Bingung Memilih Capres? (Tips Pemilu)

| | Comments (5)

choices2.jpgGue rasanya sudah pasti tidak pada tempatnya untuk bisa ngasih nasihat sebaiknya milih calon presiden yang mana pada pemilu senin nanti 5 Juli 2004.

Tapi dibawah ini mungkin ada tips yang bisa diikuti untuk akhirnya menentukan pilihan.

  1. Berhenti melihat dan mendengarkan TV, koran, radio, polling, komentator dan coba lupakan semua berita dan informasi yang kamu dengar tentang para kandidat.
  2. Tanyakan pada orang terdekat kamu, pasangan capres mana yang akan mereka pilih. Orang tua, suami, istri, sahabat. Jangan tanyakan alasannya, jangan tanyakan "Kenapa?" cukup tanya siapa yang akan mereka pilih.
  3. Ingat masih banyak waktu untuk menentukan pilihan, kalo kamu belum yakin, sampai hari seninnya pun, 5 menit sebelum kamu masuk bilik mencoblos kamu masih bisa merubah pilihan. Tidak ada sebab kamu harus menentukan pilihan kamu secepat mungkin.
  4. Dan terakhir, ingat bahwa 5 orang capres yang ada saat ini (bagaimanapun juga) adalah orang-orang terbaik bangsa ini. Mereka yang cukup pintar, cukup cerdas, cukup pantas, cukup terpercaya dan cukup beruntung dari 250 juta orang lainnya di negri ini untuk melakukan sesuatu, untuk bertanggung jawab bagi penghidupan kita semua. Mereka telah memberi janjinya untuk membawa kita semua ke tempat yang lebih baik, maka sudah sepantasnyalah kita membalas niat baik mereka dengan memilih yang terbaik diantara mereka.

Kalo kamu tertarik dengan semacam kuis yang mengajukan pertanyaan2x untuk mencoba melihat siapa yang sebenernya kamu ingin pilih, kamu bisa download kuis flash yang dibuat oleh XCR, disini

5 Comments

saragih said:

Aneh nih tips-nya, kok jangan denger info dari media tapi minta info dari kerabat? Apa ada jaminan kerabat lebih obyektif dari media?
Terus kalo nanya kerabat kenapa kita ngga sekalian nanya alasannya? Bukankah itu dapat memperluas wawasan kita akan pilihan tersebut?

Bukankah memilih harus didasari dengan nurani dan informasi? Kita bisa saja menganggap info dari luar kurang obyektif, tapi saya rasa kita sudah cukup pintar untuk memilah mana info yang obyektif dan mana info yang pura-pura obyektif, atau bahkan mana juga yang membabibuta!

Cheers!

adhitya said:

kenapa jangan tanya kenapa nda? bukankah justru elo yang sering nanya kenapa? (i meant this in a good way of course nda, no offense, mate)

enda said:

om saragih dan om adhit, pan ini kampanye udah lama ya, nanya "kenapa?"-nya udah dari jauh2x hari doung. proses mencerna semua info, berita dan isu sudah selesai. berhubung tinggal 1 hari lagi, skrg udah bukan saatnya sibuk nanya-nanya "kenapa" lagi, sekarang saatnya milih.

Yang dibilang enda bener juga. Waktu pemilu parlemen kemaren, aye milih calegnya... terpengaruh karena inget masa kecil, tadinya udah niat mo nyoblos orang X, tapi malah Y on the last minute

campik said:

mirip ujian dong ya.. setahun blajar terus, seminggu sebelum ujian.. ke pantai... pas ujian.. seger!!

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 2, 2004 12:07 PM.

Debat sesi I was the previous entry in this blog.

Semua sudah pada nyoblos? :) is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01