May 2004 Archives

Fasilitas Negara

|

Tadinya aku cuman pengen kasih komentar di posting sebelumnya. Akhirnya aku putuskan untuk bikin postingan sendiri karena view-nya berbeda. Sebab kalau melihat judul berita di detik itu, kata-kata rumah dinas menarik untuk dikomentari.

Pertanyaannya adalah, bisakah semua Calon Presiden [dan Wakil Presiden] yang bertarung di Pemilu 5 Juli 2004 menggunakan fasilitas negara untuk kampanye ?. Kalau jawabannya bisa, alangkah menyenangkannya !. Kalau untuk menyampaikan visi dan misi saja perlu meminjam rumah dinas Presiden, bisa jadi besok-besok ada fasilitas lain yang digunakan untuk kampanye. Menyenangkan juga buat calon yang sekarang kebetulan masih berada di pemerintahan dan mendapat fasilitas negara [kalau mereka mau mengikuti jejak ibu ini].

Kalau sudah begini, agak susah dipercaya kalau terpilih kelak mereka yang masuk golongan ini tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan diri sendiri. Terakhir, yang asyik kalau nanti ada yang usil mempertanyakan soal ini, tim sukses akan punya jawaban yang tak kalah asyik untuk ini. Perhatikan aja...he...he...he....

Model Surat Suara Pemilu Presiden

|

surat-suara-pemilihan-presiden.gif

Contoh surat suara yang akan digunakan pada pilpres 5 Juli nanti. (Foto courtesy dari hariankomentar.com)

Sumber dari Detik.com.

Lima JANJI dari pasangan Capres/Cawapres Mega - Hasyim:

  1. Membuka lapangan kerja dan usaha baru dengan menciptakan 12,9 juta lapangan kerja baru dan perlindungan TKI.
  2. Mengangkat 100.000 guru/tahun.
  3. Mengurangi tingkat kemiskinan sebesar 40%, subsidi beras dan perumahan.
  4. Peningkatan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas.
  5. Mengadakan infrastruktur seperti jalan kereta api, irigasi, air bersih, kelistrikan, dan pembangunan jalan baru.

Masih lumayan (standar gue rendah nih hehe) mau ngasih janji daripada ga ada yang dijanjikan sama sekali.

Buat calon presiden dan wakil presiden lain, JANJI-JANJI ANDA DITUNGGU!

Amien Rais di dukung PKS?

| | Comments (105)

Dari Detik.com hari ini:

Benarkah PKS sudah menjatuhkan pilihan pada Amien Rais? Humas PKS Suryama mengaku belum ada yang bisa diumumkan. Namun demikian draft keputusan sudah diambil, yakni mengerucut pada Amien Rais dan Wiranto.

"Tapi keputusan itu bersyarat dan merupakan faktor kritis. PKS melakukan verifikasi dan validasi dulu. Belum bisa diceritakan. Tidak enak kalau diumumkan awal," kata Humas PKS Suryama saat dihubungi detikcom di Jakarta pukul 08.30 WIB, Senin (31/5/2004).

Dia berharap siang ini PKS selesai melakukan verifikasi dan validasi. "Hari ini akan kita umumkan capres yang didukung PKS. Mudah-mudahan tidak ada halangan," ujarnya.

Website Partai Keadilan Sejahtera (PKS): pk-sejahtera.org dan www.keadilan.or.id sendiri hingga saat ini tidak memberi informasi apa-apa tentang hal ini.

Walau belum diputuskan dan katanya masih dalam dua pilihan pasangan Amien Rais atau Wiranto, tapi kayaknya (menurut gue) bakal lari ke Amien Rais.

Akan lebih susah bagi para pengurus PKS untuk menjelaskan pada konstituennya dan pada publik, bagaimana PKS dengan citra bersih dan anti korupsinya ternyata akan memberikan dukungannya pada Wiranto-Golkar-Orba.

Tapi mari kita tunggu saja.

Sebagai salah satu media komunikasi, website bisa jadi sebuah media baru yang unik dibanding media komunikasi lainnya. Makanya ga aneh kalo para pemilih meng-expect para pasangan capres/cawapres untuk memiliki website.

Celakanya website yang dibangun oleh orang yang tidak mengerti media ini bisa berakibat buruk dan sia-sia bagi si kandidat. Brand kandidat bisa turun dan potensi meraih pendukung (suara/dana) lewat website bisa lepas, lebih buruk lagi bisa jadi pemilih TIDAK JADI memilih seorang kandidat gara-gara websitenya parah.

Dalam kasus ini Website SBY bisa jadi contoh kasus untuk dipelajari.

Website pak Susilo Bambang Yudhoyono bisa ditemukan di alamat URL ini:

www.sby-oke.com

Kenapa nama ini yang dipilih saya gak ngerti, lebih makes more sense jika domain seperti SBYuntukIndonesia.com misalnya digunakan.

Website ini juga memberikan alternatif domain jika sesuatu terjadi (entah apa) pada domain SBY OKE di:

www.sby2004.com

dan

www.sby-yes.com

Pada saat ini dua domain diatas me-redirect-kan domainnya ke domain pertama diatas.

Sang pembangun website sepertinya esktra hati-hati dalam membuat website ini, ketika kita daftar ada semacam term of agreement yang harus kita agree dulu sebelum bisa register.

Bagian yang perlu dicatat dari persetujuan itu:

Perlu di ingat bahwa kami tidak selalu memperhatikan semua isi dari situs ini, karena semua isi database dari situs ini adalah tanggung jawab si pengunjung maka kami tidak bertanggung jawab atasnya...

Buat apa bikin website kalo tidak diperhatikan?

Kami akan mengubah semua pesan yang dikirimkan oleh anda kepada situs ini bila terlihat kurang baik atau mungkin kami akan menghapusnya bila perlu...

Intinya, cuma yang bagus2x aja yang akan dipasang di website ini (what???). Usaha yang bagus untuk memperlihatkan bahwa sang kandidat terbuka terhadap kritik.

Dibawah ini list kritik (versi gue) terhadap website ini:

  1. Desain website dan interface terasa clunky, tidak smooth dengan penggunaan frame dan ruang yang tidak efektif. (buat apa pake frame?)
  2. Desain grafis mengingatkan pada gaya 80-an (!) dengan bendera dan sinar matahari (kayaknya desainnya bisa lebih bagus lagi deh)
  3. Select text dan klik kanan di disable. (Ya ampun pak, takut dicuri apa text-nya? lagian nge-disable ini bukan solusi, siapa pun tinggal view source dan delete disable cliknya atau copy paste langsung html source-nya)
  4. Kalo kamu ke www.sby2004.com kamu akan menemukan... intro page!! buat apa? Buang2x waktu dan tidak memiliki fungsi apa-apa, kenapa ga langsung masuk ke halaman dalamnya?
  5. Visi-misi SBY-JK dipasang dalam file PDF tanpa ada keterangan apa2x di file tersebut ttg filenya sendiri, seperti judul misalnya (???). Kenapa ga dibuat halaman website, lebih gampang untuk dibaca online tanpa harus punya Adobe Reader
  6. Profile SBY dibuat dalam dalam 8 halaman !! tanpa maksud jelas, makan waktu untuk melihatnya.
  7. Halaman berita hanya menampilkan judul-judul berita, tanpa keterangan minimal sedikit beritanya tentang apa.
  8. Fitur polling yang cuma basa-basi dan tidak ada manfaatnya baik bagi pengunjung site dan atapun bagi SBY atau pun pengelola website.

Polling saat ini:

Menurut Anda, masalah apa yang harus diprioritaskan oleh pasangan SBY-MJK untuk membangun kembali Indonesia ?
  • Stabilitas Politik?
  • KAMTIBMAS?
  • Pemberantasan Korupsi?
  • Penegakan Hukum dan HAM?
  • Pembangunan Ekonomi?
  • Kesejahteraan Rakyat?
  • Peningkatan Iman dan Takwa?

Ya ampuuun, ya itu SEMUA yang harus diprioritaskan!

Intinya adalah terlihat bahwa pembangun website ini tidak mengerti media online, karakteristiknya, pengunaannya, bahkan teknologi terbarunya.

SAYANG BANGET, karena SBY-JK adalah pasangan favorit banyak orang untuk menang sebagai Presiden RI, tapi jika website ini adalah representasi dia dan tim kampanye-nya di dunia maya, maka banyak orang akan pikir-pikir lagi.

Gue yakin masih banyak para praktisi dunia maya yang lebih mengerti tentang website yang juga adalah pendukung SBY yang bisa membuat dan mengelola website JAUH lebih bagus lagi dengan SUKARELA. Pak jendral yang berpikir ini sebenarnya tinggal meminta dan membuka jalan bagi mereka yang mau bekerja buat dia.

Website lain yang lebih lumayan, juga tentang Susilo Bambang Yudhoyono adalah: www.sb-yudhoyono.com

Website yang dibuat dalam bentuk semi-weblog ini, selain memperbolehkan kontributor untuk menyumbangkan content (bener kan ya?) juga didukung oleh milis di yahoogroups yang sebenernya efektif dalam menggalang dukungan: Mailing list pendukung SBY untuk RI-1 2004

Jumlah anggota saat ini? 35 orang.

Menurut info, websitenya Megawati-Hasyim Muzadi akan dirilis pada tanggal 1 Juni ini dengan alamat di: www.megahasyim.com

Dengan dukungan pemilik Indo.com dibelakangnya, yg jelas berkecimpung di dunia online, bisa jadi website Mega ini akan mengesankan, tampilannya dan juga fungsi-fungsinya.

Bio Hamzah Haz

| | Comments (8)

Masih dalam rangka menyajikan profile dan resume para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), kini Blog Pemilu 2004 menampilkan Calon Presiden dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dan juga Wakil Presiden Indonesia saat ini:

hamzah_haz.jpgNama: DR. (HC) HAJI HAMZAH HAZ, BSc

Lahir: Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940

Agama : Islam

Isteri:
1. Asmaniah
2. Titin Kartini

PENDIDIKAN:

  • SMP, Pontianak, Kalimantan Barat
  • SMEA, Pontianak, Kalimantan Barat
  • Akademi Koperasi Negara, Yogyakarta (1962) Jurusan Ekonomi Perusahaan,
  • Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Pontianak (tingkat V, 1970)
  • Menerima The Degree of Honorary Doctor of Philosophy in Management dari American World of University (1998)

KARIR:

  • Guru SM Ketapang (1960-1962)
  • Wartawan suratkabar Bebas, Pontianak, Kalimantan Barat (1960-1961)
  • Pimpinan Umum Harian Berita Pawau, Kalimantan Barat
  • Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, (1962)
  • Ketua Badan Pemeriksa Induk Koperasi Kopra Indonesia (1965-1970)
  • Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak (1968-1971)
  • Asisten Dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak (1968-1971)
  • Anggota DPRD Tk I Kalimantan Barat (1968-1971)
  • Anggota DPR RI (1971-2001)
  • Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (1998-1999)
  • Wakil Ketua DPR (1999-2001)
  • Menko Kesra dan Taskin (1999)
  • Wakil Presiden RI (26 Juli 2001-2004)

Alamat rumah:
Jalan Tegalan No. 27
Jakarta Timur

Sumber: Hamzah-Haz.com

Sumber lain: TokohIndonesia.com

Iklan vs Kampanye

| | Comments (2)

Apa sih bedanya iklan dengan kampanye ? Aku pikir pertanyaan ini butuh jawaban segera saat ini. Saat masa kampanye pemilihan Presiden belum dimulai, tapi beberapa kandidat sudah memasang iklan di berbagai media.

Ada yang mendesak agar KPU mengambil tindakan terhadap para kandidat Presiden yang telah beriklan. Namun pakar hukum KPU [Hamid Awaludin] menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para kandidat itu belum termasuk kategori kampanye. Alasannya adalah iklan-iklan tersebut belum memenuhi tiga unsur kampanye.

Pikiran bodohku berkata, inilah politik. Dunia dimana kata-kata dan makna bisa dimainkan semaunya. Sama juga saat Kandidat belum ditetapkan oleh KPU namun ada kandidat yang telah beriklan. Alasan yang diberikan oleh KPU malah lebih lucu lagi. Mereka menyatakan belum bisa menindak para kandidat yang beriklan karena aturan kampanye pemilihan presiden belum dibuat.

Seperti juga segala hal, yang namanya no urut itu penting untuk memudahkan komunikasi dan membanjiri masyarakat dengan nomor yang otherwise tidak punya arti apa-apa.

Generasi yang paling muda skrg mungkin tidak akan lagi mengalami bagaimana no 1 adalah PPP, no 2 adalah GOLKAR dan no 3 adalah PDI. Betapa identiknya dulu nomor ini dengan apa yang diwakilinya.

Kini memasuki Pemilu Presiden Indonesia 2004, pasangan capres dan cawapres masing-masing juga perlu memiliki nomor, supaya para pendukung nanti tidak susah-susah meneriakkan nama yang mereka dukung, tapi tinggal sebut nomornya.

Dari 6 pasangan yang mendaftarkan diri ke KPU, 5 pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah diterima dan dinyatakan memenuhi syarat.

Nomor undian masing-masing pasangan telah ditentukan dengan cara diundi, dan susunannya seperti dibawah ini (sumber KPU: Nomor Urut Pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden Telah Ditetapkan)

Nomor 1 untuk pasangan Wiranto – Salahuddin Wahid

Nomor 2 untuk pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi

Nomor 3 untuk pasangan Amien Rais – Siswono Yudo Husodo

Nomor 4 untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla

Nomor 5 untuk pasangan Hamzah Haz – Agum Gumelar

Setelah penarikan nomor urut peserta, acara dilanjutkan dengan validasi nama dan foto pasangan calon dengan maksud: memastikan nama dan foto yang akan dicetak di dalam surat suara dalam waktu dekat ini.

Peserta diberikan keleluasaan mengoreksi atau menambah sesuatu dalam nama atau foto mereka, sebelum akhirnya membubuhkan parafnya.

Dibawah ini permintaan para capres/cawapres:

  • Megawati Soekarnoputri: meminta fotonya diganti
  • Hamzah Haz meminta supaya: meminta fotonya diganti dan get this meminta gelar doktornya dicantumkan (mungkin juga perlu dicantumkan dari universitas mana beliau meraih gelar tersebut)
  • Agum Gumelar: meminta pangkat ketentaraannya tidak dicantumkan

Ironis melihat perbedaan permintaannya pak Hamzah dengan pak Agum :)

Pertanyaan ini dilontarkan oleh Rosiana Silalahi kemarin malam dalam acara Kursi Presiden di SCTV. Munculnya pertanyaan ini karena tim kampanye para calon Presiden tidak mampu menjawab pertanyaan bagaimana komitmen para calon Presiden terhadap pelanggar hukum. Jawaban yang diberikan kurang lebih, "Masalah penegakan hukum adalah persoalan kejaksaan dan kepolisian. Calon kami menghormati asas Trias Politika, sehingga tidak mungkin menintervensi pihak kejaksaan". BAH !

Kalau melihat dari sisi ini, ternyata enak kali jadi Presiden itu. Tidak menuntut terlalu banyak tanggung jawab ! Udah gitu, ternyata lebih gampang melamar jadi Presiden daripada melamar pekerjaan di kantor. Kalau di melamar pekerjaan di kantor, satu surat keterangan [sebagai syarat pelengkap] saja tidak ada siap-siaplah untuk tidak dipanggil. Bandingkan dengan mendaftar jadi calon Presiden, jika ada syarat yang belum dipenuhi, masih ada kesempatan seminggu melengkapinya. Waktu ada yang bertanya tanggung jawab moral dari calon Presiden yang kemarin nyelonong di jalur busway, yang disalahkan malah Gubernur DKI.

Hi...hi...hi...Negara apa to, negara kita ini ?

Istri saya tiga, eh dua

| | Comments (5)

Dari berita di Detik.com, diberitakan bahwa capres dari PPP Hamzah Haz entah keliru atau lupa atau tidak memperhatikan tapi salah menyebutkan jumlah istrinya.

Peristiwa ini terjadi dalam pengambilan gambar "Kupas Tuntas Calon Presiden" yang akan ditayangkan di TransTV.

Dialog yang terjadi antara Hamzah Haz dan seorang peserta dialog, mahasiswi IPB semester X kira-kira berlangsung seperti ini:

Nurandini: Istri Bapak sebenarnya berapa?

(Audien tertawa, Hamzah mesem)

Hamzah Haz: Ya seperti di riwayat itu

Nurandini: Jadi dua, Pak?

Hamzah Haz: Ya, itulah

PADAHAL, padahal di riwayat hidup Hamzah Haz jelas-jelas tercantum bahwa istri Hamzah ada 3 orang, Hajjah Asmaniyah, berputra 9 orang. Kedua, Hajjah Titin Kartini, berputra 3 orang dan ketiga, Soraya memiliki 3 anak.

Hehe.. untung ga ditanya anaknya berapa, mungkin juga lupa (btw anaknya pak Hamzah ada 15 orang)

Laporan Blog Pemilu 2004 (Telat)

|

Laporan bulanan telat. Sekarang udah tanggal 20 Mai :), tapi inilah.

Selama bulan April 2004, Blog Pemilu 2004 telah dikunjungi oleh 7118 pengunjung dengan rata-rata 237.27 pengunjung perhari, dimana masing-masing pengunjung rata-rata melihat 1.76 halaman.

Pengunjung paling banyak yaitu pada tanggal 6 dan 7 April 2004, sehari dan lusa setelah pemungutan suara dilakukan.

Tercatat pada hari itu Blog Pemilu 2004 dikunjungi oleh 617 dan 685 pengunjung.

Dari seluruh pengunjung tercatat 37% datang dari search engine (mesin pencari) terutama Google dan Yahoo!.

Keyword utama dimana Blog ini ditemukan adalah:

  • pemilu 2004
  • pemilu
  • hasil pemilu 2004

Sumber berita dari site KPU

Ternyata salah satu syarat (selain yang udah umum) untuk mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres adalah menyertakan daftar TIM KAMPANYE dari pasangan tersebut.

Masing-masing pasangan punya tim dengan struktur yang berbeda sesuai dengan strategi dan kebutuhan kampanye masing-masing dengan karakter dan komposisi yang bervariasi.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendaftaran Presiden-Wakil Presiden KPU, Anas Urbaningrum, berkomentar tentang struktur dan susunan tim kampanye ini, "Ada yang sederhana, ada yang kompleks dan cukup banyak".

Mau tahu struktur dari masing-masing kampanye seperti dibawah ini dan siapa saja yang duduk dalam tim kampanye masing-masing pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden?

Dibawah ini daftarnya:

TIM KAMPANYE YUDHOYONO-JUSUF KALLA

  • Dewan Pengarah: Prof. S. Budhisantoso (Ketua Umum Partai Demokrat), Edi Sudrajat, Rachmat Witoelar, Yusron (Yusril kali ya maksudnya, wooi KPU, typo tuh) Ihza Mahendra.
  • Dewan Pakar: Irzan Tanjung, Musa Ashari, John Palinggi, MS Kaban, Samuel Semson.
  • Ketua Tim Kampanye Nasional: Mohammad Makruf
  • Wakil Ketua: Akdari, Soekarno, Sahar L. Hassan, dan Tato Rajamenggala.

TIM KAMPANYE AMIEN RAIS - SISWONO YUDO HUSODO

  • Dewan Pertimbangan: Syafi’i Ma’arif, Abdul Munir Mulkan, Watik Pratiknya, Dawam Rahardjo, wartawan senior Goenawan Mohamad, Rahardjo Tjakraningrat, Yahya Muhaimin, dan Sukmawati Soekarnoputri.
  • Direktur Kampanye: Bambang Sudibyo (Mantan Menkeu)
  • Ketua Dewan Strategi dan Kebijakan: Rizal Sukma
  • Anggota Dewan Strategi dan Kebijakan: Abdillah Toha, Alihardi Kiaidemak, Amien Aziz, AM Fatwa, Didik Rachbini, Meilono Soewondo, Miranty Abidin, dan Jeffrey Geovanni.
  • Koordinator ORPOL (organisasi politik): Hatta Radjasa
  • Koordinator ORMAS (organisasi kemasyarakatan): Din Syamsuddin
  • Koordinator ORKAR (organisasi karya): Agustin Pulungan.
  • Kepala Staf Kampanye: Eddy Soeparno.

TIM KAMPANYE WIRANTO-SALAHUDDIN WAHID

  • Penanggung Jawab Tim: Golkar Akbar Tandjung dan Wiranto
  • Pimpinan: Slamet Effendy Yusuf
  • Wakil Ketua I: Fachrul Rozy
  • Wakil Ketua II: Mahfud Md
  • Wakil Ketua III: Mahadi Sinambela
  • Wakil Ketua IV: Budi Harsono
  • Wakil Ketua V: Agung Laksono
  • Wakil Ketua VI: Mohammad Sulaeman Hidayat.
  • Sekretaris: Affandi
  • Koordinator Sumatera: Fahmi Idris
  • Koordinator Jawa: M. Hatta
  • Koordinator Bali/Nusa Tenggara: Sri Redjeki
  • Koordinator Kalimantan: Afifuddin Thaib
  • Koordinator Sulawesi bagian selatan: Marwah Daud Ibrahim [(*BUKANNYA JADI PASANGAN CAWAPRESNYA GUS DUR??*])
  • Koordinator Serta Sulawesi bagian utara: Abdul Gafur
  • Koordinator Papua: Freddy Latumahina.

TIM KAMPANYE MEGAWATI SOEKARNOPUTRI-HASYIM MUZADI

  • Ketua: Soetjipto (Sekjen PDIP)
  • Anggota: Ahmad Bagdja, Herry Akhmadi, Sonny Keraf, Soetardjo Soerjogoeritno, Said Agil Siradj, Noer Iskandar, Roy BB Janis, Mangara Siahaan, Pramono Anung, Manarul Hidayat, dan Andi Djamaro.

Belum menyerahkan daftar tim kampanye: Abdurrahman Wahid-Marwah Daud Ibrahim dan pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

UPDATE 21 MAY 2004:

Pasangan tim Hamzah Haz-Agum Gumelar telah melengkapi daftar tim kampanyenya pada hari Selasa 18 Mei kemarin seperti dibawah ini (sumber KPU)

TIM KAMPANYE HAMZAH HAZ-AGUM GUMELAR

  • Penasihat: KH Ismail Hasan Metareum (mantan Ketua Umum PPP), Zarkasih Nur, Yunus Yosfiah, dan Tosari Widjaja.
  • Ketua: Hasrul Azwar
  • Wakil Ketua: Abdul Wahab Mokodongan
  • Sekretaris: Chozin Chumaidy

Bio Agum Gumelar

| | Comments (4)

Program menampilkan resume para capres dan cawapres (sampai saat ini masih cawapres terus) berlanjut, kali ini Agum Gumelar, pasangan Cawapres dari Capres Hamzah Haz

agum_gumelar.jpgNama: AGUM GUMELAR
Lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat, 17 Desember 1945

Agama: Islam

Hobby: Sepakbola

Istri: Linda Amaliasari (puteri mantan Menparpostel Achmad Tahir)

Anak: 2 orang (Khaseli dan Ami)

PENDIDIKAN:

  • 1964: tamat SMA di Bandung
  • 1969: masuk Akademi Militer Nasional (AMN)

PERJALANAN KARIR

  • 1973-1976: menjabat sebagai staf Kopkamtib dan Bakin
  • 1987-1988: Wakil Asintel Kopassus
  • 1988-1990: Asisten Intelijen Kopassus
  • 1991-1992: Asisten Intelijen I Kasdam Jaya
  • 1992-1993: Agum jadi Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
  • 1993-1994: Direktur A Badan Intelijen dan Strategis (BAIS) ABRI
  • 1993-1994: Komandan Kopassus ke-13
  • 1994-1996: naik pangkat sebagai Kasdam I Bukit Barisan (1994-1996).
  • 1996: menjabat Staf Ahli Pangab bidang Polkam
  • 1996-1998: menjabat Pangdam VII Wirabuana
  • 1998: Gubernur Lemhanas
  • Oktober 1999: diangkat menjadi Menteri Perhubungan kabinet Persatuan Nasional Gus Dur kemudian menjadi Menhubtel ketika kabinet dirombak.
  • 11 Nov 2000: purnawirawan
  • 2 Juni 2001, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menko Polsoskam
  • 9 Agustus 2001 - 2004: Menteri Perhubungan Kabinet Gotong Royong
  • Ketua Umum KONI Pusat 2003-2007

Alamat Kantor:
Jalan Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta Pusat

Sumber TokohIndonesia.com

Ekonom dicari, hubungi Capres

| | Comments (3)

Dari berita di Tempo, Para Calon Presiden Rekrut Sejumlah Ekonom Kondang diberitakan bahwa para capres tengah berusaha menggodok platform ekonomi mereka dengan tim ekonomnya yang beranggotakan.. siapa lagi: para ekonom.

Dibawah ini nama-nama para ekonom dan dengan capres mana mereka berafiliasi.

Tim ekonomi Amien Rais
Diketuai mantan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo, dibantu dua ekonom Indef, Didik J. Rachbini dan Dradjad Wibowo.

Tim ekonomi Megawati Soekarnoputri
Diisi sejumlah Menteri Ekonomi dalam Mega Centre, juga melibatkan ekonom UGM Sri Adiningsih dan ekonom UI Sri Mulyani Indrawati.

Tim ekonomi Wiranto
Dimotori ekonom Econit Rizal Ramli bersama ekonom Cides Umar Juoro. Kabarnya, mantan Direktur Utama Danareksa Dian Wirjawan juga terlibat di dalamnya.

Tim ekonomi Susilo Bambang Yudhoyono
Diisi Joyo Winoto, ahli pembangunan pertanian dari IPB, yang pernah menjadi dosen Yudhoyono saat mengikuti program pascasarjana di kampus itu. "Tim SBY," kata seorang sumber, "juga tengah membidik Mubyarto (guru besar ekonomi UGM)."

Siapa berminat?

Bio Jusuf Kalla (Cawapres)

| | Comments (2)

jusuf_kalla3.jpg Seri ke 2 melanjutkan yang kemarin, kali ini Jusuf Kalla, cawapres-nya Susilo Bambang Yudhoyono yang siapapun tim dibelakangnya tolong cepet-cepet di buat websitenya, masak kalah dari Wiranto :).

Nama: DRS. H. MUHAMMAD JUSUF KALLA
Lahir: Watampone, 15 Mei 1942
Agama: Islam

PENDIDIKAN:

  • Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
  • The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)

PEKERJAAN

  • Agustus 2001 - sekarang: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
  • 1999 - 2000: Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
  • 1968 - 2001: Direktur Utama NV. Hadji Kalla
  • 1969 - 2001: Direktur Utama PT. Bumi Karsa
  • 1988 - 2001: Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
  • 1988 - 2001: Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
  • 1993 - 2001: Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
  • 1995 - 2001: Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

ORGANISASI

  • 2000 - sekarang: Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
  • 1985 - 1998: Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
  • 1994 - sekarang: Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
  • 1992 - sekarang: Ketua IKA-UNHAS
  • 1988 - 2001: Anggota MPR-RI

Alamat Kantor:

Jalan Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat 10110
Telepon 021-3849845

Alamat Rumah:

JI. Denpasar Raya CIII/9, Kuningan, Jakarta Pusat

Sumber dan profil lengkap (6 halaman) di TokohIndonesia.com

Mulai hari ini kedepan Blog Pemilu 2004 akan menghadirkan profile/bio/biografi/resume/info/informasi tentang para Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) secara berseri. Mudah-mudahan berguna :)

Kandidat Cawapres dari Partai Golkar berdampingan dengan Wiranto

Ir. H. Salahuddin Wahid (Gus Solah) Nama: IR. H. SALAHUDDIN WAHID
Lahir: Jombang, 11 September 1942
Agama: Islam
Istri:
Anak: Tiga orang

PENDIDIKAN:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Mengikuti berbagai seminar dan Pelatihan Kepemimpinan

PENGALAMAN PEKERJAAN:

  • Wakil Ketua Komnas HAM (2002-2007)
  • Anggota MPR (1998-1999)
  • Penulis lepas pada berbagai media (1998-sekarang)
  • Assosiate Director Perusahaan Konsultan Properti Internasional (1995-1996)
  • Direktur Utama Perusahaan Konsultan Teknik (1978-1997)
  • Direktur Utama Perusahaan Kontraktor (1969-1977)

PENGALAMAN ORGANISASI:

  • 1957-1961 Kepanduan Ansor
  • 1961-1962 Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Jakarta
  • 1963-1964 Anggota pengurus Senat Mahasiswa Arsitektur ITB
  • 1967 Bendahara Dewan Mahasiswa ITB
  • 1964-1966 Komisariat PMII ITB
  • 1964-1966 Wakil Ketua PMII Cabang Bandung
  • 1966-1967 Dewan penurus Pendaki Gunung Wanadri
  • 1973-skrng Anggota Ikatan Arsitek Indonesia
  • 1988-skrng Anggota Persatuan Insinyur Indonesia.
  • 1989-1990 Ketua DPD DKI Indkindo (Ikatan Konsultan Indonesia)
  • 1991-1994 Sekretaris Jenderal DPP Inkindo
  • 1993-1994 Pemred Majalah Konsultan
  • 1994-1998 Ketua Departemen Konsultan Manajemen Kadin
  • 1995 Mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia
  • 2002-2005 Anggota Dewan Pembina YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
  • 1999-2004 Ketua PBNU
  • 2000-2005 Ketua MPP ICMI
  • 1995-2005 Anggota Dewan Penasehat ICMI
  • 1998-1999 Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat
  • 1998-1999 Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU
  • 2002-2005 Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
  • 2000-skrg Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu.
  • 1993-skrg Anggota Pengurus IKPNI (Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia)
  • 1982-1994 Pendiri, Ketua, Angg. Badan Pengurus Yayasan Baitussalam
  • 1985, 1999 Pendiri, Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim

ALAMAT:
Jalan Tendean No. 2C, Jakarta Selatan.

Sumber dari TokohIndonesia.com

Hari ini dari berita di Detik.com (Kober 12 Mei Tolak Capres Militer)dilaporkan bahwa yang menamakan dirinya Komite Bersama (Kober) 12 Mei tengah melakukan demonstrasi di depan Mabes Polri yang isinya menolak capres dari militer dan Orde Baru.

Ok lah buat temen-temen itu kalo memang menolak unsur-unsur ORBA yang susah dibuktikan itu. Kalo memang ngakunya demokratis, mau gimana lagi? Hasil pemilu harus dihormati dong, dan ternyata 21% lebih pemilih telah membuat Golkar jadi pemenang di Pemilu kemaren, walaupun dengan semua kampanye politisi busuk yang ternyata ga mempan.

Skrg tentang CAPRES MILITER. Tentang ini gue setuju berat sama yang pendapatnya Denny JA dari Lembaga Survei Indonesia, yang menyatakan bahwa MILITERISME berbeda dengan MILITER (Isu Militerisme Telah Dipolitisir) terlepas dari masalah siapa mempolitisir siapa.

Denny menegaskan, antara militerisme dengan purnawirawan militer harus dipisahkan. Militerisme itu adalah operasi politik yang dilakukan dengan cara-cara militer. Operasi ini bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk orang-orang sipil.

Sepakat, seorang militer belum tentu otoriter, seperti juga seorang capres sipil belum tentu seorang demokrat.

Dicontohkan, dalam sejarah yang paling otoriter adalah Hitler dan Stalin yang justru berasal dari sipil. Sementara 2 presiden Amerika Serikat, Harry S Truman dan Eissenhower yang berasal dari purnawirawan militer bisa bertindak demokratis.

Justru jadi tugas masyarakat sekarang lah untuk menilai siapa capres yg punya kecenderungan otoriter dan siapa yang demokratis, tentu aja tanpa melupakan tugas-tugas dan kemampuan presiden lainnya.

Jadwal terbaru ini merupakan hasil revisi dari jadwal sebelumnya yand ditetapkan dalam Keputusan KPU No. 33 Tahun 2004

  1. Pendaftaran pemilih 20 April – 25 Mei
  2. Pencatatan pemilih baru 24 April - 17 Mei
  3. Penetapan dan pengumuman daftar pemilih tetap (DPT) 25 Mei – 1 Juni
  4. Jadwal pencalonan 26 april - 23 Mei
  5. Pengumuman dan pendaftaran pasangan calon oleh partai politik 29 April – 10 Mei
  6. Pengambilan formulir pencalonan 29 April – 9 Mei

Selebihnya yaitu jadwal untuk

  • Pendaftaran pasangan calon
  • Penelitian administratif
  • Pemeriksaan kesehatan
  • Penyampaian hasil penelitian
  • Perbaikan kelengkapan dan persyaratan pencalonan
  • Penelitian ulang
  • Penetapan serta pengumuman pasangan calon

Bisa dilihat langsung di Keputusan KPU No. 33 Tahun 2004

Google.com si mesin pencari no 1 tentu aja ga bisa dijadikan patokan tentang siapa yang paling populer dari para kandidat bursa capres dan cawapres yang akan kita pilih di Pemilu Presiden bulan Juli mendatang.

Sebab utamanya tentu karena BIAS. Pertama untuk calon-calon yang sudah menjabat seperti Megawati maka tentu lebih banyak website yang mencantumkan namanya.

Kedua belum tentu ketika nama seorang capres/cawapres tersebutkan namanya di website-website di Internet, penyebutan itu dalam rangka sesuatu yang positif.

Di alam Google, berita positif dan negatif sama-sama menyumbangkan hitungan dalam banyak atau sedikitnya sebuah nama muncul.

Nevertheless teteup aja cukup menarik melihat konstelasi kepopuleran calon capres dan cawapres kita di alam maya. Setelah beberapa kali ketik dan menghabiskan beberapa menit, maka dibawah ini lah susunan pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang paling populer (negatif + positif) menurut Google:

  1. Wiranto (81,800) - Solahuddin Wahid (2,140) = 83,940
  2. Megawati Soekarnoputri (40,100) - Hasyim Muzadi (18,100) = 58,200
  3. Amien Rais (54,400) - Siswono Yudohusodo (1,390) = 55,790
  4. Susilo Bambang Yudhoyono (22,900) - Yusuf Kalla (7,900) = 30,800

Sekilas kita lihat diatas, pasangan Wiranto dan Gus Solah adalah pasangan paling populer di Internet dan yang cukup mengejutkan ternyata pasangan SBY dan Yusuf Kalla menempati posisi paling akhir.

Tapi jangan kebakaran jenggot dulu, karena faktor SBY yang namanya cukup panjang untuk ditulis mungkin punya kontribusi disini.

Di lain pihak, jika kita tuliskan Megawati saja tanpa Soekarnoputri maka hitungannya melonjak menjadi 225,000 ini tentu saja memasukkan faktor penulisan Megawati di website2x berita selama beliau menjabat sebagai Presiden.

Megawati (225,000) - Hasyim Muzadi (18,100) = 243,100

Faktor nama yang pendek vs. panjang dicurigai juga berpengaruh pada nama Wiranto seperti juga pada SBY. Dan bagaimana jika Cawapres dari Partai Golkar bukannya Gus Solah tapi malah Hamzah Haz? Hasilnya dibawah ini:

Wiranto (81,800) - Hamzah Haz (32,900) = 114,700

Wiranto (81,800) - Solahuddin Wahid (2,140) = 83,940

UPDATE 11/05/04:
Ternyata Hamzah Haz mencalonkan diri sebagai presiden dan memasangkan dirinya dengan Agum Gumelar sebagai cawapres. Sehingga tidak perlu ada keraguan lagi siapa pasangan Wiranto diatas.

Bagaimana kepopuleran pasangan satu ini?

Hamzah Haz (32,900) - Agum Gumelar (5,910) = 38,810

Masuk di urutan ke 4 pasangan CAPRES - CAWAPRES ala Google, di atas pasangan SBY - JK

GolPut dan GolTam

| | Comments (3)

Dalam masa - masa kampanya menjelang pemilu, biasanya sepanjang jalan menuju kampus gw, banyak banget poster" partai (dan waktu era pemilu tahap satu poster" calon DPD) ditempel di tembok - tembok. Mungkin karena daerah Kebon Sirih itu deket dengan komplek kantor" pemerintah, atau apalah gw juga ga tau.

Cuma, belakangan ini banyak poster" lain yang ditempel. Itupun kalo bisa disebut poster, soalnya bentuknya cuma ketikan di kertas HVS yang kemudian diperbanyak. Poster - poster itu nggak mengatasnamakan partai atau golongan atau pribadi tertentu, tapi tanpa nama. Cuma dalam salah satu poster mereka (atau dia?) menyebut dirinya Golongan Putih.
Beberapa isi posternya seperti ini:

Kalau Lewat Depan Gw Melengos Aja!! diletakkan di sebelah poster partai dengan gambar capresnya

Sratus Ribu Sehari? Lumayaaaan

Seratus Ribu Doang? Udah Gitu Palsu Pula!! Bah!!!

yang ini agak panjang..
A: Pokoknya aku nggak Milih
B: Kenapa?
A: Nggak mau. Aku Golput aja
B: Kamu nggak perduli akan nasib bangsamu?
A: Apa bangsa ini perduli akan nasibku?

Yang terakhir itu yang bikin gw kesel banget. Kenapa orang itu seolah - olah menempatkan BANGSA sebagai suatu pribadi? Sadar nggak sih kalo BANGSA itu bisa terjadi kalau ada sekumpulan orang yang menjadi rakyatnya? Bahkan JFK pernah ngomong Jangan tanya apa yang diberikan negaramu untuk kamu, tapi tanyakanlah apa yang bisa kamu berikan untuk negaramu.

Gw selalu berusaha menghormati pilihan dan keputusan orang lain. Karna itu gw rada" sebel sama orang yang sok mempengaruhi orang lain untuk ikut dengan pilihan dan keputusannya. Terserah deh kalo pada mau golput. Tapi kenapa sih musti menghujat kayak gitu? Jadi berasa kayak GolTam (Golongan Hitam) tau nggak sih.

Hmm... gini deh... kalo golput, berarti kan tidak mempergunakan haknya untuk memilih dengan benar... Jadi... boleh dong gw ngomong kalo nggak milih ga berhak protes kalo pemerintahan nanti ga sesuai harapan mereka?

Dari Detik.com

Dipastikan Hasyim Muzadi bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres) Megawati

Pengumuman itu akan disampaikan Megawati hari ini, Kamis (6/5/2004) oleh Megawati dan Hasyim di Gedung Pola, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, pukul 11.00 WIB

Buat yang ga ngeh Hasyim Muzadi ini adalah Ketua Pengurus Besar (PB) NU, sehingga pasangan ini tentu aja diperkirakan akan berbasiskan massa PDIP dan NU.

Apakah NU berarti PKB? Ini masih tergantung pada Gus Dur. Kalo Gus Dur bilang pilih SBY opo ora rame jadinya. :)

Profil K.H Hasyim Muzadi bisa dilihat disini: Profil K.H Hasyim Muzadi dari TokohIndonesia.com

Telah ditetapkan juga pada hari ini 5 May 2004, Penetapan KPU: Seluruh Kursi DPR RI Terbagi ke 17 Partai Politik

Ke 550 kursi di DPR-RI diperoleh oleh 17 partai dengan perincian dibawah ini:

  1. Partai Golkar 128 kursi
  2. PDI Perjuangan 109 kursi
  3. PPP 58 kursi
  4. Partai Demokrat 57 kursi
  5. PKB 52 kursi
  6. PAN 52 kursi
  7. PK Sejahtera 45 kursi
  8. Partai Bintang Reformasi (PBR) 13 kursi
  9. Partai Damai Sejahtera (PDS) 12 kursi
  10. Partai Bulan Bintang (PBB) 11 kursi
  11. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (Partai PDK) 5 kursi
  12. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 2 kursi
  13. Partai Pelopor 2 kursi
  14. PNI Marheinisme 1 kursi
  15. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan 1 kursi
  16. PKPI (Partai Keadilan Persatuan Indonesia) 1 kursi
  17. Partai PDI 1 kursi

Adapun partai yang tidak memperoleh kursi adalah:

  1. PBSD
  2. Partai Merdeka
  3. Partai Indonesia Baru (PIB)
  4. Partai PNUI
  5. Partai Patriot
  6. Partai Sarikat Indonesia
  7. Partai Persatuan Daerah

Lihat tabel perolehan kursi

Selain itu diberitakan juga bahwa telah terpilih 128 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari 32 provinsi, yang masing-masing provinsi diwakili 4 anggota DPD.

Hasil akhir dan final dari Pemilu Legislatif 5 April 2004 telah ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebulan setelah Pemilu dilaksanakan yaitu pada hari ini 5 May 2004, dengan hasil seperti berikut:

(Berita resmi dan komplit tentang keputusan KPU No. 23 Tahun 2004 ini bisa dilihat disini)

  • Jumlah pemilih terdaftar 148.000.369 orang
  • Jumlah pemilih yang memilih 124.449.038 orang, (83%)
  • Jumlah suara sah 113.498.755, (91% dari pemilih yang memilih)
  • Jumlah suara tidak sah 10.957.925 (8,81%)
  • Jumlah yang tidak menggunakan hak pilih (tidak memilh dan tidak sah) ada 23.551.321 orang

Dari pemilih yang memilih dan sah:

  • 47.74% mencoblos tanda parpol saja
  • 52,26% mencoblos tanda parpol DAN calon legislatif

Sedang perolehan suara dari partai-partai peserta pemilu adalah:

Perolehan suara partai politik peserta Pemilu untuk Pemilu anggota DPR adalah

  1. Partai Golkar memperoleh 24.480.757 (21,58%)
  2. PDI Perjuangan dengan perolehan 21.026.629 (18,53%)
  3. Partai Kebangkitan Bangsa (10,57%)
  4. Partai Persatuan Pembangunan (8,15%),
  5. Partai Demokrat (7.45%)
  6. Partai Keadilan Sejahtera (7,34%)
  7. Partai Amanat Nasional (6,44%).

Selengkapnya lihat tabel

Menurut Wakil Ketua KPU Prof. Ramlan Surbakti, jumlah yang tidak menggunakan hak pilih cukup besar, lebih karena sejumlah faktor teknis dan ketidaktahuan warga, bukan karena maraknya golput.

About this Archive

This page is an archive of entries from May 2004 listed from newest to oldest.

April 2004 is the previous archive.

June 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01