Recently in Info Pemilu Category

Kita punya Presiden Baru

| | Comments (13)
Susilo Bambang Yudoyono, Presiden Indonesia ke enam
Kemarin tanggal 4 Oktober, sehari lebih cepat dari jadwal seharusnya, KPU telah menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI ke enam untuk masa jabat 2004-2009, yang dituangkan dalam Keputusan KPU No. 98/SK/2004 tentang Penetapan dan Pengumuman Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Putaran II 2004.

Di dalam SK KPU ini dinyatakan bahwa pasangan calon yang memperoleh suara terbesar, yakni SBY – Jusuf Kalla, ditetapkan sebagai calon presiden terpilih 2004.

Hasil rekapitulasi yang dilakukan sejak hari Sabtu (2 Oktober) malam hingga Senin (4 Oktober) siang itu sebagai berikut:

  • Jumlah suara sah seluruhnya ada 114.257.054
  • Suara tidak sah 2.405.651
  • Total pemilih 116.662.705
  • Suara untuk SBY - JK: 69.266.350 (60,62%)
  • Suara untuk Mega – Hasyim: 44.990.704 (39,38%)
  • Selisih suara untuk SBY - JK: 24.275.646 suara
  • Mereka yang memilih pada Putaran I tapi tidak pada Putaran II: 33.981.479 orang

Dengan penetapan ini, maka tinggal 1 tahapan kegiatan lagi yang tersisa, yaitu PELANTIKAN presiden dan wakil presiden terpilih yang menurut jadwal akan dilakukan pada tanggal 20 OKTOBER mendatang.

Buat kamu yang butuh file lengkap penghitungan rekap hasil pemilu putaran 2 bisa kamu dapatkan disini (exel file): 1, 2

SEDIKIT CATATAN:

Rangkaian PEMILU pada tahun ini rasanya pantas menempelkan nama pada tahun 2004 sebagai Tahun Pemilu. Tidak kurang dari tiga kali kita memberikan suara, pemilu legislatif, pemilu presiden putaran 1 dan terahir September kemarin, Pemilu Presiden Putaran 2.

Hebatnya, kalo boleh berbangga diri sedikit, semua pemilu berhasil dijalankan dengan aman, bebas, tanpa intimidasi, tanpa kerusuhan, tanpa orang bunuh-bunuhan, tanpa korban jiwa yang berarti.

Bolehlah kita bilang bahwa kita sebagai bangsa, sudah lebih dewasa sekarang, walau sedikit? :)

Sepanjang tahun ini, kita dan jutaan teman-teman kita banyak belajar dari pelaksanaan pemilu ini. Bagaimana membuat kampanye yang efektif, bagaimana melakukan pilihan, bagaimana rasanya kalah, bagaimana rasanya menang, buat saya pribadi, sebesar apapun biaya yang dikeluarkan semasa pemilu kemarin, semuanya, SEMUANYA, tidak terbuang percuma.

Disini, walau turut senang, pak SBY terpilih sebagai presiden, tapi ucapan selamat yang ingin saya sampaikan dan terima kasih rasanya lebih banyak ingin saya sampaikan pada semua pihak yang memungkinkan rangkaian pemilu ini bisa terlaksana.

Bapak-bapak di KPU, bapak-bapak di TPS, bapak-bapak yang memungkinkan kita melihat hasil pemilu dengan cepat di TNP, dan tidak lupa yang paling penting, tentunya untuk jutaan kita, yang masih bangga mengaku sebagai Bangsa Indonesia yang membuktikan diri pada dunia bahwa, lihat kami, orang Indonesia, negara dengan jumlah penduduk ke-empat terbanyak di dunia, negara dengan jumlah mayoritas muslim terbesar di dunia, negara dengan sekian banyak perbedaan diantara kami, kami masih mampu memilih pemimpin kami tanpa pertumpahan darah, tanpa harus rusuh, dengan cara yang beradab, jujur, bebas dan bersih.

Selamat untuk pemenang sebenarnya dari pemilu ini, selamat untuk kita semua yang mengaku dengan bangga, bangsa Indonesia.

oh iya lupa, terakhir, selamat hari ABRI! :)

Hasil Pemilu Presiden 2004 Putaran II

| | Comments (5)
Website TNP KPU
Pada putaran FINAL yang terjadi hari ini (Pemilu Capres I = Semi Final dan Pemilu Legislatif = Kualifikasi), seperti juga pada pemilu terdahulu, hasil cepat dari suara yang masuk bisa dilihat pada website TABULASI NASIONAL PEMILU di alamat:

http://tnp.kpu.go.id/

Ingat, TNP ini adalah sekedar semacam papan tulis elektronik nasional yang dibuat agar seluruh masyarakat bisa mengikuti proses penghitungan.

Jadi sekali lagi angka-angka di TNP bukanlah angka mati yang tidak bisa dirubah, jika ada kesalahan atau koreksi dari TPS, maka jumlah suara bisa berubah.

Sedang hasil akhir yang berkekuatan hukum, nantinya tetap akan dilakukan penghitungan manual. (mohon dikoreksi bila informasi ini salah)

Yang baru dari website TNP ini adalah tersedianya fitur baru:

Web GIS

Dimana data-data suara yang masuk dapat dilihat tampilan visualnya.

Jadwal Waktu Pemilu Presiden Putaran II

|

Jadwal Waktu Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran II tertuang dalam Keputusan KPU No. 45/2004

Lengkapnya keputusan tersebut dapat dilihat disini:

Keputusan KPU No. 45/2004

Sedang jadwal lengkapnya tertuang dalam Lampuran Keputusan no 45 tersebut disini: Lampiran Keputusan KPU No. 45/2004 (.doc file)

Tanggal-tanggal penting:

  • Pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS/TPSLN: 20 Sept 2004
  • Rekapitulasi jumlah suara di tingkat Nasional: 2 - 4 Oct 2004
  • Penetapan dan pengumuman hasil Pemilu Tahap II: 5 Oct 2004 (hari ABRI!)
  • Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden: 10 Oct 2004

Berdasarkan kesepakatan dengan dua tim sukses capres maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan format dan jadwal dialog calon presiden sebagai berikut:

TANGGAL: 14 - 16 September 2004
PUKUL: 20.00 - 22.00 WIB
TEMPAT: Hotel Hilton, Jakarta

FORMAT

  • Dialog dibagi 2 sesi dengan waktu 45 - 50 menit.
  • Calon pasangan tidak dipertemukan.
  • Setiap pasangan calon akan menghadapi 4 panelis yang berbeda setiap harinya (sesuai dengan tema)
  • Tema yang dibahas: agama, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, kesejateraan sosial, politik, hukum, pemerintahan dan otonomi daerah

JADWAL

14 September 2004
* Sesi I Mega-Hasyim
* Sesi II SBY- Jusuf Kalla

15 September 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim

16 septembet 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim

NAMA-NAMA PANELIS (berdasarkan usulan dan persetujuan kedua tim kampanye dan KPU):

Untuk pasangan Mega-Hasyim:
1. Prof. Azyumardi Azra
2. Ki Supriyoko
3. Ratna Sarumpaet
4. Seto Mulyadi
5. Faisal Basri
6. Dibyo Prabowo
7. Marie Pangestu
8. Mayling Oey
9. Prof. Maswadi Rauf
10. Ikrar Nusa Bakti
11. Harkristuti Harkrisnowo
12. Daniel Sparingga

Untuk Pasangan SBY-Jusuf Kalla:
1. Dr. Dewi Fortuna Anwar
2. Prof. Dr Romli Atmasasmita
3. Fachri Ali, MA
4. DR. Bambang Sumantri Brojonegoro
5. Lin Che Wei, MA
6. DR Nina Sapti
7. Taslim Arifin
8. Mangara Tambunan
9. Prof. DR. Syafii Maarif
10. Taufik Ismail
11. Pdt. DR. Nathan Setiabudi
12. Prof. Dr. Sparinah Sadli.

Moderator

  • Natalia Subagyo (TVRI)
  • Aviliani (INDEF)
  • Debra Yatim (Koalisi Media).

Mahkamah-Konstitusi.gifDiberitakan oleh detik.com bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak semua gugatan dari Tim Wiranto - Sholah berkenaan dengan hasil Pemilu Presiden Pertama.

Hasil keputusan ini diterima dengan baik oleh kubu Wiranto seperti dinyatakan oleh Salahuddin Wahid, cawapres Wiranto yang mengikuti sidang MK sejak dibuka pukul 14.00 WIB, Senin (9/8/2004) di Gedung MK, Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus.

"Saya menerima dan menghormati putusan dari MK, tapi semangat kami datang ke sini bukan soal kalah menang, melainkan pembelajaran demokrasi bagi seluruh rakyat tentang pelaksanaan pilpres yang merupakan sejarah baru bagi bangsa ini"

Ah, sikap dan pembelajaran yang baik sekali yang bisa kita semua sama-sama ambil sarinya.

Mahkamah Konstitusi sendiri menghargai upaya kubu Wiranto seperti diutarakan oleh Ketua MK Jimly Ash-Shiddiqie kepada wartawan seusai membacakan putusan gugatan yang diajukan Tim Wiranto-Wahid di gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2004).

“Mudah-mudahan sidang sengketa hasil pilpres menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik peserta maupun penyelnggara pemilu. Ini merupakan langkah awal menyelesaikan sengketa politik lewat jalur hukum dan tidak menumpahkannya ke jalanan dalam bentuk yang tidak dapat dipertanggungjawabkan”

Ngomong-ngomong tahukah Anda bahwa Mahkamah Konstitusi memiliki website?

Saya baru tahu. :) Sitenya bisa diakses disini:

www.mahkamahkonstitusi.go.id

Sayang hingga saat posting ini ditulis hasil keputusan diatas belum termasuk dalam website tersebut, tapi dijanjikan bahwa jalannya persidangan aduan tim Wiranto akan tersaji pada folder "Risalah Sidang"

angelina_sondakh.jpgKPU telah menetapkan anggota DPR-RI dan anggota DPD hasil pemilu legislatif kemarin untuk periode 2004-2009. Berita lengkap penetapan ini bisa dibaca di website resmi KPU pada berita KPU Menetapkan 550 Nama Anggota DPR RI dan 128 Nama Anggota DPD Terpilih Periode 2004 - 2009

Website resmi DPR sendiri di www.dpr.go.id belum mencantumkan atau memberi informasi tentang anggota baru diatas (btw, itu ya website DPR toouuullong! Ada yg bisa desain-in? biar ga malu hehe).

Nama-nama anggota DPR-RI baru bisa didapat disini dalam 4 file doc (entah kenapa harus doc dan harus ada 4 file?): 1, 2, 3, 4

Dalam file tersebut tercantum informasi cukup rinci tentang anggota DPR-RI baru berdasarkan daerah pemilihan, partai politik mana serta nama calonnya.

Sedang untuk nama-nama anggota DPD, 4 orang setiap provinsi (total 32×4 = 128 anggota) bisa dilihat disini: NAMA CALON TERPILIH ANGGOTA DPD PROVINSI

Komposisi kursi di DPR-RI (Total 550 kursi) sendiri seperti berikut:

  • Partai Golkar 127 kursi
  • PDI-P 109 kursi
  • PPP 58 kursi
  • PD 56 kursi
  • PAN 53 kursi
  • PKB 52 kursi
  • PKS 45 kursi
  • PBR 14 kursi
  • PDS 13 kursi
  • PBB 11 kursi
  • PDK 4 kursi
  • Partai Pelopor 3 kursi
  • PKPB 2 kursi
  • PNI Marhaenis 1 kursi
  • PKPI 1 kursi
  • PPDI 1 kursi

Tak mendapat kursi: PBSB, Partai PIB, Partai Merdeka, PPNUI, Partai Patriot Pancasila, PSI, PPD

Dari berbagai sumber dinyatakan bahwa anggota DPR-RI periode kali ini DIDOMINASI oleh WAJAH BARU. Kompas mengatakan 72% adalah mereka yang baru pertama kali menjadi anggota DPR-RI, sedang Jakarta Post mengatakan 60% dimana muka-muka baru ini paling banyak disuplai oleh Partai Demokrat (56) dan Partai Keadilan Sejahtera (45).

Diantara wajah baru ini adalah: Dede Yusuf, Qomar (pelawak) dan mantan ratu kecantikan Angelina Sondakh.

Sumber berita dari Detik.com

Sebelum kita bahas pengeluaran kampanye masing-masing capres, mari kita bahas bagaimana Detik.com dengan asik melaporkan berita ini dengan kadar bias yang tinggi.

Headline yang digunakan adalah: Dana Kampanye SBY Tak Jelas Rp 10 Juta, Mega Rp 5 Juta

Pemakaian Tak Jelas disitu okelah, karena yang dimaksud adalah dana yang tidak bisa dikonfirmasi asalnya darimana, maka "tidak jelas" walaupun tendensius tapi kurang lebih benar artinya.

Yang lebih parah adalah headline hanya menyebutkan jumlah dana tak jelas dari SBY dan Mega, padahal, di beritanya sendiri tertulis bahwa dana TAK JELAS Amien Siswono mencapai Rp 53.950.000, 5 kali lipat dari dana TAK JELAS SBY.

hehe...

Kembali ke Dana Kampanye Pilpres, Ketua Pokja Dana Kampanye Pilpres Mulyana W Kusumah di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (27/7/2004) mengumumkan hasil audit dana kampanye pemilu presiden putaran pertama. Kelima tim kampanye capres-cawapres dinilai belum memenuhi ketentuan SK 656 tahun 2003 tentang dana kampanye.

Total jendral pengeluaran para capres untuk kampanye adalah Rp 291,274,705,996 (Rp 291 M)

Yang mengeluarkan dana paling banyak adalah pasangan Wiranto - Sholah yaitu: Rp 86.232.057.005 (Rp 86 M)

Dibawah ini adalah daftar penerimaan dan pengeluaran dari masing-masing capres bersama dana tidak terkonfirmasi (atau dalam bahasa Detik.com: TAK JELAS) yang pengertiaannya adalah: identitas penyumbang ada namun ketika dikonfirmasi tidak bisa

Wiranto-Wahid
Penerimaan Rp 87.711.019.405
Pengeluaran Rp 86.232.057.005

Megawati-Hasyim
Penerimaan Rp 104.844.370.000
Pengeluaran Rp 85.940.551.528
Tidak terkonfirmasi Rp 5.320.000

SBY-Kalla
Penerimaan Rp 71.712.588.310
Pengeluaran Rp 71.225.675.216
Tidak terkonfirmasi Rp 10.261.000

Amien-Siswono
Penerimaan Rp 31.500.424.159
Pengeluaran Rp 31.628.044.127
Tidak terkonfirmasi Rp 53.950.000

Hamzah-Agum
Penerimaan Rp 16.248.561.463
Pengeluaran Rp 16.248.378.120

INDONESIA-ELECTIONS.jpgPenghitungan secara manual hasil Pemilihan Presiden Putaran I telah selesai dan ternyata berjalan cukup ALOT. Sumber dari berita KPU.

Penghitungan yang semula diperkirakan bisa diselesaikan dalam 2 hari ternyata baru bisa diselesaikan dalam waktu lebih dari 3 hari.

  • Hari 1 (Sabtu 24 Juli) 10.00 - 22.00
  • Hari 2 (Minggu 25 Juli) pembahasan berlangsung dari pukul 20.00 - 1.40 (pagi)
  • Hari 3 (Senin 26 Juli) dimulai pukul 10.00-13.00, pukul 15.20 - 18.00, lalu dilanjutkan dari pukul 19.00 - 20.25

Sehinggga akhirnya penetapan dan pengumuman hasil penghitungan manual baru bisa diselesaikan pada malam hari, hari Senin kemarin.

Secara umum jalannya penghitungan suara tingkat nasional ini berlangsung serius dan di sana-sini diwarnai perdebatan atau pembahasan yang alot. Penghitungan suara masing-masing provinsi dibacakan oleh perwakilan KPU provinsi masing-masing.

Saksi Amien Rais – Siswono Yudo Husodo tergolong yang paling sering menyatakan keberatan dengan menunjukkan data hasil rekap yang mereka kumpulkan dari sejumlah provinsi. Mereka juga menyerahkan pada KPU data pembanding dan hasil penghitungan saksi mereka.

Saksi Wiranto-Salahuddin Wahid menyerahkan pernyataan tertulis mereka yang mengajukan judicial review terhadap Surat Edaran KPU No. 1151/15/VII/2004 tentang pengesahan coblos tembus. Mereka juga mengkritik adanya kejanggalan dalam penghitungan dan pelaksanaan Pemilu.

Saksi Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi sempat diajukan ketika membahas hasil penghitungan dari Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga provinsi itu ditunda pembacaan rekapnya.

Wakil Ketua KPU Prof. Ramlan Surbakti:

... ini merupakan proses pembelajaran politik yang luar biasa, karena semua hasilnyua bisa dilihat secara transparan oleh masyarakat luas sampai sedetail-detailnya. Dari 9 kali Pemilu baru dalam pemilu kali inilah publik mempunyai kesempatan untuk melihat proses dan hasil Pemilu secara terbuka sampai ke tingkat yang rinci...

Perbandingan hasil Pemilu Putaran I antara penghitungan Quick Count dari LP3ES, hasil perhitungan TNP dan perhitungan manual dari masing-masing capres.

NoCapresManualTIQuick Count
1SBY-JK33.574%33.572%33.2%
2Mega-Hasyim26.605%26.266%26.0%
3Wiranto-Sholah22.154%22.193%23.3%
4Amien-Siswono14.658%14.914%14.4%
5Hamzah-Agum3.009%3.056%3.1%

Tidak terlalu jauh ya ternyata bedanya. Apa sebaiknya putaran II ditiadakan, langsung Quick Count saja? Hehe :)

Anyway, penyebab perbedaan suara antara perhitungan manual dan TI adalah dibawah ini:

  • Belum semua TPS masuk ke TNP. Jumlah TPS yang masuk 511,162 baru 90.43% dari TPS yang ada. Sisa 54,100 TPS belum masuk.
  • Sejumlah TPS masih menunggu konfirmasi validasi PIN (9,393 TPS)
  • Jumlah kecamatan yang TIDAK memiliki sarana entry data 950 kecamatan (Total kecamatan 5,117)

About this Archive

This page is a archive of recent entries in the Info Pemilu category.

Humor is the previous category.

Lain-lain is the next category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01