Iklan Jualan
Seperti tulisan sebelumnya di blog ini, sekarang memang saatnya para peserta pemilu beriklan. Sungguh marak iklan-iklan bergentayangan di mana-mana, baik di media elektronik maupun cetak.
Di berbagai pojok jalan ditempelkan poster dan brosur dengan wajah orang yang minta dicoblos. Partai-partai pun membuat berbagai jargon untuk mengingatkan para calon pemilih. Ada juga yang bagi-bagi sembako.
Namun sangat disayangkan, kampanye ini jadinya tidak beda dengan iklan produk eceran. Mereka hanya mengiklankan "bungkus", bukan isinya.
Para calon legislatif hanya menampilkan foto, nama dan nomor urutnya di tiap poster. Tetapi masyarakat tidak diberikan akses untuk mengenal lebih jauh lagi calon wakilnya ini, bagaimana riwayat hidupnya, atau visi dan misinya. Bahkan ada foto caleg yang tidak mencantumkan dari partai mana.
...,
Pemilu akhirnya tidak lagi menjadi pesta milik rakyat. Rakyat memang ikut berpesta, tetapi masih tetap hanya sebagai penggembira.

Mungkin partai yg ngiklanin ISI ga laku kali ya?
Yg ngiklanin BUNGKUS lebih laku hehe..
Ah tetap saja saya gak milih BUNG-KUS, saya lebih percaya sama BUNG-ENDA, hihihi...
iya kak.. setuju.. suruhlah para caleg itu mengiklankan visi dan misinya masing - masing.. ini pemilu pertama vanya dan belom" vanya udah bingung mau nyoblos yg mana. Lah orang ga ada yg vanya kenal... masa iya vanya musti nyoblos sambil merem...
Yeap! Jargon Pesta Demokrasi udah gak laku lagi. Yang ada malah ketakutan. Baik dari rakyat maupun pengusaha
Cianjur dsk. jadi kawasannya si Ginanjar Kartasasmita. rrrrgh.. Manusia basi itu ikutan lagi. huh :(