September 2004 Archives

Mr Yudhoyono
Bersumber dari salah satu milis yang saya ikuti, ada inisiatif untuk mengumpulkan kekuatiran masyarakat tentang pemerintahan SBY mendatang.

Pertanyaan ini diajukan salah satunya melalui Radio 68h dengan berbagai narasumber dari berbagai golongan seperti Romo Magnis, Goenawan Mohamad hingga Budiman Sujatmiko serta banyak lagi.

Sebagian kekuatiran yang mengkristal adalah seperti dibawah ini:

  1. Terkonsolidasinya kembali kekuatan militer
  2. Terakomodasinya gagasan-gagasan Islam keras karena SBY harus balas budi ke PBB, PKS dan PAN.
  3. Tak beraninya SBY mengambil keputusan karena merasa lemah di parlemen.
  4. Tak beraninya SBY mengambil keputusan drastis yang diperlukan, karena direcoki oleh orang-orang yang merasa berjasa.
  5. Royalnya SBY membalas budi orang-orang yang merasa berjasa.
  6. Tak beraninya SBY memberantas korupsi yang kongkret di bawah: di kelurahan, kepolisian, imigrasi, dsb. Karena takut tak populer.
  7. Tak beraninya SBY mengganyang bisnis militer.

Tentu saja daftar diatas tidak dimaksudkan untuk berpikir pesimis terhadap pemerintahan SBY dahulu, lebih dari 50 juta orang sudah meletakkan kepercayaannya pada beliau. Tidak mungkin orang sebanyak itu salah memilih semua. :)

Tentu tidak, daftar diatas tentu dimaksudkan untuk memberi informasi dan rambu-rambu pada beliau, "Pak SBY, setelah sekarang Anda menjadi Presiden RI, ini loh pak, hal yang ditakutkan oleh masyarakat, tolong jangan sampai kekuatiran kami ini menjadi kenyataan."

Apa kamu juga punya kekuatiran? Tuliskan dikomen dibawah ini.

What kind of leader is Yudhoyono?

| | Comments (10)
SBY
Judul diatas dicuri dari tulisan di CNN dengan judul yang sama yang bisa ditemukan disini: What kind of leader is Yudhoyono?

Hebatnya orang Indonesia adalah karena kita orangnya percayaan dan kita bangga jika kita bisa menaruh kepercayaan pada orang lain dengan bermodalkan keyakinan doang, bahkan sering kali tanpa informasi atau fakta-fakta yang cukup.

Beda sama kebanyakan orang barat yang mau cari tahu dulu setengah mati, maka orang Indonesia (orang Asia?) lebih percaya sama karakter, cara bicara, wajah. Makanya Feng Shui ditemukan di Asia ya. :)

Jadi siapakah SBY sang Presiden nantinya, mana yang akan muncul di masa pemerintahannya?

A champion in the fight against Islamic militancy and corruption seperti kata CNN atau indecisive former general more at home in meeting rooms than on the battlefield?

SBY, "the Thinking General" atau SBY, "the 'Air Conditioner' general"?

Atau semuanya?

Kita tunggu saja tanggal mainnya. :)

Susunan Kabinet Bayangan SBY

| | Comments (65)

Susunan Kabinet Bayangan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) berdasarkan kabar burung Internet, selebaran dan forwardan email, sama sekali bukan diperuntukan sebagai sumber resmi yang dapat dipercaya. Tanggal beredar paling awal sekitar akhir bulan Juni 2004 (30 Juni 2004)

Kabinet bayangan versi Internet dan selebaran ini sudah dibantah keberadaannya oleh tim kampanye SBY-Kalla di Bisnis Indonesia tanggal 30 Juni 2004

Entah kenapa, skrg muncul lagi yang katanya versi pertemuan Jenggala dan Hotel Regent, 5 Agustus 2004

Perbedaan antara kedua versi kabinet bayangan tersebut bisa dicermati dibawah ini.

Menurut pernyataan Jusuf Kalla di KOMPAS, tgl 26 Agustus susunan Kabinet SBY-JK akan diumumkan pada tanggal 20 September 2004, sekarang sudah tanggal 22 September tapi pengumuman resmi yang dijanjikan belum ada.

POSISI30 JUNI 20045 AGUSTUS 2004
Menko POLKAM:Edy Soedrajat (Jeneral TNI pur)Widodo AS
Menko EKUIN:Prof Dr Irsan TanjungDr. Syahrir
Menko KESRA:Prof Dr Yusril MahendraProf Mubyarto
Menteri Dalam Negeri:Djoko SantosoDr. Andi Malarangeng
Menteri Luar Negeri:Sabam SiagianRahmat Witoelar
Menteri Pertahanan:Prof Dr Nazarudin SyamsuddinYusril Ihza Mahendra
Panglima TNI:Jenderal Ryamizard RyacuduLaksamana Bernard K Sondakh
Ketua BIN:Syamsir SiregarSyamsir Siregar
Jaksa Agung:Dr Todung Mulya LubisAdnan Buyung Nasution
Kepala BAPPENAS:-Ichlasul Amal
Kabulog:-Dr. Anny Ratnawati
Kapolri:-IG Mangku Pastika
Ketua BPK:-Anwar Nasution
Menteri Pendidikan:Prof Dr Sofyan EffendiProf. Yohannes Surya, PhD
Menteri Kehakiman (dan HAM?):Prof Dr Moh AliTodung Mulya Lubis
Menteri Agama:Prof Dr Nurcholis MajidKH Abdullah Gymnastiar
Menteri Keuangan (dan Moneter?):ECW NeloeDr. Didik J Rachbinie
Memperindagkop:Dr Mari Pangestu-
Menteri Perdagangan :-ECW Neloe
Menteri Koperasi dan UKM:-Sri Edhi Swasono
Menteri Perindustrian:-Aburizal Bakrie
Menteri BUMN:Dr Sri Mulyani IndrawatiBambang Sudibyo
Menteri Kehutanan:Agustadi SPProf Dr. Hadi S Ali Kodra
Menteri Pertanian:Dr MS DillonHS Dillon
Menteri Pertambangan:Baihaki HakimArifin Panigoro
Menteri Kimpraswil:Ir Aziz Husein, Dipl.IngProf Johan Silas
Menteri Telekomunikasi dan Informasi:Jonatahn L ParapakRM Roy Suryo (!!!???)
Menteri Perhubungan (dan Transmigrasi?):Bibit WaluyoHatta Rajasa
Menteri Maritim (= Kelautan?):Laksamana (L) R SondakhRochmin Dahuri
Menteri Kesehatan:Prof Dr Merdias AlmatsierProf Aman budi santoso
Menteri Sosial:MS KabanMarwah Daud Ibrahim
Menteri Tenaga Kerja:Prof Dr Aries AnantaDr. Dradjat Wibowo
Menteri Parawisata:Dr Martha TilaarGarien Nugroho
Menteri Kesenian & Budaya:Sys NS-
Menteri Olah Raga (dan Pemuda?):EE MangindaanAnis L Matta
Menteri Wanita:Henny PoerwonegoroIra Koesno
Menteri PAN:Faisal TaminHidayat Nur Wahid
Menteri Sekneg:Mayjen Erwin SudjonoAnas Urbaningrum
Menteri Penerangan:-Jakob Oetama
Menteri Pengembangan Kawasan Timur:-Max Sopacua
Menteri Lingkungan Hidup:-Hermanto Siregar
Menteri Ristek:-Dr. Onno W Purbo
Menteri Otonomi Daerah:-Sri Sultan HB X
Jubir Istana Kepresidenan:Max Sopacua, SE, MSc-
Jubir Istana Wakil Presiden:Dr Andi Malarangeng-
Penasihat Presiden:-Nurcholis Madjid
Amien Rais
KH Abdurrahman Wahid
Emil Salim
sby pemilu presiden putaran 2
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Hasil Quick Count (penghitungan cepat) yang dilakukan oleh LP3ES diumumkan kemarin malam, tgl 20 Sept 2004 dengan hasil yang cukup kuat sehingga LP3ES cukup percaya diri untuk menyebut bahwa SBY AKAN MENJADI PRESIDEN BARU.

 
"Tabel Perkiraan Perolehan Suara Calon Presiden dan
Wakil Presiden RI Hasil Pemilihan 20 September 2004"

PASANGAN CALONPERKIRAAN SUARA
Megawati Soekarnoputri Hasyim Muzadi38,8%
Susilo Bambang Yudhoyono M. Jusuf Kalla61,2%

*Data sampai dengan pukul 18:20 WIB, 20 September 2004, (1.362 TPS)

 
Dasar penghitungan cepat ini adalah data yang diperoleh dari pemantauan dan pencatatan hasil penghitungan suara di 1.362 TPS, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah suara sah di TPS-TPS tersebut adalah 283.442 suara.

Margin of error perkiraan di atas adalah +/- 1,1 persen poin pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam pelaksanaan Quick Count ini, LP3ES bekerja sama dengan Metro TV, Yayasan Tifa dan National Democratic Institute for International Affairs.

Keterangan lengkap tentang konferensi pers LP3ES, kemarin malam, Senin 20 Sept 2004 ada disini:

Selamat untuk presiden baru :)

Hari kedua dari hari pemungutan suara kemarin, website TNP menyebutkan bahwa suara yang masuk hingga hari ini sudah sekitar 60 juta suara.

Yang sedikit mengherankan buat gue (hehe) adalah media massa di luar negeri kelihatannya sudah yakin kalo SBY bakal jadi presiden RI ke 6.

Rupanya mereka lebih terlatih dan terbiasa serta percaya pada hasil penghitungan polling (seperti milis LSI tgl 16 kemarin) yang memang hasilnya adalah SBY mengungguli Megawati sekitar 20%

Dibawah ini artikel di New York Times (kamu harus register free dulu buat baca):

Ex-General Appears to Win by Big Margin in Indonesia

Gen. Susilo Bambang Yudhoyono is expected to win 61 percent of the vote, compared with 39 percent for Mrs. Megawati in the runoff election, according to the survey by the Washington-based National Democratic Institute.

"There could be a shift of a couple of percentage points, but the count is pretty stable," said Paul Rowland, the executive director of the institute here in Indonesia. The survey, called a quick count, is based on votes cast at 2,000 polling places throughout the nation.

General Yudhoyono, 55, would become Indonesia's sixth president since independence in 1945, and the fourth since the fall of the authoritarian leader Gen. Suharto in 1998.

Janji-janji dan Prediksi Pemilu Putaran II

|

Dibawah ini beberapa janji-janji serta prediksi tentang pemilu presiden putaran kedua.

Ditampilkan disini sebagai bukti bahwa pernyataan ini pernah keluar sehingga nanti lebih gampang untuk diperiksa kembali, serta kita lihat mana prediksi yang benar dan mana janji yang tidak diingkari.

1. Bila Mega Kalah, Golkar Tolak Bergabung Kabinet SBY

Akbar Tanjung:
Kami akan memposisikan diri di DPR. Kalau SBY menang dan mengajak kami bergabung dalam kabinetnya kami tidak mau. Apapun istilahnya, mungkin terminologi oposisi belum populer, tapi kami memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang di DPR

Kita lihat saja janjinya Bung Akbar ini.

2. Apa pun Hasilnya, PDIP Terima

Sekjen PDIP Sutjipto:
Sejak awal kita juga sudah sampaikan, kalah menang kita akan siap. Selama Pemilu itu dilakukan secara demokratis, jujur dan adil, ya tidak ada masalah.

Sip, kalah terima, menang terima ya pak :)

3. Mega Kalah, PPP Tolak Masuk Kabinet SBY

Hamzah Haz:
Jika SBY menang, PPP tidak akan memberikan kadernya dalam kabinet. Kita akan menolak jika diajak masuk kabinet. Dan seratus persen akan beroposisi di parlemen. Kalau ada orang PPP yang masuk ke SBY, kami akan pecat. Karena sudah menyalahi AD/ART kami. Posisi kami di luar, merupakan idealisme partai," lanjut hamzah

Heheh, ini pada menolak masuk kabinet apa karena pada tau ya memang tidak akan ditawari? Jadi daripada malu, ya lebih baik menolak duluan? :D

4. Suara Golput 60 Persen

Untuk para GOLPUTER, mulailah mengidolakan Gus Dur, karena beliau inilah yang konsisten selalu tidak memilih (golput) dalam pemilu I maupun II.

Menurut Gus Dur, golput pada putaran kedua ini akan mencapai 60 persen. :)

Dan kalo pun tidak mencapai 60%? Maka menurut Gus Dur itu karena KPU tidak mengakui bahwa suara golput mencapai 60%. Sisa suara akan disebut rusak.

Ini menurut Gus Dur, bagaimana prediksi ini, apakah akan benar? Mari kita tunggu saja

Hasil Pemilu Presiden 2004 Putaran II

| | Comments (5)
Website TNP KPU
Pada putaran FINAL yang terjadi hari ini (Pemilu Capres I = Semi Final dan Pemilu Legislatif = Kualifikasi), seperti juga pada pemilu terdahulu, hasil cepat dari suara yang masuk bisa dilihat pada website TABULASI NASIONAL PEMILU di alamat:

http://tnp.kpu.go.id/

Ingat, TNP ini adalah sekedar semacam papan tulis elektronik nasional yang dibuat agar seluruh masyarakat bisa mengikuti proses penghitungan.

Jadi sekali lagi angka-angka di TNP bukanlah angka mati yang tidak bisa dirubah, jika ada kesalahan atau koreksi dari TPS, maka jumlah suara bisa berubah.

Sedang hasil akhir yang berkekuatan hukum, nantinya tetap akan dilakukan penghitungan manual. (mohon dikoreksi bila informasi ini salah)

Yang baru dari website TNP ini adalah tersedianya fitur baru:

Web GIS

Dimana data-data suara yang masuk dapat dilihat tampilan visualnya.

Jadwal Waktu Pemilu Presiden Putaran II

|

Jadwal Waktu Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran II tertuang dalam Keputusan KPU No. 45/2004

Lengkapnya keputusan tersebut dapat dilihat disini:

Keputusan KPU No. 45/2004

Sedang jadwal lengkapnya tertuang dalam Lampuran Keputusan no 45 tersebut disini: Lampiran Keputusan KPU No. 45/2004 (.doc file)

Tanggal-tanggal penting:

  • Pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS/TPSLN: 20 Sept 2004
  • Rekapitulasi jumlah suara di tingkat Nasional: 2 - 4 Oct 2004
  • Penetapan dan pengumuman hasil Pemilu Tahap II: 5 Oct 2004 (hari ABRI!)
  • Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden: 10 Oct 2004

Polling LSI terakhir sebelum Pemilu

| | Comments (7)

Hasil dari survey terakhir LSI tanggal 16 September 2004 (4 hari sebelum Pemilu Capres Putaran II) adalah sebagai berikut:

(hasil lengkap survey bisa diperoleh disini)

Jika pemilu dilakukan saat itu juga, tanggal 16 Sept, maka hasil yang akan didapat, menurut survey LSI adalah seperti dibawah ini:

(Hasil prediksi LSI berdasarkan 2 jenis survey)

PASANGANPERSENTASE
SBY-Kalla56.2%
Mega-Hasyim36.3%
Tidak Tahu, Tidak Jawab, Rahasia7.5%

Lembaga Survey Indonesia terlihat cukup akurat hasil survey-nya dari beberapa kali survey mereka lakukan, mari kita lihat saja hasilnya di Hari Pemilu nanti, hari Senin, tanggal 20 September.

Yang pasti, saya pribadi sih mendoakan agar pemilunya berjalan lancar, tanpa bom, tanpa korban jiwa, tanpa tunjuk menunjuk, tanpa tanda seru.

Segalanya bersih, aman, dan beres.

Yang menang tau tempatnya, yang kalah tau tempatnya. Semua berbesar hati.

Untuk masa depan kita bersama juga.

Anggota GOLKAR di Non-Aktifkan

| | Comments (6)

Partai Golkar

Sumber berita detik.com

DPP Partai Golkar menonaktifkan sejumlah kadernya karena tidak mendukung (alias memihak SBY kali maksudnya ya?) keputusan DPP mendukung Mega-Hasyim.

Mereka yang dinonaktifkan adalah:

Penasihat Partai Golkar:

  1. Jusuf Kalla
  2. Muladi

Pengurus DPP Partai Golkar

  1. Fahmi Idris
  2. Marzuki Darusman
  3. Burhanuddin Napitupulu
  4. Yuniwati Maskur Sofwan
  5. Anton Lesiangi
  6. Abu Hanifah
  7. Abu Hasan Sadjili
  8. Priyo Budi Santoso
  9. Yuslin Nasution

Anggota lainnya:

  1. Edison Betaubun
  2. Yorris Raweyai
  3. Malkan Amin

Berdasarkan kesepakatan dengan dua tim sukses capres maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan format dan jadwal dialog calon presiden sebagai berikut:

TANGGAL: 14 - 16 September 2004
PUKUL: 20.00 - 22.00 WIB
TEMPAT: Hotel Hilton, Jakarta

FORMAT

  • Dialog dibagi 2 sesi dengan waktu 45 - 50 menit.
  • Calon pasangan tidak dipertemukan.
  • Setiap pasangan calon akan menghadapi 4 panelis yang berbeda setiap harinya (sesuai dengan tema)
  • Tema yang dibahas: agama, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, kesejateraan sosial, politik, hukum, pemerintahan dan otonomi daerah

JADWAL

14 September 2004
* Sesi I Mega-Hasyim
* Sesi II SBY- Jusuf Kalla

15 September 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim

16 septembet 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim

NAMA-NAMA PANELIS (berdasarkan usulan dan persetujuan kedua tim kampanye dan KPU):

Untuk pasangan Mega-Hasyim:
1. Prof. Azyumardi Azra
2. Ki Supriyoko
3. Ratna Sarumpaet
4. Seto Mulyadi
5. Faisal Basri
6. Dibyo Prabowo
7. Marie Pangestu
8. Mayling Oey
9. Prof. Maswadi Rauf
10. Ikrar Nusa Bakti
11. Harkristuti Harkrisnowo
12. Daniel Sparingga

Untuk Pasangan SBY-Jusuf Kalla:
1. Dr. Dewi Fortuna Anwar
2. Prof. Dr Romli Atmasasmita
3. Fachri Ali, MA
4. DR. Bambang Sumantri Brojonegoro
5. Lin Che Wei, MA
6. DR Nina Sapti
7. Taslim Arifin
8. Mangara Tambunan
9. Prof. DR. Syafii Maarif
10. Taufik Ismail
11. Pdt. DR. Nathan Setiabudi
12. Prof. Dr. Sparinah Sadli.

Moderator

  • Natalia Subagyo (TVRI)
  • Aviliani (INDEF)
  • Debra Yatim (Koalisi Media).

Satu Pertanyaan

| | Comments (10)

SATU (1) PERTANYAAN berhubungan dengan bom yang meledak kemarin di Jakarta dan ancaman akan adanya terus menerus pemboman dan teror

Siapa yang nantinya akan mampu menangani masalah ini?

MEGAWATI atau SBY?

DOES GOD'S LIGHT GUIDE US OR BLIND US?

Sepertinya sudah cukup sampai disini kita bersimpati (kalo pun masih ada) pada setiap gerakan, setiap kelompok, setiap individu, setiap ide, setiap pemikiran yang DENGAN ALASAN APAPUN menghalalkan dikorbankannya individu lain demi sebuah tujuan, APAPUN TUJUAN tersebut.

Yang MEMAKSAKKAN kehendaknya dan tujuannya dengan KEKERASAN yang TIDAK DAPAT DIBENARKAN.

Kirimkan PESAN pada siapapun, dimanapun, tetangga, teman, keluarga, bahwa untuk masih bersimpati sesedikit APAPUN pada mereka ini adalah hal yang MEMALUKAN, hal yang TIDAK DAPAT DITOLERIR.

Sampaikan bahwa ketika KAMU meledakkan bom, ketika KAMU membunuh sesama, ketika KAMU DENGAN SADAR DAN SENGAJA membiarkan seorang saudara terkapar penuh luka dan darah maka kamu TIDAK! (SEKALI LAGI TIDAK!) BERBICARA dan BERJUANG ATAS NAMAKU, ATAS NAMA KELUARGAKU ATAS NAMA AGAMAKU, ATAS NAMA NEGRIKU.

KAMU disana, sendiri, dan akan segera kami lupakan.

KAMU bukanlah bagian dari KAMI.

Capres Idol

| | Comments (5)

Riuh rendahnya kontes popularitas di televisi plus semakin dekatnya Pemilu Presiden tahap kedua ternyata bisa memancing kreativitas. Berikut ini salah satu kreativitas yang beredar melalui email. Penulis pertamanya entah siapa.

Komentar mas Indra untuk :
SBY : "Lagu anda monoton, pelangi lagi pelangi lagi. Apa stok lagu poprock anda cuma segitu doank ? Terus terang, kalo pemirsa cuma milih tampang, maka pasti mereka bersimpati dan pada milih anda"
Mega : "Udah kurang atraktif, penjiwaan datar-datar aza, performance-nya payah, heran kok anda bisa lulus tahap audisi dulu, yach ?"

Komentar mbak Muthia untuk :
SBY : "Anda itu kayak melon, kadang manis kadang asam rasanya. Cuma kali ini kok saya denger lagunya malah jadi hambar, yach ? 3 huruf untuk anda : es te de.... standar !!!"
Mega : "Bila di Jakarta Selatan, ada perumahan Bona Indah, maka untuk nyanyian yang anda bawakan ini saya ambil ilustrasi kawasan di Puncak : Mega Mendung !"

Komentar mbak Titi untuk :
SBY : "Saya rasa anda membawakan lagunya dengan kurang improvisasi, terlalu bertele-tele, dan kurang greget"
Mega : "Secara teknik vokal, jujur musti saya bilang anda payah banget. Untuk atraksi panggung, saya lihat anda tidak menarik untuk dipandang. Saran saya, belajar koreografi dulu dech dari adik mbak yang punya sanggar GSP itu"

Komentar mas Jay untuk :
SBY : "Tadinya saya pikir anda tidak bisa nyanyi diatas panggung, tapi setelah saya dengar suara anda saya makin yakin bahwa anda mending nggak usah nyanyi aza. Lebih cocok jadi politikus, yach !"
Mega : "Jujur aza, denger suara mbak saya jadi ngantuk. Terus, saya musti bilang apalagi ?"

Komentar mbak I'ie untuk :
SBY : "Problemnya apa penonton ? Yach, pitch control.... !!!"
Mega : "Coba mbak tanya ke diri sendiri, apa kekurangan vokal mbak ? Habis susah sich, kalo nanti saya kasih saran anda malah ngambek"

Komentar kang Harry untuk kedua kontestan :
"Sebenarnya menurut pendapat rekan saya doktorandes Arief, yang mustinya jadi juara itu mbak Ira Koesno. Tapi yach, mau gimana lagi, cuma ente berdua stok yang disodorin ama KPU, jadi ampe ketemu kalian berdua di pinal. Eh, ini udah babak pinal, khan ?"

Komentar mbak KD untuk kedua kontestan :
"Maaf..., melihat bobot anda berdua, bisa nggak kalian menjalani diet, sedikit aza !"

KPK dan sang Kandidat

|

Ada yang menarik dari kantor Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terkait dengan Pemilu Presiden. Pada hari Senin 30 Agustus 2004, Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] yang Calon Presiden dari Partai Demokrat mendatangi kantor KPK di jalan Veteran. Kedatangan SBY yang menurut beliau atas inisiatif sendiri diterima oleh Wakil Ketua KPK, Syachruddin Rasul.

Sementara itu, sore pada hari yang sama Hasyim Muzadi yang Calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat Indonesia juga hadir di kantor KPK. Menurut berita detik com kedatangan beliau adalah untuk memenuhi undangan KPK.

Sementara itu pada hari Rabu, 1 September 2004 giliran Calon Presiden dari PDIP yang diperiksa kekayaannya. Berbeda dari dua kandidat sebelumnya kali ini KPK merasa perlu untuk mendatangi kediaman resmi Megawati Sukarnoputri di jalan Teuku Umar [bahasanya rumah dinas kepresidenan].

Menurut pendapatku, semestinya KPK memberlakukan aturan yang sama untuk semua kandidat. Tidak peduli sang kandidat sedang menjabat atau kecil kemungkinan untuk menang. Sebab posisi mereka semua sebanarnya sama di mata masyarakat, sama-sama kandidat pemimpin. Jangan hanya karena sang kandidat sedang menjabat, KPK mendatangi kediamannya.

Mudah-mudahan perbedaan perlakuan atas ketiga kandidat pemimpin negara diatas bukan merupakan upaya keberpihakan dari KPK. Sebab apabila keberpihakan yang terjadi, legitimasi dan kepercayaan masyarakat kepada komisi ini akan semakin menurun di saat mereka belum bisa menunjukkan 'taji'-nya. Dan satu hal lagi, mari berharap ada penjelasan yang bisa menjawab keingintahuan masyarakat soal pertambahan kekayaan sebanyak 15 Milyar selama 3 tahun

About this Archive

This page is an archive of entries from September 2004 listed from newest to oldest.

August 2004 is the previous archive.

October 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01