March 2004 Archives

Informasi tentang Pencoblosan

| | Comments (1)

Tahukah kamu pada saat pemilu legislatif senin depan, 5 april 2004, kamu harus mencoblos:

  1. Untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota: Untuk masing-masing tingkat mencoblos satu tanda gambar partai DAN satu nama calon dari partai yg dicoblos
  2. JUGA memilih anggota DPD, dengan dengan mencoblos foto calon di dalam kotak foto.

Kalo kamu tidak tahu bahwa kamu harus mencoblos nama calonnya juga atau harus memilih anggota DPD (atau bahkan kamu ga tau DPD itu apa?) jangan kuatir kamu tidak sendirian.

Menurut tracking survey gelombang ke-3 dan ke-4 yang dilakukan oleh IFES bekerja sama dengan Polling Center terhadap 1.000 responden hanya 19% pemilih yang tahu bahwa kita harus mencoblos nama calon dan hanya 54% tahu bahwa akan dilakukan pemilu anggota DPD.

Untuk melihat hasil survey yang lengkap (karena banyak pertanyaan lain yg diajukan lihat ke artikel ini di KPU: Pengetahuan Pemilih Tentang Pemilu Terus Meningkat, Tapi Pengetahuan Tentang Calon dan Pencoblosan Masih Kurang

Untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang pencoblosan lihat petunjuk resmi dari KPU ini: Cara Mencoblos yang Benar

Tentang pilihan Golput

| | Comments (4)

Dari berbagai sumber. milis-milis dan teman-teman yang berbaik hati mengirimkan khusus. Penulis originalnya tidak diketahui:

Sebel sama semua partai yang ada? Memang betul, tidak ada partai yang betul-betul okay punya.

Lantas apa? Daripada memilih partai yang salah, lebih baik golput saja dalam pemilu minggu depan ini?

Salah besar!

Lihat hitung-hitungan di bawah ini:

Misalkan jumlah pemilih baik yang golput maupun yang tidak adalah 100 orang. Dan ada tiga partai peserta pemilu, partai A, B dan C.

Katakanlah dari jumlah 100 orang itu perolehan suara (votes) masing-masing partai adalah:

  • Partai A sebanyak 40 suara, yang berarti 40%
  • Partai B sebanyak 15 suara, yang berarti 15%
  • Partai C sebanyak 15 suara, yang berarti 15%
  • Yang tidak memilih (golput) sebanyak 30 orang, yang berarti 30%

Hasil di atas seharusnya menunjukkan tidak ada partai dengan suara mayoritas (lebih besar dari 50%)

Tapi karena ada 30 orang yang golput maka yang terhitung hanya 70 pemilih, sehingga persentase perolehan masing-masing partai berubah menjadi:

  • Partai A memperoleh suara 40 dari 70 = 57,14% (mayoritas)
  • Partai B memperoleh suara 15 dari 70 = 21,43%
  • Partai C memperoleh suara 15 dari 70 = 21,43%

Ini menyebabkan partai A memperoleh suara "semu" sebanyak 57,14% dari 30 orang golput yaitu 57,14% x 30 = 17,14%. Coba bayangkan, berarti partai A memperoleh suara sebesar ini dari orang-orang yang sama sekali tidak memilih partai A.

Selain itu akibatnya partai yang mestinya tidak mayoritas akan menjadi mayoritas (57,14%), padahal dalam kenyataannya partai tersebut tidak memperoleh dukungan mayoritas pemilih (40%).

Jadi suara golput bukannya tidak ada, namun terpecah berdasarkan komposisi yang terjadi.

Dalam kasus ini, satu suara non golput 100% akan menjadi milik partai yang dipilihnya... namun satu suara golput akan terpecah 57,14% untuk partai A dan masing-masing sebesar 21,43% untuk partai B dan C.

Semakin besar jumlah Golput maka komposisi suara yang terjadi akan semakin jauh dari kenyataan.

Suara golput tidak akan berpengaruh hanya disebabkan satu hal, yaitu jika seorang yang golput tersebut memang tidak mempunyai hak memilih.

Jika partai yang leading adalah partai busuk, maka mereka yang golput itu, dengan tanpa memilih sebetulnya telah ikut memilih partai busuk itu...



IMHO orang memilih golput kadang sebagai pernyataan pribadi tentang ketidaksetujuan atau kekecewaan untuk berbagai hal, sistem partai, iklim politik, politis dll. Atau malah males mikir dan KETIDAKPEDULIAN. Jadi gue ga yakin itungan seperti diatas bakal bisa mengajak orang untuk tidak golput

Dilain pihak, karena informasi diatas, mereka yg berniat untuk golput sebaiknya tidak mendaftar sebagai pemilih sekalian, sehingga suara mereka tidak akan diperhitungkan dari awal.

Banci Keramaian

| | Comments (2)

Aku gak ingat persis darimana aku dapat istilah Banci Poto. Mungkin dari postingan nona ini. Gak tau persis apa pengertian dia. Tapi menurut aku Banci Poto adalah sekumpulan orang-orang yang gak bisa ngeliat kamera mo ngambil gambar, langsung 'beraksi'.

Nah menjelang Pemilu 2004 ini aku melihat analoginya. Namanya Banci Keramaian. Gak bisa ngeliat keramaian dikit, langsung kampanye !. Pernah aku berada dalam satu pesta pernikahan sodara. Dalam pantauanku, selama pesta ada tiga orang yang berkampanye. Mulai dari bentuk biasa [nyebarin kartu nama dan stiker bergambar dirinya beserta logo partainya] sampai yang unik. Unik karena ditengah suasana pesta yang gerah, orang ini mbagiin gelas air mineral berlambang moncong putih. Niat banget, kan ?

Kemarin Minggu abis ngikut kebaktian, aku nemuin ada tiga brosur yang nempel di wiper Ceria Merah-ku. Semuanya berisi poto caleg berikut lambang partai. Ada-ada saja.

tatacarapemilu1.jpg Info dari oom Udhien :)

Untuk yang akan melakukan pemberian suara pada Pemilu 2004 pertama untuk memilih calon legislatif pada Senin minggu depan, tanggal 5 April 2004.

Jangan lewatkan panduan visual di website Info Tata Cara Pemilu 2004 ini.

Informasi tentang langkah-langkah apa saya yang perlu dilakukan saat kita di TPS nanti disajikan step-by-step dilengkapi dengan photonya. Sangat membantu dan recommended untuk dilihat. :)

Dibawah ini adalah sekilas urutan tata cara pemberian suara (di copy dari website diatas lengkapnya silahkan klik ini)

Urutan Tata Cara Pemilu 2004

  1. Datang ke TPS dan antri di tempat yang telah ditentukan
  2. Daftar ke meja pendaftaran untuk validasi; pada bagian ini, kertas bukti pendaftaran akan distempel sebagai bukti telah terdaftar dan boleh ikut milih pada hari bersangkutan
  3. Selanjutnya, pergi ke meja berikutnya untuk mengambil surat suara, dengan menunjukkan bukti pendaftaran yang telah distempel
  4. Tunggu sampai ada salah satu bilik suara kosong
  5. Masuk ke bilik suara yang telah ditentukan untuk anda (sudah barang tentu yang kosong)
  6. Buka kertas suara yang, baca baik2 nama partai dan juga nama calon legislatif (Caleg), sampai anda yakin dengan pilihan anda,
  7. Pilih partai dan juga nama yang anda percaya, INGAT nama caleg yang dipilih harus yang dari partai yang anda pilih, dengan kata lain, jika nama caleg bukan dari partai yang anda pilih, suara dihitung HANGUS
  8. Lipat kertas suara dengan benar, untuk melihat cara melipat yang benar, baca di sini
  9. Masukkan kertas suara yang telah digunakan ke dalam kotak suara yang telah disediakan
  10. Celupkan jari kelingking kiri ke dalam tinta warna sebagai bukti anda telah memberikan suara anda
  11. SIMPAN bukti pendaftaran yang telah distempel untuk dipakai lagi pada PEMILU PRESIDEN bulan Juli nanti.
  12. SELESAI

Lihat juga Tata cara melipat dan memasukkan kertas suara yang benar

Hasil survey yang dilakukan oleh International Foundation for Election Systems yang berbasis di Amerika menunjukkan bahwa tidak ada calon kuat presiden mendatang.

Survey yg dilakukan dari 15 Feb - 10 Mar pada 1000 orang (lebih dari setengahnya menolak menjawab) menunjukkan angka dibawah ini:

1. 11.5% memilih Megawati
2. 10.3% memilih Amien Rais
3. 8.3% memilih Susilo Bambang Yudhoyono
4. 6.5% memilih Akbar Tandjung

(Margin error survey ini adalah 1.5%)

Popularitas Megawati menurun karena pada survey yang sama di bulan Desember 2003, Megawati meraih 13% dan Amien Rais sekitar 7.5%

Berita diatas dari Reuters bisa dibaca di Megawati's popularity slips as Indonesia polls near

Headlines yang berlawanan dari sinyalemen diatas bisa dibaca di ChannelNewsAsia.com dengan judul Megawati remains front-runner in Indonesia's July presidential race

Dua-duanya bener, hasil survey diatas memang menunjukkan Megawati sebagai masih front runner tapi yang lain tidak jauh mengikut.

Di link website serius

|

Blog Pemilu 2004 ini di link oleh website tentang pemilu Indonesia-nya Northern Illinois University

Universitas yang punya Center for Southeast Asian Studies tentang negara-negara di Asia Tenggara menempatkan satu link kecil ke blog ini di halaman dengan topik tentang Pemilu Indonesia.

Kamu bisa lihat linknya disini: Indonesian Elections: Information on Indonesian Elections

Akhirnya penghuni beringin itu 'berantem' juga. Satu pihak yang memiliki jaringan media serta bermotto New Hope, meneriakkan jangan pilih yang korupsi !. Yang lain -yang Ketua Umum- merasa tersinggung. Sehingga merasa perlu mengingatkan. Aku pikir inilah yang lucu dan pantas mendapat predikat kekanak-kanakan dari Mr. Presiden kemarin itu.

Bagaimana gak kekanak-kanakan, kalau 'berantem' di depan publik !. Padahal mereka berasal dari satu rumah yang sama. Selain itu mungkin ini efek dari ditundanya pengumuman pemenang konvensi partai mereka menjadi setelah Pemilu Legislatif. Karena dengan ditunda, ada dua sasaran yang ingin mereka capai. Memenangkan persaingan di konvensi partainya serta memenangkan pemilu untuk partainya. Banyak yang mencurigai penundaan ini terkait dengan 'pemanfaatan' para peserta konvensi untuk meraup suara.

Kalo aku, gimana ya ? Bukannya mau membela salah satunya [meski terkesan begitu]. Menurutku akan lebih bijak kalau sang Ketua Umum lebih bijak menanggapi. Biarkan sajalah. Bukankah apa yang disampaikan oleh si New Hope itu merupakan dambaan setiap orang di negara ini. Dan topik itu sedang laris-larisnya sebagai jualan di masa kampanye sekarang ini ?. Toh Sang Ketua Umum sudah diputus tidak bersalah oleh Mahkamah Agung. Apa yang ditersinggungkan ? Dengan merasa tersinggung bukankah menjadi pertanyaan lagi, "Ini orang koq tersinggung ya? Jangan-jangan........". he...he....he...

Astaga! Pemilu

| | Comments (5)

Menarik nih kalo mau lihat. sebuah website pemilu funky hasil kerjaan temen-temen di Astaga.com.

Audiens-nya lebih muda dari media tradisional lainnya, isinya ada forum, berita, iklan flashnya MONCONG PUTIH (baru pertama kali liat flash ad-nya no 18 ini) dan tentu aja polling.

Kali ini pollingnya tentang Caleg Selebritis Favorit yang tentu aja listnya gue pinjem untuk di pasang disini he he:

Daftar Caleg Selebritis

  • Nurul Arifin (Golkar)
  • Rae Sita Supit (Golkar)
  • Renny Jayusman (Golkar)
  • Ruhut Sitompul (Golkar)
  • Puput Novel (Golkar)
  • Guruh Soekarnoputra (PDIP)
  • Marissa Haque (PDIP)
  • Deddy Sutomo (PDIP)
  • Ray Sahetapy (PKB)
  • Rieke Diah P (PKB)
  • Gusti Randa (PKB)
  • Kaharuddin Sjah (Demokrat)
  • Adjie Massaid (Demokrat)
  • Anna Tairas (Partai Demokrat)
  • Paquita Widjaya (PAN)
  • Dede Yusuf (PAN)
  • Nia Daniaty (PKPB)
  • Leysus Winarso (PKPB)
  • Hengky Tarnando (Partai PP)
  • Marini (Partai PP)
  • Pepeng (PKS)
  • Dana Iswara (Partai PIB)
  • Mark Sungkar (PBR)
  • Muchsin Alatas (Partai PDK)
  • Slamet Rahardjo (PNBK)
  • Usi Karundeng (Partai PIB)
  • Nindy Elise (PDS)

Jakarta Kampanye Terbuka mulai besok

|

Dari detik.com mulai Jumat besok (26 Maret 2004) setelah habis dengan kampanye tertutup, kampanye terbuka akan dimulai.

Empat partai yang akan berkampanye Jumat besok adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Merdeka.

Lokasi kampanye:

Jakbar: PNI Marhaenisme akan berkampanye di Lapangan Bola Kembangan, Basmol; Partai Merdeka di Lapangan Bola Kebon Jeruk; PBB di Lapangan Bola Perum Cengkareng.

Jakpus: Partai Merdeka di Lapangan Eks Bandara Kemayoran; PBB di GBK, PBSD di eks pool PPD di Senen dan Lapangan Bola Cenderawasih.

Jaksel: Partai Merdeka di Lapangan Blok S; PNI Marhaenisme di Lapangan Bola Depen Pesanggrahan; PBB di Stadion Lebakbulus.

Jakut: Partai Merdeka kebagian tempat di Stadion Pluit, Komplek Pergudangan; PNI Marhaenisme di Lapangan Bola SMPN 116; PBSD di Lapangan Bola Jl.Duren Indah Barat; Partai Merdeka di Lapangan Pondok Bambu Jl.Balai Rakyat; PBB di Stadion Tugu Selatan.

Jaktim: PBB berkampanye di Lapangan Kayu Putih Pulomas; PNI Marhaenisme di Lapangan Bola Karangtaruna, Cengkareng Timur dan PBSD di Lapangan Urip, Jatinegara.

Moncong Putih-nya Harry Roesli

| | Comments (1)

(Dari kolom ASAL USUL-nya Kompas tulisan Kang Harry Roesli. Mudah-mudahan dua-duanya ga keberatan hak ciptanya dipinjem di Blog Pemilu ini. hehe)

Bezog Maskavili Broyvak, Medoravinian esbros melabrani kroabrazi miakila Bastania endroz dobros, glokumaniv briandi!

Anda mengerti maksud kalimat di atas? Kalau tidak, ini terjemahannya : "Sidang pembaca! Sudah tahu kalimat ini tidak ada artinya, eh… masih dibaca juga!"

Nah, guyonan kuno di atas sebenarnya sedang terjadi secara faktual-saat ini-di negeri ini. Maksudnya? Lho, bukankah para jurkam saat ini sedang giat-giatnya mengoceh guyonan yang tidak dimengerti rakyat dan kuno sekali kalimat-kalimatnya?

Guyonan? Ya, guyonlah kalau kalimat antikorupsi dan anti-KKN diucapkan oleh seorang jurkam dari sebuah partai (di Jawa Barat) yang malahan kasus korupsinya si jurkam sedang diproses di kejaksaan setempat.

Kuno? Ya, kunolah kalau orasi si jurkam itu dibuat oleh dia sejak tahun 1999 tanpa perubahan titik maupun komanya. Dia cukup mengambil stok orasi kampanye tahun 1999 lalu dibacakan "letterijk". Makanya, tidak heran kalau dia melakukan sesuatu yang fatal, begini : "Saudara – saudara sekalian! Hari ini Selasa, tanggal sekian, tahun 1999, adalah hari bangkitnya partai kita … dan seterusnya… "

Padahal, hari jurkam tadi berkampanye adalah hari Rabu, tanggal segitu, tahun 2004. Tapi, anehnya, konstituennya tidak peduli akan kesalahan fatal tadi. Mereka semua asyik-asyik saja karena ternyata yang ditunggu bukan jurkam, tetapi jurdut, (maaf) bujur penyanyi dangdut (pantat penyanyi dangdut)

Kalau toh harus jujur, ada guyonan yang saya tulis di tahun 1999 di koran ini, di rubrik ini, dan rasanya masih relevan. Begini guyonannya!

230 Iklan Partai di TV per HARI

| | Comments (4)

Dari artikel di Straits Times dengan judul What's on TV? Indonesia's poll candidates?

DI INDONESIA:

1 dari 4 orang tidak lulus SD -> TV adalah sumber informasi utama

2 dari 3 pemilih menonton TV hampir setiap hari (survey Asia Fondation)

3 dari 4 tahu apa yang terjadi di dalam negri lewat menonton TV (survey Asia Fondation)

Kebanyakan pemilih tidak mengerti soal isu, dan memutuskan pilihan berdasarkan pemimpin partai. (Analis Reuters)

Ada 230 iklan partai PER HARI di 11 channel TV. (Analis Reuters)

Porsi tayang Iklan TV PDI-P sejumlah 40% dari semua iklan yg tayang hingga saat ini (survey Institute for the Studies on Free Flow of Information)

Biaya iklan TV 30 detik antara Rp 2 juta - Rp 20 juta (juru bicara Indosiar)

Iklan TV partai masih baru, jadi masih menarik banyak orang, dan lagi jauh lebih AMAN, ga akan ada kekerasan fisik di TV (Hermawan Kertajaya)

(Bener juga ya pak Hermawan! hehe..)

Beberapa IKLAN-IKLAN TV-NYA:

Kandidat: Siti Hardiyanti Rukmana (PKPB)
The Pitch: Putri mantan presiden Suharto ini iklannya menampilkan seorang petani yang bilang bagaimana dia mendambakan kembalinya kestabilan ekonomi dari era Pak Harto

Kandidat: Amien Rais (PAN)
The Pitch: Di iklannya, pemimpin PAN ini ditunjukkan penuh penghayatan ingin merangkul rakyat miskin dengan wajah berdeterminasi penuh.

Kandidat: Megawati Sukarnoputri (PDI-P)
The Pitch: "Coblos moncong putih" dia menyatakan di iklannya, yg menunjukkan Megawati berdiri di depan kerbau hitam dengan hidung putih.

Kandidat: Akbar Tandjung (Golkar)
The Pitch: Iklannya menyajikan parade multi etnis orang-orang biasa sebagai representasi image partai nasionalis.

Jawaban Panwaslu

|

Salut buat tim redaksi Panwaslu, kritikan dan pertanyaan gue di posting sebelumnya terjawab oleh sebuah email yang masuk hari ini.

Tentang perbedaan dua antara dua FORM pengaduan:

1. Form Penyampaian Informasi Pelanggaran Pemilu

2. Form Pelaporan Pelanggaran Pemilu

Intinya seperti ini. Form no 1 adalah untuk temuan pelanggaran masyarakat yang dilaporkan tanpa harus mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Form ini juga dikatakan dibuat informal dan tidak disebutkan dalam keputusan Panwaspemilu. Aduan ini akan diteruskan pada panwas terdekat dengan kejadian.

Form no 2 sifatnya lebih detail dan diperlukan tanggung jawab hukum oleh pelapor. Untuk pengaduan menggunakan form ini, follow up akan dilakukan oleh pihak Penyidik/Polisi untuk kasus-kasus pidana atau ke KPU untuk kasus-kasus administrasi.

...Kedua form diatas dibuat agar masyarakat bisa melaporkan sesuatu yang mereka anggap perlu untuk disampaikan. Jika sekedar hanya informasi, mereka cukup menyampaikan lewat form informasi (Form no 1). Jika mereka mempunyai bukti dan bersedia mempertangungjawabkan laporannya, mereka dapat mengisi form Pelaporan Pengaduan (Form no 2)...

Dan untuk setiap laporan, baik itu melalui SMS, Form 1 atau Form 2 semuanya memiliki prioritas yang sama.

Kalo ada pertanyaan lebih lanjut, kayaknya mas/mbak di tim redaksi Panwaslu.org ga akan keberatan kalo kamu melayangkan pertanyaan/kritikan kamu lewat email Redaksi Panwaslu.

Caleg Pilihan

| | Comments (2)

Hasil temuan sebuah blog:

calexandra1.jpgAlexandra Indrian Yunadi calon legislatif dari PPIB (Partai Perhimpunan Indonesia Baru) yang kayaknya funky juga :)

Alexandra adalah calon Anggota Legislatif DPR RI mewakili daerah pemilihan JAWA TIMUR untuk Partai PIB yang ketua umumnya adalah Dr. Sjahrir. Sayang di linknya itu ga tertera lengkap biografinya cuma tertulis Profile lengkap yang belum diisi. Padahal kan bisa menarik kalo ada keterangan lain atau alamat emailnya yg bisa dihubungi.

Bisa kita wawancara, kita minta pendapat, pandangan dan rencananya untuk Indonesia di masa depan dan jika dia nanti duduk di badan DPR-RI.

Atau minimal bisa kita invite di Friendster.com :)

Lapor Pelanggaran Pemilu?

|

Untuk melaporkan pelanggaran pemilu, pihak yang paling berwenang dan cocok untuk menerima laporan ini tentu saja adalah Panitia Pengawas Pemilu atau Panwaslu. Informasi tentang pelanggaran pemilu, berita, siapa saja anggota panitia ini semuanya ada di websitenya www.panwaslu.org yang lumayan ok tampilannya, hasil kerja Agrakom (PT. Agranet Multicitra Siberko)

Salah satu terobosan Panwaslu yang lumayan OK adalah penyampain pelanggaran melalui SMS (yg diplesetin oleh Panwaslu menjadi Suara Masyarakat Singkat ho ho).

Caranya tinggal kirim SMS ke nomor 7697. Cuma buat gue kok rasanya basa-basi aja layanan ini. Karena berapa panjang sih informasi yg bisa masuk di SMS? Terutama kalo dibandingkan dengan form pengaduan resminya yg ditanya saksi segala. Berapa banyak yg bisa di tindak lanjutin dengan pengaduan lewat SMS ini?

Speaking of form pengaduan resmi. Website PANWASLU ini lumayan bikin bingung. Ada DUA form pengaduan yang mirip dan punya nama hampir sama yang tidak begitu jelas bedanya.

1. Form Penyampaian Informasi Pelanggaran Pemilu

dan

2. Form Pelaporan Pelanggaran Pemilu

Gue yakin ada penjelasan dan sebab-sebab hukum yang mendasari perbedaan dua jenis aduan ini cuma demi kepentingan PENGADUAN-nya dan PENGGUNAAN form (usability) ini sendiri, apa ga bisa dibuat satu form aja, supaya tidak menambah satu step berpikir lagi bagi para pelapor.

Coba apa bedanya Penyampaian Informasi Pelanggaran dan Pelaporan Pelanggaran? Apa saat melaporkan pelaporan itu bukan jenisnya adalah informasi juga? :)

Penjelasan di form itu sendiri ada di salah satu form dan bukannya tertera sebelum kita bisa memilih form-nya.

Kutipan: Jika Anda mempunyai informasi tentang pelanggaran yang terjadi baik dalam pra, masa maupun pasca Pemilu 2004, silakan isi form di bawah ini ... Jika yang ingin Anda sampaikan adalah laporan pelanggaran/sengketa dalam masa Pemilu 2004, silakan isi form yang lebih detail di sini.

Hallooww.. jadi yang mana yang harus diisi?

Yang pasti form no 2 lebih detil pertanyaan yg harus diisinya. Hingga ada ruang untuk mengisi Saksi-saksi dan Barang bukti (barang buktinya harus ditulis dan diceritakan? Gimana kalo pengen ngirim foto dari barang bukti?)

LEBIH LUCU LAGI dalam keterangannya tentang Tata Cara Pelaporan Pelanggaran Pemilu disebutkan formulir-formulir seperti formulir A.1, formulir A-5, formulir A-1a. Nah, lalu form pengaduan di website itu masuk sebagai formulir yang disyaratkan di tata cara-nya tidak?

Kalo iya, kok ga ada keterangannya? Kalo tidak memenuhi syarat, lalu buat apa ada form pengaduan disitu?

Gimana sih?

Coba kita kirim kritikan di blog ini di form kontak Panwaslu-nya. Kira-kira ada tanggapan tidak, dan kalo ada setelah berapa lama.

Kampanye Kesadaran

|

Pada masa politik yang lalu sering terjadi "Puisi dan Polisi", yakni setelah pembacaan puisi, polisi datang menggerebek. Atau malah baru minta izin pementasan sudah dipersulit, sehingga para seniman perlu menggunakan sekian banyak cara berkelit agar acara tetap bisa berlangsung. Hal ini agak berbeda dengan sebagian penyanyi yang justru pada masa kampanye, baik pada periode yang lalu sampai hari ini, beroleh kesempatan kontrak keliling Indonesia mengikuti jadwal kampanye yang padat. Akomodasi dan uang saku yang lebih dari cukup sudah jelas termasuk dalam paket.

Kesenian yang dipilih dalam acara propaganda partai juga dipilih yang mudah diterima, renyah, dan kalau perlu tidak usah "mikir". Kalau perlu mengajak massa berjoget, melupakan kepenatan hidup, dan pilihlah partai kami... Di sebuah artikel yang pernah saya baca dari koran Republika di sekitar tahun 1998, pernah diulas tentang idealisme para artis. Terutama waktu itu yang disorot adalah beberapa artis yang sampai melantunkan lagu-lagu pemujaan untuk pemimpin besar. Tidak terlupakan julukan jenaka "seniman tiga partai" karena begitu mudahnya sebagian penyanyi berganti-ganti panggung partai yang diikuti selama kampanye.

Jadwal Pemilu hari ini

| | Comments (1)

Jadwal Pemilu hari ini (Minggu, 21 Maret 2004) sumber detik.com dan detik.com :

Di Bandung: Kampanye terbuka Megawati dari PDIP akan dilakukan di lapangan GASIBU (bukan Gazebo deh kayaknya) didampingi oleh Mangara Siahaan, Kwik Kian Gie, Permadi dll.

Di Medan: Hamzah Haz dari PPP di Lapangan Merdeka Medan dan juga Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Lapangan Pangkalan Masyhur dari Partai Demokrat.

Di Jakarta: Kampanye bersifat tertutup dan diadakan dalam gedung atau tempat pertemuan. Lima partai yang akan berkampanya hari ini adalah PAN, PKB, PKPB, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Persatuan Nadhatul Ummah (PNU Indonesia)

PAN di Sasana Krida, Kebayoran Baru, Balai Rakyat Mampang, Balai Rakyat Pancoran, Gedung Serba Guna SLB Lebak Bulus dan Balai Rakyat Utan Kayu.

PKB di GOR Utama Raya Cengkareng, Aula Puspenmas Cilincing, Sasana Krida Pasar Minggu, dan Balai Rakyat Sawah Besar.

PKPB di Sasana Krida Cipete, Kebayoran, Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Sasana Krida Mampang, Balai Rakyat Pemuda Pulo Gadung.

PPDI di Gedung Kwarda Pramuka, Jl. Diponegoro, Jakpus.

PNU Indonesia di Balai Warga, Penjaringan, Gedung Joeang, Menteng, GOR Bulungan dan Gedung KNPI Rawamangun.

There goes our weekend guys :)

Dari sebuah message di billboard di Friendster.com

Partai politik (Parpol) peserta pemilu 2004 cukup banyak jumlahnya (24 parpol), apakah Anda bingung hendak memilih yg mana ?

Ini ada rumus yang mungkin bisa membatu Anda untuk memilih:

- Tentukan usia anda
- Lalu kalikan 3
- Hasilnya tambah 59
- Setelah itu kurangi 11
- Kemudian dibagi dengan 3
- Hasilnya kurangi lagi dng usia anda

((((usia x 3) + 59) - 11) : 3) - usia = No pilihan

Selamat menggunakan hak pilih anda

Salam... :-)

Lupa itu manusiawi, katanya. Selalu bisa dimaafkan. Kalau tidak pernah lupa, bukan manusia. Cuma gajah yang bisa begitu. Nah. Kalau asumsi dasarnya begitu, apakah benar penguasa industri menciptakan teknologi organizer untuk mereduksi kemanusiawian (ada nggak sih di KUBI kata terakhir itu?)?

Catatan kaki "tapi ga janji ya" itu udah basi banget, 80-an. Kecenderungan masakini dari melupakan janji ketemuan tanpa rasa bersalah adalah katakan pada menit terakhir kamu ngantuk (satu lagi hal manusiawi yang selalu bisa dimaafkan), masih kerja atau ada kerja tambahan, atau coba alihkan topik ingkar janji ke semua hal-hal sial yang kamu alami hari ini. Nggak ada yang bete, kamu malah dapat simpati! Everybody is happy.

Yang barusan cuma berlaku buat teman, pacar dan anggota keluarga, aja sih. Kalau janjinya ke anak buah, atau siapa lah yang posisi tawar menawarnya lebih lemah, lebih nggak repot. Diamkan saja, entar juga mereka lupa. Kalau pun mereka ingat, trus nanya, sangkal aja. Pake mendelik lebih efektif.

Muak kebanyakan didelikin (KUBI, kamu nyelip di mana?), bisa dimaafkan ketika lebih banyak orang yang milih golput. Kata survei sih 20 persen dari 40 juta pemilih. Mungkin lebih banyak. Sapa tau udah daftar jadi pemilih tapi trus ga nyoblos.

But some of Jakartans said: Enough is enough. If you want our votes, then all your promises have to be delivered. Mereka 'membuat' empat anggota DPRD yang ikutan pemilu lagi untuk menandatangani Kontrak Sosial di atas kertas bermeterai. Tidak boleh terima 'amplop' dan ambil tindakan kalau teman yang lain menerima 'amplop', tidak membuat peraturan yang melanggar HAM, tidak mendukung kebijakan pemerintah untuk menggusur rakyat dan bekerja hanya untuk kepentingan orang banyak, bukan partai masing-masing.

Kontrak sosial memang teori lama. Idenya sih berdasarkan asumsi bahwa manusia adalah makhluk egois yang serakah. Thomas Hobbes mengatakan begitu. Gua hajar lu! Tapi gua ga mau dong dihajar... begitu contohnya. Dalam interaksi sosial mesti ada aturan main. Termasuk antara pemerintah dengan yang memberikan kewenangan untuk memerintah, yaitu masyarakat. Bentuk paling tinggi ya undang-undang. Siapa pembuat undang-undang? Kalau di negara kita DPR, DPRD, dibantu oleh pemerintah. Siapa mereka? Masih makhluk egois yang serakah.

Segelintir penduduk Jakarta ini mengembalikan 'kontrak sosial' pada bentuk asalnya. Luar biasa bila jumlah mereka bertambah. Luar biasa bila semua orang berkata: Eh, lu bisa gua tuntut kalo gua ga bisa mandi air bersih. 'Pan lu udah janji mau nyediain kalo partai lu menang.

If that really happen, who will have the last laugh? Someone who took my KUBI away, I reckon.

catatan: KUBI = Kamus Umum Bahasa Indonesia

The name is also effort

| | Comments (3)

Masa kampanye pemilu tahun ini sungguh menyenangkan. Tidak terlalu macet di Jakarta, tidak seperti 1999. Polisi juga luarbiasa, punya kemauan untuk menilang penggembira kampanye yang larut dalam euphoria 15 ribu-25 ribu upah bersepeda motor selama enam jam. Plus kaos dan bendera, tentunya. Bisnis tekstil dan sablon hidup lagi. Horee. Satu lagi hal bagus.

Tapi, tunggu dulu. Temanku selalu berkata bahwa kita harus selalu mengadopsi filsafat Sherina: Lihatlah lebih dekaa...aat.

Jakarta kotor oleh spanduk, stiker dan bendera. Dinas Tramtib DKI memang punya anggaran ekstra untuk membersihkan semua ini seusai masa kampanye. Beberapa partai dan kandidat DPD (legislator non-partai) juga punya dana khusus untuk bersih-bersih. Tapi bukan itu masalahnya.

Salah satu konsekuensi dari pemilu langsung adalah penggunaan segala cara untuk membuat pemilih mengingat nama dan wajah mereka. Apakah perlu pajang foto di atas kain segede Gaban hanya tukang spanduk yang berhak jawab.

Tren membuat calon pemilih merasa berhutang budi dapat nasi kotak, mi instan dan dangdut show di siang hari lama-lama mengganggu juga. Ada sekelompok ibu-ibu pengajian mendapat undangan pengajian bersama di GOR Sunter. Bus AC disediakan oleh orang tak bernama. Pokoknya berangkat pagi-pagi. Sampai, duduk, dibagikan nasi kotak untuk makan siang, sambil mendengarkan pidato calon anggota DPD, istri mantan menteri. "Nggak ngerti," kata satu ibu. "Nasi nya bisa diambil di mana?".

Ada juga sih yang pengen beda untuk ngedapetin satu juta suara. Calon anggota DPD yang juga ketua asosiasi pemilik toilet umum berkampanye dengan turut membersihkan toilet di pasar-pasar. Satu lagi, yang memang politisi, datang door-to-door, memperkenalkan diri, apa itu DPD, kerjaan DPD itu apa, bapak-ibu-kalau-berkenan-saya-bisa-membantu-memperjuangkan-penyelesaian-masalah-yang-kalian-hadapi. Ada komunikasi dua arah.

Hmm. Sherina Wisdom works on the candidates as well. Nice effort.


Bukan 15, cuma satu kok

| | Comments (5)

Menurut berita Detik.com Polda telah menangkap 15 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) UI terkait dengan aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dilakukan pada hari Rabu, 17 Maret kemarin.

Kenapa cuma ketiga bendera Partai ini saja yang dibakar mungkin ada banyak alasannya, tapi coba kita lihat kelanjutan dari berita ini...

Detik.com mem-followup-i berita ini dengan bantahan dari Polda bahwa tidak benar mereka telah menangkap 15 mahasiswa, karena sebenernya cuma satu kok yang ditangkap, yg 14 lainnya memang dibawa juga, tapi ga ditangkap!

Percakapannya goes on like this:

Detik.com: Apakah benar POLDA telah menangkap 15 mahasiswa UI

Pak Polisi: Kita cuma tangkap satu orang. Siapa yang bilang 15 orang?

Detik.com: Tapi 14 mahasiswa lainnya masih berada di Mapolda?

Pak Polisi: Tapi mereka tidak ditahan. Mereka bebas kok berkeliaran di Polda...

That's sooo not the point! hehe. Ga masalah Polda nangkep 25, 15, 10 atau kelipatan 5 lainnya. Pointnya adalah sudah ada mahasiswa yang ditangkap! :)

Selama masih banyak rakyat melarat, money talks..., demikian ungkapan teman yang bekerja di LPEM-UI. Salah seorang kolega dia pernah menanyai sopir taksi di Jakarta tentang partai yang akan dipilih nanti, dengan lugas si sopir menyebutkan salah satu partai, "Karena mereka sudah membagi 500 ribu rupiah dan beras per keluarga, serta mengaspal jalan raya di kampung kami." Saya ingat janji-janji kampanye yang selalu mewarnai partai yang berkuasa zaman Orde Baru dan memang kebetulan salah satu tokoh utama partai tersebut "anak emas" Orde Baru.

Tapi, pertanyaan serius yang perlu dikemukakan dan ditengarai oleh teman di LPEM-UI tersebut: bagaimana sebenarya aliran dana (atau cash flow) selama kampanye ini? Partai-partai besar mengucurkan dana luar biasa, nilainya diduga sudah trilyunan rupiah. Dari mana dana itu sekarang diperoleh atau nantinya akan diganti? Apakah jika mereka berkuasa (lagi) tidak akan cenderung menggunakan cara-cara kotor untuk mendapatkan ganti dana selama kampanye ini?

Lagi-lagi, dari salah satu milis:

Telah beredar CD MUSIK UNTUK PERUBAHAN persembahan dari:
"Gerakan Nasional Tidak Pilih Politikus Busuk"

Dikemas dalam lirik yang lugas.
Diiringi alunan beragam alat musik yang harmonis.
Dengan pesan yang mudah ditangkap.

CD berisi file-file mp3, yang terdiri atas:
- Deklarasi Anti Politisi Busuk
- Lagu Jangan Pilih Mereka (Franky Sahilatua)
- Pernyataan Cak Nur (Perhimpunan Membangun Kembali Indonesia)
- Lagu Sialan (Harry Roesly)
- Pernyataan Teten Masduki (ICW)
- Lagu Politisi Busuk
- Pernyataan J. Kristiadi (CSIS)
- Lagu Tulalit (Harry Roesly)
- Pernyataan Longgena Ginting (Walhi)
- Lagu Kami Cinta Indonesia (Harry Roesly)
- Lagu Maling (Harry Roesly)
- Lagu Jangan Menangis Indonesia (Harry Roesly)
- Lagu Politisi Busuk (Harry Roesly)
- Lagu Jangan Pilih Mereka (Frangky Sahilatua)

Musik dimainkan oleh: Pemusik anti Politisi Busuk

Cara memiliki silahkan klik link dibawah ini.

Dapet dari forward-an dari email seorang teman.

Untuk yang ingin lihat atau dapat file dari dua Iklan TV (TVC)-nya PKS bisa di download disini:

Cuma karena filenya ada di lokasi FILE Milis Kritik-Iklan, untuk yang bukan member kamu harus punya Yahoo ID dan join milisnya dulu. Sori.

TVC PKS versi Slank (206 KB)

TVC PKS versi Mi'ing (231 KB)

Format file-nya .wmv dan sutradara iklannya adalah Ipang Wahid salah satu the hottest commercial director di Indonesia saat ini.

Tema yang diusung oleh PKS rasanya cukup mengena buat banyak orang Indonesia yang mendambakan kondisi yang lebih baik: Menuju Indonesia Bersih dan Peduli

Merekam Janji

| | Comments (3)

Idenya gak murni lagi, karena terinspirasi dari Kotak Suara SCTV sama kutipan yang selalu ada di halaman 12 Majalah Tempo. Tapi menurutku gak ada salahnya 'direkam' di weblog ini. Mungkin satu saat nanti kalau Pemilu ini selesai, kita bisa tersenyum sendiri membacanya.

Dari penelusuran yang aku lakukan aku sempat merekam beberapa janji dari tokoh-tokoh partai selama kampanye hari ini. Inilah diantaranya :

"Jangankan berniat, menoleh saja tidak kok,"
Soetjipto - SekJend PDIP perihal kemungkinan koalisi partainya dengan Golkar di Kota Malang : Rabu [17/3]

"Kalau merasa orang Yogya dan bangga dengan Yogya-nya, marilah jadi antek Soeharto,"
Hartono - Ketua Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) di Jogjakarta : Minggu [15/03]

"Partai Golkar memiliki kemampuan dan sumber daya manusia yang jauh lebih baik, untuk memperbaiki itu semua,"
Akbar Tandjung - Ketua Umum Partai Golkar di Sumatera Selatan : Sabtu [13/03]

"Jika Golkar menang, kita akan sungguh-sungguh mengatasi banjir"
Agung Laksono - Ketua Partai Golkar di Rawamangun Jakarta : Rabu [17/03]

"Jika saya diberi kesempatan memimpin, kita akan lunasi (utang itu) selama 35 tahun, terhitung sejak tahun 2007, ketika ekonomi kita sudah bangkit,"
Siswono - Calon Presiden Partai Penegak Demokrasi Indonesia di Kupang : Jumat [12/03]

"Koalisi yang kami lakukan hanya dengan partai-partai berasaskan Islam"
Ahmad Sumargono - Wakil Ketua Partai Bulan Bintang [PBB] di Jakarta : Rabu [17/03]

50% partai punya website

| | Comments (22)

Dibawah ini adalah hasil pencarian website-nya partai-partai dengan menggunakan Google

Hasilnya ditemukan bahwa 50% (12 partai) dari seluruh peserta pemilu memiliki website yang lumayanlah. Walau satu partai (PNI Marhaenisme) masih nebeng di Tripod.com (kayak blog gue yg dulu hehe) tapi masih mending daripada tidak ada sama sekali.

Golkar memiliki dua URL (yang satu di redirect) www.partai-golkar.or.id dan www.golkar.or.id

Sedang PDIP (ternyata mereka lebih nyaman disebut PDI Perjuangan ya?) punya satu website yg cukup komprehensif www.pdiperjuangan-online.org yang sepertinya dikelola oleh DPD Jatim-nya dan bukan milik kantor pusatnya. Sebuah URL lainnya www.pdi-perjuangan.com hanya berisikan UNDER CONSTRUCTION

Dua partai besar PAN dan PPP (*8.33%*) tidak memiliki website resmi tapi memiliki website ketua umumnya yaitu www.hamzah-haz.com dan www.m-amienrais.com

Dan sisanya 10 partai (*41.67%*) tidak memiliki website sama sekali.

Klik selengkapnya untuk melihat daftar lengkap website partai-partai

Pemilu Luber

|

Funny picture of the day. Courtesy of DAGADU DJOKJA

Pemilu 2004 LUBER: Lucu Bebas Rusuh

Setiap pemilu entah kapanpun dan dimanapun, sepertinya satu hal yang pasti ada .. tentang keinginan "memperjuangkan nasib rakyat" entah itu suatu janji -- yang harusnya ditepati, atau apa. Entah dengan esensi apa juga, yang pasti, biar menang.

Lalu, proses untuk "memberi janji" ini ditujukan buat siapa? Rakyat. Ya, semua mengatasnamakan rakyat. Kalau penonton yang melihat kampanye, itu rakyat juga kan? Kalau menilik, dan mendengar beberapa opini, kayaknya salah satu soal issue keamanan, banyak yang bilang, "Sing penting ki aman, iso golek duit kepenak. (Yang penting itu aman, bisa cari uang dengan tenang)".

Nah, ini adalah salah satu kejadian yang benar-benar saya alami sendiri. Bahkan saya bukan sebagai penonton kampanye...

Caleg PKB yang Non-Muslim

| | Comments (6)

Info ini didapat dari sebuah milis:

PKB yang menyatakan dirinya sebagai Partai yang lahir dari tubuh NU -sehingga banyak Kyai NU yang menyuruh basis NU untuk mendukung partai yang lahir dari rahim NU sendiri - ternyata mengirimkan calegnya yang beragama Katholik/Kristen. Ini sebagian data yang ada di situs www.kebangkitanbangsa.org:

DKI I :
1) Kepulauan Seribu, 2) Jakarta Pusat, 3) Jakarta Timur, 4)
Jakarta Utara

1. Dr. AB Susanto
2. Fathoni Tamzis
3. Do Anh Dung
4. Dr. Pitoyo MA
5. Agus Kusnara
6. JH. Wenas
7. Drs. H. Ifrodi Sukamto
8. H. Usman Saleh, SE, MBA
9. DR. Theresia Indrawati
10. Ir. Irtiniar
11. Masykur Hazbun, SH
12. Ir. T. Diapari Nababan, MM
13. Dr. Keumala Amaliah

Adapun yang perlu dikonfirmasi yakni, Dr. AB Susanto, Do Anh Dung, JH. Wenas, DR. Theresia Indrawati, dan Ir. T. Diapari Nababan, MM.

Bayangkan, no. top 1 dan 3 non-muslim! Bagaimana kalau Kyai-kyai NU tahu? Buat yang mau milih PKB, tolong pertimbangkan sekali lagi kalau dasar pemilihannya karena ingin memilih partai Islam. Lebih baik memilih PKS, PBB, PPP atau PBR.

Terus terang buat gue sih, ini justru kabar baik. Dengan adanya caleg yg Non-Muslim di PKB, apalagi di nomor puncak dan bukan basa-basi ini menunjukkan PKB serius bergerak ke tengah dan ga lagi sekedar jualan agama.

Politisi Busuk

| | Comments (5)

Kemana cari Politisi Busuk? Sekarang gampang, tinggal klik ke website ini: www.politisibusuk.com

Website yang menyatakan bagian dari SIGAP (Solidaritas Indonesia Ganyang Politisi Busuk) ini sayangnya ga mencantumkan jelas siapa atau organisasi apa yang berada di belakangnya.

Kalau di WHOIS, pemilik domain ini tercatat bernama Ahmad Sukojo yang berkantor di Plaza 89, Rasuna Said Kav. X-7. Cuma ga yakin deh ini nama asli.

Isinya sendiri berupa list nama-nama Caleg dengan mencantumkan daerah pemilihan dan asal partai yang diduga menerima/terlibat praktek suap. Nama-nama paling baru yang masuk disitu adalah: Patrialis Akbar, SH, Drs. H. A.M. Fatwa, H. Andi M. Ghalib, SH, MH, Dr. H. Abdul Gafur

KEKURANGAN: Satu kritik besar pada website ini adalah tidak adanya atau tidak dicantumkan dengan jelasnya KRITERIA/DEFINISI dari POLITIKUS BUSUK itu sendiri.

Dan sayangnya dengan tidak didukung dengan referensi atau pengungkapan dasar berita yang jelas, dengan gampang berbagai pihak bisa menggolongkan informasi di website ini sebagai desas-desus semata dan tidak perlu ditanggapi dengan serius.

But anyway kayaknya bagaimanapun juga usaha mengekspose yg busuk-busuk, supaya kita makin bersih harus tetep kita dukung. Jadi, maju terus! :D

Iklan Jualan

| | Comments (5)

Seperti tulisan sebelumnya di blog ini, sekarang memang saatnya para peserta pemilu beriklan. Sungguh marak iklan-iklan bergentayangan di mana-mana, baik di media elektronik maupun cetak.

Di berbagai pojok jalan ditempelkan poster dan brosur dengan wajah orang yang minta dicoblos. Partai-partai pun membuat berbagai jargon untuk mengingatkan para calon pemilih. Ada juga yang bagi-bagi sembako.

Namun sangat disayangkan, kampanye ini jadinya tidak beda dengan iklan produk eceran. Mereka hanya mengiklankan "bungkus", bukan isinya.

Para calon legislatif hanya menampilkan foto, nama dan nomor urutnya di tiap poster. Tetapi masyarakat tidak diberikan akses untuk mengenal lebih jauh lagi calon wakilnya ini, bagaimana riwayat hidupnya, atau visi dan misinya. Bahkan ada foto caleg yang tidak mencantumkan dari partai mana.

...,

Pemilu akhirnya tidak lagi menjadi pesta milik rakyat. Rakyat memang ikut berpesta, tetapi masih tetap hanya sebagai penggembira.

Selain dari pengusaha sablon, pedagang kaos, dan biro jasa pengerah massa [ada lho yang terakhir ini….] siapakah yang bergiranghati dengan Kampanye Pemilu 2004 kali ini ? Menurutku yang sudah pasti adalah praktisi periklanan. Kenapa ? Karena berbeda dengan pemilu sebelumnya [terutama jaman Pak Harto] kampanye kali ini terasa berbeda.

Kalau di jaman Pak Harto dulu, setiap hari mungkin kita hanya melihat spanduk besar bertuliskan Golkar Pilihanku [ini contoh aja. Karena biasanya kata pertama hanya diganti dengan dua nama parti lain]. Sekarang aku melihat ada beberapa partai politik yang dengan serius ‘memoles’ dagangannya dan beriklan layaknya produsen yang beriklan di media.

Yang menarik menurutku adalah pemenang Pemilu lima tahun lalu. Pada hari pertama langsung menggebrak dengan jargon, Coblos Moncong Putih No.18. Lengkap dengaan gambar Ketua Umum Partainya. Kalau kulihat dari tampilan iklannya, berani taruhan kalau ini merupakan pekerjaan orang iklan.

Setelah itu ada iklan Partai Merdeka di televisi. Ketua Umum peserta Pemilu nomor 4 ini menutup pidato kampanyenya dengan kalimat yang kurang lebih, “Bulan empat dua ribu empat, pilih partai nomor empat !” Dan seolah meniru iklan lampu terkenal kalimat berikutnya adalah : “ Merdeka memilih, memilih Merdeka”.

Yang paling unik adalah Partai Karya Peduli Bangsa [PKPB]. Partai ini dari awal menyatakan diri sebagai jelmaan dari Golongan Karya jaman dahulu [sebelum menjadi Partai Golkar dan dipoles oleh Akbar Tandjung menggunakan Paradigma Baru]. Saat berkampanye di Jogja, Ketua Umum berpidato dan mengatakan : ”Kalau merasa orang Jogja jadilah Antek Soeharto !” Nah, lo….

Unik, karena Partai ini berani bertolakbelakang dengan keadaan sekarang. Di saat orang sedang bangga menyebut diri reformis dan mengambil jarak sejauh mungkin dengan Orde Baru, partai ini berani tampil beda. Aku pikir dari sisi periklanan, pasti ada bahasa khusus untuk style PKPB ini. Dan biarlah pakarnya yang membahas itu lebih jauh.

Dan seolah berhubungan dengan itu semua, hari Minggu kemarin aku liat satu iklan buku di Kompas. Judulnya : “Political Marketing, Strategi Memenangkan Pemilu, sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD, Presiden.

Partai Pemilu ternyata ada 24

| | Comments (15)

Dasar bego dan telat (hehe), gue baru tau jumlah partai yang ngikut pemilu sekarang ada 24 banyaknya. Listnya dibawah ini, ngambil dari Info Pemilu-nya detik.com

  1. PNI Marhaenisme
  2. Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD)
  3. Partai Bulan Bintang (PBB)
  4. Partai Merdeka: belum ada.
  5. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  6. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
  7. Partai Indonesia Baru (PIB)
  8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK)
  9. Partai Demokrat
  10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
  11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
  12. Partai Persatuan Nadhlatul Ummah Indonesia
  13. Partai Amanat Nasional (PAN)
  14. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
  15. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  16. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  17. Partai Bintang Reformasi (PBR)
  18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  19. Partai Damai Sejahtera
  20. Partai Golkar
  21. Partai Patriot Pancasila
  22. Partai Sarikat Indonesia
  23. Partai Persatuan Daerah
  24. Partai Pelopor

Ngomong2x nyadar ga sih ada satu partai yang ga pake kata "Partai", itu nomer satu PNI Marhaenisme. :)

Jadwal Pemilu 2004

| | Comments (2)

Rangkaian Pemilu 2004 dimulai hari ini. Dibawah ini adalah jadwal pelaksanaan Pemilu 2004:

MARET-APRIL 2004:
  • 11 Maret - 1 April: Pelaksanaan Kampanye
  • 2-4 April: Masa Tenang
  • 5 April: Pemungutan suara untuk memilih anggota legislatif (DPR/DPRD) dan DPD - HARI PEMILU I
  • 21-28 April 2004: Penetapan dan pengumuman hasil Pemilu DPR,DPD dan DPRD secara nasional
  • 29-30 April 2004: Penetapan perolehan kursi DPR, DPD dan DPRD
MEI 2004:
  • 1-7 Mei: Pendaftaran pasangan calon Presiden/Wakil Presiden ke KPU oleh Parpol/gabungan Parpol
  • 19 Mei: Penetapan, pemantauan nomor urut, dan pengumuman calon Presiden/Wakil Presiden
JUNI - AGUSTUS 2004:
Pemilu Capres/Wapres:
  • 1 Juni-1 Juli: Kampanye Capres/wapres
  • 2-4 Juli: Masa tenang
  • 5 Juli 2004: Pemungutan suara dan penghitungan suara (Putaran pertama) - HARI PEMILU II
  • 26 Juli 2004: Pengumuman hasil Pemilu tahap pertama secara nasional
  • 30 Juli-5 Agt: Penetapan 2 pasang calon Presiden/Wakil Presiden untuk putaran kedua.
SEPTEMBER 2004:
Pemilu capres/wapres putaran kedua (jika ada)
  • 14-16 Sept: Kampanye
  • 20 Sept: Pemungutan suara dan penghitungan suara putaran kedua.
OKTOBER 2004:
  • 5 Okt 2004: Penetapan dan pengumuman hasil Pemilu presiden/wapres tahap kedua secara nasional
  • 20 Okt 2004: Pelantikan dan sumpah janji Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Sumber Info Pemilu 2004 dari Detik.com website KPU tidak menampilkan list jadwal pemilu yang gampang untuk ditemukan

Posting perdana: Some ground rules

|

Untuk informasi apa dan mengapa adanya blog ini bisa merujuk ke posting disini

Karena ini sebuah blog maka mari kita tetapkan agar nada dan isi dari posting-postingnya, walaupun sebaiknya tetap bersifat INFORMATIONAL, tapi juga bersifat pribadi dan ga basa-basi.

Sama lah seperti blog seperti biasanya. Hanya aja, kali ini, blog ini punya tema sentral yaitu Pemilu 2004.

Jadi apa aja yang berhubungan dengan tema sentral tadi, apakah itu pelaksanaan kampanye, berita partai-partai, info tentang calon presiden, pelaksanaan pemilunya sendiri, dan kota kamu, di negara tempat kamu sekarang tinggal atau apa aja.. boleh.

Content-nya mungkin bisa jadi di-editori, tapi mudah-mudah seminimal mungkin dan hanya bersifat editorial teknis aja, tapi bukan pada ide atau informasi.

Gue sambil belajar ini :) yang mana rasanya semua juga kita juga kali ya, jadi satu-satu deh kalo ada yang mau ditentuin. Untuk saat ini kayaknya cukup segitu dulu

About this Archive

This page is an archive of entries from March 2004 listed from newest to oldest.

April 2004 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Powered by Movable Type 4.01