMA MEGAWATI BR. RUMAHORBO
Alamat : Jln. Asahan No. 18 Pematangsiantar
Telep. : 0622 – 52014
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Kristen

Melalui surat ini saya meminta tolong kepada Kepala Dinas Kesehatan Republik Indonesia untuk menindaklanjuti pengaduan saya ini.
Saya adalah isteri dari Jhonson Tampubolon yang secara hukum dan adat Batak. Saya merasa keberatan atas pernikahan suami saya yakni Jhonson Tampubolon dengan Roslina. Rumah tangga saya telah dihancurkan oleh Roslina. Saya meminta agar Surat Keterangan Pernikahan Jhonson Tampubolon dengan Roslina ditinjau kembali. Surat Keterangan Pernikahan Jhonson Tampubolon dengan Roslina, beserta Surat Perceraian saya dengan Jhonson Tampubolon dari Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Tanggal 29 Juli 2003 diPengadilan Negeri Pematang Siantar di dalam pengaduan ini saya lampirkan, karena sebelum saya dengan Jhonson Tampubolon bercerai secara hukum dan adat maka Jhonson Tampubolon dengan Roslina telah terlebih dahulu menikah. Roslina adalah Direktris Akademi Kebidanan Depkes RI Jln. Pane No. 36 Pematangsiantar.

Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.


Hormat saya

NETTY SALMA MEGAWATI BR. RUMAHORBO

Tembusan Kepada Yth :
1. Menteri Kesehatan RI di Jakarta.
2. Kepala Dinas Kesehatan Tk. I Sumatera Utara di Medan.
3. Gubernur Sumatera Utara di Medan.
4. Ketua DPRD Tk. I Sumatera Utara di Medan.
5. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar di Pematangsiantar.
6. Ketua DPRD Tk. II Pematangsiantar di Pematangsiantar.
7. Walikota Pematangsiantar di Pematangsiantar.


nasha said:

semoga kabinet yagh baru ini bisa membuat indonesia semakin berkembang.
jangan lupa masalah rakyat diselesaikan.
banyak daerah-daerah yang kurang diperhatikan,,

Renny Darman said:

gila semua harga pada naik semua, apalagi dengan harga BBM pada naik anggaran presiden dan wakilnya yang naik lebih dari 50 persen dari semula terus anggota Dewan Wakil Rakyat naik juga. itu sama saja bersenang-senang di atas penderitaan rakyat kecil. apalagi denger-denger presiden mau beli pesawat pribadi yang kayanya tidak pantas aja............ seharusnya pemerintah memperhatikan rahyat miskin yang membutuhkan pertolongan, apalagi segala sessuatu yang berhubungan dengan rakyat kecil selalu tidak benar misalnya beras untuk rakyat miskin di korupsi terus kompensasi BBM untuk rakyat miskin juga tidak benar ada yang dapat ada juga yang tidak. sepertinya rakyat kecil selalu di permainkan perasaannya oleh pemerintah dengan begiti maka terjadilah unjuk rasa para rakyat kecil yang merasa tertindas oleh pemerintah. katanya waktu SBY-JK mau jadi presiden janji akan memberantas korupsi dan memperbaiki keadaan rakyat kecil menjadi lebih sejahtera lagi hidupnya,,,, TAPI MANA BUKTINYA??????????????????

tyara said:

saya mohon kepada bpk presiden n wapres agar lebih memikirkan dan memperhatikan nasib orang2 "KECIL" seperti para kuli,nelayan n para PNS,terutama guru2 SD yg ada dipedesaan yang terpencil,jangan hanya gaji para ANGGOTA DPR & MPR aza dhooooonx yang gede n fasilitas terjamin!!!!kan janji bapak sendiri akan menaikkan taraf hidup masyarakatdari semua kalangan,tapi kok kenapa busung lapar kok dimana2 palagi setelah BBM "nerekel naek"...CAYYO BAPAK2 YANG DIATAS JANGAN PENGEN GAJINYA ADZA KERJANYA MANNA????!!!SEMANGATTT GAMBATE KUDASAI.....ARIGATO GOZAIMATS!!!!!

About this Entry

This page contains a single entry by published on October 21, 2004 9:24 AM.

Susunan Kabinet "Indonesia Bersatu" SBY-JK Masa Bhakti 2004-2009 was the previous entry in this blog.

Kabinet Orkestra is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01