September 2004 Archives

Pertanyaan ini diajukan salah satunya melalui Radio 68h dengan berbagai narasumber dari berbagai golongan seperti Romo Magnis, Goenawan Mohamad hingga Budiman Sujatmiko serta banyak lagi.
Sebagian kekuatiran yang mengkristal adalah seperti dibawah ini:
- Terkonsolidasinya kembali kekuatan militer
- Terakomodasinya gagasan-gagasan Islam keras karena SBY harus balas budi ke PBB, PKS dan PAN.
- Tak beraninya SBY mengambil keputusan karena merasa lemah di parlemen.
- Tak beraninya SBY mengambil keputusan drastis yang diperlukan, karena direcoki oleh orang-orang yang merasa berjasa.
- Royalnya SBY membalas budi orang-orang yang merasa berjasa.
- Tak beraninya SBY memberantas korupsi yang kongkret di bawah: di kelurahan, kepolisian, imigrasi, dsb. Karena takut tak populer.
- Tak beraninya SBY mengganyang bisnis militer.
Tentu saja daftar diatas tidak dimaksudkan untuk berpikir pesimis terhadap pemerintahan SBY dahulu, lebih dari 50 juta orang sudah meletakkan kepercayaannya pada beliau. Tidak mungkin orang sebanyak itu salah memilih semua. :)
Tentu tidak, daftar diatas tentu dimaksudkan untuk memberi informasi dan rambu-rambu pada beliau, “Pak SBY, setelah sekarang Anda menjadi Presiden RI, ini loh pak, hal yang ditakutkan oleh masyarakat, tolong jangan sampai kekuatiran kami ini menjadi kenyataan.”
Apa kamu juga punya kekuatiran? Tuliskan dikomen dibawah ini.

Hebatnya orang Indonesia adalah karena kita orangnya percayaan dan kita bangga jika kita bisa menaruh kepercayaan pada orang lain dengan bermodalkan keyakinan doang, bahkan sering kali tanpa informasi atau fakta-fakta yang cukup.
Beda sama kebanyakan orang barat yang mau cari tahu dulu setengah mati, maka orang Indonesia (orang Asia?) lebih percaya sama karakter, cara bicara, wajah. Makanya Feng Shui ditemukan di Asia ya. :)
Jadi siapakah SBY sang Presiden nantinya, mana yang akan muncul di masa pemerintahannya?
A champion in the fight against Islamic militancy and corruption seperti kata CNN atau indecisive former general more at home in meeting rooms than on the battlefield?
SBY, “the Thinking General” atau SBY, “the ‘Air Conditioner’ general”?
Atau semuanya?
Kita tunggu saja tanggal mainnya. :)
Susunan Kabinet Bayangan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) berdasarkan kabar burung Internet, selebaran dan forwardan email, sama sekali bukan diperuntukan sebagai sumber resmi yang dapat dipercaya. Tanggal beredar paling awal sekitar akhir bulan Juni 2004 (30 Juni 2004)
Kabinet bayangan versi Internet dan selebaran ini sudah dibantah keberadaannya oleh tim kampanye SBY-Kalla di Bisnis Indonesia tanggal 30 Juni 2004
Entah kenapa, skrg muncul lagi yang katanya versi pertemuan Jenggala dan Hotel Regent, 5 Agustus 2004
Perbedaan antara kedua versi kabinet bayangan tersebut bisa dicermati dibawah ini.
Menurut pernyataan Jusuf Kalla di KOMPAS, tgl 26 Agustus susunan Kabinet SBY-JK akan diumumkan pada tanggal 20 September 2004, sekarang sudah tanggal 22 September tapi pengumuman resmi yang dijanjikan belum ada.
| POSISI | 30 JUNI 2004 | 5 AGUSTUS 2004 |
| Menko POLKAM: | Edy Soedrajat (Jeneral TNI pur) | Widodo AS |
| Menko EKUIN: | Prof Dr Irsan Tanjung | Dr. Syahrir |
| Menko KESRA: | Prof Dr Yusril Mahendra | Prof Mubyarto |
| Menteri Dalam Negeri: | Djoko Santoso | Dr. Andi Malarangeng |
| Menteri Luar Negeri: | Sabam Siagian | Rahmat Witoelar |
| Menteri Pertahanan: | Prof Dr Nazarudin Syamsuddin | Yusril Ihza Mahendra |
| Panglima TNI: | Jenderal Ryamizard Ryacudu | Laksamana Bernard K Sondakh |
| Ketua BIN: | Syamsir Siregar | Syamsir Siregar |
| Jaksa Agung: | Dr Todung Mulya Lubis | Adnan Buyung Nasution |
| Kepala BAPPENAS: | - | Ichlasul Amal |
| Kabulog: | - | Dr. Anny Ratnawati |
| Kapolri: | - | IG Mangku Pastika |
| Ketua BPK: | - | Anwar Nasution |
| Menteri Pendidikan: | Prof Dr Sofyan Effendi | Prof. Yohannes Surya, PhD |
| Menteri Kehakiman (dan HAM?): | Prof Dr Moh Ali | Todung Mulya Lubis |
| Menteri Agama: | Prof Dr Nurcholis Majid | KH Abdullah Gymnastiar |
| Menteri Keuangan (dan Moneter?): | ECW Neloe | Dr. Didik J Rachbinie |
| Memperindagkop: | Dr Mari Pangestu | - |
| Menteri Perdagangan : | - | ECW Neloe |
| Menteri Koperasi dan UKM: | - | Sri Edhi Swasono |
| Menteri Perindustrian: | - | Aburizal Bakrie |
| Menteri BUMN: | Dr Sri Mulyani Indrawati | Bambang Sudibyo |
| Menteri Kehutanan: | Agustadi SP | Prof Dr. Hadi S Ali Kodra |
| Menteri Pertanian: | Dr MS Dillon | HS Dillon |
| Menteri Pertambangan: | Baihaki Hakim | Arifin Panigoro |
| Menteri Kimpraswil: | Ir Aziz Husein, Dipl.Ing | Prof Johan Silas |
| Menteri Telekomunikasi dan Informasi: | Jonatahn L Parapak | RM Roy Suryo (!!!???) |
| Menteri Perhubungan (dan Transmigrasi?): | Bibit Waluyo | Hatta Rajasa |
| Menteri Maritim (= Kelautan?): | Laksamana (L) R Sondakh | Rochmin Dahuri |
| Menteri Kesehatan: | Prof Dr Merdias Almatsier | Prof Aman budi santoso |
| Menteri Sosial: | MS Kaban | Marwah Daud Ibrahim |
| Menteri Tenaga Kerja: | Prof Dr Aries Ananta | Dr. Dradjat Wibowo |
| Menteri Parawisata: | Dr Martha Tilaar | Garien Nugroho |
| Menteri Kesenian & Budaya: | Sys NS | - |
| Menteri Olah Raga (dan Pemuda?): | EE Mangindaan | Anis L Matta |
| Menteri Wanita: | Henny Poerwonegoro | Ira Koesno |
| Menteri PAN: | Faisal Tamin | Hidayat Nur Wahid |
| Menteri Sekneg: | Mayjen Erwin Sudjono | Anas Urbaningrum |
| Menteri Penerangan: | - | Jakob Oetama |
| Menteri Pengembangan Kawasan Timur: | - | Max Sopacua |
| Menteri Lingkungan Hidup: | - | Hermanto Siregar |
| Menteri Ristek: | - | Dr. Onno W Purbo |
| Menteri Otonomi Daerah: | - | Sri Sultan HB X |
| Jubir Istana Kepresidenan: | Max Sopacua, SE, MSc | - |
| Jubir Istana Wakil Presiden: | Dr Andi Malarangeng | - |
| Penasihat Presiden: | - | Nurcholis Madjid Amien Rais KH Abdurrahman Wahid Emil Salim |

Hasil Quick Count (penghitungan cepat) yang dilakukan oleh LP3ES diumumkan kemarin malam, tgl 20 Sept 2004 dengan hasil yang cukup kuat sehingga LP3ES cukup percaya diri untuk menyebut bahwa SBY AKAN MENJADI PRESIDEN BARU.
“Tabel Perkiraan Perolehan Suara Calon Presiden dan
Wakil Presiden RI Hasil Pemilihan 20 September 2004”
| PASANGAN CALON | PERKIRAAN SUARA |
| Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi | 38,8% |
| Susilo Bambang Yudhoyono – M. Jusuf Kalla | 61,2% |
*Data sampai dengan pukul 18:20 WIB, 20 September 2004, (1.362 TPS)
Dasar penghitungan cepat ini adalah data yang diperoleh dari pemantauan dan pencatatan hasil penghitungan suara di 1.362 TPS, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Jumlah suara sah di TPS-TPS tersebut adalah 283.442 suara.
Margin of error perkiraan di atas adalah +/- 1,1 persen poin pada tingkat kepercayaan 95%.
Dalam pelaksanaan Quick Count ini, LP3ES bekerja sama dengan Metro TV, Yayasan Tifa dan National Democratic Institute for International Affairs.
Keterangan lengkap tentang konferensi pers LP3ES, kemarin malam, Senin 20 Sept 2004 ada disini:
- Versi Indonesia: SBY AKAN MENJADI PRESIDEN BARU
- English version: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO WILL BE INDONESIA’S NEXT PRESIDENT
Selamat untuk presiden baru :)
Hari kedua dari hari pemungutan suara kemarin, website TNP menyebutkan bahwa suara yang masuk hingga hari ini sudah sekitar 60 juta suara.
Yang sedikit mengherankan buat gue (hehe) adalah media massa di luar negeri kelihatannya sudah yakin kalo SBY bakal jadi presiden RI ke 6.
Rupanya mereka lebih terlatih dan terbiasa serta percaya pada hasil penghitungan polling (seperti milis LSI tgl 16 kemarin) yang memang hasilnya adalah SBY mengungguli Megawati sekitar 20%
Dibawah ini artikel di New York Times (kamu harus register free dulu buat baca):
Ex-General Appears to Win by Big Margin in Indonesia
“There could be a shift of a couple of percentage points, but the count is pretty stable,” said Paul Rowland, the executive director of the institute here in Indonesia. The survey, called a quick count, is based on votes cast at 2,000 polling places throughout the nation.
General Yudhoyono, 55, would become Indonesia’s sixth president since independence in 1945, and the fourth since the fall of the authoritarian leader Gen. Suharto in 1998.Dibawah ini beberapa janji-janji serta prediksi tentang pemilu presiden putaran kedua.
Ditampilkan disini sebagai bukti bahwa pernyataan ini pernah keluar sehingga nanti lebih gampang untuk diperiksa kembali, serta kita lihat mana prediksi yang benar dan mana janji yang tidak diingkari.
1. Bila Mega Kalah, Golkar Tolak Bergabung Kabinet SBY
Akbar Tanjung:Kita lihat saja janjinya Bung Akbar ini.
2. Apa pun Hasilnya, PDIP Terima
Sekjen PDIP Sutjipto:Sip, kalah terima, menang terima ya pak :)
3. Mega Kalah, PPP Tolak Masuk Kabinet SBY
Hamzah Haz:Heheh, ini pada menolak masuk kabinet apa karena pada tau ya memang tidak akan ditawari? Jadi daripada malu, ya lebih baik menolak duluan? :D
Untuk para GOLPUTER, mulailah mengidolakan Gus Dur, karena beliau inilah yang konsisten selalu tidak memilih (golput) dalam pemilu I maupun II.
Menurut Gus Dur, golput pada putaran kedua ini akan mencapai 60 persen. :)
Dan kalo pun tidak mencapai 60%? Maka menurut Gus Dur itu karena KPU tidak mengakui bahwa suara golput mencapai 60%. Sisa suara akan disebut rusak.
Ini menurut Gus Dur, bagaimana prediksi ini, apakah akan benar? Mari kita tunggu saja

Ingat, TNP ini adalah sekedar semacam papan tulis elektronik nasional yang dibuat agar seluruh masyarakat bisa mengikuti proses penghitungan.
Jadi sekali lagi angka-angka di TNP bukanlah angka mati yang tidak bisa dirubah, jika ada kesalahan atau koreksi dari TPS, maka jumlah suara bisa berubah.
Sedang hasil akhir yang berkekuatan hukum, nantinya tetap akan dilakukan penghitungan manual. (mohon dikoreksi bila informasi ini salah)
Yang baru dari website TNP ini adalah tersedianya fitur baru:
Dimana data-data suara yang masuk dapat dilihat tampilan visualnya.
Jadwal Waktu Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran II tertuang dalam Keputusan KPU No. 45/2004
Lengkapnya keputusan tersebut dapat dilihat disini:
Sedang jadwal lengkapnya tertuang dalam Lampuran Keputusan no 45 tersebut disini: Lampiran Keputusan KPU No. 45/2004 (.doc file)
Tanggal-tanggal penting:
- Pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS/TPSLN: 20 Sept 2004
- Rekapitulasi jumlah suara di tingkat Nasional: 2 - 4 Oct 2004
- Penetapan dan pengumuman hasil Pemilu Tahap II: 5 Oct 2004 (hari ABRI!)
- Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji Presiden dan Wakil Presiden: 10 Oct 2004
Hasil dari survey terakhir LSI tanggal 16 September 2004 (4 hari sebelum Pemilu Capres Putaran II) adalah sebagai berikut:
(hasil lengkap survey bisa diperoleh disini)
Jika pemilu dilakukan saat itu juga, tanggal 16 Sept, maka hasil yang akan didapat, menurut survey LSI adalah seperti dibawah ini:
(Hasil prediksi LSI berdasarkan 2 jenis survey)
| PASANGAN | PERSENTASE |
| SBY-Kalla | 56.2% |
| Mega-Hasyim | 36.3% |
| Tidak Tahu, Tidak Jawab, Rahasia | 7.5% |
Lembaga Survey Indonesia terlihat cukup akurat hasil survey-nya dari beberapa kali survey mereka lakukan, mari kita lihat saja hasilnya di Hari Pemilu nanti, hari Senin, tanggal 20 September.
Yang pasti, saya pribadi sih mendoakan agar pemilunya berjalan lancar, tanpa bom, tanpa korban jiwa, tanpa tunjuk menunjuk, tanpa tanda seru.
Segalanya bersih, aman, dan beres.
Yang menang tau tempatnya, yang kalah tau tempatnya. Semua berbesar hati.
Untuk masa depan kita bersama juga.

Sumber berita detik.com
DPP Partai Golkar menonaktifkan sejumlah kadernya karena tidak mendukung (alias memihak SBY kali maksudnya ya?) keputusan DPP mendukung Mega-Hasyim.
Mereka yang dinonaktifkan adalah:
Penasihat Partai Golkar:
- Jusuf Kalla
- Muladi
Pengurus DPP Partai Golkar
- Fahmi Idris
- Marzuki Darusman
- Burhanuddin Napitupulu
- Yuniwati Maskur Sofwan
- Anton Lesiangi
- Abu Hanifah
- Abu Hasan Sadjili
- Priyo Budi Santoso
- Yuslin Nasution
Anggota lainnya:
- Edison Betaubun
- Yorris Raweyai
- Malkan Amin
Berdasarkan kesepakatan dengan dua tim sukses capres maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan format dan jadwal dialog calon presiden sebagai berikut:
TANGGAL: 14 - 16 September 2004
PUKUL: 20.00 - 22.00 WIB
TEMPAT: Hotel Hilton, Jakarta
FORMAT
- Dialog dibagi 2 sesi dengan waktu 45 - 50 menit.
- Calon pasangan tidak dipertemukan.
- Setiap pasangan calon akan menghadapi 4 panelis yang berbeda setiap harinya (sesuai dengan tema)
- Tema yang dibahas: agama, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, kesejateraan sosial, politik, hukum, pemerintahan dan otonomi daerah
JADWAL
14 September 2004
* Sesi I Mega-Hasyim
* Sesi II SBY- Jusuf Kalla
15 September 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim
16 septembet 2004
* Sesi I SBY-Jusuf Kalla
* Sesi II Mega-Hasyim
NAMA-NAMA PANELIS (berdasarkan usulan dan persetujuan kedua tim kampanye dan KPU):
Untuk pasangan Mega-Hasyim:
1. Prof. Azyumardi Azra
2. Ki Supriyoko
3. Ratna Sarumpaet
4. Seto Mulyadi
5. Faisal Basri
6. Dibyo Prabowo
7. Marie Pangestu
8. Mayling Oey
9. Prof. Maswadi Rauf
10. Ikrar Nusa Bakti
11. Harkristuti Harkrisnowo
12. Daniel Sparingga
Untuk Pasangan SBY-Jusuf Kalla:
1. Dr. Dewi Fortuna Anwar
2. Prof. Dr Romli Atmasasmita
3. Fachri Ali, MA
4. DR. Bambang Sumantri Brojonegoro
5. Lin Che Wei, MA
6. DR Nina Sapti
7. Taslim Arifin
8. Mangara Tambunan
9. Prof. DR. Syafii Maarif
10. Taufik Ismail
11. Pdt. DR. Nathan Setiabudi
12. Prof. Dr. Sparinah Sadli.
Moderator
- Natalia Subagyo (TVRI)
- Aviliani (INDEF)
- Debra Yatim (Koalisi Media).
SATU (1) PERTANYAAN berhubungan dengan bom yang meledak kemarin di Jakarta dan ancaman akan adanya terus menerus pemboman dan teror
Siapa yang nantinya akan mampu menangani masalah ini?
MEGAWATI atau SBY?
Sepertinya sudah cukup sampai disini kita bersimpati (kalo pun masih ada) pada setiap gerakan, setiap kelompok, setiap individu, setiap ide, setiap pemikiran yang DENGAN ALASAN APAPUN menghalalkan dikorbankannya individu lain demi sebuah tujuan, APAPUN TUJUAN tersebut.
Yang MEMAKSAKKAN kehendaknya dan tujuannya dengan KEKERASAN yang TIDAK DAPAT DIBENARKAN.
Kirimkan PESAN pada siapapun, dimanapun, tetangga, teman, keluarga, bahwa untuk masih bersimpati sesedikit APAPUN pada mereka ini adalah hal yang MEMALUKAN, hal yang TIDAK DAPAT DITOLERIR.
Sampaikan bahwa ketika KAMU meledakkan bom, ketika KAMU membunuh sesama, ketika KAMU DENGAN SADAR DAN SENGAJA membiarkan seorang saudara terkapar penuh luka dan darah maka kamu TIDAK! (SEKALI LAGI TIDAK!) BERBICARA dan BERJUANG ATAS NAMAKU, ATAS NAMA KELUARGAKU ATAS NAMA AGAMAKU, ATAS NAMA NEGRIKU.
KAMU disana, sendiri, dan akan segera kami lupakan.
KAMU bukanlah bagian dari KAMI.
Riuh rendahnya kontes popularitas di televisi plus semakin dekatnya Pemilu Presiden tahap kedua ternyata bisa memancing kreativitas. Berikut ini salah satu kreativitas yang beredar melalui email. Penulis pertamanya entah siapa.
Komentar mas Indra untuk :
SBY : “Lagu anda monoton, pelangi lagi pelangi lagi. Apa stok lagu poprock anda cuma segitu doank ? Terus terang, kalo pemirsa cuma milih tampang, maka pasti mereka bersimpati dan pada milih anda”
Mega : “Udah kurang atraktif, penjiwaan datar-datar aza, performance-nya payah, heran kok anda bisa lulus tahap audisi dulu, yach ?”
Komentar mbak Muthia untuk :
SBY : “Anda itu kayak melon, kadang manis kadang asam rasanya. Cuma kali ini kok saya denger lagunya malah jadi hambar, yach ? 3 huruf untuk anda : es te de…. standar !!!”
Mega : “Bila di Jakarta Selatan, ada perumahan Bona Indah, maka untuk nyanyian yang anda bawakan ini saya ambil ilustrasi kawasan di Puncak : Mega Mendung !”
Komentar mbak Titi untuk :
SBY : “Saya rasa anda membawakan lagunya dengan kurang improvisasi, terlalu bertele-tele, dan kurang greget”
Mega : “Secara teknik vokal, jujur musti saya bilang anda payah banget. Untuk atraksi panggung, saya lihat anda tidak menarik untuk dipandang. Saran saya, belajar koreografi dulu dech dari adik mbak yang punya sanggar GSP itu”
Komentar mas Jay untuk :
SBY : “Tadinya saya pikir anda tidak bisa nyanyi diatas panggung, tapi setelah saya dengar suara anda saya makin yakin bahwa anda mending nggak usah nyanyi aza. Lebih cocok jadi politikus, yach !”
Mega : “Jujur aza, denger suara mbak saya jadi ngantuk. Terus, saya musti bilang apalagi ?”
Komentar mbak I’ie untuk :
SBY : “Problemnya apa penonton ? Yach, pitch control…. !!!”
Mega : “Coba mbak tanya ke diri sendiri, apa kekurangan vokal mbak ? Habis susah sich, kalo nanti saya kasih saran anda malah ngambek”
Komentar kang Harry untuk kedua kontestan :
“Sebenarnya menurut pendapat rekan saya doktorandes Arief, yang mustinya jadi juara itu mbak Ira Koesno. Tapi yach, mau gimana lagi, cuma ente berdua stok yang disodorin ama KPU, jadi ampe ketemu kalian berdua di pinal. Eh, ini udah babak pinal, khan ?”
Komentar mbak KD untuk kedua kontestan :
“Maaf…, melihat bobot anda berdua, bisa nggak kalian menjalani diet, sedikit aza !”
Ada yang menarik dari kantor Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terkait dengan Pemilu Presiden. Pada hari Senin 30 Agustus 2004, Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] yang Calon Presiden dari Partai Demokrat mendatangi kantor KPK di jalan Veteran. Kedatangan SBY yang menurut beliau atas inisiatif sendiri diterima oleh Wakil Ketua KPK, Syachruddin Rasul.
Sementara itu, sore pada hari yang sama Hasyim Muzadi yang Calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat Indonesia juga hadir di kantor KPK. Menurut berita detik com kedatangan beliau adalah untuk memenuhi undangan KPK.
Sementara itu pada hari Rabu, 1 September 2004 giliran Calon Presiden dari PDIP yang diperiksa kekayaannya. Berbeda dari dua kandidat sebelumnya kali ini KPK merasa perlu untuk mendatangi kediaman resmi Megawati Sukarnoputri di jalan Teuku Umar [bahasanya rumah dinas kepresidenan].
Menurut pendapatku, semestinya KPK memberlakukan aturan yang sama untuk semua kandidat. Tidak peduli sang kandidat sedang menjabat atau kecil kemungkinan untuk menang. Sebab posisi mereka semua sebanarnya sama di mata masyarakat, sama-sama kandidat pemimpin. Jangan hanya karena sang kandidat sedang menjabat, KPK mendatangi kediamannya.
Mudah-mudahan perbedaan perlakuan atas ketiga kandidat pemimpin negara diatas bukan merupakan upaya keberpihakan dari KPK. Sebab apabila keberpihakan yang terjadi, legitimasi dan kepercayaan masyarakat kepada komisi ini akan semakin menurun di saat mereka belum bisa menunjukkan ‘taji’-nya. Dan satu hal lagi, mari berharap ada penjelasan yang bisa menjawab keingintahuan masyarakat soal pertambahan kekayaan sebanyak 15 Milyar selama 3 tahun

