9 Instruksi Presiden SBY pada seluruh Gubernur

| | Comments (15)
Sutiyoso"
Sumber berita Media Indonesia

Sembilan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Gubernur seluruh Indonesia, yang harus dijalankan dan dijabarkan di daerahnya masing-masing.

Disampaikan kepada pers oleh Mendagri Letjen (Purn) M Ma'ruf ketika menjelaskan hasil pertemuan Presiden dengan Gubernur seluruh Indonesia di Kantor Wapres Jakarta, Senin.

M Ma'ruf pada saat menemui pers didampingi oleh 6 Gubernur yakni Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur NAD Abdullah Puteh, Gubernur Jateng Mardiyanto, Gubernur Papua JP Solossa, dan ketua Asosiasi Pemerintahan daerah yang juga Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

(diberitakan 6, tapi kok tertulis cuma 5? gimana nih mediaindo?)

  1. Melaksanakan konsolidasi, normalisasi, dan rekonsiliasi.
  2. Merespon harapan rakyat dengan sungguh-sungguh bekerja dan memberikan hasil nyata.
  3. Memahami dan mengimplementasikan kebijakan dan program pemerintah 2004-2009.
  4. Mengembangkan inisiatif, inovasi dan aksi nyata sesuai kondisi daerah masing-masing.
  5. Memberi contoh sebagai pejabat yang bersih dari KKN dan menegakkan hukum di daerah masing-masing.
  6. Berada di daerah masing-masing (Gubernur, Bupati, Walikota), membatasi bepergian ke Jakarta atau ke tempat lain.
  7. Membatasi kunjungan ke luar negeri kecuali memberi manfaat yang tinggi bagi masyarakat.
  8. Meningkatkan komunikasi langsung dengan rakyat untuk memecahkan masalah dan mengukur taraf hidup masyarakat.
  9. Melakukan langkah-langkah antisipatif dan proaktif untuk mencegah membesarnya masalah di daerah.

DAN..

DAN jika ada gubernur yang terbukti terlibat KKN, presiden akan MEMBERHENTIKANNYA.

Ingat itu para gubernur. Mohon dicamkan. hehe.

15 Comments

fitra said:

kalo bisa sampe seluruh walikota dan Bupati juga dapet hal yang sama.

andronicus komala said:

Apapun bunyi instruksi yang diberikan, jika tidak disertai tindakan yang dialaskan kerelaan hati nurani masing-masing penerima mandat, hasilnya akan sama. Coba dipikirkan manusia yang penuh intelektual yang dilakoni oleh otak kognitif yang mengendalikan ilmu pengetahuan, menyiasati, perhitungan untung-rugi, hawa nafsu, dan lain-lain yang diperan oleh otak kognitif , tidak diimbangi dengan suara hati yang selalu ikut juga berperan ( namun tidak dihiraukan suaranya ), kemudian mengambil suatu keputusan yang justru bertentangan dengan mandat maupun instruksi presiden tersebut diatas bukan ?

Kesimpulan, hanya keseimbangan otak kognitif dan hati nurani wajib seimbang barulah bisa menghasilkan yang luar biasa. Siapakah yang mampu untuk melakukan itu ? Hanya bisa dimulai dari diri sendiri, bukan orang lain.

hendra said:

yah minimal ada langkah yang lebih berani dari seorang SBY, semoga nggak asal ngomong doang.Semoga benar benar terlaksana demi Indonesia yang lebih bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme

irwan said:

nach kalo anggota dewan gimana ?? studi banding "belanja" dibatasi juga kali yach....

dindin said:

kita buktikan saja apakah semua instruksi itu bisa berjalan dengan baik atau enggak ?n yg paling penting gw sih hilangkan semua agency/yayasan pencari kerja karena itu merugikan buruh,masa buruh yang kerja mati-matian kok yayasan yg enak dengan memotong penghasilan buruh disana-sini padahal yayasan hanya sebagai perantara saja ini benar-benar sungguh "BIADAB"

Agnes Clara said:

9 Instruksi Presiden ini sangat bagus dan sangat penting untuk dilaksanakan. Sama pentingnya dengan 9 Bahan Pokok (SEMBAKO)

Mila said:

Mari kita sama=sama tunggu aja hasil kinerja presiden baru kita,namun jangan lupa kita dukung aja semoga negara kita aman dami sejahtera .

nia said:

wah seneng banget kalo itu bisa kecapai!!! SEMANGAT Pak SBY!!! Kami mendukungmu!!! Tapi beneran ya, Pak! jangan cuma instruksi boongan aja!!! Indonesia harus cepat keluar dari krisis nih!!!

Abaey said:

Wah, Makin bangga aku punya president Seperti Bapak SBY...Bersama kita bisa.

Bagas Pirusya said:

Siiiippp....emang harus gitu....kalo masih ada aja yg nyanggah & mencela kebijakan ini...dasar Guoblokkk....

Rohman said:

kami perlu bukti
bukannya NO ACTION TALK ONLY

Rohman said:

kami perlu bukti
bukannya NO ACTION TALK ONLY

kreatifnet said:

PEMBERITAHUAN: Sudah Terbit Buku "Janji dan Komitmen SBY-JK, Menabur Kata-Menanti Bukti" Oleh Rudy S.Pontoh. Berisi Kumpulan janji-janji Presiden dan Wakil Presiden SBY-JK dilengkapi dengan data dan fakta terbaru. Diterbitkan oleh Media Pressindo (Desember 2004). Dapat diperoleh di berbagai toko buku di Indonesia. Buruan beli sebelum kehabisan! Untuk informasi lebih lanjut, kirim email ke kreatifnet@yahoo.com .

UNDANGAN: Rencananya acara Dialog dan Peluncuran akan diadakan di bebeberapa kota di Indonesia. Bagi rekan-rekan yang ingin ikut hadir dalam acara tersebut, silahkan kirim alamat, telepon, dan profesi Anda ke kreatifnet@yahoo.com. Jumlah undangan sangat terbatas.


SPESIFIKASI BUKU:

Format Buku: Eksklusif
Cover: Full Color
Jumlah Halaman: 178 Halaman
Penulis: Rudy S. Pontoh (Direktur Studio KataKata)
Penerbit: Media Pressindo
Terbit: Desember 2004
Diedarkan: Mulai Desember 2004


Sponsor Link:
http://www.geocities.com/daftarlink
http://www.geocities.com/logobisnis
http://www.geocities.com/srtpembaca
http://www.geocities.com/biografipribadi
http://www.geocities.com/direktoriindonesia
http://www.geocities.com/pustakabisnis

silvius rejaan said:

setuju sekeli instruksi tsb,selain Gubbernur,Bupati,juga Kepala Dinas seringkali berangkat kejakarta tanpa ada hasil.sehingga Bupati juga hrs berani tindak aparat eselonII,III yg tidak jelas bepergian dgn hasil nol besar

erick m ozta said:

Alangkah baiknya jika yg sembilan tadi ditambah atau digenapkan menjadi sepuluh. Dan yg kesepuluh adalah Membudayakan Laporan dan Pemeriksaan.
Supaya jangan diperiksa bila sudah terjadi sesuatu yg diluar kendali.
Laporan itu perlu, dan menymak laporan dan meneliti juga perlu, supaya kita bisa mengantisipasi sesuatu yg mungkin akan terjadi. Dan itu perlu sekali, dan belum membudaya di Indonesia. Akibatnya BUMN amburadul karena tidak pernah ada laporan dan pemeriksaan awal. Itu hanya contoh.
Dan semoga para Gubernur juga konsekwen dan bertanggung jawab dengan tugas yg mereka sandang.
Presiden sangat Serius tentang kebiasaan kebiasaan Para Pemimpin yg tidak pernah ditempat ini, yg akhirnya menyulitkan berbagai urusan, karena soal Tanda Tangan dan persetujuan.
Kita berharap para Gubernur menanggapi Instruksi ini dengan penuh tanggung jawab.
Kalau mau jalan jalan, kedaerah, sambil melihat perkembangan dan mendengar langsung masalah rakyat.
Kita dukung Instruksi Presiden ini.

About this Entry

This page contains a single entry by enda published on October 28, 2004 5:25 PM.

Janji-Janji Menteri was the previous entry in this blog.

Playgroup ! is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01