Capres Idol

| | Comments (5)

Riuh rendahnya kontes popularitas di televisi plus semakin dekatnya Pemilu Presiden tahap kedua ternyata bisa memancing kreativitas. Berikut ini salah satu kreativitas yang beredar melalui email. Penulis pertamanya entah siapa.

Komentar mas Indra untuk :
SBY : "Lagu anda monoton, pelangi lagi pelangi lagi. Apa stok lagu poprock anda cuma segitu doank ? Terus terang, kalo pemirsa cuma milih tampang, maka pasti mereka bersimpati dan pada milih anda"
Mega : "Udah kurang atraktif, penjiwaan datar-datar aza, performance-nya payah, heran kok anda bisa lulus tahap audisi dulu, yach ?"

Komentar mbak Muthia untuk :
SBY : "Anda itu kayak melon, kadang manis kadang asam rasanya. Cuma kali ini kok saya denger lagunya malah jadi hambar, yach ? 3 huruf untuk anda : es te de.... standar !!!"
Mega : "Bila di Jakarta Selatan, ada perumahan Bona Indah, maka untuk nyanyian yang anda bawakan ini saya ambil ilustrasi kawasan di Puncak : Mega Mendung !"

Komentar mbak Titi untuk :
SBY : "Saya rasa anda membawakan lagunya dengan kurang improvisasi, terlalu bertele-tele, dan kurang greget"
Mega : "Secara teknik vokal, jujur musti saya bilang anda payah banget. Untuk atraksi panggung, saya lihat anda tidak menarik untuk dipandang. Saran saya, belajar koreografi dulu dech dari adik mbak yang punya sanggar GSP itu"

Komentar mas Jay untuk :
SBY : "Tadinya saya pikir anda tidak bisa nyanyi diatas panggung, tapi setelah saya dengar suara anda saya makin yakin bahwa anda mending nggak usah nyanyi aza. Lebih cocok jadi politikus, yach !"
Mega : "Jujur aza, denger suara mbak saya jadi ngantuk. Terus, saya musti bilang apalagi ?"

Komentar mbak I'ie untuk :
SBY : "Problemnya apa penonton ? Yach, pitch control.... !!!"
Mega : "Coba mbak tanya ke diri sendiri, apa kekurangan vokal mbak ? Habis susah sich, kalo nanti saya kasih saran anda malah ngambek"

Komentar kang Harry untuk kedua kontestan :
"Sebenarnya menurut pendapat rekan saya doktorandes Arief, yang mustinya jadi juara itu mbak Ira Koesno. Tapi yach, mau gimana lagi, cuma ente berdua stok yang disodorin ama KPU, jadi ampe ketemu kalian berdua di pinal. Eh, ini udah babak pinal, khan ?"

Komentar mbak KD untuk kedua kontestan :
"Maaf..., melihat bobot anda berdua, bisa nggak kalian menjalani diet, sedikit aza !"

5 Comments

enda said:

wuehehe bisa keren gitu ya :)

hendra said:

wakakakakakaka asyik nih postingan bang tambunan. Bener banget kalo mereka berdua emang lagi gak populer tapi apa boleh buat stoknya cuma itu doang, jadi ya mau nggak mau...Hidup Ira Koesno

yang pasti gak pake iklan untuk urusan perut apalgi isu2nya ada bommmm meledak di setiap mal yg santer dibicarakan makhluk hidup di Indonesia tersayang ini...

super bejo said:

Komentar penonton untuk SBY : walaupun lagu anda monoton, tapi anda punya gaya dan improvisasi yang lebih OK, jangan berhenti berlatih!
Mega : suara anda kurang keras dan tidak jelas kata2nya,penonton jadi bingung apa yang anda nyanyikan, tolong belajar bersuara dan HARGAILAH penonton anda!!

bejo banget said:

SBY mending nggak usah nyanyi karena semua itu hanya untuk politik. Menyanyi dengan gaya SBY jelas merosak pola bernyanyi. SBY menyanyi jelas tidak menampilkan kriteria estetis yang memadai jelas jelas melecehkan para penyanyi.

About this Entry

This page contains a single entry by published on September 7, 2004 6:02 PM.

KPK dan sang Kandidat was the previous entry in this blog.

Ucapan berduka cita - Jakarta Bombing 9 September 2004 is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01