Hamzah Haz Dukung Megawati

| | Comments (6)

hamzah-haz.jpgBerita dari Detik.com

Satu-satunya capres yang sampai sekarang berani memastikan posisinya di pemilihan presiden putaran ke satu kemarin, sekarang telah menjadi capres pertama yang memberikan dukungannya pada capres lain untuk Pemilu Putaran ke 2

Ketua Umum PPP Hamzah Haz telah menyatakan komitmennya mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai capres dalam pemilihan presiden di putaran kedua yang akan dikuatkan dalam rapat khusus PPP Rabu (14/7/2004) besok hari.

Seperti diungkapkan oleh Wakil Sekjen PDIP Pramono Anung usai menghadiri pertemuan antara Hamzah Haz dengan Megawati di kediaman Megawati, Jalan Tengku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini Selasa (13/7/2004):

"Tadi Pak Hamzah Haz telah bertemu dengan Ibu Mega dan saya mendampingi. Dalam pertemuan itu, Pak Hamzah Haz mempunyai komitmen untuk memberikan dukungan kepada Ibu Mega. Pak Hamzah menyatakan keinginannya agar Mega menang dalam pilpres mendatang. Untuk itu, beliau sedapat mungkin akan membantu.Nah bantuannya gimana akan dibicarakan kemudian..

Lengkapnya disini

6 Comments

chrysalic said:

OOT:
pak, itu second leg nya bukan tgl 5 September tapi 20 September, mohon direvisi... oiya, jadwal tentative pengumuman presiden baru sekitar 10 Oktober, ini khabar yang saya dapet dari intel tnp yang besok mau pembubaran tabulation center di Borobudur... hihihi, makan makan nek... ^^;v

enda said:

oh iya terima kasih, siap akan langsung diperbaiki hehe

hendra said:

Menurut saya para capres yang akan tersingkir pada pemilu putaran kedua seharusnya tidak usah saling dukung dalam arti secara langsung mendukung, akan tetapi biarlah menjadi oposan yang siap mengkritik pemimpin yang terpilih nantinya. Mereka seharusnya membiarkan para "pengikutnya" memilih untuk diri sendiri, bukan karena diajak untuk memilih seseorang.

batara dewa said:

ya harus saling dukung dong.. kan biar kebagian gituhhh.. hahahaha... ngomong2 situs prosby.com ama www.hamzah-haz.com di deface yaa?!?

MANA YA said:

Tak Ada Jaminan SBY dan Mega Lakukan Perubahan Signifikan
Medan, CyberNews. Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin berpendapat tidak ada jaminan Susilo Bambang Yudhoyono jika terpilih menjadi presiden 2004-2009 akan mampu melakukan perubahan secara signifikan. Demikian juga halnya dengan Megawati.
"Bagi saya tidak ada perbedaan antara Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Dan tidak ada jaminan kalau kedua capres itu jika terpilih menjadi presiden nantinya akan mampu membawa perubahan secara signifikan dan membebaskan bangsa Indonesia dari multi krisis dimensional, karena keduanya pernah berada dalam satu rezim politik," katanya, di Medan, Sabtu (14/8).

Dien Syamsyuddin menyatakan hal itu seusai menghadiri silaturrahmi dengan keluarga besar Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumut dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.

Menurut Din, Megawati selama sekitar tiga tahun memimpin negeri ini dinilai tidak mampu membawa perubahan secara signifikan terhadap bangsa dan negara itu, dan SBY ketika dipercaya menjadi Menko Polkam di dalam kabinet pemerintahan Megawati juga tidak mampu berbuat banyak melakukan perubahan.

Oleh karena itu, katanya, jika bangsa dan negara ini mengalami perubahan kearah yang lebih baik lagi di berbagai bidang, solusi yang tepat adalah terpulang kepada rakyat Indonesia sendiri.

Dari sudut kepentingan politik umat Islam, Din meminta, kedua capres yang akan tampil dalam Pemilu Presiden 20 September 2004 itu jika terpilih kelak hendaknya senantiasa dapat bersikap adil terhadap umat Islam.

"Kita minta Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono bisa bersikap adil terhadap umat Islam, jangan menggunakan pendekatan kamuflase dalam hal ini hanya mendekati umat Islam ketika ingin tampil sebagai presiden, tetapi setelah terpilih menjadi presiden mengabaikan umat Islam, atau bahkan memperhatikan kepentingan orang lain yang anti Islam," ujarnya.

Pesimis

Din membantah jika penilaian yang terkesan pesimis terhadap kemampuan dan kinerja kedua capres itu diterjemahkan sebagai ajakan terhadap keluarga besar Muhammadiyah untuk tidak menggunakan hak pilihnya masing-masing dalam Pemilu Presiden putaran kedua mendatang.

Jika ada diantara rakyat yang telah berhak memilih tetapi tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden 2004 mendatang, menurut dia, tentunya hal itu harus dipandang sebagai salah satu hak sebagai warga negara Indonesia, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk memilih pada Pemilu 2004, karena kalau dipaksakan hal itu berarti bisa dianggap sebagai suatu sikap anti demokrasi," ucap dia.

Namun, apabila ada rakyat yang ingin memilih salah satu dari dua pasangan capres yang akan tampil pemilu putaran dua tersebut hendaknya benar-benar sebagai suatu pilihan bebas, bukan karena pesona yang bersifat lahiriah, misalnya tampan, tinggi besar, tenang ataupun cantik; serta karena tekanan atau karena janji-janji muluk.

( antara/cn05 )

hariman s said:

Alasan PBR Mendukung Mega Sangat Jelas Soal ”Sate Babi” Tanyakan Pak Kiai

Jakarta, RM. Apa yang membuat Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) KH Zainuddin MZ memilih mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi ketimbang mendukung SBY-Jusuf Kalla?Apalagi sebelumnya pernah diberitakan, KH Zainuddin MZ pernah mengistilahkan bahwa di Pemilu Presiden putaran pertama 5 Juli lalu umat Islam seolah dihadapkan pada lima pilihan menu makanan.

Dia membuat kiasan hidangan sate babi, sate anjing, sate tikus, sate kambing dan sate ayam. Bagi umat Islam yang dihalalkan hanya sate kambing dan sate ayam. Pada saat memasuki Pemilu Presiden tahap kedua, Zainuddin mengatakan, menu yang tersisa tinggal dua yaitu sate babi dan sate anjing. “Jadi kalau ada yang terpaksa nanti ada yang makan sate babi, jangan disalahkan. Itu berarti keadaan yang darurat,” ujarnya sambil menambahkan, kalau ada yang mau makan kedua-duanya juga tidak salah.

Rakyat Merdeka tadi malam berkali-kali mencoba menghubungi langsung kiai sejuta umat itu. Awalnya, Yuda yang juga staf Zainuddin menyatakan kesediaan sang kiai untuk diwawancarai. Di saat-saat akhir, Yuda mengatakan lebih baik hal itu ditanyakan langsung kepada juru bicara resmi PBR yang juga salah satu Ketua DPP PBR, Zaenal Maarif. Alasannya, Zainuddin MZ sedang menerima tamu dan tak bisa diganggu.

Zaenal Maarif yang dihubungi tadi malam mengatakan tidak bisa menjelaskan secara detil alasan lelucon politik Zainuddin MZ tersebut. “Ini masalah fiqh, mas. Karena yang mengatakan masalah sate itu adalah Pak Kiai, maka lebih baik tanyakan langsung ke Pak Kiai,” ujarnya.
Namun Zaenal menyatakan satu hal yang belum terungkap di media massa mengenai alasan PBR mendukung pasangan Mega-Hasyim. Katanya, selama ini SBY-Kalla dikenal dengan konsep koalisi rakyatnya. Menurut Zaenal, cara-cara SBY-Kalla mendikotomikan rakyat dengan elit sangat berbahaya bagi perkembangan demokrasi ke depan. Katanya, dikotomi seperti itu hanya ada pada Teori Kelas-nya Karl Marx dan Hegel. “Kalau diikuti terus, itu bisa menimbulkan anarkisme dan revolusi. Saya heran, TNI saja sudah meninggalkan dikotomi itu, tapi mengapa SBY malah memakainya,” ujarnya.

Orang dekat Zainuddin lainnya, Bursah Zarnubih mengatakan, alasan PBR mendukung Mega-Hasyim karena mereka menginginkan kontinuitas kepemimpinan dan program pemerintah. Selain itu, di era reformasi ini, yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang mampu menciptakan supremasi sipil. “Meskipun SBY saat ini sudah pensiun dari tentara, namun jaraknya masih terlalu dekat. Artinya, naluri militernya mungkin masih ada. Apalagi, di lingkaran SBY banyak pula bekas tentara. Jadi, untuk melanjutkan supremasi sipil, maka akhirnya kita pilih Mega-Hasyim,” tukasnya.

Sementara, sumber Rakyat Merdeka di DPP PBR membenarkan ada perbedaan sikap antara Ketua Umum PBR Zainuddin MZ dengan Sekjen PBR Djafar Badjeber dalam voting yang dilakukan di DPP PBR, Jalan Pakubuwono Jakarta Selatan, Jumat malam lalu. Zainuddin mendukung Mega-Hasyim, sedangkan Djafar Badjeber memilih dukung SBY-Kalla.

Seperti diketahui, dari 25 peserta rapat, 15 pengurus memilih Megawati-Hasyim Muzadi, delapan memilih SBY dan dua orang memilih abstain. Menurut sumber itu lagi, selain Zainuddin, pengurus DPP PBR lainnya yang memilih Mega-Hasyim antara lain, Zaenal Ma’arif, Bursah Zarnubih, Andi Djalal, Mahendradatta, Chalid Ghazali, Mahfud Zaelani, Amran Nasution.
Sedangkan, barisan pengikut Djafar Badjeber adalah Ade Daud Nasution, Is Anwar, Bulyan Royan, Etty Purnmawati dan Iskadir Khattab. Satu diantara dua orang yang abstain adalah Miqdad Husein. ZIK

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 13, 2004 7:00 PM.

PKS akan dukung SBY? was the previous entry in this blog.

Capres ditolak, Bom bertindak is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01