Capres ditolak, Bom bertindak

| | Comments (4)

explosion.jpg Masih (lagi-lagi) dari detik.com

Disinyalir, bom rakitan yang meledak kemarin (14/07/2004) di Bandung, menurut pengamat intelijen, Suripto memiliki motif politik. Pelakunya adalah... (eng ing eng).. pendukung capres yang kecewa!.

Saya ga tahu pak Suripto ini siapa dan kepakarannya di bidang intelejen udah sampai mana (mantan staf Badan Koordinasi Intelijen Negara - Bakin), tapi sinyalemen kecewa trus maen bikin dan meledakkan bom ini bisa disimpulkan dalam satu kata yaitu: PAYAH dan bisa dikomentari dalam rangkaian kata pendek-pendek yang bisa disambung melambangkan suatu suara yang terkekeh-kekeh yaitu: hehehehe...

Pak Suripto, mengungkapkan analisa beliau dalam dalam talkshow Magic Breakfast detikcom-Radio Ramako, Kamis pagi (15/7/2004) dia mengatakan:

"Pelaku peledakan tersebut bukan pimpinan yang kecewa, tapi pendukung fanatik yang kecewa karena kalah, tapi itu di luar kontrol dan mereka melakukan itu di luar perintah".

Bom yang kemarin meledak tersebut terjadi di Jalan Braga dan Rumah Matahari yang jarak keduanya hanya 30 meteran.

Alternatif penjelasan lain? Kabareskrim Mabes Polri menyebutkan belum ada indikasi ledakan itu berkaitan dengan pilpres. Ledakan itu lebih pada protes terhadap PERJUDIAN yang marak di kawasan itu.

Jadi mana yang benar? Dan ngomong2x kabareskrim itu singkatan apa? :D

4 Comments

dion said:

Ah Nda, Suripto didengerin...mending kayang aja deh sambil sikat gigi hahaha...

avianto said:

kabar es krim? ancur banget sih singkatannya?
katanya sih singkatan dari: Kepala Badan Reserse dan Kriminal...
KaBar Es Krim... lucu =P

goklas said:

Kabar Es Krim masih sodaraan sama Kabar et, kali yak ? eniwey, kalo intelijen kita seperti ini, berarti lebih heibat dari produk luar. wajar aja kalo kita bikin sekolahnya..

kabaresteemje said:

persoalannya tidak siap kalah (jagoannya) jadi bingung mo kemana! pesona cinta monyet sebatas kulit kayak iklan nokia...

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 15, 2004 11:45 AM.

Hamzah Haz Dukung Megawati was the previous entry in this blog.

KPU menghentikan perhitungan suara karena tekanan pakar IT dan masyarakat! is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01