Hasil Pemilu Presiden 2004 Putaran II

Ingat, TNP ini adalah sekedar semacam papan tulis elektronik nasional yang dibuat agar seluruh masyarakat bisa mengikuti proses penghitungan.
Jadi sekali lagi angka-angka di TNP bukanlah angka mati yang tidak bisa dirubah, jika ada kesalahan atau koreksi dari TPS, maka jumlah suara bisa berubah.
Sedang hasil akhir yang berkekuatan hukum, nantinya tetap akan dilakukan penghitungan manual. (mohon dikoreksi bila informasi ini salah)
Yang baru dari website TNP ini adalah tersedianya fitur baru:
Dimana data-data suara yang masuk dapat dilihat tampilan visualnya.

kayaknya pemilu kemarin berjalan aman dan memang saya mengharapkan demokian .... dan semoga yang menjadi President kita tetep inget sama janji-janjinya
saya bangga dengan kedewasaan rakyat indonesia dalam menyikapi proses pelaksanaan pemilu sehingga berjalan aman dan lancar di indonesia siapapun presidennya inilah pilihan rakyat dan tidak bisa diganggu gugat oleh orang-orang yang haus akan kedudukan,kekuasaan dan kepentingan kelompoknya. siapapun yang berusaha kearah itu berarti berhadapan dengan rakyat indonesia, hidup demokrasi.....hidup bangsa indonesia.....
Pemilu presiden tahap kedua berjalan dengan lancar dan aman.Tetapi justru kerusuhan yang akan direncanakan oleh pihak yang KALAH, sedang dilancarkan dengan mengumpulkan sisa - sisa TENAGA yang hampir terkuras habis.Semoga segala rencana BUSUK anda mendapat jalan BUNTU dan anda diTUNJUKKAN ke jalan yang benar oleh ALLAH SWT. Karena kami anggap ALLAH SWT lah yang sanggup menghentikan segala aksi BUSUK anda menghancurkan Indonesia tercinta.Semoga anda cepat - cepat sadar akan perbuatan anda.Wahai kaum JAHILLIYAH bertaubatlah anda. Waktu anda tinggal sebentar lagi.
Terima kasih
SBY Dipilih langsung oleh rakyat, artinya rakyat percaya penuh dengan pak SBY, harapan perubahan sepenuhnya di berikan kepada pak SBY. Jika dalam waktu 100 hari tak ada perubahan akan dikawatirkan harapan yang seharusnya ada tersebut akan menjadi boomerang bagi pak SBY.
Wido, yang percaya penuh itu yang memilih(100% yang milih sejak tahap pertama, 50% yang terpaksa memilih di tahap kedua) yang golput ditahap kedua seperti saya cuma berharap dan berdo'a agar dia benar2 bisa dipercaya, bukankah kalau ada bukti baru kita percaya bahwa dia memang orang yang pantas kita beri amanah sampai rela "minta2" amanah di Teve. ya kan?
kemenangan yang didapat itu bukan kemenangan yang sesungguhnya, dia menang karena pintar memanfaatkan kesempatan. biasa lah sebagian besar masyarakat Indonesia kan masih idol-freaks. Nggak rasional, tapi ya entah.
Meskipun nggak seratus persen, tapi menurut intelektualis waras seharusnya nggak milih SBY, ya nggak? mau tahu kenapa? silakan baca2 tentang SBY dan renungkan.