Amien Beri Selamat kepada Mega dan SBY

| | Comments (7)

Amien Rais mengucapkan selamatSumber dari Detik.com

Dalam pidato ‘Konsesi Dwi Tunggal Amien Rais-Siswono Yudohusodo’ di Wisma Bidakara, Jl. Gatot Soebroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2004) Amien Rais sempat mengucapkan selamat kepada dua pasangan Mega-Hasyim dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla yang maju ke putaran kedua.

Pidato Amien ini merupakan pidatonya pertama kali setelah KPU secara resmi mengumumkan hasil pemilihan presiden putaran pertama. Hasil keputusan KPU, pasangan Amien-Siswono hanya menempati rangking empat dengan perolehan suara 17,4 juta suara (14,65%).

Ucapan selamat:

“Sehingga meskipun bagi kami pilpres 5 juli tidak begitu kredibel atau kurang menyakinkan dilihat dari sudut keadilan dan kejujuran, tetapi dengan jiwa besar dan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas kami tulus dan legowo menerima hasil pemilu 5 Juli yang lalu."

Ucapan terima kasih dan mohon maaf:

"Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada partai, ormas pendukung dan sekitar 17,5 juta pemilih. Yang kedua, kami mohon maaf karena belum berhasil mewujudkan cita-cita politik."

Tentang pemilu putaran ke dua:

"Semoga pilpres putaran kedua berjalan mulus serta menghasilkan kepemimpinan nasional yang mampu melanjutkan pelaksanaan berbagai agenda reformasi dan secara bertahap dapat memenuhi janjinya di masa kampanye.

7 Comments

enda said:

kenapa ga dicantumkan URL original tempat tulisannya berada mas? nah disini: http://www.oposisionline.com/php/news.php?newsid=85

pitutur said:

syahdan pandawa menuntut satu jengkal saja tanah hastina untuk berpijak ,tapi duryudono dan konco2nya tetap menampik KEJADIAN mirip saat MEGAakan jadi ketua umum tentara dan orde baru mati2an mencegah itu hingga muncul tragedi 27 juli,saat duryudono cs mengutak atik negeri wirata untuk bertekuk lutut KEJADIAN tragedi trisakti dan semanggi dimanma orde baru merasa semua kampus telah bertekuk lutut dg menganulir UI yang telah berjiwa orba(sangkuni)dimana AMIEN RAIS yang mewakili intelek tual cukup terhanyut padahal tahu ketidak benaran orba sampai ia mengangkat SUHARTO sebagai warga teladan muhammadiyah KEJADIAN durna yang mendua,(baca kitab mahabarata)maka segala sesuatunya mengalir seperti itu dimana pada pemilu ini bagaibaratayudha sangkuni ,durna ,telah kalah,dan putra 2 terbaik bangsa tinggal terakhir putra kesayangan destarastra(SUHARTO ),susilo duryudono melawan puntamega(pandawa yang terbukti tahan uji dan memaksa orang untuk mengalahkan diri sendiri)....dan....jika susiloduryudono kalah SUHARTO teramat sedih hingga total meniggalkan jagad politik,jika menang ketidak pastian makin meraja lela intimidasi uang sebagai raja dan macam2 nafsu angkara terus mendera itulah ....maka mudah2 an semua legowa menghadapi suasana ini karena alam sedang menentukan dengan caranya sendiri untuk menentukan pemenang pada babak akhir BARATAYUDA DI KURU SETRA antara angkara dan nurani akibat KARMASUHARTO, MARILAH KITA SEMUA BERDOA TAK USAH DUKUNG MENDUKUNG KARNA ALAMLAH PEMEGANG KENDALI.......

was was said:

RCTI dan Metro TV Terima Ancaman Tim Sukses SBY-Kalla
Tanggal: Wednesday, 04 August 2004
04 Agustus 2004 - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menerima laporan adanya tim sukses calon presiden tertentu yang mengintimidasi media penyiaran. RCTI dan Metro TV mengaku diancam tim sukses SBY-Kalla

Anggota KPI Bimo Nugroho usai bertemu Presiden Megawati di Istana Negara, Rabu (4/8) siang ini menyatakan, dua media penyiaran, yakni RCTI dan Metro TV melaporkan adanya ancaman dari tim sukses capres tertentu berkaitan dengan isi siaran. Metro TV, menurut Bimo, diancam oleh tim sukses dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, agar menghentikan tayangan calon presiden PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Jjika tidak dihentikan, maka pemilik Metro TV Surya Paloh akan ditegur.

Tidak hanya media penyiaran, tim sukses juga mengancam pekerja media cetak seperti yang dialami wartawan Kompas Budiarto Samaji, dimana akibat tulisannya tentang Megawati teguran datang dari tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. Berkaitan dengan ancaman tersebut, KPI, terang Bimo, telah melaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum agar menindak lanjutinya sebagai bentuk pelanggaran pemilu.

Selain itu, KPU harus menegur calon presiden yang tim suksesnya menyebarkan ancaman. Lebih lanjut Bimo menambahkan, pada masa kampanye pemilihan presiden putaran kedua yang hanya berlangsung tiga hari, KPU diminta membuat aturan yang tegas, sehingga tidak ada persekongkolan antara media dan calon presiden yang akan bertarung. (Sumber: KBR 68H)

SBY Love US for all its fault, and consider it as his second country.

http://english.aljazeera.net/NR/exeres/27D48C6A-C906-4C90-A62B-5E92187B91EE.htm
Quote:
"'I love the United States, with all its faults. I consider it my second
country,' Susilo Bambang Yudhoyono.

Atau yang di IHT dan link penulisnya sdr. Stanley A. Weiss, langsung:
http://www.bens.org/sw_ar080803.htm

Di paragraf ke 13:
"..speaks of America in glowing terms. 'I love the United States, with
all its faults. I consider it my second country.'.."

Apabila ada pihak2 tertentu yang ingin mengkonfirmasi atau membantah
berita / statement sdr. Susilo Bambang Yudhoyono tsb silahkan mencoba
untuk menghubungi sdr. Stanley A. Weiss melalui BENS terlebih dahulu di:

Business Executives for National Security
1717 Pennsylvania Avenue, NW, Suite 350
Washington, DC 20006-4603

Tel:(202) 296-2125
Fax:(202) 296-2490
bens@bens.org

Ingin tahu profil Mr. Weiss?
http://www.bens.org/who_StanleyWeiss.html

Juragan Tahu said:

iya, iya pak, trus napa kalo SBY seneng sama US? biarin aja toh? apa trus harus milih megawati jadinya? ga ada perubahan dong.

THE PATRIOT said:

HIDUP SBY! HIDUP AMERIKA!
Indonesia gabung aja sama Amerika. Gw udah siap koq untuk cinta USA sepenuhnya. Gw lg ngapalin lagu ini nih buat ngegantiin Indonesia Raya, gw harap elo pade juga kudu apal..

STAR SPANGLED BANNER

Oh, say can you see, by the dawn's early light,
What so proudly we hailed at the twilight's last gleaming?
Whose broad stripes and bright stars, through the perilous fight,
O'er the ramparts we watched, were so gallantly streaming?
And the rockets' red glare, the bombs bursting in air,
Gave proof through the night that our flag was still there.
O say, does that star-spangled banner yet wave
O'er the land of the free and the home of the brave?

Baca nih!
Kalo elo2 pade yang kagak sedih dan marah ada capres yang cinta buta ama amrik dengan segala kebejatannya dan menganggapnya negara kedua!!

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=91393

AS Dukung Capres Dari Militer
@ 60 Ribu Intelijen CIA Disebar Di Indonesia

JAKARTA (Suara Karya): Pemilihan presiden secara langsung yang untuk kali pertama digelar di Indonesia, tak lepas dari campur tangan Amerika Serikat (AS). Melalui agen intelijennya, CIA, AS ingin agar presiden Indonesia mendatang berasal dari purnawirawan militer. Demikian analisa yang disampaikan pengamat intelijen, AC Manullang.

Menurut mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) ini, capres berlatar militer dianggap mampu menjalankan grand strategy global AS, yaitu memberantas terorisme. "Sipil dianggap tidak mampu menindak tegas kelompok Islam radikal, yang oleh Amerika disebut sebagai geng teroris di Indonesia," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Manullang menambahkan, pada pemilu presiden putaran pertama lalu, CIA dihadapkan pada dua pilihan yang imbang, yaitu Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya dianggap memahami grand strategy global AS tersebut. Namun belakangan, sebelum masa pencoblosan 5 Juli lalu, Wiranto lebih cenderung mendekati kelompok Islam garis keras. Karena itu, akhirnya CIA mendukung SBY.

"Kenapa Wiranto nggak didukung CIA? Dia itu dekat dengan kelompok Islam, yang oleh Amerika dicap sebagai separatis. Kita lihat hasil pemilu di Pesantren Al-Zaytun, lalu hasil musyarawarah para habib dan kiai dari FPI dan MMI di Gedung Joeang beberapa pekan sebelum pemilu presiden. Jelas sekali, mereka menolak SBY dan mendukung Wiranto. Ini semua dilaporkan anggota CIA ke CIA Pusat di Amerika. Lalu pimpinan CIA menginstruksikan agar Wiranto jangan didukung," ujarnya.

Dengan demikian, tambah Manullang, siapa yang harus didukung CIA sudah jelas, karena tinggal satu calon. Megawati tidak mungkin, karena dianggap telah gagal menjalankan misi CIA. Amien Rais pasti tidak akan didukung CIA, karena dianggap salah satu pimpinan Islam garis keras. Sedang Hamzah Haz, tak pernah masuk pilihan karena pasti tidak akan menang. "Jadi Amerika itu sudah mempersiapkan SBY sejak jauh-jauh hari untuk jadi presiden," katanya.

Ditanya apakah dukungan CIA itu diketahui SBY atau Jusuf Kalla, Manullang mengatakan, CIA tidak perlu komunikasi langsung dengan orang yang didukungnya. Namun, lanjut dia, siapapun yang dinilai mampu memahami apa yang diinginkan AS dalam menjalankan misinya, pasti didukung. "Kerja mereka sangat rapi dan sangat rahasia," kata Manullang.

Doktor sosiologi politik lulusan Universitas Mainz Jerman ini yakin, sebenarnya siapapun yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu di Indonesia. Alasan dia, kerja AS sangat profesional. Untuk menjalankan misinya di Indonesia, CIA telah menyusupkan 60 ribu intelijennya di Indonesia sejak sebelum pemilu legislatif lalu. Mereka adalah warga Indonesia yang telah mendapatkan pendidikan intelijen di luar negeri. Karena itu, keberadaannya sulit dikenali. "Soal ini kan pernah diakui oleh KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, bahwa ada sekitar 60 ribu intelijen asing di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Manullang menilai, siapapun capres yang didukung CIA pasti akan memenangkan pemilu presiden putaran kedua. "Siapa yang akan jadi presiden Indonesia ke depan, sebenarnya namanya sudah ada di tangan Amerika. Kan mereka yang men-setting. Bahkan bukan hanya Indonesia, CIA juga berperan dalam suksesi kepemimpinan nasional di beberapa negara di dunia," ujarnya.

Setelah itu, masih menurut Manullang, presiden yang didukung CIA akan dikendalikan oleh AS. Jika sesudah terpilih mengkhianati AS, mereka tak segan-segan menembak mati bahkan menghancurkan negaranya. "Lihat Osama bin Laden atau Saddam Hussein. Sebelum berkuasa, mereka kan didukung Amerika. Saat melawan Rusia, Afghanistan mendapat suplai senjata dari Amerika. Perusahaan Osama kerja sama dengan Amerika. Karier politik Saddam hingga dia terpilih jadi presiden, juga karena dukungan Amerika," ujarnya.

Karena itu, tegas Manullang, siapapun yang jadi presiden mendatang, rakyat harus bersatu mendukungnya. "Sebab, hanya persatuan dan kesatuan rakyat yang mampu membendung misi Amerika di Indonesia. Jangan sampai Indonesia di-Irak-kan," ujarnya memberi pesan.

Indikasi dukungan AS terhadap salah satu capres, sebenarnya sejak beberapa waktu lalu sudah muncul ke permukaan. Amien Rais, kepada pers, pernah mengatakan kekalahan dirinya dalam pilpres putaran pertama antara lain karena yang dihadapi adalah kekuatan raksasa. Ketua Umum PAN itu mengaku memperoleh banyak informasi otentik bahwa AS membekingi salah satu capres. "Mereka sudah menjalin kerja sama cukup matang. Saya menyadari bahwa yang saya hadapi tidak main-main," kata Amien. (M-1)

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on July 29, 2004 12:32 PM.

Total Dana Kampanye Pilpres Rp 291 M was the previous entry in this blog.

Demokrasi tanpa penantang is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01