August 2004 Archives

Dari berita di detik.com dikabarkan bahwa Sekjen PDIP, Sutjipto menilai Koalisi Kerakyatan yang muncul sebagai respon berdirinya Koalisi Kebangsaan sebagai embrio deparpolisasi.

Yang mana menurut beliau lagi, deparpolisasi ini adalah manifestasi dari (eng ing eng)... Orde Baru.

Ini lucu.

Coba tolong dilihat so called Koalisi Kebangsaan ini siapa saja?

  1. Partai Golkar
  2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  3. PPP
  4. PDS

Selain dari PDS, tiga parpol diataslah, kalo mau yang bisa kita bilang justru bagian dan sisa-sisa dari ORBA.

Tiga parpol diataslah yang ada dan berkolaborasi dengan orba 32 tahun lamanya.

Hingga lucu kalo sekarang orang-orang ORBA ini yang menuduh orang lain (koalisi kerakyatan) yang ORBA.

Cuma satu pihak yang dirugikan deparpolisasi terjadi, yaitu: PARPOL

Tentunya parpol-parpol ini pasti sibuk menyelamatkan diri agar kekuatannya tidak hilang, tapi menyebut pihak lain orba rasanya sih kelewatan. Lagian siapa sih yang tidak orba?

Pertarungan antar koalisi ini lebih baik diberi nama Koalisi Status Quo vs. Koalisi Non Status Quo.

Atau biar lebih jelas lagi, Koalisi Anti Perubahan vs. Koalisi Untuk Perubahan.

PKS Dukung SBY

| | Comments (38)
PKS dukung SBY

Demikian dikabarkan oleh Detik.com dalam PKS Resmi Dukung SBY-Kalla

Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera memutuskan untuk memberi dukungan penuh kepada pasangan SBY-Kalla pada pilpres putaran II, 20 September mendatang. (sayang websitenya PKS tidak terlalu updated, berita ini belum ada di website tersebut)

Dukungan itu dikukuhkan melalui nota kesepahaman (??) yang ditandatangani kedua belah pihak.

Nah ini menarik karena (1) rasanya dukungan partai lain (Golkar misalnya) pada kandidat lain (Megawati) tidak pake nota-nota segala dan (2) karena nota kesepahaman" ini adalah nama lain dari Kontrak Politik mahasiswa yang ditandatangani oleh Amien Rais, terakhir (3) SBY ternyata MAU tandatangan ini kontrak, padahal tidak ada keharusan. :)

Nota kesepahaman ditandatangani Hidayat Nurwahid dan SBY di Hotel Regent, Jakarta.

5 poin penting dalam nota kesepahaman:

  1. Konsisten melakukan perubahan untuk membangun pemerintahan yang bersih, peduli, profesional, diantaranya dibuktikan dengan keteladanan dan kesiapan memberhentikan anggota kabinet yang melakukan korupsi serta tidak mengulangi kesalahan pengelola negara sebelumnya (Soeharto?? Megawati??) dan tidak menjadikan kekuasaan untuk mendzalimi umat dan bangsa Indonesia.
  2. Mempertahankan kedaulatan NKRI di tengah-tengah percaturan dan pergaulan dunia internasional (Aceh??).
  3. Melanjutkan proses demokratisasi dan reformasi di Indonesia dalam rangka terbentuknya masyarakat madani, mengedepankan supremasi sipil dan tidak menghadirkan pemerintahan 'yang militeristik' dan atau 'police site'. (SITE??? "STATE" KALI MAS? DETIK gimans nih??)
  4. Meningkatkan moralitas bangsa, kualitas masyarakat dan kesejahteraan rakyat serta mengedepankan penegakan hukum serta penghormatan terhadap HAM.
  5. Menudukung upaya perjuangan bangsa Palestina dalam mencapai kemerdekaannya dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Point terakhir menarik, apa artinya ini dengan isu SBY dekat dengan US?

 
PERMOHONAN MAAF

Ini tidak berkaitan dengan berita diatas, intinya adalah Blog Pemilu 2004 terutama saya pribadi mohon maaf karena kelesuan yang dihinggapi oleh blog ini sehingga posting-posting yang dijanjikan untuk muncul (hampir) setiap hari tidak dapat dipenuhi karena satu dan lain hal (lagi males aja sebenernya).

Banyak hal terlewatkan oleh Blog Pemilu 2004 ini karenanya, seperti: Bahwa Golkar sekarang mendukung Megawati dan terbentuknya Koalisi Kebangsaan (Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Damai Sejahtera) serta hal-hal lain.

Anyway, memasuki bulan September, mendekati Pemilihan Presiden (pilpres) kedua, Insya Allah Blog Pemilu 2004 akan kembali hadir setiap hari, menjalankan apa yang dijanjikan.

Tapi untuk seminggu kedepan, saya pribadi akan off dulu untuk menenangkan pikiran (ho ho ho), sehingga tidak akan ada perubahan banyak dalam blog, tapi tentu posting dari para kontributor lainnya akan masih dapat dilakukan.

Rasanya Baru Kemarin

| | Comments (13)

tujuhbelasagustus.jpg

Puisi Kemerdekaan dari Gus Mus (Mustofa Bisri) budayawan dan penyair NU, versi ke-9 (setiap tahun bertambah). Sumber dari JawaPos.co.id

 
RASANYA BARU KEMARIN (Versi IX)

Rasanya
Baru kemarin

Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia.

Rasanya
Gaung pekik merdeka kita
Masih memantul-mantul tidak hanya
Dari para jurkam PDIP saja.

Rasanya
Baru kemarin.

Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta
Taruna-taruna sudah banyak yang jadi
Petinggi negeri
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.

Rasanya
Baru kemarin

Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.
Menteri-menteri yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi

Rasanya baru kemarin

Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pemerintah yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat

Rasanya baru kemarin

Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh

Kemajuan semu sudah semakin menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya

Daging yang selama ini terus dimanjakan kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya

Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan

Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya
Semakin bertambah besar pengaruhnya
Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda
Kepentingan sendiri dan golongan
sudah semakin melecehkan kebersamaan

Rasanya
Baru kemarin

Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangaraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam,
dan Kura-kura Ninja

Banyak orang pandai sudah semakin linglung
Banyak orang bodoh sudah semakin bingung
Banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
Banyak orang miskin sudah semakin kecurangan

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh angkatan empatlima sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya sudah banyak yang tak jelas maunya

Rasanya
Baru kemarin

(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Sudahkah kalian Benar-benar merdeka?)

Rasanya
Baru kemarin

Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis
Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri

Mereka yang kemarin sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan
Mereka yang kemarin mengecam pelecehan hukum
Kini sudah banyak yang pintar melecehkan hukum

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.

Mahasiswa-mahasiswa pejaga nurani
Sudah dikaburkan oleh massa demo yang tak murni
Para oportunis pun mulai bertampilan
Berebut menjadi pahlawan
Pensiunan-pensiunan politisi
Sudah bangkit kembali
Partai-partai politik sudah bermunculan
Dalam reinkarnasi

Rasanya baru kemarin

Wakil-wakil rakyat yang kemarin hanya tidur
Kini sudah pandai mengatur dan semakin makmur
Insan-insan pers yang kemarin seperti burung onta
Kini sudah pandai menembakkan kata-kata

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun kita
Merdeka.

Para jenderal dan pejabat sudah saling mengadili
Para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
Mereka yang kemarin dijarah
Sudah mulai pandai meniru menjarah
Mereka yang perlu direformasi
Sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
Mereka yang kemarin dipaksa-paksa
Sudah mulai berani mencoba memaksa

Mereka yang selama ini tiarap ketakutan
Sudah banyak yang muncul ke permukaan
Mereka yang kemarin dipojokkan
Sudah mulai belajar memojokkan
Mereka yang kemarin terbelenggu

Sudah mulai lepas kendali melampiaskan nafsu
Mereka yang kemarin giat mengingatkan yang lupa
Sudah mulai banyak yang lupa

Rasanya baru kemarin

Ingin rasanya aku bertanya kepada mereka semua
Tentang makna merdeka

Rasanya baru kemarin

Pakar-pakar dan petualang-petualang negeri
Sudah banyak yang sibuk mengatur nasib bangsa
Seolah-olah Indonesia milik mereka sendiri
Hanya dengan meludahkan kata-kata

Rasanya baru kemarin

Dakwah mengajak kebaikan
Sudah digantikan jihad menumpas kiri-kanan
Dialog dan diskusi
Sudah digantikan peluru dan amunisi

Rasanya baru kemarin

Masyarakat Indonesia yang berketuhanan
Sudah banyak yang kesetanan
Bendera merahputih yang selama ini dibanggakan
Sudah mulai dicabik-cabik oleh dendam dan kedengkian

Rasanya baru kemarin

Legislatif yang lama sekali non aktif
Dan yudikatif yang pasif
Mulai pandai menyaingi eksekutif
Dalam mencari insentif

Rasanya baru kemarin

Para seniman sudah banyak yang senang berpolitik
Para agamawan sudah banyak yang pandai main intrik
Para wartawan sudah banyak yang pintar bikin trik-trik

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
Tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru

Rasanya
Baru kemarin

Orang-orang NU yang sekian lama dipinggirkan
Sudah mulai kebingungan menerima orderan
NU dan Muhammadiyah yang selama ini menjauhi politik praktis
Sudah kerepotan mengendalikan warganya yang bersikap pragmatis

Rasanya
Baru kemarin

Pak Harto yang kemarin kita tuhankan
Sudah menjadi pesakitan yang sakit-sakitan
Bayang-bayangnya sudah berani pergi sendiri
Atau lenyap seperti disembunyikan bumi
Tapi ajaran liciknya sudah mulai dipraktekkan
oleh tokoh-tokoh yang merasa tertekan
Anak dan antek kesayangan Bapak sudah berani tampil lagi
Mendekati rakyat lugu mencoba menarik simpati
Memanfaatkan popularitas dan kesulitan hidup hari ini

Rasanya baru kemarin

Habibie sudah meninggalkan
Negeri menenangkan diri
Gus Dur sudah meninggalkan
Atau ditinggalkan partainya seorang diri

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah limapuluh sembilan tahun lamanya
Megawati yang menghabiskan sisa kekuasaan Abdurrahman
Mengajak Hasyim Muzadi merebut lagi kursi kepresidenan
Membangkitkan nafsu banyak warga NU terhadap kedudukan

Apalagi Wiranto yang mengalahkan Akbar
menggandeng Salahuddin keturunan Rais Akbar
Ikut bersaing merebut kekuasaan melalui Golkar
Dan didukung PKB yang dulu ngotot ingin Golkar bubar

SBY yang mundur dari kabinet Mega juga ikut berlaga
Dengan Jusuf Kalla menyaingi mantan bos mereka
Bahkan dalam putaran pertama paling banyak mengumpulkan suara

Amin Rais yang sudah lama memendam keinginan
Memimpin negeri ini mendapatkan Siswono sebagai rekanan
Sayang perolehan suara mereka tak cukup signifikan

Hamzah Haz yang tak dicawapreskan PDI maupun Golkar
Maju sendiri sebagai capres dengan menggandeng Agum Gumelar
Maju mereka berdua pun dianggap PPP dan lainnya sekedar kelakar

Rasanya baru kemarin

Rakyat yang sekian lama selalu hanya dijadikan
Obyek dan dipilihkan
Kini sudah dimerdekakan Tuhan
Dapat sendiri menentukan pilihan
Meski banyak pemimpin bermental penjajah yang keberatan
Dan ingin terus memperbodohnya dengan berbagai alasan
Rakyat yang kebingungan mencari panutan
Malah mendapatkan kedewasaan dan kekuatan
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
BagaimanA rasanya
Merdeka?)
Rasanya baru kemarin
Orangtuaku sudah lama pergi bertapa
Anak-anakku sudah pergi berkelana
Kakakku dan kawan-kawanku sudah jenuh menjadi politikus
Aku sendiri tetap menjadi tikus

(Hari ini
setelah limapuluh sembilan tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama)
Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah limapuluh sembilan tahun kita
Merdeka

(Ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:
Merdeka!)

 
Rembang, 17 Agustus 2004

 
Walau "kami" ini tidak pernah mengalami "kemarin"-nya Gus Mus tapi Blog Pemilu 2004, pemiliknya, pengisinya dan segenap pengunjungnya turut mengucapkan Dirgahayu Indonesia yang ke-59.

Semoga di tahun yang ke 59 ini juga, lewat Pemilu yang benar-benar Demokratis, kita akan mempunyai Presiden pilihan kita sendiri yang akan memimpin dan membawa bangsa ini ke tempat yang lebih baik.

Demi Bangsa dan untuk Indonesia yang lebih baik. Merdeka!

Mahkamah-Konstitusi.gifDiberitakan oleh detik.com bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak semua gugatan dari Tim Wiranto - Sholah berkenaan dengan hasil Pemilu Presiden Pertama.

Hasil keputusan ini diterima dengan baik oleh kubu Wiranto seperti dinyatakan oleh Salahuddin Wahid, cawapres Wiranto yang mengikuti sidang MK sejak dibuka pukul 14.00 WIB, Senin (9/8/2004) di Gedung MK, Jl.Medan Merdeka Barat, Jakpus.

"Saya menerima dan menghormati putusan dari MK, tapi semangat kami datang ke sini bukan soal kalah menang, melainkan pembelajaran demokrasi bagi seluruh rakyat tentang pelaksanaan pilpres yang merupakan sejarah baru bagi bangsa ini"

Ah, sikap dan pembelajaran yang baik sekali yang bisa kita semua sama-sama ambil sarinya.

Mahkamah Konstitusi sendiri menghargai upaya kubu Wiranto seperti diutarakan oleh Ketua MK Jimly Ash-Shiddiqie kepada wartawan seusai membacakan putusan gugatan yang diajukan Tim Wiranto-Wahid di gedung MK, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2004).

“Mudah-mudahan sidang sengketa hasil pilpres menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik peserta maupun penyelnggara pemilu. Ini merupakan langkah awal menyelesaikan sengketa politik lewat jalur hukum dan tidak menumpahkannya ke jalanan dalam bentuk yang tidak dapat dipertanggungjawabkan”

Ngomong-ngomong tahukah Anda bahwa Mahkamah Konstitusi memiliki website?

Saya baru tahu. :) Sitenya bisa diakses disini:

www.mahkamahkonstitusi.go.id

Sayang hingga saat posting ini ditulis hasil keputusan diatas belum termasuk dalam website tersebut, tapi dijanjikan bahwa jalannya persidangan aduan tim Wiranto akan tersaji pada folder "Risalah Sidang"

angelina_sondakh.jpgKPU telah menetapkan anggota DPR-RI dan anggota DPD hasil pemilu legislatif kemarin untuk periode 2004-2009. Berita lengkap penetapan ini bisa dibaca di website resmi KPU pada berita KPU Menetapkan 550 Nama Anggota DPR RI dan 128 Nama Anggota DPD Terpilih Periode 2004 - 2009

Website resmi DPR sendiri di www.dpr.go.id belum mencantumkan atau memberi informasi tentang anggota baru diatas (btw, itu ya website DPR toouuullong! Ada yg bisa desain-in? biar ga malu hehe).

Nama-nama anggota DPR-RI baru bisa didapat disini dalam 4 file doc (entah kenapa harus doc dan harus ada 4 file?): 1, 2, 3, 4

Dalam file tersebut tercantum informasi cukup rinci tentang anggota DPR-RI baru berdasarkan daerah pemilihan, partai politik mana serta nama calonnya.

Sedang untuk nama-nama anggota DPD, 4 orang setiap provinsi (total 32×4 = 128 anggota) bisa dilihat disini: NAMA CALON TERPILIH ANGGOTA DPD PROVINSI

Komposisi kursi di DPR-RI (Total 550 kursi) sendiri seperti berikut:

  • Partai Golkar 127 kursi
  • PDI-P 109 kursi
  • PPP 58 kursi
  • PD 56 kursi
  • PAN 53 kursi
  • PKB 52 kursi
  • PKS 45 kursi
  • PBR 14 kursi
  • PDS 13 kursi
  • PBB 11 kursi
  • PDK 4 kursi
  • Partai Pelopor 3 kursi
  • PKPB 2 kursi
  • PNI Marhaenis 1 kursi
  • PKPI 1 kursi
  • PPDI 1 kursi

Tak mendapat kursi: PBSB, Partai PIB, Partai Merdeka, PPNUI, Partai Patriot Pancasila, PSI, PPD

Dari berbagai sumber dinyatakan bahwa anggota DPR-RI periode kali ini DIDOMINASI oleh WAJAH BARU. Kompas mengatakan 72% adalah mereka yang baru pertama kali menjadi anggota DPR-RI, sedang Jakarta Post mengatakan 60% dimana muka-muka baru ini paling banyak disuplai oleh Partai Demokrat (56) dan Partai Keadilan Sejahtera (45).

Diantara wajah baru ini adalah: Dede Yusuf, Qomar (pelawak) dan mantan ratu kecantikan Angelina Sondakh.

Laporan Blog Pemilu 2004 (Juli 2004)

|

traffic-agt.jpgLaporan lagi tentang perkembangan yang terjadi di Blog Pemilu 2004 ini sebulan kemarin.

Juli adalah bulan besar buat Blog Pemilu karena apa? Yup karena pada bulan Juli tanggal 5 kemarin pemilihan presiden putaran pertama dilaksanakan.

Pada tanggal 5 Juli tersebut jugalah, Blog Pemilu 2004 menerima pengunjung terbanyak, melampaui record sebelumnya yaitu menyentuh hingga 1041 pengunjung, disusul esok harinya 965 pengunjung.

  • 05 Jul 2004: 1041 pengunjung
  • 06 Jul 2004: 965 pengunjung

Secara keseluruhan, pada bulan Juli, Blog Pemilu 2004 dikunjungi 11783 kali (naik sedikit dari bulan lalunya 9769 kunjungan) dari 4753 unik alamat IP, yang mana bisa kita perkirakan rata-rata pengunjung mengulang kunjungan hingga 2.47 kali.

MonthUnique VisitorsNumber of VisitsPages
Jun 20043678976921984
Jul 200447531178327225

Rata-rata pengunjung perhari bulan Juli adalah 380.10 orang perhari dengan jumlah halaman dilihat sebanyak 878.23 halaman

  • Rata-rata pengunjung perhari: 380.10 orang
  • Rata-rata halaman dilihat perhari: 878.23 halaman
  • Rata-rara jumlah halaman dilihat setiap pengunjung: 2.3 halaman

Sementara ini juga (hingga hari ini) dalam database notifikasi Blog Pemilu 2004 telah terdaftar 270 alamat email untuk dikirimkan notifikasi setiap kali ada posting baru di Blog ini.

Posting paling populer bulan Juli lalu adalah KALAU AKU JADI AMIEN RAIS

Sedang keyword (disusul peringkat blog ini di Google) dibawah ini yang paling banyak mendatangkan pengunjung ke Blog Pemilu 2004 ini:

  • pemilu (3)
  • pemilu 2004 (1)
  • amien rais (9)
  • partai demokrat (4)
  • hasil pemilu 2004 (3)

Dua website resmi CAPRES yang melaku ke putaran kedua (SBY dan Mega) masing-masing melink ke Blog Pemilu 2004 ini. Link ke blog ini bisa ditemukan di:

hmmmm mungkin ini pertanda kalo mau jadi presiden, websitenya harus melink ke blog ini hehehehe

About this Archive

This page is an archive of entries from August 2004 listed from newest to oldest.

July 2004 is the previous archive.

September 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01